NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35.Fajar Baru

Sorakan fanatik ratusan murid faksi bawah bergema menembus langit malam Perbatasan Barat, perlahan memudar menjadi keheningan taktis saat Ren mengangkat tangan kirinya. Gerakan sederhana itu instan mengunci mulut semua orang yang hadir. Kepatuhan mutlak ini bukan lagi karena sekadar rasa kagum, melainkan akibat dari rantai hierarki predator yang telah Ren tanamkan jauh ke dalam mental mereka.

"Bubar dan kembali ke pos masing-masing," perintah Ren datar. "Persiapkan logistik. Besok pagi, struktur baru perbatasan akan mulai dijalankan."

"Siap, Master!"

Para murid membungkuk sekali lagi sebelum bergerak efisien membubarkan diri ke kamp-kamp pertahanan yang mengelilingi gerbang Gorgona.

Ren membalikkan badannya, melangkah masuk ke dalam koridor utama reruntuhan kuno ditemani Lyra. Langkah kaki mereka konstan, mengetuk lantai batu yang kini telah bersih dari debu masa lalu.

### Cetak Biru Kekuatan Baru

Di dalam Aula Altar, *Blood Core* raksasa berdenyut dengan ritme yang jauh lebih sehat dan padat dibanding beberapa minggu lalu. Energi hasil penjarahan batuan *Lumina* milik keluarga Van Asche telah sepenuhnya diekstraksi dan dikonversi menjadi esensi darah murni.

Ren duduk di takhta batunya, meluruskan kaki kanannya dengan santai sementara tangan kirinya bertumpu pada sandaran lengan, membiarkan jubah hitamnya jatuh membungkus tubuh dengan anggun. Otak cerdasnya langsung bekerja, mengabaikan euforia kemenangan diplomatik yang baru saja diraih.

"Lyra," panggil Ren tanpa menoleh. "Bagaimana dengan kondisi akademi saat ini?"

Lyra melangkah maju, meletakkan selembar laporan intelijen baru di atas meja batu di samping takhta Ren. Senyuman sinisnya terlihat di bawah cahaya merah marun dari *Blood Core*.

"Garnisun militer luar Kekaisaran di sekitar akademi telah ditarik mundur sejauh sepuluh kilometer, persis setelah maklumat Kardinal Malakai disebarkan ke divisi regional," jawab Lyra puas. "Namun, faksi bangsawan sisa di dalam akademi mulai mencoba membangun aliansi rahasia dengan para pedagang senjata dari Veridonia. Mereka tahu jalur logistik resmi mereka dipotong, jadi mereka mencari jalur alternatif."

Ren menarik sudut bilah bibirnya, menampilkan seulas *smug* dingin yang begitu intens. "Biarkan mereka membelinya. Begitu senjata-senjata itu tiba di perbatasan, kita hanya perlu memotong jalurnya di tengah jalan. Itu akan menghemat waktu kita dalam mengumpulkan material mentah."

**"Hahaha! Benar sekali, Ren! Biarkan tikus-tikus itu bekerja keras untuk kita!"** Crimson menyahut gila dari dalam benak Ren, membuat tato di lengan bawahnya memancarkan pendaran merah pekat yang hangat. **"Tapi Ren, jangan lupakan latihanmu. Esensi darah dari Leonidas kemarin masih menyisakan sedikit residu energi suci yang belum sepenuhnya meleleh di dalam pembuluh darahmu."**

### Mengunci Batasan Manusia

Ren menutup matanya perlahan. Mengaktifkan *Blood Circulation* ke kapasitas penuh, ia memeriksa aliran energinya sendiri. Di dalam jalur sirkulasi darah vampir kunonya, percikan energi keperakan sisa milik Leonidas memang masih mencoba bertahan, menolak untuk berasimilasi.

*Dug!*

Jantung Ren berdenyut sekali dengan sangat keras, melepaskan gelombang kompresi frekuensi tinggi yang langsung meremukkan sisa-sisa energi suci tersebut menjadi nutrisi murni tanpa ampun.

Saat Ren kembali membuka mata, sepasang mata crimson-nya menyala seutuhnya dengan pendaran merah yang jauh lebih pekat dan berbahaya dari sebelumnya. Satu matanya berkilat intens, melepaskan guratan energi streaks merah yang tajam, memotong kegelapan Aula Altar dengan presisi mematikan.

Sesungging *dangerous smirk* terukir di wajah tampannya.

"Veridonia, faksi bangsawan, maupun Ordo Perak..." Ren berbisik halus, suaranya sarat akan aura predator malam yang tak terbantahkan. "Siapa pun yang melangkah ke tanah ini, hanya akan menjadi batu pijakan berikutnya bagi kebangkitan mutlak Istana Darah."

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!