NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian rahasia

​Mendengar bisikan Rayyan, wajah Aira semakin memerah padam. Kedua tangan kecilnya meremas ujung kausnya yang longgar. Pikirannya yang polos langsung berkelana ke mana-mana. Dia mengira pria di depannya ini datang untuk meminta ganti rugi atau menuntutnya karena telah merusak ketenangannya semalam.

​"Tapi... tapi aku benar-benar tidak punya uang," ucap Aira dengan nada suara yang sangat pelan dan jujur, menatap Rayyan dengan mata bulatnya yang mulai berkaca-kaca. "Ayahku bahkan tidak memberikan uang bulanan untukku. Aku cuma punya uang tabungan dari hasil kerja paruh waktu yang tidak seberapa..."

​Mendengar pengakuan polos itu, hati Rayyan seperti dicubit. Informasi dari anak buahnya tentang bagaimana Aira dianaktirikan di rumah ini terbukti nyata lewat ucapannya sendiri. Seorang putri dari manajer atas perusahaan Wijaya Group, bahkan tidak diberi uang saku oleh ayahnya sendiri.

​Santi, yang sejak tadi menguping dari kejauhan dengan kuping yang dipasang lebar-lebar, mulai merasa cemas melihat kedekatan anak tirinya dengan sang bos besar.

​Rayyan tidak merespons ucapan Aira dengan kata-kata. Sebagai gantinya, pria itu memasukkan tangan ke dalam saku jasnya. Dengan gerakan yang tenang dan elegan, dia mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam legam dengan ukiran emas di tepinya—Black Card, kartu kredit tanpa limit yang hanya dimiliki oleh segelintir miliarder di dunia.

​Rayyan mengulurkan kartu itu, menjepitnya di antara dua jari panjangnya tepat di depan wajah Aira.

​"Pakai ini," ucap Rayyan, suaranya kembali terdengar berat dan penuh wibawa. "Beli apa pun yang kamu mau. Kosongkan satu mal jika kamu perlu."

​Aira terbelalak. Dia menatap kartu hitam itu, lalu beralih menatap wajah tampan Rayyan dengan pandangan tidak percaya. "I-ini apa? Aku tidak bisa menerima ini!"

​"Ini kartu tanpa batas," potong Rayyan dengan nada mutlak, tidak menerima penolakan. Namun, sedetik kemudian, sorot mata elangnya mengunci pandangan Aira, memberikan senyuman tipis yang sarat akan rencana. "Tapi tentu saja tidak gratis. Ada syaratnya."

​Aira menelan ludah gundah. "S-syarat apa?"

​"Ikutlah denganku sekarang," ujar Rayyan tegas. "Tinggalkan rumah ini, dan ikut ke tempatku."

​Aira tersentak. Di satu sisi, tubuhnya masih terasa nyeri dan dia merasa sangat asing dengan pria dominan ini. Namun di sisi lain, tawaran itu terdengar seperti sebuah pintu keluar dari neraka rumah tangga yang selama lima belas tahun ini menyiksanya.

​Di belakang mereka, Santi yang melihat kartu hitam tersebut langsung membelalakkan mata saking syoknya. Dia tidak pernah menyangka, Aira yang selalu dia injak-injak, justru sedang diberi "kunci dunia" oleh orang paling berkuasa di kota ini.

Rayyan menatap Aira yang tampak begitu bimbang. Melihat keraguan di mata gadis itu, sang CEO memutuskan untuk menggunakan jalur kekuasaannya agar bisa segera membawa Aira pergi dari rumah yang tidak sehat ini.

​"Aku akan langsung meminta izin pada ayahmu jika perlu," ucap Rayyan tegas, suaranya naik satu oktav hingga membuat Santi yang menguping di belakang langsung menegang ketakutan. Jika Rayyan menghubungi suaminya, tamatlah riwayat ketenangan Santi.

​Aira seketika panik. Membayangkan ayahnya tahu tentang kejadian semalam, atau membayangkan kehebohan yang akan terjadi jika bos besar Wijaya Group tiba-tiba membawa dirinya pergi, membuat jantung Aira berdegup kencang.

​"Jangan sekarang, plisss..." ucap Aira memohon dengan sangat lirih, matanya menatap Rayyan dengan pandangan memelas yang begitu dalam. Dia belum siap menghadapi kekacauan baru di hidupnya yang sudah rumit.

​Rayyan terdiam. Menatap gumpalan air mata yang siap jatuh dari pelupuk mata Aira, hati pria sedingin es itu seketika melunak. Dia tidak tega memaksa gadis polos ini jika itu justru membuatnya ketakutan.

​"Baiklah," ucap Rayyan akhirnya, mengalah untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Dia mengambil tangan kanan Aira, lalu meletakkan kartu hitamnya secara paksa di telapak tangan mungil itu dan menutupnya erat. "Simpan ini. Jika terjadi sesuatu, atau jika mereka menyakitimu lagi, hubungi aku."

​Aira menatap kartu hitam di genggamannya, lalu mendongak menatap wajah tampan Rayyan yang kini memancarkan rasa hangat yang asing baginya. Di perlakukan sepeduli ini oleh orang asing membuat sudut hati Aira yang lama kosong mendadak terasa penuh.

​"Baiklah... aku akan datang jika kamu butuh," ucap Aira pelan, menyetujui syarat Rayyan untuk ikut bersamanya suatu hari nanti, saat situasinya sudah lebih tenang.

​Rayyan tersenyum puas, sebuah senyuman tipis yang sangat menawan. Dia mengusap puncak kepala Aira dengan lembut sebelum berbalik. Saat melewati Santi yang masih mematung di dekat tangga, aura dingin Rayyan kembali keluar.

​"Pastikan dia beristirahat dengan baik hari ini," ujar Rayyan pada Santi dengan nada mengancam yang sangat jelas, membuat ibu tiri Aira itu hanya bisa mengangguk pasrah bagai ayam jantan yang kehilangan taringnya.

​Rayyan melangkah keluar menuju mobil Rolls-Royce-nya. Sementara itu, Aira berdiri di ambang pintu, memandangi kepergian mobil mewah tersebut sambil memegangi dadanya yang berdegup kencang. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun selalu kalah, Aira merasa ada seseorang yang berdiri di depannya sebagai pelindung.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!