NovelToon NovelToon
Secangkir Kopi Tanpa Gula

Secangkir Kopi Tanpa Gula

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Raka harus menikah mendadak dengan Laras setelah calon istrinya, Rara, kabur. Demi menjaga masa depan putrinya, ayah Laras mewajibkan surat perjanjian pranikah yang membuat Raka merasa tertekan dan membenci pernikahan ini. Meski Laras sangat mencintainya dan berharap membina rumah tangga, Raka tetap dingin, kasar, dan tak bisa melupakan Rara. Namun, Laras bertekad meluluhkan hati suaminya dan mengubah pernikahan yang bermula dari keterpaksaan ini menjadi penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

POV David

Sementara itu, David sedang bingung memikirkan cara mengakhiri hubungannya dengan Rara. Fitri sudah mengancam, jika ia tidak segera memutuskan hubungan itu, ia akan kehilangan istri dan anak dalam kandungan. Tentu saja David memilih keluarga yang sah.

“Mas, apakah kamu sudah mengusir wanita itu dari apartemennya?” tanya Fitri.

“Belum, sayang. Kita masih di luar kota. Nanti setelah pulang baru aku bicara dengannya. Kamu tenang saja, jangan terlalu dipikirkan. Ingat kondisimu sedang hamil. Mas berjanji akan menuruti semua permintaanmu,” jawab David untuk meyakinkan istrinya.

“Baik, aku percaya janjimu. Tapi ingat, jangan coba‑coba menipuku, karena itu kesempatan terakhir untukmu,” ancam Fitri dengan tegas.

Di tempat lain, Rara menahan kesal dan marah. Sejak tadi David tidak mengangkat teleponnya. Ia terus menghubungi berkali‑kali sampai akhirnya panggilan itu dijawab.

Setelah memastikan Fitri sudah tidur, David keluar kamar pelan‑pelan agar tidak membangunkan istrinya. Ia merasa risih karena ponselnya terus bergetar di saku celana. Dalam hati ia pun kesal melihat sikap Rara yang tidak tahu diri.

“Halo, kenapa dari tadi tidak diangkat?” tanya Rara dengan suara manja.

“Aku sedang sibuk bekerja, jadi jangan bersikap seperti anak kecil. Kalau situasinya aman pasti aku angkat. Cobalah mengerti posisiku. Nanti setelah aku pulang, kita bertemu dan ada hal penting yang ingin aku sampaikan. Tunggu saja kabar selanjutnya,” jawab David, lalu langsung mematikan sambungan.

Melihat sikap Rara yang seperti itu, David sadar tidak akan mudah melepaskan diri. Ia harus mencari cara yang tepat. Sementara itu, Rara mulai menebak‑nebak apa yang akan dibicarakan.

“Apakah dia akan memberitahu rencananya sudah berhasil? Atau sudah menceraikan istrinya?” pikirnya.

Karena tidak ingin memusingkan hal yang belum pasti, Rara memutuskan pergi ke salon untuk merawat diri. Ia ingin tampil cantik saat bertemu nanti, agar tidak kalah dibandingkan istri sah David yang juga sangat menarik.

*****

Beberapa hari kemudian, David dan Fitri sudah kembali ke rumah mereka. David kini terlihat sangat protektif terhadap istrinya. Ia tidak mengizinkan Fitri melakukan pekerjaan apa pun, hanya boleh duduk dan berbaring saja. Semua kebutuhan disiapkan oleh asisten rumah tangga. Meskipun terkadang Fitri merasa jenuh, David tidak peduli, yang penting istrinya tidak kelelahan.

“Mas berangkat kerja dulu. Kamu jangan keluar rumah dulu, kalau butuh apa‑apa panggil pembantu saja. Mas akan pulang secepatnya. Jaga diri baik‑baik ya,” ujar David sambil mencium kening istrinya.

“Tapi aku bosan terus di dalam rumah. Aku ingin jalan‑jalan, belanja ke mall,” rengek Fitri dengan nada manja.

“Tolonglah, sayang, sementara ini turuti kemauan Mas. Tuhan menitipkan anak ini kepada kita, sesuatu yang sudah lama kita impikan. Kita harus menjaganya sebaik mungkin. Kalau ingin ke mall, tunggu Mas pulang, kita pergi bersama. Mas tidak tenang kalau kamu pergi sendirian,” bujuk David.

“Baiklah, nanti begitu Mas pulang kita harus pergi belanja. Ini keinginan anakmu lho,” jawab Fitri.

“Iya, anak Papa ingin jalan‑jalan ya. Sabar ya Nak, Papa kerja dulu. Nanti pulang kita pergi. Tapi anak Papa harus janji tidak menyusahkan Mama selama Papa tidak ada,” ujar David sambil berbicara lembut di atas perut istrinya.

“Iya Papa, aku akan jadi anak yang baik,” jawab Fitri menirukan suara anak kecil.

Keduanya tertawa bahagia. Kehadiran janin itu membuat suasana rumah semakin hangat. David pun mencium perut istrinya sebelum berangkat kerja.

Di tempat lain, suasana tidak kalah mesra antara Raka dan Laras. Laras terganggu saat memasak sarapan karena Raka terus menempel di belakangnya, memeluk erat tubuh istrinya. Sudah disuruh menunggu di meja makan, tapi Raka tidak mau melepaskan genggamannya.

“Kak, sakit! Jangan digigit, nanti leherku jadi merah,” tegur Laras sambil tersenyum.

“Kalau merah, kenapa?” tanya Raka sambil sesekali mencium pipi istrinya.

“Malu nanti, apalagi sebentar lagi aku harus ke kampus. Kalau dilihat orang rasanya malu sekali,” jawab Laras.

1
helena
lanjuttt thor😍
Atik's: baik kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!