NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya Gerbang Taihang

​Iring-iringan puluhan mobil SUV antipeluru berwarna hitam pekat membelah jalan raya Ibukota dengan kecepatan penuh. Sirine meraung, memaksa setiap kendaraan fana untuk menepi. Di kaca depan setiap mobil terpasang panji Keluarga Shen, membuat polisi lalu lintas maupun aparat keamanan kota tak ada yang berani menghentikan mereka.

​Di dalam mobil Rolls-Royce yang berada di tengah konvoi, suasana terasa sangat mencekam.

​Patriark Shen duduk tegak layaknya seorang prajurit bawahan, keringat dingin membasahi punggungnya. Di sampingnya, Shen Yueru bahkan tidak berani bernapas terlalu keras. Perhatian mereka tertuju pada pemuda berjaket usang yang duduk bersila di kursi utama, matanya terpejam tenang seolah sedang tidur siang, benar-benar mengabaikan ketegangan perang yang akan segera pecah.

​"T-Tuan Lin," Patriark Shen akhirnya memberanikan diri untuk memecah keheningan. "Gunung Taihang adalah benteng pertahanan terkuat di Ibukota. Selain ribuan anggota elit, mereka memiliki Formasi Pembunuh Delapan Penjuru peninggalan leluhur, dan Empat Tetua Pelindung yang semuanya berada di Puncak Grandmaster. Apakah... apakah Tuan membutuhkan Keluarga Shen untuk memancing mereka keluar terlebih dahulu?"

​Arya Mahendra tidak membuka matanya. Bibirnya hanya bergerak pelan, mengeluarkan suara yang lebih dingin dari es Kutub Utara.

​"Seekor naga sejati tidak butuh bantuan semut untuk menginjak sarang rayap."

​Satu kalimat itu langsung membungkam Patriark Shen. Ia menelan ludah, menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyadari betapa konyolnya tawaran fana yang ia berikan di hadapan eksistensi tingkat dewa.

​Sementara itu, di puncak Gunung Taihang.

​Sebuah kompleks istana kuno yang sangat megah berdiri kokoh, dikelilingi oleh awan tipis. Ini adalah Aula Naga Emas, pusat komando absolut dari Aliansi Bela Diri Ibukota.

​Di dalam aula utama, Jin Wudi—sang Tetua Emas—duduk di atas takhta berlapis kulit harimau. Rambut peraknya disisir rapi, memancarkan aura arogansi penguasa. Di sisi kiri dan kanannya, duduk tiga Tetua Utama lainnya: Tetua Perak, Tetua Perunggu, dan Tetua Besi. Keempatnya memancarkan fluktuasi tenaga dalam yang begitu pekat hingga udara di aula terasa bengkok.

​"Kakak Emas, kau terlalu berlebihan," ucap Tetua Perak sambil menyesap tehnya. "Mengirim Komandan Divisi Pertama dan ratusan pasukan elit hanya untuk menjemput seorang mahasiswa dari provinsi kecil? Itu sama saja dengan menggunakan meriam untuk menembak nyamuk."

​Tetua Emas mendengus dingin. Matanya menyiratkan kekejaman yang mendalam.

​"Bocah itu berani membunuh cucuku. Aku tidak hanya ingin dia mati. Aku ingin dia dibawa ke mari hidup-hidup, agar aku bisa mengulitinya sepotong demi sepotong di depan seluruh anggota Aliansi. Aku akan menjadikannya contoh, bahwa menentang Aliansi Bela Diri adalah dosa yang tak bisa diampuni oleh Langit dan Bumi!"

​Tetua Perunggu tertawa keras. "Kudengar Keluarga Shen mencoba melindunginya? Patriark tua bangka itu pasti sudah kehilangan akal sehatnya karena Racun Es. Setelah kita membereskan bocah ini, malam ini juga kita ratakan Keluarga Shen dan ambil alih semua aset mereka!"

​Ketiga Tetua lainnya mengangguk setuju. Di mata mereka, Aliansi adalah penguasa mutlak. Tidak ada badai yang bisa mengguncang Gunung Taihang.

​Namun, tawa mereka terhenti secara tiba-tiba.

​ZRRRRT!

​Sebuah getaran halus merambat dari lantai marmer ke telapak kaki mereka. Cangkir teh di atas meja bergemeretak, menumpahkan isinya.

​"Gempa bumi?" dahi Tetua Besi berkerut tajam. Gunung Taihang tidak pernah mengalami gempa selama ratusan tahun.

​Sebelum ada yang bisa menjawab, sebuah ledakan dahsyat yang suaranya sepuluh kali lebih keras dari bom nuklir menggelegar dari arah kaki gunung.

​BOOOOOM!!!

​Di dasar Gunung Taihang.

​Konvoi Keluarga Shen baru saja berhenti. Di depan mereka menjulang ratusan anak tangga batu yang berujung pada sebuah Gerbang Perunggu Raksasa setinggi dua puluh meter. Di atas gerbang itu terukir kaligrafi berlapis emas: "PENGUASA BELA DIRI ALAM SEMESTA".

​Itu adalah simbol kesombongan dan kejayaan Aliansi Bela Diri Ibukota yang tak pernah tersentuh selama tiga abad. Ratusan penjaga berdiri siaga di atas gerbang, menatap tajam ke arah konvoi Keluarga Shen dengan panah silang bermata baja.

​"Mereka sudah menutup akses masuk. Tuan Lin, kita harus mendobrak—"

​Kalimat Patriark Shen terpotong di tenggorokan.

​Arya Mahendra melangkah keluar dari mobil. Ia berdiri di pangkal anak tangga, menatap gerbang raksasa itu dengan tatapan merendahkan.

​"Penguasa Alam Semesta?" Arya tersenyum mengejek. "Bahkan Kaisar Iblis di Alam Bawah pun tidak memiliki kesombongan sekonyol ini."

​Arya perlahan mengangkat tangan kanannya. Qi Sejati berwarna keemasan yang sangat menyilaukan meledak dari telapak tangannya, menelan seluruh cahaya matahari siang. Energi itu memadat, membentuk bayangan telapak tangan raksasa berukuran puluhan meter yang terbuat dari murni emas spiritual.

​"Hari ini, aku akan menghapus nama ini dari muka bumi."

​"Hukum Dao: Tapak Penghancur Bintang!"

​Arya mengayunkan tangannya ke depan.

​Telapak tangan emas raksasa itu melesat turun dari langit dengan kecepatan meteor, menghantam Gerbang Perunggu Raksasa itu secara telak.

​KRAAAAK! BOOOM!

​Di bawah tatapan ngeri Patriark Shen, Shen Yueru, dan seluruh penjaga yang menjerit putus asa, gerbang perunggu seberat ratusan ton itu hancur berkeping-keping layaknya kerupuk rapuh. Hantaman itu tidak berhenti di sana; telapak tangan energi tersebut terus merangsek naik, menyapu bersih ratusan anak tangga batu, meratakan pos-pos penjagaan, dan merobek lereng gunung itu sendiri menjadi sebuah kawah raksasa yang lurus menuju puncak!

​Hanya dengan satu tamparan santai, Arya menciptakan sebuah jalan raya selebar tiga puluh meter yang membelah gunung, menghapus seluruh barisan pertahanan awal Aliansi Bela Diri tanpa sisa.

​Patriark Shen jatuh terduduk di aspal. Jantungnya nyaris meledak melihat keajaiban—atau lebih tepatnya, kengerian—yang baru saja dipertontonkan di depan matanya. Ini bukan lagi bela diri. Ini adalah kekuatan tuhan!

​Arya menepukkan kedua tangannya dengan santai, membersihkan sisa energi yang menempel, seolah ia baru saja membuang sampah.

​Ia menoleh ke arah Patriark Shen yang mematung.

​"Jalannya sudah kubersihkan. Ayo naik."

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!