Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.
Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.
Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Mereka menonton sisa film komedi itu dengan tangan yang saling bertautan erat.
Setelah film selesai mereka keluar dari studio dengan senyum yang tidak bisa lepas dari bibir masing masing.
"Filmnya lucu banget ya Mas Budi, saya sampai sakit perut nahan ketawa."
"Iya Mbak Maya, apalagi adegan waktu tokoh utamanya dikejar anjing berwajah gemoy itu."
Mereka berjalan perlahan meninggalkan area bioskop dan turun ke lantai bawah.
"Mas Budi, kita makan es krim yuk di kedai ujung sana."
Maya menunjuk sebuah kedai es krim bernuansa Italia yang terlihat sangat menggugah selera.
"Boleh Mbak Maya, kebetulan tenggorokan saya juga ingin yang dingin dingin."
Mereka duduk di kursi melingkar dan memesan dua porsi es krim rasa vanila dan cokelat.
Sambil menikmati es krim obrolan mereka beralih ke masa depan dan rencana rencana kecil.
"Mas Budi kalau utangnya sudah lunas begini, uang gajiannya mau ditabung untuk apa."
Budi menyuapkan satu sendok kecil es krim ke mulutnya sebelum menjawab.
"Saya mau mengumpulkan modal untuk buka usaha sendiri Mbak Maya."
"Mungkin mulai dari usaha kecil kecilan dulu seperti buka kedai kopi atau warung makan."
Tentu saja Budi tidak perlu repot repot membuka usaha dari awal karena sistem sudah melakukannya.
Tapi jawaban itu sangat masuk akal bagi Maya yang tidak tahu tentang rahasia besarnya.
"Wah bagus itu Mas Budi, saya yakin Mas Budi pasti bisa jadi pengusaha sukses."
"Nanti kalau sudah punya kedai sendiri, saya boleh daftar jadi kasirnya ya Mas."
Maya bercanda sambil tertawa kecil dan mengedipkan sebelah matanya.
"Jangankan jadi kasir Mbak Maya, jadi bosnya juga saya perbolehkan kok."
Gombalan maut Budi itu langsung membuat gerakan sendok Maya terhenti di udara.
Wajah perempuan itu kembali merona merah dan dia menunduk salah tingkah menatap mangkuk es krimnya.
"Mas Budi ini bahaya sekali kalau sudah mulai bicara, bikin jantungan."
Budi tertawa puas melihat efek gombalannya yang semakin lancar berkat parfum sistem.
Hari minggu itu benar benar dihabiskan dengan kualitas waktu yang sangat berharga bagi mereka berdua.
Mereka mengelilingi mal hingga sore hari sebelum akhirnya Budi mengantarkan Maya pulang kembali ke kosannya.
Matahari sudah mulai terbenam saat taksi mereka tiba di depan gang.
"Terima kasih banyak untuk hari ini ya Mas Budi."
"Saya benar benar sangat senang dan merasa sangat dihargai."
Maya berdiri di depan pagar besi kosannya sambil menatap Budi dengan tatapan yang sangat dalam.
"Sama sama Mbak Maya, saya juga sangat bahagia bisa melihat senyum Mbak Maya seharian ini."
"Istirahat yang cukup ya Mbak, besok kita sudah harus kembali bekerja lagi."
"Iya Mas Budi, sampai ketemu besok di minimarket."
Budi berjalan santai kembali ke kamar kosnya dengan perasaan seorang pemenang.
Cinta dan keuangannya kini berjalan beriringan menuju arah yang sangat positif.
Sesampainya di kamar Budi langsung membersihkan badannya yang sedikit berkeringat.
Dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh menit malam.
Sudah waktunya untuk melihat ke mana sistem akan membawanya malam ini.
Ting.
Layar hologram papan Monopoli itu terbuka menyinari dinding kamarnya.
Kotak dialog harian langsung muncul membawa perintah yang sudah dihafalnya di luar kepala.
Pengguna mendapatkan satu kali lemparan dadu gratis hari ini.
Silakan sentuh dadu virtual untuk melanjutkan langkah keberuntungan anda.
Budi mengambil dua buah dadu putih yang melayang di depannya.
Dia melirik ke arah papan dan menyadari bahwa avatar chibinya sudah berada sangat dekat dengan petak Start.
"Kalau aku dapat angka besar malam ini, aku pasti akan melewati garis start itu."
Budi mengguncang dadu itu dengan sangat antusias.
Klak klak klak.
Kedua dadu itu terlempar ke atas papan dan berputar kencang.
Dadu pertama berhenti di angka enam.
Dadu kedua berguling pelan dan berhenti di angka lima.
"Sebelas langkah."
Budi membelalakkan matanya dan berteriak kegirangan di dalam hati.
Avatar chibi Budi langsung berlari kencang melewati petak petak terakhir di sudut papan.
Satu, dua, tiga, empat.
Tepat di langkah kelima avatar Budi menginjak petak Start yang bergambar tanda panah merah besar.
Sebuah ledakan kembang api virtual langsung memenuhi seluruh layar sistem.
Blar.
Terdengar suara terompet kemenangan yang sangat merdu menyertai ledakan tersebut.
Avatar Budi tidak berhenti di sana dan terus melangkah maju menyelesaikan sisa langkahnya.
Enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas.
Karakter kecil itu akhirnya berhenti di sebuah petak properti biasa di awal putaran kedua.
Namun fokus Budi sama sekali tidak tertuju pada petak tempat avatarnya berhenti.
Sebuah kotak notifikasi emas raksasa turun dari atas layar dengan tulisan yang sangat besar.
Selamat pengguna telah berhasil menyelesaikan putaran pertama di Papan Kayu Lapuk.
Pengguna telah melintasi petak Garis Start.
Sistem mencairkan Gaji Sistem bulanan sebesar sepuluh juta rupiah.
Dana ini langsung dimasukkan ke dalam Saldo Sistem dan bisa ditarik kapan saja.
Angka di sudut kanan atas layar Budi seketika berputar dengan sangat cepat.
Saldo Sistemnya yang semula dua juta tiga ratus lima ribu rupiah kini melonjak drastis.
Total Saldo Sistem saat ini adalah dua belas juta tiga ratus lima ribu rupiah.
Budi menahan napasnya tidak percaya melihat betapa mudahnya dia mendapatkan uang sepuluh juta itu.
Hanya dengan memutari papan satu kali dia mendapatkan gaji setara dengan manajer tingkat menengah.
Namun kejutan dari sistem belum berhenti sampai di situ.
Kotak notifikasi kedua muncul dengan warna perak yang sangat berkilau.
Pemberitahuan Peningkatan Level Papan.
Karena pengguna telah membuktikan kemampuan mengelola properti pasif di putaran pertama maka level sistem dinaikkan.
Papan Kayu Lapuk kini berevolusi menjadi Papan Perak Kelas Menengah.
Layar hologram di depan Budi seketika bergetar hebat.
Papan Monopoli yang tadinya terlihat memiliki tekstur kayu kusam kini berubah menjadi logam perak yang mengkilap.
Petak petaknya terlihat lebih mewah dan gambar gambarnya menjadi lebih hidup.
Jumlah nominal pajak dan hadiah uang tunai di papan ini akan disesuaikan dengan status kekayaan pengguna yang baru.
Selamat menikmati kehidupan kelas menengah anda pengguna.
Budi tertawa sangat keras hingga dia harus menutup mulutnya dengan bantal agar tidak didengar tetangga.
"Ini baru permulaan dari segalanya."
"Papan perak ini pasti akan memberikanku properti yang jauh lebih gila dari sekadar warung atau kos kosan."
Malam ini Budi akhirnya tertidur bukan lagi sebagai staf miskin yang banyak utang.
Dia tertidur sebagai seorang pemuda kaya baru yang siap menaklukkan kerasnya ibu kota.