NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:109.2k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Di tengah perdebatan panjang dan ketegangan yang menyesakkan itu, suara langkah kaki yang tegas bergaung dari arah tangga.

​Semua kepala refleks menoleh, dan detik itu juga, ruangan mendadak senyap.

​Faas melangkah turun. Pagi ini, ia terlihat luar biasa tampan. Setelan tuxedo modern bernuansa putih bersih membungkus tubuh tegapnya dengan sangat sempurna. Wajah blasteran Arab-nya yang bersih memancarkan aura karisma yang begitu pekat, meski ekspresinya tetap sedingin es. Laki-laki kaku itu seolah bertransformasi menjadi seorang pangeran sejati hari ini.

​Melihat penampilan Faas, Megan yang duduk di sofa seketika terbelalak. Jantungnya berdesir aneh. Ada kilatan rasa kagum sekaligus terkejut yang tertangkap di matanya. Ia tidak pernah menyangka bahwa abang kandung Gavin yang selalu mereka sebut sampah dan pengangguran bisa memancarkan aura sekaya dan seberwibawa itu saat mengenakan pakaian pengantin.

"kalau suamiku seperti Faas, aku rela dia pengangguran selamanya, dan sudah pasti aku kurung di kamar setiap saat" gumam Megan dalam hati, tersenyum penuh arti, jiwa pelakor nya meronta-ronta melihat ketampanan dan tubuh gagah yang begitu sempurna di matanya. Megan mencoba memperbaiki penampilannya, ia membetulkan rambut yang memang sudah rapi.

​Tepat saat Faas menginjakkan kakinya di lantai bawah, pintu utama mansion terbuka. Yolanda dan Kevin melangkah masuk dengan terburu-buru, keduanya sudah berpakaian rapi dengan seragam keluarga berwarna senada.

​Tanpa membuang waktu atau menyapa Jihan yang sedang merutuk, Yolanda langsung berbalik menatap barisan anak buah dan pelayan Husen yang berdiri siaga di dekat pintu.

​"Kalian semua, cepat ikut saya ke paviliun belakang sekarang!" perintah Yolanda dengan suara lantang dan tegas. "Ambil semua kotak barang-barang seserahan di sana dan masukkan ke dalam mobil dengan hati-hati. Jangan sampai ada yang lecet atau rusak sedikit pun!"

​Perintah Yolanda seketika membuat Jihan, Jenita, bahkan Husen terkejut setengah mati.

​"Seserahan? Seserahan apa, Yolanda?!" potong Jihan dengan suara bergetar menahan malu sekaligus penasaran. "Abangmu itu tidak punya uang sepeser pun untuk membeli seserahan yang layak!"

​Yolanda menoleh, menatap ibu tirinya dengan senyum sinis yang menusuk. "Uang siapa bilang? Ibu Diana sudah mempersiapkan semuanya secara rahasia tanpa perlu meminta belas kasihan dari kalian!"

​Beberapa menit kemudian, ketegangan itu mencapai puncaknya ketika para anak buah Husen mulai mengangkut kotak-kotak seserahan dari paviliun melintasi ruang tengah. Satu per satu kotak akrilik transparan berhias pita satin mahal melintas di depan mata mereka. Kilau berlian satu set, kain sutra Prancis kelas satu yang harganya selangit, sepatu, sendal,tas ..dan sebagainya hingga perlengkapan ibadah berlapis beludru premium terpampang nyata.

​Jihan membeku, tangannya gemetar memegangi pinggiran meja. Ia merasa ditampar langsung di wajahnya. Diana, wanita lumpuh yang selama ini ia sepelekan di kamar utama paling ujung, ternyata masih memiliki taring dan simpanan kekayaan yang bahkan bisa membeli barang seserahan semewah itu untuk putranya.

​Sementara Megan, matanya menatap kotak-kotak perhiasan itu dengan rasa terkejut yang perlahan berubah menjadi rasa iri yang luar biasa. Dadanya mendadak terasa sesak dan panas. Pernikahan sirinya dengan Gavin semalam terasa sangat menjijikkan dan murahan jika dibandingkan dengan persiapan sakral dan berkelas yang sedang ia saksikan saat ini.

"​Kenapa seserahan untuk perempuan udik itu bisa semewah ini?! Bahkan Gavin belum memberiku apa pun selain tas belanjaan kemarin! batin Megan menjerit iri, giginya gemertuk menahan emosi.

​Husen sendiri terpaku, menatap kotak-kotak itu dengan rasa bersalah yang semakin menggunung di dadanya, menyadari betapa besarnya pengorbanan Diana untuk anak mereka.

​Faas tidak memedulikan tatapan iri Megan atau wajah pucat Jihan. Ia melangkah mendekati kursi roda ibunya yang baru saja didorong keluar oleh Kevin. Faas berlutut sejenak, mencium tangan Diana dengan takzim, lalu menegakkan tubuhnya kembali.

​"Ayo, Papa, Ibu, Yolanda," ucap Faas, suaranya berat dan dingin, memecah keheningan ruang tengah bagai ketukan palu hakim. "Waktunya kita berangkat menjemput istriku."

​Rombongan kecil itu mulai bergerak meninggalkan mansion, meninggalkan Jihan yang meremas dadanya karena dongkol, Jenita yang membanting ponselnya karena kesal, dan Megan yang menatap kepergian Faas dengan emosi tertahan yang nyaris membakar hatinya sendiri. Mereka tidak tahu, hari ini adalah awal dari keruntuhan keangkuhan mereka yang sebenarnya.

___

Iring-iringan mobil mewah milik keluarga Abrari perlahan melambat saat memasuki gerbang sebuah kawasan perumahan elit paling prestisius di Jakarta. Penjagaan di gerbang utama begitu ketat, dengan deretan petugas keamanan yang memberikan hormat formal pada setiap mobil yang masuk.

​Di dalam mobil utama, Husen Abrari yang duduk di samping kursi roda Diana mendadak mengernyitkan dahi. Kening pria paruh baya itu berkerut dalam, matanya menatap tajam ke luar jendela, membaca plang nama jalan dan arsitektur mansion-mansion megah yang berjejer di kanan-kiri mereka.

​"Faas... kita tidak salah jalan, kan?" tanya Husen, suaranya yang berat memecah keheningan kabin. "Kamu bilang calon istrimu hanya gadis biasa dari kalangan bawah. Tapi ini kawasan elit ,dan hanya para pengusaha papan atas yang bisa tinggal di sini , dan Tidak ada orang biasa yang bisa tinggal di sini, ."

​Diana ikut menatap putranya dengan pandangan bertanya-tanya, sementara Yolanda dan Kevin yang duduk di kursi tengah hanya bisa saling pandang, saling senyum melihat wajah penasaran papanya.

​Faas yang duduk di kursi depan di samping sopir tetap mempertahankan ekspresi datarnya. Tatapan mata elangnya menatap lurus ke depan melalui kaca spion. "Kita tidak salah jalan, Papa. Rumah calon istri saya memang di sini, dan dia memang gadis sederhana."

​Mobil hitam Abrari bersama iring-iringan mobil yang membawa barang seserahan akhirnya berbelok, memasuki sebuah pelataran luas dari sebuah mansion megah bergaya Eropa klasik. Di depan gerbang besi yang menjulang tinggi, terpahat sebuah lambang keluarga yang sangat megah dan langsung membuat jantung Husen berdegup dua kali lebih cepat keluarga Daneswara.

​Deg!

Husen Abrari seketika membeku di kursinya. Wajah penguasa properti itu mendadak berubah pucat. "Daneswara...? Faas, jangan bercanda! Gadis yang kamu lamar itu... anak dari Doni Daneswara?!"

​Husen tentu bukan orang awam di dunia bisnis. Ia tahu betul siapa keluarga Daneswara, raksasa bisnis yang kekuasaannya bahkan berada satu level dengan Abrari Group. Husen juga mendengar rumor besar yang sempat mengguncang kalangan elit beberapa waktu lalu tentang putri kandung keluarga Daneswara yang sempat tertukar waktu bayi.

​Putri kandung mereka, Maudi, yang terkenal dingin dan cerdas, kini telah menikah dengan Rasya, seorang pengusaha muda genius pemilik imperium Alvaro Farmasi, pria yang di dunia bisnis dijuluki Tuan Higienis karena sifatnya yang anti-bakteri dan perfeksionis mutlak. Husen juga tahu tentang Saka, anak tiri Doni Daneswara yang kini memegang kendali penuh atas perusahaan Daneswara grup.

​Dan sekarang... Faas, putra sulungnya yang selama ini ia cap sebagai "pengangguran tak berguna", membawanya ke rumah ini untuk melangsungkan pernikahan?

1
Sri Supriatin
ditunggu upnya n pasti saran2 pembaca.bakal mbludak... sy nenek2 nunggu dgn sabar🤭🤣🤣
Lovita BM
jadikan dia orang abnormal Thor 😆
Sukarti Wijaya
semedi dulu thior buat nyari ide pembalasannya, ayyooo semangat💪💪💪💪💪
suti markonah
part ini kok melani semua sih thor ?
Sri Supriatin
untung cemburu fadil blm mendarah daging, semoga selalu rukun💪💪💪
Sri Supriatin
eleuh2 kecil2 sdh cemburu🤭🤭
Sapna Anah
pedil keci kecil otaknya Uda licik
suti markonah
nah gitu dong fadil, kamu harus jadi sepupu yg baik untuk aufal👍👍👍👍👍
suti markonah
fadil kamu kan dr kecil dpt ksh syg dan kemewahan materi..kenapa mesti cemburu sm aufal yg notabene hidup serba kekurangan dan penyiksaan...
Sukarti Wijaya
waaduhh kasihan dong aufalnya kalau nanti di buly sama fadil/Frown/
Sri Supriatin
tks upnya thor, semoga kemahnya menyenangkan 👍👍😍
Sapna Anah
katanya diki ga perna nidurin regina , regina lebaran h banyak tidur sama rshan ko bisa mirip
suti markonah
aufal umur 10th masih di kasih bola warna warni sm prosotan thor🤭🤭🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: kam Aufal belum pernah 😄
total 1 replies
suti markonah
weleh" rehan ngajak melani ke grand indonesia emang bisa bayar?.
suti markonah
ayo dong kakak² yg cantik jelita semua nya~ bantu author kasih vote dan hadiah nya biar author tmbh semangat update nya 🙏🙏🙏
Cica Aretha
semangattt thor..kok up nya cuma satu bab thor🤭💪
Sri Supriatin
sehat thor kok belum up?🤭 ditunggu yah 👍😍😍
suti markonah
author nya kemana yo~
Sukarti Wijaya
èhm...ehm...ehmm...MP diki dan jenita🤭👍🙏
Sapna Anah
ngapain saka harus menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!