NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Suasana ruang makan perlahan mereda setelah hidangan terakhir disantap dengan nikmat. Raven segera berdiri dari kursinya, mengelap tangannya dengan tisu, lalu menatap ke arah kedua orangtuanya bergantian.

"Mom, Dad, Raven ke kamar dulu ya, mau langsung istirahat," ucapnya singkat.

Sara yang sebenarnya berniat mengajak Raven berbicara empat mata pun ikut berdiri buru-buru, tak ingin tertinggal.

"Mom, Dad, Sara juga pamit istirahat dulu ya. Selamat malam, Mom, Dad!"

"Selamat malam sayang! Istirahatlah yang cukup ya, besok kalian juga harus masuk sekolah lagi kan," sahut Maria lembut sambil melambaikan tangan dan tersenyum hangat.

Sara segera mengikuti langkah Raven menuju lantai atas. Setelah sosok mereka menghilang di balik ujung tangga, suasana ruang makan kembali hening. Devan dan Maria saling berpandangan, senyum penuh arti tersungging di bibir mereka.

"Sepertinya mereka akan cepat akrab, Sayang," ujar Maria lembut sambil menumpukan siku di meja.

"Hm, semoga saja menantu kita itu bisa merubah sikap keras kepalanya jadi lebih tenang dan bertanggung jawab kedepannya," timpal Devan sambil menatap istrinya dengan lembut. "Dan semoga setelah ini Raven mau ikut membantu mengurus perusahaan keluarga."

"Tenang saja, Sayang! Aku sudah punya ide jitu! Supaya anak itu tidak bisa menolak untuk ikut mengurus perusahaan!" seru Maria dengan senyum liciknya.

*

*

 *

Sementara itu di dalam kamar, Raven langsung berjalan menuju pintu balkon yang terbuka lebar. Angin malam yang sejuk berhembus pelan, menerpa tirai jendela. Ia menyandang gitar kesayangannya di bahu, lalu duduk di kursi rotan yang ada di sudut balkon, membiarkan angin menyapu wajahnya yang tampan, sambil sesekali memetik senar gitar dengan nada yang pelan dan syahdu.

Sara hendak menyusulnya untuk memulai pembicaraan serius, namun tiba-tiba ia terpaku di tempat saat matanya tak sengaja melirik jam dinding.

"Astaga! Sudah jam sembilan malam aja, aku belum ngabarin Kak Leon!" bisiknya panik, tangannya refleks meremas ujung gaunnya. "Kak Leon pasti sudah menunggu aku di depan apartemen sambil mengerutu panjang lebar! Semoga saja dia belum melaporkan hal ini pada Kakek."

Dengan cepat Sara segera merogoh ponsel dari sakunya dan menekan nomor pengawal setianya. Tak butuh waktu lama, sambungan langsung terhubung, dan seperti dugaan Sara, suara cemas Leon langsung terdengar bertubi-tubi dari seberang telepon.

"Nona Sara! Kamu ada di mana?! Kenapa belum pulang sampai jam segini? Nona baik-baik saja kan? Apakah ada yang mengganggumu? Atau Nona terjebak masalah berbahaya?!"

"Kak, aku harus jawab yang mana dulu ini?" keluh Sara pelan sambil tersenyum kecut. "Aku baik-baik saja Kak, tenang saja. Tidak ada yang menggangguku. Dan saat ini aku sedang berada di kediaman keluarga Krisnawardhana."

"Syukurlah kalau Nona aman!" Suara Leon terdengar lega sejenak, namun segera berubah penuh keheranan dan curiga. "Tunggu dulu... Krisnawardhana? Bagaimana bisa Nona ada di sana? Apakah kamu kenal dekat dengan mereka? Atau Nona terlibat masalah serius yang membuatmu harus berada di sana?"

"Mana aku tahu siapa mereka, Kak! Aku kan baru dua hari tinggal di Indonesia. Memangnya siapa keluarga Krisnawardhana itu?" tanya Sara polos, matanya berkedip penasaran.

Mendengar itu, Leon menghela napas panjang di seberang sana. "Mereka adalah keluarga konglomerat nomor dua terkaya dan paling berpengaruh di kota ini, Nona! Semua orang tahu nama mereka, apalagi kalangan atas dan dunia bisnis."

"Benarkah?" Sara menoleh sekilas ke arah jendela, terbayang betapa megahnya bangunan dan tata kelola mansion tempat ia berada sekarang. "Pantas saja, tempat ini terlihat sangat mewah dan berkelas sekali... tapi tetap saja masih kalah megah dengan kediaman Kakek di Italia," gumamnya dalam hati sambil tersenyum tipis.

"Kak, sepertinya kita akhiri dulu ya teleponnya. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya lewat telepon, ini terlalu panjang ceritanya. Besok di sekolah aku akan ceritakan semuanya secara lengkap," potong Sara cepat.

"Baiklah kalau begitu. Jaga dirimu baik-baik di sana, Nona. Kalau ada apa-apa sekecil apa pun, jangan ragu hubungi saya kapan saja!" pesan Leon dengan nada sangat serius. "Oh ya,Tuan Besar meminta Nona menghubunginya segera. Beliau sudah mencoba menelepon ponsel Nona berkali-kali sejak tadi sore, tapi nomor Nona tidak aktif."

Jantung Sara seakan berhenti berdetak sejenak. Wajahnya seketika pucat pasi, napasnya tercekat di kerongkongan.

"Baiklah... aku akan segera menelepon Kakek sekarang juga. Dah, Kak Leon," jawabnya pelan lalu segera menutup sambungan.

Sara menatap layar ponselnya dengan ragu, jari-jarinya dingin. Perasaan gelisah dan takut menyeruak memenuhi dadanya. Entah mengapa, ia merasa jika Kakeknya, Don Vincenzo diam-diam sudah mendengar kabar tentang pernikahan mendadaknya dengan Raven.

"Semoga saja Kakek belum tahu deh, jika tahu bisa-bisa aku langsung di jemput pulang ke Italia lagi!" lirihnya pelan.

Dengan napas tertahan dan langkah berat, ia duduk di tepi sofa, lalu menekan nomor yang paling ingin ia hindari saat ini. Bunyi nada sambung terdengar begitu lambat, seolah menjadi detak waktu yang menghukumnya.

"Queen!?"

Suara berat, tegas, dan berwibawa dari seberang sana terdengar begitu dingin, seketika membuat bulu kuduk Sara meremang sekujur tubuhnya.

"Kakek..." panggilnya lirih, suaranya hampir tak terdengar tertelan keheningan malam.

"Kau dari mana saja, queen? Dan kenapa ponselmu sejak tadi tidak bisa dihubungi?" tanya Don Vincenzo tanpa basa-basi, nada bicaranya datar namun menekan, tak bisa ditafsirkan apakah sedang marah atau khawatir.

"Apa telah terjadi sesuatu denganmu?" Lanjutnya.

Sara menelan ludah dengan susah payah, matanya tak sengaja beralih menatap punggung Raven yang tenang di balkon, di mana suara petikan gitarnya terdengar sayup-sayup menembus udara. Ia tahu betul, satu kata yang akan ia ucapkan selanjutnya bisa mengubah segalanya.

 

Bersambung...

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!