Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.
Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.
Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.
Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
Sementara Rayyan pura-pura masuk ke dalam kamar, padahal sebenarnya ia ingin tahu apa yang dibicarakan oleh Naya dan Laras. Namun, karena tidak mau membuat Mak Harti semakin curiga akhirnya Rayyan memilih menepi sebentar ke kamarnya setidaknya sampai Mak Harti melakukan kesibukan lain.
Dan, dirasa sudah aman pun Rayyan keluar dari kamarnya menuju halaman samping. Ia ingin mengetahui apa saja yang dibahas oleh Naya--istri pertamanya, dan entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa ada sesuatu yang akan Naya perbuat tanpa sepengetahuan darinya.
"Aku benar-benar tidak ada harga dirinya menjadi suami mu, Naya. Apa yang akan kau lakukan pada Laras," gumam Rayyan merasa tak habis pikir dengan pikiran gila yang bersemayam pada diri Naya.
Selama ini Rayyan sudah berusaha tenang, mengikuti alur yang Naya inginkan dan entah mengapa ia menurut saja dengan istri pertamanya itu sampai dirinya di sewa seperti ini.
Akan tetapi, di balik itu semua Rayyan merasa beruntung menjadi suami Laras dan dia baru merasakan apa itu pernikahan yang sesungguhnya saat menjalinnya bersama Laras.
Kini, di halaman depan rumah Laras. Naya tetap ngotot ingin memperpanjang kontrak dengan Laras, namun bagi Laras dia tidak merasa keberatan. Tetapi, Laras masih memikirkan perasaan Rayyan meskipun ke kendati nya dialah yang mempunyai hak karena Laras sendiri yang membayar, baik Naya ataupun Rayyan.
"Mbak, untuk perpanjang kontrak saya mau uangnya dilebihkan dari perjanjian pertama. Apalagi kan Mas Rayyan akan lebih lama berstatus sebagai suami Mbak Laras." Naya benar-benar memanfaatkan Rayyan, yang dia perlukan hanya uang dan lelaki seperti Rayyan tidak dibutuhkan olehnya.
Samar-samar, Rayyan yang mendengar percakapan Laras dan Naya benar-benar merasa kecewa dengan istri pertamanya itu. Kini ia menunggu jawaban apa yang akan Laras putuskan untuk Naya.
"Akan aku pikirkan, memang berapa yang kau minta, Mbak?" tanya Laras ingin tahu berapa harga yang diinginkan oleh Naya. Sementara itu, sorot mata kebencian kini tercetak jelas di negara Rayyan.
"Kurang ajar! Ada juga wanita iblis seperti Naya itu. Aku jadi curiga, kira-kira duit Naya ia gunakan untuk apa! Hmm ... Naya, kau telah membangunkan singa yang cukup lama tertidur ini. Aku tidak rela jika Laras menjadi sapi pernah mu!" geram Rayyan di dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya.
"Aku minta 800 juta saja, bagaimana? Itu harga yang pantas untuk mas Rayyan yang sepertinya saat ini terlihat lebih tampan dibanding sebelumnya. Jadi saya naikkan harga kontraknya!" tegas Naya tanpa basa-basi, sebenarnya dia tadi sedikit terkejut melihat penampilan Rayyan yang sudah berubah sangat drastis sekali. Tampan dan juga stylish, sama sekali tidak mencerminkan sosok penjual siomai keliling sama seperti saat masih menjadi suaminya.
"Akan aku pikirkan, tapi aku tidak bisa janji karena uangku tentu tidak ada segitu. Laba bersih dari butik sudah dibagi untuk kesejahteraan karyawan!" sahut Laras belum memutuskan apapun. Dia masih ragu apakah dirinya punya uang sebanyak itu tahun depan. Usaha butiknya tidak akan terus berjalan mulus, semua pasti ada pasang surutnya.
"Okey, yang terpenting jika mbak Laras ingin memperpanjang kontrak aku sudah sampaikan berapa harganya. Aku sudah baik hati membantu mbak Laras, selain tampan, mas Rayyan tentunya tidak membuat mbak Laras malu. Secara kini penampilan mas Rayyan tidak seperti dulu. Aku akui, mbak Laras pandai juga bisa membuat sosok mas Rayyan yang dekil bisa menjadi keren begitu. Sayang lho, jika berakhir di ranjangku!" ucap Naya memanasi hati Laras.
Degh!
Hati Laras seperti dicubit, istri mana jika mendengar kata kalau suaminya akan berakhir di ranjang wanita lain. Laras panik, namun sebisa mungkin dia atasi agar tidak terlihat oleh Naya. Sedangkan Rayyan yang melihat ekspresi Laras menjadi bahagia. Rayyan tahu itu adalah ekspresi cemburu.
"Mm ... Maaf, Mbak. Sebaiknya kita bicarakan nanti jika kontraknya selesai. Tidak baik saya putuskan sekarang, karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi tahun depan. Apalagi manusia yang berencana akan tetapi Allah juga yang memutuskan semua!" sahut Laras membuat Naya terlihat kecewa. Menunggu pohon uangnya berbuah tahun depan.
"Oke deh. Mbak pikirkan saja nanti, jika sudah mbak Laras tinggal hubungi Naya saja. Naya masih tinggal di rumah yang sama karena Naya sudah nyaman tinggal di rumah yang sudah Naya renovasi dan itu semua berkat mbak Laras. Terima kasih banyak, Mbak. Naya permisi dahulu," ucap Naya seraya kembali memakai kaca mata gayanya.
Naya dengan lagak ya sok wanita sosialita berjalan dengan kesombongan level sepuluh. Seakan dunia melihat caranya berjalan dan menganggap dirinya orang kaya sejati.
****
Pagi nan indah, sepasang suami sedang menikmati hangatnya teh herbal buatan Mak Harti. Teh yang akan membuat sepasang suami istri itu selalu on tiap malam.
"Mas ... Kok aku belum hamil juga ya? Pernikahan kita tinggal delapan bulan lagi, aku takut aku tidak bisa memberi keturunan seperti yang emak harapkan. Pernikahan kita sudah jalan empat bulan, masa iya aku belum hamil juga?" celoteh Laras seraya mengelus perutnya yang masih datar.
"Mbak Laras, harus bersabar. Mungkin karena kita kurang lama bikinnya. Apa perlu durasinya kita panjangkan?" jawab Rayyan bikin Laras melongo.
"Mas, durasi kurang lama itu maksudnya gimana?" tanya Laras polos, mana dia paham hal begituan jika tidak Rayyan ajari.
Rayyan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagaimana cara dia menjelaskan pada Laras tentang apa yang dia maksud.
"Aduh! Bagaimana aku harus menjelaskan pada wanita ini. Dia begitu polos! Masa iya sih dia tidak tahu tentang semua ini?" gumam Rayyan di dalam hati.
"Mas! Kok diam saja? Apa maksudnya durasi lama itu? Aku ingin secepatnya hamil biar emak senang!" ucap Laras mendesak Rayyan. Barangkali ide Rayyan bisa membuatnya cepat punya anak.
"Mmm ... Gimana ya? Itu mbak, kita harus melakukan itu sesering mungkin dan lama gitu. Jangan langsung selesai, mbak harus rileks agar benih yang aku tanam bisa masuk dan bersemi di dalam kandungan mbak Laras!" jawab Rayyan asal.
Laras menopang dagu dengan tangan kanannya. Memikirkan apa yang dikatakan oleh Rayyan.
"Harus begitu ya? Apa tidak ada cara lain? Pegel lho mas kalau lama-lama!" protes Laras tidak terduga oleh Rayyan.
Glek!
"Cara lain?!" ulang Rayyan. Sekarang dia dibuat bingung oleh istrinya itu.
"Iya, cara lain yang lebih cepat. Atau sebaiknya kita ke dokter. Laras ingin tanya bagaimana cara cepat agar bisa hamil?!" seru Laras mengeluarkan ide yang membuat Rayyan semakin melongo.
"Dokter?"
"Iya, Mas. Kita ke dokter kandungan. Kata Gea kita bisa konsultasi ke sana agar kita bisa secepatnya punya anak!" jawab Laras dengan mata yang berbinar cerah. Dia sangat ingin segera punya anak karena waktunya dirinya dengan Rayyan bersama hanya tinggal delapan bulan lagi.
Rayyan mengangguk seraya tersenyum hambar. Membayangkan istrinya diperiksa oleh dokter lelaki, jelas itu membuat dia cemburu.
"Dokternya laki apa perempuan?" tanya Rayyan hati-hati.
"Belum tahu, Mas. Katanya sih laki-laki. Tapi juga ada yang perempuan. Nanti bisa kita tanyakan di rumah sakit," ucap Laras dengan senyum yang merekah. Mengira tidak ada maksud apa -apa di balik pertanyaan Rayyan itu.
Laras tidak tahu jika ada hati yang mulai gosong karena terbakar oleh api cemburu. Membayangkan tubuh sang istri diperiksa oleh sang dokter di depan matanya. Sungguh Rayyan tidak bisa membayangkan semua itu. Rayyan tidak pernah berurusan dengan yang namanya dokter kandungan. Di dalam pikirannya dokter itu muda, tampan dan juga senang dengan wanita. Pemikiran Rayyan emang agak aneh.