NovelToon NovelToon
Blind Love

Blind Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoelfu

Jika ada perempuan lain yang bisa meluluhkan hati Aksa selain ibu dan adiknya, maka Love lah perempuan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoelfu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Si Drama Queen

Love dan Aksa berjalan beriringan di koridor kampus. Ini adalah hari pertama Love masuk kuliah setelah drama sakit yang terjadi kemarin.

Sebetulnya Aksa tak memiliki jadwal kuliah pagi, hari ini. Tapi princessnya meminta di temani berangkat kuliah. Jadi mau bagaimana lagi, lelaki itu nurut saja.

"Aku kemarin diomeli sama bunda." adu Love kepada Aksa ketika mereka sudah sampai di depan kelas Love. Keduanya bersender di tembok dengan saling berhadapan.

"Bagus kalau gitu." Love mencubit perut Aksa karena jawaban ringan kekasihnya itu. Bagus dari China, mana ada diomeli adalah suatu hal yang bagus. Dasar Aksa ini.

"Kok bagus?" mata Love sudah memicing karena sebal.

"Biar kamu sadar, kalau tingah kamu yang kaya kemarin itu nggak akan menghasilkan apapun. Kamu tahu apa sebutannnya?" Love menggeleng.

"Enggak."

"Namanya kebodohan hakiki."

"Jahat." teriak Love membuat mahasiswa lain yang berlalu-lalang menoleh. Baru saja muncul kembali ke kampus setelah tiba-tiba menghilang, sudah rusuh saja gadis itu.

"Tapi sayangnya, yang kamu sebut jahat ini mencintai kamu." wajah Aksa lempeng sekali mengatakan itu. Tak ada senyum apalagi cubitan gemas seperti di drama Korea.

Love bisa apa kalau sudah mendengar ucapan cinta Aksa kepadanya selain mengurungkan niatnya agar tak memulai drama marahnya jilid kesekekian.

"Sumpah ya Prince. Bisa banget buat orang berbunga-bunga." Love menarik tangan bebas Aksa dan menggenggamnya. Membuat beberapa orang yang melihat merasa iri.

Mereka mengobrolkan apapun dan berusaha tak membahas lagi kekonyolan yang Love lakukan kemarin. Gadis itu pun berusaha untuk menuruti apa yang ibunya bilang, yaitu menikmati kebersamaan mereka selagi ada waktu.

Di sudut hati Love, memang masih terasa sedih jika mengingat akan kembali ditinggalkan oleh Aksa. Tapi dia berusaha mengabaikannya.

Teriakan memanggil nama Love terdengar.

"Love!" suara Gea nyaring sekali.

Baik Love maupun Aksa menoleh dan mendapati Naura dan juga Gea tengah mendekat. Keduanya tersenyum dan tangan Naura langsung mencubit pipi Love.

"Ada yang berani juga ya si penyakit itu hadepin elo. Gue kira dia takut loh sama kesinisan elo." begitu kata Naura.

"Sinis kalau di luar, kalau..." suara Aksa menghilang karena Love membungkam bibir lelaki itu dengan telapak tangannya. Dia tidak ingin sikap kekanakannya diketahui orang lain. Rusak nanti image garangnya.

"Eh... Eh, Kak Aksa belum selesai bicara Love, nggak sopan bekap-bekap gitu." itu suara Gea.

Tapi mana lah Love peduli dengan komentar temannya itu. Dengan senyum lebar, dia berkata, "Aku masuk ya Prince. Entar setelah selesai, aku hubungi. Pokoknya aku mau terus-terusan sama Prince." dan setelah mengatakan itu, dia pergi dari sana dan meninggalkan ketiga orang yang tengah menatapnya.

Naura dan Gea hanya mendengus saja, kemudian pamit kepada Aksa untuk masuk ke kelas. Sedangkan Aksa sendiri berbalik untuk mencari teman-temannya.

Mata kuliah pertama, berjalan tanpa kendala. Keluar kelas, Love langsung menghubungi kekasihnya untuk menanyakan keberadaan lelaki itu. Tapi sejak tadi, tak ada sekalipun panggilannya diterima oleh Aksa.

"Sarapan yuk!" ajakan itu keluar dari bibir Naura.

Love menoleh. "Gue mau ketemu sama Aksa." jawabnya

"Emang dia di mana?"

"Entah, dari tadi gue hubungin nggak diangkat." kalau sudah begitu, wajah Love sudah keruh sekali seperti air empang.

"Ya udah, ke kantin dulu. Lo bisa hubungin dia sambil makan." sebetulnya Love malas sekali, tapi mau bagaimana lagi, ide Naura tak buruk juga. Jadi gadis itu mengangguk saja.

"Oh ya Love, gue baru inget loh mau tanya sesuatu sama elo." Gea tiba-tiba teringat oleh sesuatu di otaknya.

"Apa?" mereka sudah berjalan menuju kantin dan Love masih berusaha menghubungi Aksa. Bukan hanya lewat panggilan telpon, tapi gadis itu juga membrondongnya dengan chat. Tapi entah kemana perginya lelaki itu.

"Gue waktu itu pernah denger kalau Kak Aksa pernah boncengin cewek bening betul. Nungguin Kak Aksa selesai kuliah juga sih katanya." Love langsung menatap Gea fokus. Matanya memicing dengan pikiran yang dihinggapi rasa penasaran.

"Kapan?"

"Udah agak lama sih." Naura yang menjawab. "Katanya sih, cewek itu rambutnya panjang, tinggi, bodynya Ok punya, dan kulitnya juga mulus betul. Sebanding deh sama lo gini." Love masih berdiri dan tak melanjutkan jalannya.

Jujur saja dia belum pernah dengan tentang masalah ini. Jadi, siapa yang teman-temannya ini maksud?

Otaknya dipaksa untuk berpikir. Dan sialnya, dia tak memiliki clue sama sekali siapa gadis itu.

"Ayo ah sambil jalan."Gea menarik tangan Love agar mereka bisa segera sampai di kantin. Bahkan ketika sampai kantin pun, Love masih diam karena memikirkan perempuan yang di bawa oleh Aksa di kampus kala itu.

"Lo mau pesen apa?"

Love menggeleng, "Gue minum aja. Air mineral." jawabnya.

"Udah. Nggak usah dipikirin, pusing nanti kepala lo." interupsi Naura. Salahkan saja Gea.

"Gue nggak bisa tenang kalau gue belum tahu siapa cewek itu." meletakkan ponselnya di atas meja, Love menatap kedua temannya lekat.

"Bilang yang jelas gimana ciri-ciri cewek itu." desakannya kepada kedua temannya.

"Gue kan tadi bilang kalau gue cuma denger dari anak-anak. Ah gue inget," Naura langsung membuka tasnya dan mengambil ponselnya dari sana. "Nih, gue punya gambarnya meskipun nggak terlalu jelas." Love langsung menyahut ponsel Naura dan melihat gambarnya.

Beruntunglah memiliki teman seperti Naura yang update berita kampus. Meskipun bukan masalah kegiatan kampus.

"Astaga Naura!" Love berdiri dengan suara yang cukup keras. Membuat orang-orang di sana memandang kearah meja Love dan teman-teman.

Pun dengan gerombolan yang berada di meja pojok. Ya. Aksa di sana bersama teman-temannya tengah mengerjakan bahan untuk persentasi.

"Love." cicit Gea agak malu karena ulah temannya itu.

Aksa menyeringai melihat pemandangan itu. Meletakkan pena yang dipegangnya, tangan lelaki itu bersidekap di depan dada. Tak ingin melewatkan sedetikpun 'drama' yang dimainkan kekasihnya itu.

"Bodo amat. Lo buat gue mikir sejak tadi dan bikin gue sakit kepala. Lo mau tanggung jawab kalau gue kebanyakan mikir dan tetiba gue hilang ingatan, dan semua memori gue tentang Prince Aksa hilang?" tidak ada yang tidak melongo mendengar ucapan ajaib Love.

Bukankah semakin sering otak dibuat berpikir akan semakin baik. Dan lagipula, penelitian dari mana itu jika akan hilang ingatan apabila kebanyakan berpikir. Sepertinya apa yang Aksa bilang tentang kebodohan hakiki kepada Love tadi sudah mulai terlihat.

Sebetulnya Love tak sebodoh itu, dibandingkan dengan Aksa, otak Love juga cukup mumpuni jika diajak bersaing. Tapi, kecerdasan otak kadang tak berpengaruh jika bahasa cinta sudah berbicara. Jadi, ya, seperti itulah jadinya.

"Ini tu namanya Kla. Klaribel Akeda Ganendra. Dan lo paham dong kalau ada nama Ganendra di belakang namanya itu berarti siapa? Ya. Betul. Dia adik Aksa Arion Ganendra. Dan itu artinya, dia adalah calon adik ipar gue." padahal kedua temannya sama sekali tak menjawab pertanyaannya, tapi seolah mereka menanggapi ucapannya.

Dan dengan dramatis Love lembali berucap. "Gue hampir masuk rumah sakit lagi tadi kalau lo nggak kasih lihat fotonya." sama sekali tak mempedulikan jika dirinya tengah menjadi pusat perhatian.

"Kalau seandainya Prince gue marah cuma karena gue cemburu sama adiknya, bisa sekarat gue. Cinta gue kan mentok banget di dia."

"Aku juga cinta sama kamu kok Princess." seperti sudah terkoneksi dengan baik, mata Love langsung bisa menemukan keberadaan pemilik suara yang mengatakan cinta padanya.

Di sana, Aksa masih dengan gaya santainya menatap Love dalam-dalam. Sontak saja mata Love melotot dan kemudian berkedip pelan.

Padahal suara sorakan 'cie cie' diiringi siulan sudah memenuhi kantin, tapi seolah semua itu tak berpengaruh dengan telinga Love. Gadis itu masih saja menatap fokus Aksa.

Tapi setelah kesadaran kembali datang menghampiri, Love langsung mengambil tasnya dan berlari dari sana. Membawa rasa malu yang luar biasa. Tentu saja bukan malu pada orang-orang itu, tapi dia lebih malu kepada Aksa.

Aksa geleng-geleng kepala melihat itu. Tapi setelah itu terkekeh. Dia bahkan harus menggigit bibirnya agar tawanya tak menguar.

Sungguh, Love benar-benar drama queen.

•°•

1
Luar biasa
Azzalea
ini asli nggak ada kelanjutanya kah.... padahal udah nungguin dari lama🥰🥰🥰🥰
Anggra
kykny menarik
Violet Agfa
kakaaakkk... ...kenapa ggak lnjut aGe karyany..... padahal aku tu sring bGt liad plat ny kk, aku ama blind love suuukaaa bGt, ini cerita awaL xG aku bCa pas nemu app inii,,, tapiiii ditungguiiinnn loem ada hilal kLo bakalan ada krya lagiii.. ....
How?
tetap semangat bro
nanae
gondok bacanya.. nangis jdinya
Siti Hidayatun
aduhh bner serem ya... makanya anak2 ak gak da yang boleh liat sinetron. emaknya tiap hari jadi ikutan nonton riko the series sopo jarwo dll..
Siti Hidayatun
kaya ak... anak bru 6 sma 4 th klo langgar peraturan hukum
Siti Hidayatun
keingwt dlu LDR an pdhl tegal jakarta. ak yang dijakarta karena kerja sambil sekolah..beray dan nyesek. tetapi tuhan berkata lain dan kiya tidak berjodoh
Siti Hidayatun
syedih ya Allah
Siti Hidayatun
haaaahaaaa
Siti Hidayatun
serasa masul di dunia novel ini
Siti Hidayatun
kocak
Arshell
gila Aksa, sebelas dua belas sama daka pas waktu masa pacaran. like father like son
Rasya Pertiiwii
uhhhuy,banget dah babang virgo 😂
Dian Amelia
duo asik ya..
Dian Amelia
dalam novel aja kalee, secara biasanya cowok ganteng bengal, cowok pinter cupu....huuu7 wakakakakakak😂😂😂
Dian Amelia
tul..author kalo baca flashback lama mudengnya. l😁
Esti Novita W
Kakak, lanjutannya dimanakah???
Ristiah Anakjawa
aq ikut mewek jadi ea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!