NovelToon NovelToon
Sosok Pembawa Kepala

Sosok Pembawa Kepala

Status: tamat
Genre:Matabatin / Thriller / Iblis / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Dendam Kesumat / Hantu / Horor / Tamat
Popularitas:170.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siti H

Desa Karang digemparkan oleh sosok yang membawa kepala dan melemparkannya ke halaman setiap rumah korbannya. warga merasa seakan terkena teror yang sangat menakutkan, sebab tidak dapat diketahui siapa sebenarnya sosok yang sangat misterius tersebut. Sosok itu menghilang, setelah berhasil memenggal sebelas kepala warga desa yang semuanya adalah pria.

Apa yang menjadi motif dari sosok tersebut? maka ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rumah-2

Darmadi membolakan matanya. Seketika jasad itu terjatuh ke pundaknya dan membuat pemuda itu kembali menahan nafasnya.

Ia menepiskan kepala jasad yang mengering bak ikan asin tersebut agar menjauh dari pundaknya. Tetapi kepalanya hampir terputus dan menggantung, tampak robekan yang dimana.

Pemuda itu mencoba menelitinya, ternyata dibagian dadanya juga ada bekas pembedahan, yang mana artinya organ dalam jasad Naeswari sudah diambil untuk menghindari pembusukan, dan kemungkinan ini yang membuat Naeswari juga tidak tenang.

Kemudian ia berusaha untuk keluar dari lemari. Saat memastikan kondisi aman untuk keluar dari kamar, tiba-tiba saja jemari mayat yang mengering itu menarik kolornya, lalu matanya membola menatap tajam dengan senyum seringai yang menampilkan deretan giginya yang tampak kotor bekas darah yang sudah mengering.

"Lepasin, aku akan mencari cara untuk mengeluarkanmu dari tempat ini dan mencari organ dalam tubuhmu yang hilang, dan menyemayamkanmu dengan sempurnah," janji Darmadi kepada jasad tersebut.

Seketika jasad itu melepaskan jemarinya dari kolor yang dipakai pemuda itu, hingga membuatnya terjerembab.

Buuugg...

Darmadi tersungkur dilantai. Ia meringis kesakitan sembari memegangi pingganya, saat beesamaan, terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arah kamar, dan hal ini membuat pemuda itu berfikir untuk segera pergi dari tempat itu.

Ssssrrrt...

Tirai pintu kamar terbuka. Sosok pria bertubuh tambun itu menyapu pandangannya keseluruh kamar, setelah memastikan tak sesuatu yang mencurigakan, ia akhirnya menutup kembali tirai tersebut.

Darmadi bergegas melangkah menuju sesemakan, dan meninggalkan lokasi tersebut.

Ia masih terbayang akan tatapan kedua mata jasad itu.

"Itu Naeswari atau bukan? Mengapa tatapannya berbeda? Wajahnya sulit dikenali karena rusak parah," gumam sang pemuda, "Menurut arwah Naes, jasadnya dikubur disekitar rumah, sedangkan itu diawetkan, itu tandanya ada dua jasad? Lalu jasad wanita siapa itu?" Darmadi bergidik ngeri.

Ia menghentikan langkahnya. Ia merasa sangat penasaran. Ia mencoba mengingat setiap kali sosok mengerikan itu menyerangnya, berbeda dengan sosok Naeswari saat menemuinya.

Sosok Naeswari selalu menemuinya dengan meminta belas kasih, sedangkan sosok itu datang dengan wujud penuh dendam, apakah artinya ada dua jasad? Lalu jasad siapa yang berada didalam lemari?

Darmadi tampak bingung dan juga penasaran. "Jika seperti itu, maka jasad Naeswari benar berada disekitar rumah, tetapi dibagian mana?" Darmadi mencoba berfikir, sembari melangkah menuju pulang. Ia melihat dikebun pisang sangat ramai sekali para warga yang berkumpul menyaksikan proses evakuasi jasad Juned, dan Ia memilih untuk mencari jalan lain.

"Apakah aku lapor saja pada pihak kepolisian tentang temuanku? Tetapi jika mereka mencecarku mengapa aku bisa sampai ke dalam lemari, ini akan menjadi boomerang bagiku sendiri. Aku harus mengambil jasad itu malam nanti, dan akan ku bawa ke kantor polisi," tekad Darmadi, lalu ia melangkah pergi.

Pemuda itu tak mengindahkan orang-orang yang berlalu lalang untuk melihat proses evakuasi dan identifikasi jasad korban.

Saat bersamaan, ia melihat Yoga sedang mengendarai motornya dan tampaknya akan pergi ke kebun pisang untuk melihat jasad rekannya. Seketika ia mencoba menghadangnya dengan merentangkan satu tangannya.

Yoga menghentikan motornya, tepat dihadapan Darmadi. "Ada apa, Bang," tanya Yoga penasaran.

"Anterin abang ke situ, bentar," tunjuk Darmadi asal.

"Oh, ya sudah. Ayo aku anterin," jawab Yoga tanpa merasa curiga.

Lalu remaja itu menghidupkan mesin motornya dan membonceng Darmadi ke tempat arah yang ditunjuk pemuda tersebut.

"Emang motor abang kemana?" tanya Yoga.

"Kehabisan bensin, eh pertalite," jawabnya asal.

"Oh... Emang kita mau kemana, Bang?" Yoga masih mengendarai motornya.

"Ke tepi sungai, dekat rumpun bambu," jawab Darmadi dengan cepat.

Sssssstttt....

Seketika Yoga menghentikan laju motornya. Rasa gugup terpancar jelas diwajahnya, ia memucat.

"M-mau ngapain abang ke situ?" tanya Yoga gugup.

Darmadi melihat perubahan sikap remaja itu secara dramatis. Jelas jika Yoga memiliki sebuah rahasia yang besar.

"Abang cuma mau lihat pancing yang abang tinggalkan disana," jawab Pemuda itu berbohong.

"Oh, ya sudah, aku anterin sampai disini saja, ya. Lagian sudah dekat juga," Yoga mulai merasa tak nyaman.

"Anterin, atau abang akan membuka rahasia besarmu ditempat itu," ancam Darmadi.

Seketika Yoga tercengang. "M-maksud abang apa? Rahasia apa?" Yoga semakin gugup.

"Naeswari," bisik Darmadi dengan sangat pelan.

Yoga tersentak kaget. Ia menoleh ke arah Darmadi dengan tatapan yang sangat ngeri.

"Buruan!" titah Darmadi dengan ancaman.

Akhirnya remaja itu menganggukkan kepalanya tanpa bantahan sedikitpun.

Keduanya menuju lokasi yang dumaksud oleh Darmadi, dan tiba disana dalam kondisi gerimis panas.

"Sepertinya akan ada kematian berdarah lagi," gumam Darmadi, sembari memandang langit cerah dan panas mentari yang terik, tetapi hujan gerimis turun menyertainya.

"Apa maksud abang mengatakan itu?" tanya Yoga dengan wajah ketakutan.

"Alam sudah memberi pesan kematian itu, maka kalian yang berbuat keji akan menerima balasannya," jawab Darmadi.

Seketika remaja itu ketakutan, lalu berlutut sembari memegangi betis Darmadi.

"Bang, aku akui salah. Tapi aku gak mau mati dengan cara mengenaskan seperti itu," ucapnya dengan wajah memucat, "Sumpah, bukan aku yang membu-nuhnya, tetapi Yudi," ungkapnya lagi.

"Bangkitlah! Kumpulkan Yogi, Satya, Boy, sigit, dan Surya, sekarang!!" gertak Darmadi.

"K-kenapa abang bisa tau juga tentang mereka?" tanya Yoga penasaran,"

"Jangan banyak tanya, kumpulkan segera mereka, ada misi yang harus kita selesaikan malam nanti," ungkap Darmadi.

Remaja itu semakin ketakutan, lalu ia bergegas bangkit dan menghubungi ke lima rekannya untuk berkumpul dirumpun bambu.

"Boy tak bisa datang, dia melarikan diri ke kota," ucap Yoga, "Tetapi yang lainnya bisa datang hari ini," Yiga menimpali ucapannya.

"Siaal, cari bahaya si Yoga. Dia kira sosok itu tidak dapat mengejarnya sampai kesana," gumam Darmadi dengan kesal.

Yoga tampak gemetar. Ia tak dapat membyangkan nasib buruk itu pasti akan mengejarnya.

"Sumpah, Bang, Aku tidak ikut membu-nuh Naeswari. Aku cuma ikut icip-icip saja," seketika Yiga mewek dan sesenggukan.

Darmadi meliriknya, dan mendenguskan nafasnya dengan kesal. "Giliran begini saja, Lu mewek. Waktu berbuat keni tidak ada ingat akan dosa," sindir pemuda itu.

"Ampun, Bang.. Aku taubat, Bang," Yoga semakin tergugu.

"Minta amoun bukan sama abang, tapi sama Allah, dan kamu juga harus meminra maaf pada Naeswari,"

Yoga membolakan matanya. "Dia kan sudah meninggal, Bang. Bagaimana caranya meminta maaf?" tanya Yoga penasaran.

Darmadi memandang remaja yang ada dihadapannya dengan iba. Tergambar jelas remaja itu sangat ketakutan.

"Doakan ia tanpa putus, dan meminta ampunan pada Rabb-Mu atas dosa yang telah kamu perbuat," jawab Darmadi mencoba menenangkan remaja itu.

Tak berselang lama, terdengar suara deru mesin motor yang mengarah ke tempat mereka saat ini sedang berdiri.

1
Anita Sari
kasian si naes
Ibrahim Efendi
shampoo yg ad gambar gajah itu y thor?
Ibrahim Efendi
ud bukan nurul lg thoor.. nurulnya ud nikah n ikut suaminya merantau...
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya kang🤣
total 1 replies
Ibrahim Efendi
weleh Naes.. kok malah genit sm bang Darmadi 😜
Ibrahim Efendi
tak bernyawa thooor..
Akbar Aulia
Luar biasa
Mamake Nayla
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Dian Meilani
Luar biasa
Nur Ayla Ilmi
kecewa dengan visual Darmadi 😭😭😭
Afifah Nahda Rafanda
Luar biasa
Irmha febyollah
biar aja sih bapak dia menuntut balas, hati orang tua siapa yg tidak akan sakit hati melihat anak semata wayangnya mati mengenaskan n ternodai
Marty Anggrainy
Tolong diralat Thor... BANGSAWAN BUGIS BISA MARAH KLO DIPANGGIL DENGAN SEBUTAN DAENG
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah saya revisi. makasih infonya🙏🙏
total 1 replies
Marty Anggrainy
Maaf Thor sekedar meralat utk gelar kebangsawanan di daerah Bugis mau laki-laki atau perempuan semua tetap memakai ANDI... sedangkan utk DAENG adalah panggilan utk orang Makassar, jadi sangat berbeda..contoh gelar Bugis ANDI DARMADI...ANDI ROSMAWATI
Contoh DAENG KEBO..DAENG MATOLA..
momoy: ijin kak orang tua saya asli Makassar makanya di kasih Andi itu,cuma kami lahir dan besar di aceh
total 2 replies
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
ya elah thor.. lg tegang jg.. langsung ambyar 🤣🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
ini si Darmadi yg ada di kisah jerat tumbal pesugihan bukan sih?
N Wage
halah si boy,dikira sdh tobat gak taunya malah menebar fitnah.
boy...boy...tunggulah giliranmu.
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻
Sri Suryani
kan ki roso Gemoy thor
Sri Suryani
hantunya nglucu/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!