NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Enam

"Iya bu, ada apa? " tanya Galih hati hati, dia tau apa yang akan di tanyakan sang ibu.

"Kamu dimana, kenapa belum sampai di rumah, keponakan mu sudah menunggu! " ucap bu Hindun yang sudah kesal menunggu anak sulungnya dari tadi.

"Aku sedang pergi bersama anak dan istriku, besok aku akan kerumah ibu." ucap Galih kepada sang ibu dengan lembut, dia tau ibunya pasti akan murka kepadanya.

"APA...!!!! Bagaimana bisa kamu mementingkan mereka terlebih dahulu, kamu sudah lupa sama ibu mu ini haaa.... Dan kamu sudah biasa setiap bulan akan membawa keponakan keponakan mu makan di luar dan juga main di taman bermain." omel bu Hindun tidak terima, bisa bisanya anaknya lebih perhatian kepada perempuan udik dan anak anaknya itu.

"Bu, Soraya itu adalah istriku, dan yang ku ajak keluar itu anak anakku, mereka bukan orang lain, tapi keluarga ku, lagian aku sudah transfer uang bulanan ini ke rekening ibu tadi siang, klau masalah Alika dan Boy, mereka mempunyai orang tua, aku yang selama ini salah, membuat semua jadi salah paham." ucap Pak Galih.

"Astaga!!! ada apa dengan mu, Galih. Apa kamu sudah di guna guna sama wanita itu, sampai kau lupa dengan tangguh jawab mu! " bentak bu Hindun tidak terima.

"Bu, Jangan selalu berprasangka jelek kepada istriku, dia tidak pernah berbuat hal jelek seperti itu, aku yang sudah sadar dengan ke salahkan ku, aku juga tau tanggung jawab ku, aku harus membahagiakan anak istriku, dan termasuk, untuk keponakan ku itu, bukan lah sepenuhnya tanggung jawab ku, mereka mempunyai ayah yang sehat, mempunyai banyak uang, jadi itu tanggung jawab ayahnya, bukan aku." ucap Galih panjang lebar.

"Ibu nggak mau tau, pokoknya kamu harus datang ke rumah ibu sekarang juga, klau kamu tidak datang, awas saja kamu." ancam bu Hindun tidak terima.

"Maaf bu, aku tidak bisa datang hari ini, aku akan datang besok sore." ucap Pak Galib tegas, dia tidak ingin mengecewakan istri dan anak anaknya, sudah bersusah payah meluluhkan hati istri dan anak anaknya selama ini, bahkan hati mereka belum sepenuhnya pulih dan masih ada jarak di antara mereka.

"Sudah ya bu, aku tutup dulu, istirahat lah lebih awal, ibu harus jaga kesehatan ibu." ucap pak Galih dengan lembut, sebelum menutup telpon genggamnya.

"Astaga! ada apa dengan anak ini, kenapa dia jadi berubah seperti ini, apa perempuan itu benaran telah mengguna guna Galih, supaya lupa dengan ku dan keponakan keponakannya." keluh bu Hindun tidak habis pikir.

"Jangan sampai uang anak ku di habiskan oleh perempuan miskin dan anak anaknya itu, aku nggak sudi, semua uang anak ku hanya milik ku dan keponakannya, orang lain tidak berhak akan uang itu." marah bu Hindun mengepalkan tangannya.

"Ibu kenapa? " tanya Tia dengan wajah yang berseri, dia sudah tampak sangat rapi.

"Abangmu membuat ibu kesal saja." keluh bu Hindun membuang nafas kesal.

"Kesal kenapa, perasaan abang belum sampai." ucap Tia tidak habis pikir.

"Tumben ya, dia belum datang, biasanya sudah bermain sama anak anak di depan." ucap Tia heran.

"Katanya dia tidak akan datang hari ini." jawab ketus bu Hindun.

"Haaa.... Masa sih, kan biasanya dia selalu datang ke rumah ibu, trus ngajak kita makan di luar, dia akan membelikan anak anak makanan, dan mainan." cerocos Tia tidak terima, padahal dia berharap sekali abangnya datang, dia ingin minta uang kepada abangnya, karena besok dia ingin beli tas dan bisa pamer kepada teman temannya.

"Dia sedang memanjakan anak anak miskin itu, kamu telpon saja abang mu, bilang anak anak menangis menunggu kedatangannya. " hasut bu Hindun.

"Baiklah, aku akan..... " ucapan Tia di sela oleh seseorang dari luar.

"Jangan menghubungi bang Galih, biarkan dia menghabiskan waktu bersama istri dan anak anaknya." tegas suara Rian dari luar.

"Sayang, apaan sih." sungut Tia tidak terima.

"Iya, kamu ini apa apaan sih, Rian, biarkan saja Tia menelpon Galih.

" Ibu, jangan terus mengekang bang Galih, dia juga punya tanggung jawab terhadap anak istrinya." ucap Rian dengan suara rendah terhadap ibu mertuanya itu.

"Cih, perempuan itu hanya orang lain di keluarga ini, dia tidak berhak." ucap bu Hindun melengos tidak terima.

"Betul itu, kenapa abang membela perempuan itu sekarang, apa abang juga kena pelet sama perempuan itu! " tuduh Tia tidak masuk akal.

Rian geleng geleng kepala mendengar alasan yang tidak masuk akal dari istrinya itu.

"Klau mbak Soraya orang asing di keluarga ini, bearti aku juga orang asing di rumah ini, kami sama sama pendatang di keluarga ini." ucap Rian tidak mau kalah.

Deggg....

Bu Hindun dan Tia terkejut mendengar ucapan Rian, bagaimana bisa laki laki itu bicara seperti itu.

"Beda lah." sahut bu Hindun buru buru.

"apa bedanya? " heran Rian.

"Kamu itu laki laki bertanggung jawab, kamu selalu memberikan hadiah kepada ibu." jawab bu Hindun tanpa pikir panjang.

Rian terkekeh mendengar jawaban bodoh dari mertuanya itu.

"Bu, Jelas saya harus tanggung jawab terhadap anak istri saya, dan memberi uang kepada ibu, tentu saja saya memberikannya karena saya menantu laki laki ibu, yang menjadi tulang punggung itu saya, dan saya memberi ibu uang, saya sama ratakan dengan jatah ibu kandung saya, klau ibu berharap mbak Soraya memberi uang atau hadiah setiap bulan kepada ibu, mau dia kasih pakai apa? sementara bang Galih sangat pelit memberi uang belanja kepada istrinya, untuk menyambung hidup dari hari ke hari saja dia susah, trus ibu berharap apa, sementara uang suaminya sudah ibu monopoli selama ini, bang Galih tidak di cerai sama istrinya saja sudah syukur." ucap Rian kesal.

Bu Hindun hanya diam membisu, tampaknya wajah kesal di wajahnya.

"Apa ibu mau saya memperlakukan anak perempuan ibu seperti ibu memperlakukan menantu perempuan orang lain? " tanya pak Rian penuh penekanan.

Bu Hindun tidak menjawab, dia berdiri dan pergi dari sana tanpa menjawab satu patah kata pun, ucapan menantunya itu.

"Minuman datang! " ucap pak Galih memamerkan minuman dingin kepada anak istrinya dengan senyum hangat di bibirnya.

"Wahhh.... Papa masih di sini, kami pikir papa sudah pergi kerumah nenek, dan meninggalkan kami di sini tanpa pamit." ucap Gibran santai.

Pak Galih tersenyum kecut mendengar ucapan sang anak, sebegitu buruknya dia di mata anak anaknya, tapi memang itu kenyataannya selama ini.

"Nggak dong, masa papa pergi, kan papa sudah janji mau main sama kalian." ucap pak Galih lembut, tak ada wajah marah di wajah itu.

Gibran hanya mengangguk anggukan kepalanya, sementara Ares yang sudah mulai paham, dan tau papanya pasti akan mati kutu menghadapi adik bungsunya itu, hanya bisa terkekeh dalam hati, dia tau apa yang di lakukan sang adik itu salah, tapi papanya memang harus mendapatkan sedikit sentilan agar peka terhadap keluarga kecil mereka.

Bersambung....

1
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
Shee_👚
lope lope sama gibran, walau masih kecil dia bisa menempatkan diri dengan baik🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!