NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 (Sisi Lain Arven)

Usai mandi Arven melihat ponsel miliknya, di layar ponselnya itu banyak pesan masuk dari Alena yang Arven sendiri tak tau kapan pesan itu masuk

[Alena : Selamat pagi, Arven]

[Alena : Sudah siap hari ini ?]

[Alena : Hari keempat yaa ]

[Alena : Lo sibuk ga hari ini ? ]

Arven tidak merasa kesal melihat banyak pesan dari Alena, justru ia tersenyum membaca pesan-pesan itu.

[Arven : Lo begadang ya ?]

Bukan tanpa alasan Arven bertanya soal itu, sebab selama ia mengenal Alena gadis itu pasti selalu membalas pukul 7 pagi.

Tapi kali ini, gadis itu mengirim pesan di pukul 5 pagi

[Alena : Engga]

[Alena : Lo belum jawab semua pesan gue, Arven]

Arven tersenyum, ia pun mulai membalas satu persatu pesan Alena.

[Arven : Iyah gue siap, Alena]

[Arven : Iyah hari keempat]

[Arven : Engga gue ga sibuk]

Arven menunggu gadis itu membalas pesan miliknya, dan benar saja tak lama Alena pun membalas pesan dirinya.

[Alena : Selamat pagi juga Alena, gitu dong jawab juga]

Arven terkekeh, namun ia pun akhirnya menuruti permintaan Alena

[Arven : Selamat pagi kembali, Alena ]

[Alena : Nah gitu dong, berhubung lo ga sibuk ikut gue yuk]

[Arven : Kemana ??]

[Alena : Nanti juga tau, gue jemput dimana nih ?]

[Arven : Biar gue yang jemput Lo ]

[Alena : Oke siap, jam 7 ya ]

[Arven : Iyah ]

Arven tak tau kemana Alena akan mengajak dirinya pergi, tapi yang jelas Arven pun mengikuti apa keinginan wanita itu.

....

Hari keempat Alena menjalani misi untuk membuat Arven jatuh cinta.

Namun sampai saat ini Alena belum yakin jika ia akan berhasil menaklukkan pria dingin itu.

Pagi ini Alena sudah siap untuk pergi dengan Arven, tepat pukul 7 pagi mobil Arven pun tiba dihalaman rumahnya.

" Gue pikir lo bakal telat " ucap Alena saat bertemu dengan Arven

" Gue bukan cowok kayak gitu "

" Oke siap dehh "

" Lo mau kemana sih ? "

" Nanti juga tau "

Segera mobil Arven pun pergi meninggalkan halaman rumah Alena.

Ini kali pertama Alena dan Arven bersama dalam satu mobil, rasanya aneh bagi Alena.

Tak hanya Alena, tapi Arven pun ikut merasakan hal aneh berdua dengan Alena seperti ini.

" Lo udah makan ? " tanya keduanya bersamaan

" Udah " jawab Arven

" Gue juga udah " jawab Alena bergantian

Keadaan pun menjadi canggung, Alea merasakan hal aneh pada dirinya.

Sedangkan Arven, ia merasakan gugup saat Alena Masuk kedalam mobilnya.

" Nanti di depan berhenti dulu ya " kata Alena menunjuk salah satu warung makan

" Lo mau makan ? "

" Mau beli sesuatu "

Arven pun langsung menghentikan mobil itu tepat disalah satu warung makan.

Saat Alena turun lebih dulu, Arven yang penasaran pun ikut turun bersama dengan Alena.

" Ibu biasa ya " ucap Alena yang sepertinya sudah menjadi langganan disana

" Oke neng " jawab si ibu dengan ramah

Sambil menunggu, Alena mengajak Arven untuk duduk disalah satu kursi yang kosong.

" Lo sering kesini ? " tanya Arven

" Sering, disini enak, porsinya banyak dan murah juga "

" Ohh, berapa ? "

" 15 ribu udah dapet nasi sama ayam, kalau hari Jumat gratis es teh manis "

" Enak ? " tanya Arven ragu

" Enak, mau coba ? "

" Hmm boleh "

Alena pun bangun dan menghampiri ibu penjual itu.

" Bu tambah satu ya "

" oke neng "

Alena kembali duduk disamping Arven.

" Lo ga takut sama anak kecil kan ? Atau lo ga suka sama anak kecil ? " tanya Alena

" Biasa aja, kenapa ? "

" Engga, cuma nanya aja "

Arven sesekali mencuri pandangannya, ia melihat Alena yang selalu tersenyum.

" Neng " panggil si ibu penjual

Alena pun bangun, ia mengeluarkan dompetnya dari dalam tas.

" Biar gue aja yang bayar " kata Arven saat Alena hendak membayar

Arven mengeluarkan beberapa lembar uang, dan memberikan kepada si ibu penjual.

" Mas kebanyakan ini " ucap si Ibu tersebut

" Ga apa apa, ambil aja. Anggap saja rezeki ibu " ucap Arven sambil tersenyum

" Yaampun Mas, makasih ya. Semoga lancar rezekinya, dikasih kesehatan, diberikan umur panjang, dan cepat nikah sama neng Alena "

Alena yang mendengar pun langsung menjawab ucapan si Ibu penjual itu.

" Bu.. bukan pacar saya ini bu, cuma teman aja "

" Ya kalau begitu langsung nikah saja toh, ga usah pacaran "

" Yaudah ya bu kami permisi "

Alena langsung mengajak Arven untuk keluar dari warung makan itu.

" Sorry ya Ar, si Ibu kalau ngomong emang suka ceplas ceplos " ucap Alena yang merasa tidak enak dengan Arven

" Santai aja, ngomong kita mau kemana ini Al ? "

" Nanti juga lo tau "

Segera mereka pun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan mereka.

...

Setalah menempuh perjalan, merekapun sampai di sebuah panti asuhan peduli kasih, Arven cukup terkejut dengan ajakan Alena.

" Ayo turun " ajak Alena dan Arven mengangguk

Begitu mereka turun, Ayumi pengurus panti asuhan itu cukup terkejut dengan Alena yang datang bersama dengan Arven.

" Loh kalian saling kenal ? " tanya ibu Ayumi

Alena dan Arven saling menatap satu sama lain.

" I..iya bu " jawab Alena dengan gugup

Para anak kecil disana pun langsung menghampiri mereka berdua, Alena tak menyangka jika Arven sering mengunjungi tempat ini.

" Ka Arven " salah satu anak kecil laki- laki berlari memeluk Arven

" Jagoan ka Arven "

" Hallo Ka Alena " sapa anak laki-laki itu

" Hallo sayang "

Alena ikut menyapa anak laki-laki itu.

" Ka Alena dan Ka Arven pacaran ya ? "

Alena dan Arven saling bertatapan

" Engga, cuma temen aja ko "

" Ih pacaran aja, cocok tau "

Alena tersenyum begitu juga dengan Arven.

" Kita main bola yuk, udah lama kan kita ga main bola ? " Arven mencoba mengalihkan

" Ayo kak Arven "

Arven dan anak laki-laki itu ikut bergabung dengan anak lainnya.

Alena tak percaya jika Arven yang ia tau hanya laki-laki dingin memiliki sisi yang berbeda.

Diam-diam Alena mengambil foto Arven yang sedang tertawa lepas.

Tawa yang tak pernah Alena lihat dari hari pertama mereka bertemu.

" Alena, ayo sini " teriak Arven

" iyaah " Alena menjawab

Alena pun ikut bergabung bersama dengan yang lainnya.

Alena bisa merasakan betapa bahagianya Arven saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!