Seorang anak yang memiliki tulang naga suci,akhirnya di pertemukan dengan seorang pertapa sakti.
pertapa itu pun mengangkat anak itu menjadikan seorang murid hingga akhirnya dia dewasa dia menjadi pendekar yang sangat luar biasa kesaktiannya.
tetapi perjalanan hidupnya tidak berjalan mulus,dia mendapat tugas untuk menyatukan dunia persilatan yang terpecah menjadi dua bahagian.
hingga Jaka pun bersumpah di makam gurunya.
guru..
dengan sebilah pedang ini aku bersumpah untuk menyatukan dunia persilatan dan menumpas keangkara murkaan di dunia ini.
dapatkah Jaka yang di kenal pendekar pedang sakti menyatukan dunia persilatan?
ikuti kisah selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BilQis Natasya Putriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PUKULAN KELABANG HIJAU
para petinggi perampok berhati iblis yang sangat terkenal sadis dalam melakukan aksinya kini bersiap siap akan kedatangan para pendekar yang mencoba menghancurkan kelompok mereka.
pangeran yadana juga memerintahkan untuk membuat banyak jebakan agar sebelum mereka memasuki wilayahnya akan terluka atau pun tewas seketika.
**
jaka yang menaiki kuda berjalan santai ke markas perampok berhati iblis,perjalanan sangat panjang membuat kudanya sangat lelah, berbeda dengan para pendekar yang ingin cepat sampai di markas perampok itu.
mereka berlomba lomba jangan sampai kedahuluan oleh pendekar lain,dan hasilnya mereka harus tewas sia sia akibat jebakan jebakan yang di buat oleh para anggota perampok.
para pendekar yang mungkin baru saja keluar,dan belum berpengalaman hanya sekedar menjajal ilmu yang di pelajari mencoba keberuntungannya dengan mengikuti sayembara berharap mereka mampu menunjukan kwalitas terbaiknya.
tapi perjuangan mereka hanya sia sia,sebelum mereka mencapai markas perampok itu,nyawa mereka sudah meninggalkan jasadnya,karena mereka harus menghadapai jebakan jebakan yang sengaja untuk menghambat para pendekar.
**
Ayuni dan daka mencium bau bangkai manusia yang mulai membusuk,dan tergeletak begitu saja.
mayat mayat itu tampak tewas secara mengenaskan,sebagian tubuh hancur akibat jebakan jebakan yang di pasang oleh para anggota perampok.
" Dinda..sebaiknya kita berhati hati,tampak hutan ini penuh jebakan,lihatlah mayat mayat itu."
" benar kanda,sebaiknya kita berjalan kaki saja, biarlah kuda kuda kita di sini saja."
" kanda setuju dengan usulan Dinda,sebaiknya kita harus bergerak cepat keburu malam hari kita tidak dapat meneruskan perjalanan karena tempat ini di penuhi jebakan yangsangat berbahaya."
sepasang kekasih itu akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki,dan memilih memutar ke markas perampok berhati iblis.
walau waktu masih siang,keadaan hutan yang penuh dengan pohon pohon yang besar dan sangat rimbun membuat suasana menjadi gelap,membuat mereka yang baru pertama kali menjejakan kakinya di hutan harus berhati hati.
**
" ha ha ha...kalian hanya cecunguk cecunguk kecil,cepat panggil ketua kalian,saya akan membawa kepalanya."
" kurang ajar,berani kau menghina ketua kami,serang dia..."
para perampok itu pun menyerang pendekar yang berhasil datang kemarkas mereka dari segala jebakan yang mereka buat.
pendekar keris kuning,atau Surojo dari gunung Bromo,berhasil masuk kemarkas perampok berhati iblis.
dia di hadang oleh puluhan anggota perampok di dekat gerbang markas mereka.
pertarungan tidak dapat di elakan lagi, Surojo yang memiliki ilmu di atas para anggota perampok dengan sangat mudah menghindari serangan serangan golok para perampok.
dia berhasil membuat beberapa orang perampok terluka akibat terkena pukulanya.
mendapat teman temanya terluka akibat pukulan Surojo para perampok bukanya ciut nyali nya mereka semakin bertambah semangat untuk membunuh Surojo.
tetapi Surojo bukanlah pendekar biasa atau pendekar kampung,namanya cukup tenar di dunia persilatan,apalagi keris pusakanya yang di keenal keris kuning yang terbuat dari emas
memiliki kesaktian yang sangat di segani oleh para pendekar.
para perampok mulai berjatuhan terkena pukulan pukulan tangan kosong Surojo.
mereka mengalami patah tulang hingga lebam di bagian bagian yang fatal sehingga mereka tidak mampu bangkit lagi.
sehingga para perampok yang berjumlah puluhan hanya tinggal beberapa orang lagi melawan Surojo.
" mundurlah dia bukan lawan kalian."
suara menggema dari salah satu petinggi perampok membuat angota perampok langsung mundur.
dia adalah aki Aksa atau lebih di kenal di dunia persilatan Pendekar kelabang hijau.
pukulan kelabangnya yang sangat di takuti karena mengandung racun yang sangat mematikan membuat para pendekar enggan untuk berurusan dengan manusia ini.
pangeran yadana berhasil merekrut aki aksa ATAU PENDEKAR kelabang hijau sungguh sangat beruntung,karena dengan bergabungnya aki Aksa kelompok perampok berhati iblis semakin kuat.
Surojo yang mengenal aki Aksa mundur tiga langkah,dia tidak percaya aki Aksa salah satu perampok berhati iblis.
sungguh membuatnya sedikit menyesal telah datang ke markas perampok yang paling di benci oleh raja Kalingga.
untuk segera meninggalkan markas itu sudah kepalang basah,karena akan membuatnya Malu di mata dunia persilatan.
" pendekar kelabang hijau."
Surojo menyebut lelaki setengah baya yang ada di hadapanya,aki Aksa menatap Surojo dengan tatapan yang sangat garang.
" Hem...teryata kamu pendekar keris kuning, sungguh hari ini aku sangat beruntung dapat berhadapan dengan kamu,selain aku dapat membunuhmu karena telah berani mengacau di sini,aku akan mendapatkan keris kuningmu yang berlapiskan emas."
" jangan mimpi kamu kelabang hijau,buktikan kalau kamu mampu."
Surojo yang mengusir rasa tidak percaya dirinya untuk menghadapi pendekar kelabang hijau yang sungguh sangat di takuti di dunia persilatan.
" matilah kau..."
aki Aksa langsung menyerang dengan jurus kelabang hijaunya,bau anyir yangbkeluar dari telapak tangannya yang berwarna hijau yang mengandung racun yang sangat mematikan membuat Surojo mengalami sesak nafas,karena racun itu sangat pekat.
membuat gerakan surojo yang sedang memegang keris kuningya terkena pukulan kelabang hijau dari aki Aksa.
Surojo terlempar beberapa tombak dan jatuh ketanah.
wajahnya membiru, tubuhnya keracunan akibat pukulan kelabang hijau.
sungguh membuat Surojo tidak percaya,hanya beberapa gebrakan saja dirinya sudah terluka akibat pukulan kelabang hijau yang di miliki oleh aki Aksa.
Surojo mencoba bangkit,walau agak sempoyongan dia berdiri matanya berkunang-kunang melihat aki aksa sedang tersenyum penuh kemenangan.
" hanya segitu kemampuanmu manusia bodoh."
surojo tidak menjawab,dia malah menyerang aki Aksa,tetapi belum sempat dia menyerang aki Aksa jantungnya telah berhenti berdetak,nyawanya sudah tidak terselamatkan lagi akibat racun dari pukulan kelabang hijau.