Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Om An pernah ciuman?
Ini benar -benar gila, membuat pikiran Tania tidak tenang. Apalagi ucapan sahabatnya membuat hatinya ketar ketir. Tania bingung harus berbuat apa, dia juga tak ingin hal buruk menimpa hubungan nya dengan Andromeda yang mulai membaik
Ceklek
Andromeda baru saja keluar dari kamar mandi, aroma sabun dan shampo menguar hingga ke hidung Tania. Andromeda keluar setengah telanjang, membuat mata Tania tak berhenti berkedip. Tetesan air yang ada di dada Andromeda membuat keseksiannya bertambah tiga kali lipat
Glek
Glek
Tania mulai terbawa arus, postur tubuh Andromeda begitu menggoda. Ucapan sahabatnya Anya mulai meracuni dirinya. Matanya memandang tak berkedip, pemandangan tubuh atletis dengan enam kotak ABS membuatnya semakin terlena.
Bukan hal pertama kalinya bagi Tania melihat tubuh Andromeda yang setengah telanjang seperti itu. Tapi baru kali ini Tania bisa menikmati tubuh seksi suaminya yang sesungguhnya. Kata-kata Anya begitu terniang-niang di kepalana membuat Tania semakin dilema.
"Tuan Andra itu bagaimana pun juga seorang pria dewasa apalagi kalian sudah menjadi sepasang suami istri. Jika ingin merebutnya maka buatlah kehidupan kalian sebagaimana layaknya suami istri. Ingat pelakor bertebaran kayak kuman, sekali nempel sudah buat dilepas. Tuan Andra itu banyak sekali yang mengincar, Lo harus bisa bikin dia selalu dalam genggaman mu Tania," ucap Anya kala itu.
Tania bukan tidak paham apa yang di maksud oleh Anya tetapi dia sedang bingung antara ingin melakukannya atau tidak.
Tania meremas ujung piyama tidurnya dengan hati yang resah. Tapi untuk menggoda Andromeda yang sama sekali tidak peka bukankah artinya sama dengan mengartikan jika dirinya murahan. Ahhh..Tania tidak ingin terlihat seperti itu, tapi bagaimana jika Andromeda tergoda dengan wanita lain di luar sana. Yah jelas Tania sungguh tidak ingin sampai hal itu terjadi.
"Om An," ucap Tania dengan lembut
Dia akhirnya memberanikan diri, duduk di tepian ranjang sambil menggigit bibir bawahnya. Kepalanya tertunduk ke bawah.
Andromeda yang hendak mengancingkan piyama tidurnya menghentikan aktifitas dan mulai menghampiri Tania
"Heemm kenapa?"
Aroma sabun yang wangi membuat Tania semakin terpikat, ini membuatnya semakin berdebar. Dia meremas jari-jari dengan rasa gelisah.
"Om An pernah ciuman?" ucapnya tiba-tiba.
Entah mengapa kalimat tersebut meluncur begitu saja dari mulut mungil nya. Ingin rasanya memukul bibirnya saat itu juga, wajahnya memerah menahan malu. Ingin sekali segera pergi ke ujung dunia untuk menghilang.
"Ehh, kenapa kamu menanyakan hal seperti itu?" Andra tentu saja terkejut.
"Ehh lupakan saja Om An, Tania salah ngomong," jawabnya gelagapan.
Tania yang salah tingkah hanya bisa diam, tak berani beranjak kemana-mana. Tak berani pula mengangkat kepalanya karena akan ketahuan jika dia tengah menahan malu.
Tak ada yang melihat jika sudut bibir Andra terangkat, dia tahu istri kecilnya ini sudah mulai menggodanya. Sengaja, Andra kemudian mencondongkan tubuhnya mendekati Tania yang masih sibuk menetralkan detak jantungnya yang menggila.
Di hadapan Tania saat ini terpampang nyata dada Andra yang bidang dan kokoh. Belum lagi aroma tubuhnya yang menggoda indra penciuman Tania. Tania mulai tak tahan, tubuhnya seakan mempermainkan gak yang belum dia sanggup hadapi saat ini.
"O-om An, ini be-belum di kancingkan. Nanti kalo Om An sakit bagaimana," ucapnya terbata -bata, menahan rasa gugup dan deru napas yang mulai terasa berat.
Jari jemarinya yang mungil begitu lincah mengancingkan piyama Andromeda. Entah mendapatkan keberanian darimana Tania melakukan hal itu. Yang jelas saat ini degup jantungnya seperti sedang berlari maraton, tak bisa diam meskipun sejenak.
"Ma-maaf"
Tania langsung berdiri dan hendak meninggalkan kamar, suasana menjadi canggung. Tapi sayangnya Andromeda berhasil memegang tangan Tania dan membuatnya terhuyung ke arahnya.
"Aaahhh"
Tubuh Tania menabrak tubuh Andromeda, sungguh dia tidak siap berada dalam posisi seperti ini. Tania terduduk di atas pangkuan Andromeda.
Deg
Deg
Deg
Detak jantung mereka saling bersahabat. Keduanya dalam posisi yang sangat dekat, kedua bola mata mereka saling beradu, terkunci.
Entah siapa yang memulai duluan, hingga akhirnya kedua bibir mereka saling menyatu, menempel dengan sempurna. Baik Andra maupun Tania masing-masing terdiam, masih merasakan sengatan listrik yang tiba-tiba muncul dalam tubuhnya.
Masing-masing setan salam diri mereka mulai merasuki, mendorong Andra dan Tania untuk melakukan sesuatu yang lebih. Hingga pada akhirnya kedua bibir mereka saling bergerak hingga bertukar saliva. Keduanya larut dalam suasana syahdu yang tengah di bangun dengan indahnya. Manis dan candu, itulah yang dirasakan baik oleh Tania maupun Andromeda, seperti ada sesuatu yang mendorong mereka tak menyelesaikan kegiatan mereka dala waktu singkat.
Baik Tania maupun Andromeda ini adalah hal yang pertama mereka lakukan dalam hidupnya, dilakukan dengan pasangan yang halal. Tak ada lagi keraguan dalam diri Andromeda, tapi akal sehatnya memaksa untuk segera menyudahi hal yang sangat indah itu.
Hosh
Hosh
Hosh
Keduanya menarik diri saat pasokan udara dalam paru-paru mereka telah habis sempurna. Tania masih merasakan sisa rasa manis pada bibirnya yang basah.
"Om An"
"Tania"
Keduanya berucap bersamaan. Suasana canggung semakin terasa, terutama Tania yang sebenarnya masih ingin melanjutkan hal yang baru pertama kali dia rasakan.
"Suka?" ucap Andra spontan, Tania menaikkan kepalanya.
"Hemm, suka Om An" jawab Tania dengan jujur.
Andra tersenyum lebar, dilihatnya wajah Tania yang semakin manis dengan semburat kemerahan pada kedua pipinya.
"Kita lanjutkan besok ya, sekarang waktun tidur jangan sampai besok pagi bangun kesiangan."
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/