NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Cerita Justin Part 2

"Kemarin malam, saya hanya sedang berenang biasa di area danau buatan yang posisinya berada tepat di belakang kastil ayah saya di Luminara. Secara mendadak mahluk air raksasa itu muncul menembus permukaan. Saya semula mengira bahwa dia akan langsung merobek dada saya untuk dimangsa, namun anehnya makhluk itu justru hanya melilit kuat kaki saya dan berenang melesat dengan kecepatan gila seolah-olah sedang dikejar oleh iblis menembus terowongan bawah tanah, hingga akhirnya membuang tubuh saya di pantai kota ini."

Roland Nixie mengeluarkan suara tawa pendek yang kering, sebuah tawa skeptis khas pelaut senior yang kenyang akan asam garam dunia.

"Dengar ini baik-baik, Bocah. Monster Nessie tidak akan pernah sudi membawa tubuh mangsa buruannya pergi ke area pemukiman peradaban mahluk lain tanpa memendam sebuah alasan fundamental yang kuat. Biasanya, insting biologis mahluk purba itu akan langsung menyeret korbannya ke dasar palung laut terdalam untuk dicabik-cabik sampai mati."

Roland Nixie mememicingkan sepasang matanya, menatap tajam struktur wajah Justin. "Entah kau saat ini sedang mengantongi tingkat keberuntungan takdir yang luar biasa mustahil di semesta... atau kau sebenarnya sedang membawa suatu objek magis rahasia di dalam tubuhmu yang sanggup membuat monster purba itu didera ketakutan hebat, sampai-sampai dia merasa teramat ingin untuk segera 'membuang dan menyingkirkan' eksistensimu dari sarangnya di dermaga pantai kami."

Justin kembali terdiam sejenak, mengonsentrasikan ingatannya untuk mengingat kembali sensasi hawa dingin ekstrem dan guncangan tekanan hidrolik hebat saat tubuh kecilnya berada di dalam cengkeraman rahang mahluk raksasa tersebut. Dia menggelengkan kepalanya perlahan dengan jujur, sepasang matanya menatap lurus penuh ketulusan pada pria berambut ikal di hadapannya.

"Saya bersumpah tidak sedang membawa barang magis atau objek apa pun di tubuh saya, Tuan Roland Nixie," suara Justin terdengar bergetar namun sarat akan kejujuran murni. "Bahkan sepasang sepatu bot kulit milik saya pun telah hilang hanyut tertelan oleh derasnya arus laut saat makhluk itu pertama kali menyambar kaki saya di danau. Saya semalaman... saya hanya sedang mengerahkan seluruh sisa kewarasan saya untuk bisa bertahan hidup agar tidak mati."

Roland Nixie tidak langsung menyahut atau memberikan argumen balasan. Pria Mermaid dewasa itu justru mencondongkan kembali tubuhnya lebih dekat ke arah sofa Justin.

Hidungnya tampak sedikit kembang-kempis, menghirup dalam-dalam sirkulasi udara di sekitar radius tubuh Justin dengan kerutan dahi yang kian berlapis tebal.

Sebagai mahluk lautan purba, indra penciumannya memendam kapasitas untuk mendeteksi kemurnian darah. Dan detik itu juga, Roland Nixie merasakan adanya sesuatu yang ganjil, sebuah aroma esensi kehidupan yang tidak selaras di dalam tubuh sang bocah.

"Kau tidur dengan lantang mengakui dirimu berasal dari garis keturunan klan Vampir utara," gumam Roland Nixie, nada suaranya kini mendadak bermutasi berubah menjadi lebih menyerupai bisikan penuh selidik yang teramat dingin. "Tetapi aroma bau napasmu... ritme frekuensi detak jantung dalam dadamu... memendam adanya sesuatu esensi lain yang tersembunyi di sana. Sesuatu yang bergejolak hebat di balik lapisan sel darah pucat mati khas vampirmu."

Nerissa Marine yang sejak tadi sedang sibuk membersihkan sisa ceceran ramuan di atas meja kayu tiba-tiba menghentikan total pergerakan tangannya. Wanita itu melirikkan sepasang matanya sekilas ke arah wajah Justin, sebelum akhirnya mengalihkan fokus tatapannya pada suaminya dengan ekspresi menegang.

Helios Marine yang berdiri di dekat lemari kayu antik juga ikut terdiam, merasakan ketegangan yang mendadak memadat di ruang tengah.

"Darah campuran," bisik Roland Nixie akhirnya, sepasang mata biru safir miliknya membelalak lebar setelah berhasil memecahkan teka-teki jika genetika yang tersembunyi di dalam tubuh sang bocah tamu.

"Itulah alasan fundamental yang sesungguhnya, Anak muda. Monster Nessie tidak memangsaimu sampai mati semalam bukan karena dia memendam rasa kasihan atau iba pada anak kecil, melainkan karena seluruh insting berburunya didera kebingungan massal saat mendeteksi aromamu. Tubuh bagian luarmu memendam aroma protektif dari seorang predator darat yang kuat, tetapi di dalam aliran nadimu, terdapat denyut getaran murni yang dikenali secara instan oleh hukum alam laut. Kau adalah sebuah bentuk anomali takdir di dunia ini, Justin."

Pria berambut ikal itu menegakkan kembali posisi berdiri tubuh tegapnya. Raut wajah kaku dan kerasnya yang semula sarat akan kecurigaan kini perlahan-lahan mulai bergerak melunak, meskipun sisa-sisa kewaspadaan militer masih tertanam di dalamnya.

"Monster purba itu tidak menyeret tubuh kecilmu ke pantai ini untuk dijadikan menu santapan pagi bagi anak-anaknya. Nessie menyeretmu jauh-jauh menuju ke Kota Blue Waves karena seluruh sel instingnya merasakan bahwa sebagian dari esensi jiwamu 'merupakan milik' dari tempat lautan ini, atau setidaknya... sebagian dari garis darah di nadimu berasal dari rahim laut. Itulah alasan magis mengapa dia sama sekali tidak meremukkan seluruh struktur tulang belulangmu menjadi serpihan, meskipun dia memendam kapabilitas untuk melakukannya hanya dalam satu kali lilitan otot lehernya."

Moana memutar kepalanya secepat kilat ke arah Justin, ekspresi wajah manisnya tampak dipenuhi oleh perpaduan antara rasa terkejut sekaligus rasa penasaran yang meledak-ledak.

"Garis darah campuran?! Justin... kau sepanjang jalan tadi sama sekali tidak pernah menceritakan padaku jika kau bukan merupakan seorang Vampir murni garis keturunan Salvatore!"

Helios Marine ikut melangkah maju mendekati sofa, melipat tangannya dengan ekspresi tak percaya. "Hah? Jadi kau bukan monster daratan berdarah dingin yang murni? Pantas saja aromamu berantakan, setengah bau serigala basah dan setengah bau tanah mati!" ejek Helios, meskipun binar matanya memendam rasa penasaran yang besar pada keunikan Justin.

Justin hanya bisa tertunduk lesu di atas sofa empuk, melayangkan tatapan matanya menatap hampa ke arah sepasang telapak tangannya sendiri yang pucat.

Sebuah rahasia takdir kelam yang selama bertahun-tahun ini selalu dia tutup dan sembunyikan rapat-rapat di lingkungan klan daratan, kini mendadak terbongkar secara telanjang begitu saja hanya karena pembacaan insting berburu dari seekor monster laut purba.

"Aku... aku sebenarnya terlahir ke dunia ini sebagai seorang anak manusia fana yang biasa," ucap Justin dengan nada suara yang teramat pelan, suaranya terdengar berat dan serak karena beban trauma masa lalu yang kembali dipaksa keluar dari memori tidurnya.

Dia memberanikan diri mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang mata tajam milik Roland Nixie. "Namun... beberapa tahun lalu setelah aku ditelantarkan di tengah hutan, Ayah Jacob telah melakukan sebuah ritual sihir terlarang untuk mengubah total esensi biologis tubuhku menjadi seorang Vampir. Aku bukan lahir dari rahim klan malam mereka secara murni... aku hanyalah sesosok makhluk ciptaan modifikasi yang dipaksakan untuk hidup abadi."

Pernyataan jujur bernada pilu dari mulut Justin seketika itu juga membuat atmosfer udara di dalam pondok kayu berubah menjadi hening senyap tanpa riak suara. Roland Nixie, yang sejak menit pertama menaruh tingkat kecurigaan politik faksi yang besar pada kedatangan Justin, kini tampak terpaku kaku di posisinya dengan sepasang tangan yang masih bersedekap di dada.

Dia terdiam seribu bahasa, raut wajah kerasnya perlahan-lahan bertransformasi menjadi sebuah ekspresi wajah yang teramat sulit untuk diartikan—sebuah perpaduan antara rasa simpati murni dan pemahaman psikologis yang mendalam mengenai penderitaan sang bocah.

Pria pelaut itu mengembuskan napas panjang ke udara, lalu menarik kembali kursi kayunya untuk duduk bergeser lebih dekat di samping Justin.

"Jadi... sejarah kelam itu yang menjadi rahasia besarmu, Anak muda," gumam Roland Nixie, nada suaranya kini telah bertransformasi menjadi jauh lebih rendah, tenang, dan bersahabat.

"Pantas saja insting Nessie didera kebingungan yang hebat. Aliran darah manusia fana yang mengalir purba di dalam nadimu adalah sejenis darah murni yang memendam memori Bumi, namun di sisi lain, intervensi sihir perubahan dari ayah vampirmu menciptakan sebuah benturan energi dimensi yang teramat masif di dalam sel tubuhmu. Monster air itu sanggup merasakan eksistensi 'sisi kemanusiaan' yang masih tersisa dan berdenyut di dadamu, sesuatu yang teramat sangat jarang bisa dia temui di antara para predator darat berdarah dingin yang biasa dia mangsa."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!