Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.
Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.
Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"semua sudah siap rekam medis dan berkas-berkas pasien sudah kami siapkan sewaktu-waktu akan kalian pakai untuk dijadikan bukti." ucap dokter itu.
"makasih dok , malam ini akan kami bawa Linda ke Surabaya dan saya minta tolong untuk merahasiakan ini dari siapapun dokter Andi." ujar om Seno.
"tenang saja kami akan merahasiakan ini dari mereka."
"baiklah kami permisi, sebelum nya terima kasih banyak." om Seno lalu pergi meninggalkan r.s ini , tujuan nya ke Surabaya untuk menghilangkan jejak Linda agar anah buah Anton tak dapat menemukan Linda.
Bara sudah berada di dalam mobil bersama Kiara , sedangkan om Seno ia memilih di mobil SUV yg sudah di modif menjadi ambulan agar tak di curigai oleh anak buah Anton. Karena menurut om Seno , Anton pasti sudah mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari pelaku nya yg sudah membawa kabur Linda.
perjalanan mereka kali ini akan menempuh 12 jam dari Jakarta ke Surabaya, Sebelum nya mereka sudah menghubungi Vera , Bu Amira dan Tante Yuni untuk menyusul mereka r.s dan ikut ke Surabaya.
"semoga tidak ada anak buah Anton yg menghadang kita." gumam Bara.
"anak buah papa Anton banyak mas , mereka pasti berpencar apalagi di bawah komando Baron." kata Kiara ia menoleh ke arah Bara.
"mas Bara belum tau kan siapa Baron." Bara melirik ke arah Kiara lalu menggeleng.
"dia kaki tangan papa Anton , siapapun yg bermasalah dengan papa dia akan turun tangan. Tapi kalo Baron sudah tak sanggup mencari musuh nya dia akan meminta pertolongan pada om Rafa." jelas nya.
"apa hubungan mereka Kiara, Baron dan om Rafa." tanya Bara.
"yg aku tau kalo Baron itu teman nya om Rafa , mereka itu bahaya mas. kita harus hati-hati." jawab Kiara , namun Bara hanya mengangguk tanda mengerti.
.
.
.
di rumah sakit tempat Linda tadi di rawat sudah di datangi oleh anak buah Anton , di sana ada Baron bersama dengan Rafa dan ya ucapan Kiara tak pernah melesat. Baron akan meminta tolong pada Rafa karena ini masalah serius.
"dimana mereka membawa pasien." tanya Rafa dengan tegas.
"maaf pak saya tidak mengerti yg anda ucapkan , siapa yg membawa siapa." jawab suster itu.
"hah... pasien atas nama Linda." tanya Baron.
"tidak ada nama Linda di sini pak , mungkin di r.s yg lain." jawab suster itu.
"oke baiklah jika saya tau dia ada di sini dan kalian berusaha menyembunyikan nya , lihat aja r.s megah ini tak lama akan hilang nama nya." ancam Rafa lalu ia berlalu dari sana.
Di balik tembok lorong rumah sakit, seorang lelaki yg tadi menguping lalu melangkah mendekati suster itu.
"kerja bagus sus , terimakasih atas kerjasama nya. kalian jangan takut , r.s ini akan selalu berdiri kokoh." sahut lelaki itu.
"iya pak kami akan membantu sebisa mungkin , kami juga berterimakasih. "ucap suster itu.
"baiklah saya pamit dulu."setelah lelaki itu pamit untuk pergi , ia merogoh saku celana nya untuk mengambil ponsel.
Ia juga mengirim pesan lewat WhatsApp pada om Seno dan yg lain nya.
(mereka sudah pergi , kita aman.) pesan terkirim lalu lelaki itu melangkah menuju ke mobil untuk menyusul yg lain ke Surabaya, karena dia memiliki banyak bukti yg harus di berikan pada om Seno.
sedangkan Juan / Aryo, dia di sekap karena ketahuan mengintai atasan nya. Entah bagaimana bos nya tau jika dia menyamar menjadi supir , Aryo hanya bisa pasrah namun ia takkan membuka suara sampai Andre teman nya datang dan menolong nya dari sekapan Anton.
.
.
.
Di rumah megah itu suasana menjadi kacau , Bu Risma takut jika Linda muncul di publik semua yg ia impikan akan musnah dan jika Linda membuka mulut ,rahasia yg dia simpan bersama dengan suami nya akan terbongkar dan nama baik nya akan jelek.
"jadi kita harus bagaimana pa." tanya bu Risma.
"tunggu kabar dari Baron dan Rafa , jika mereka menemukan Linda , aku pastikan dia akan menyusul suami nya." jawab nya tegas.
"papa , aku ke kamar nenek sama Kiara. Mereka tak ada, aku curiga jika mereka sudah tau ini semua." sahut Angga yg juga khawatir.
Anton menoleh ke anak nya dengan tatapan tajam , "kita belum memastikan mereka berdua yg membebaskan Linda , mereka juga sedang di cari oleh Baron. Kita hanya tinggal menunggu kabar dari mereka, dan dimana Ricco."
"aku di sini pa, ada apa." jawab nya cuek.
"2 bulan lagi akan ada rapat penting untuk mengumumkan ahli waris yg akan duduk di Presdir, dan kamu harus hadir."
"ya pa , adalagi."
"papa ingin Kiara dan nenek mu tak mengacau acara penting itu dan papa ingin kalian mengerahkan anak buah untuk berjaga agar Linda tak masuk ke dalam perusahaan kita.".
"baik pa , kami akan laksanakan perintah papa."
.
.
.
keesokan pagi nya mereka telah sampai di villa om Seno yg ada di Surabaya, mereka lalu keluar dari sana dan masuk ke dalam vila, sedangkan Linda di tandu oleh perawat yg om Seno sewa bersama dengan dokter Rizwan.
"dimana kita tepat kan pasien ini." tanya dokter Rizwan.
"di lantai atas dok, di sana khusus tempat perawatan. dulu almarhum papa saya pernah dirawat di sana." jawab
"baiklah kita ke atas." mereka kompak ke atas membawa Linda , di ikuti kelima orang di belakang om Seno.
Sesampai nya di lantai atas , Linda di masukkan di kamar yg fasilitas nya sudah tersedia. Kamar nya juga sangat terawat dan nyaman.
Linda lalu di pindahkan di atas ranjang , infus nya lalu di taruh di tiang setelah itu dokter mencatat riwayat pasien.
"pasien masih tertidur, karena obat yg tadi kami beri. Nanti kalo sudah bangun akan kami beri asupan , karena pasien nya kekurangan asupan nutrisi." jelas dokter Rizwan.
"baik dok pastikan yg terbaik untuk nya , agar dia bisa berkumpul kembali dengan anak nya." pinta om Seno.
"ya pak Seno." dokter Rizwan lalu melanjutkan pemeriksaan pada Linda.
Om Seno keluar dan menemui keluarga nya.
"bagaimana pa keadaan Linda." tanya Bu Yuni.
"Linda masih tertidur ma , karena obat yg di minum tadi saat perjalanan . nanti kalo dia bangun langsung di beri asupan nutrisi dan Kiara kamu jangan khawatir om pastikan mama kamu akan cepat sembuh dan dia bisa menjadi saksi untuk menjerat Anton." ucap om Seno
"terimakasih om , semoga mama cepat pulih kembali."
"ya sudah sekarang kita istirahat, Bara tunjukkan kamar Kiara , Vera dan nenek Amira. Papa sama mama mau ke bawah dulu." perintah papa nya, Bara hanya mengangguk paham lalu menunjukkan lorong sebelah kanan, di sana ada 4 kamar yg berjejer Kiara memilih kamar yg pas sekali bersebelahan dengan kamar rawat Linda , sedangkan Vera dia di kamar nomer 2 , nenek Amira di kamar nomer 3 sedang kan yg terakhir akan di huni papa dan mama. Bara sendiri memilih kamar yg di lantai bawah bersama dengan Ucup nanti karena dia akan tiba sebentar lagi.
Singkat cerita yg mereka tunggu telah tiba , Ucup dan andre turun dan melangkah masuk ke dalam villa om Seno.
raut wajah Mereka berubah saat om Seno menanyakan keberadaan Aryo sekarang karena ia tak ikut bersama dengan Andre dan Ucup , namun kedua nya saling pandang bingung mau menjelaskan pada om Seno.
Bersambung