NovelToon NovelToon
Doctor Dom

Doctor Dom

Status: tamat
Genre:Dokter Ajaib / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:75.2k
Nilai: 5
Nama Author: dee Irma

Kecelakaan membuat nyawanya masuk dalam tubuh seorang anak SMA yang menjadi korban saat menolong seorang gadis saat terjebak tawuran siswa.
Mengetahui dirinya telah meninggal, Dom tidak bisa menerima hal itu. Terutama saat dia mulai sering bermimpi buruk yang membuatnya tidak nyaman.
Dom yang seorang dokter bedah ternama, sekaligus dokter peneliti obat obatan, yang memiliki laboratorium, serta pewaris tunggal dinasti dari keluarga yang bergerak di bidang farmasi, harus bisa menerima kenyataan bahwa raganya telah tiada.
Dom menjalani kehidupan sebagai anak SMA, sambil menyelidiki kematiannya sendiri.
Dalam perjalanannya menyelidiki, banyak hal yang tak terduga dialaminya.
Penghianatan, rahasia keluarga, dan teman membuat hidup Dom yang sebagai Arthur semakin berwarna.

Ikuti terus kisahnya hanya di sini.
Jangan lupa like dan komentarnya, baca secara urut juga ya.

Terima kasih 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lab

"Aku tak sabar menyelesaikan penelitianku. Lab rumah sakit, jauh lebih lengkap dari pada lab sekolah." Celetuk Lucy saat berjalan kaki bersama teman temannya menuju rumah sakit pusat.

"Jelas, lah. Lab rumah sakit itu untuk peneliti yang sudah ahli. Kalo, lab sekolah masih untuk pemula seperti kita ini. Terkesan masih main main saja." Sahut Casey.

"Tapi, jangan salah, lab sekolah kita termasuk lengkap peralatannya. Mungkin, bedanya, lebih kecil dan sederhana saja. Aku sudah mencoba semua peralatan dan bahan bahan di sana."

Casey terkikik.

"Katanya kamu sering tidur di lab sekolah?" Celetuk Darren. Casey langsung melotot dan menoleh pada Lucy.

Dom juga menoleh ke arah Lucy sambil memasukkan kedua tangannya pada saku jaketnya. Dom menatap Lucy seolah ingin mendengar penjelasan Lucy.

"Ya, untuk penelitianku. Jika ku bawa ke rumah, pasti aku juga kesulitan, karena perlu mikroskop, dan bahan lain. Aku rasa begitu. Aku takut pulang malam sejak kejadian tempo hari yang membuat Arthur harus terluka karena berusaha menolongku. Dia seperti seorang pahlawan." Lucy membalas tatapan Dom sambil tersenyum.

"Jadi gosip itu benar?" Casey menatap Dom dan Lucy bergantian sambil menunjuk wajah temannya itu.

"Gosip apa?" Lucy mengerutkan dahinya.

"Gosip jika Arthur yang merebut mu dari Matt."

"Tidak benar. Matt itu yang lebih dulu selingkuh. Dia bersama Rachel."

"Ya, dia memang bersama Rachel." Darren menimpali.

"Bagaimana kamu tahu?"

Kali ini Casey dan Lucy berbarengan bertanya sambil menatap Darren.

Dom hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah teman remajanya itu.

Casey dan Lucy masih menatap Darren seolah menunggu jawabannya.

"Ah, kalian ini. Hobinya gosip saja. Sudah ah!" Darren mempercepat langkahnya menuju rumah sakit yang sudah terlihat di seberang jalan.

Lucy dan Casey mengejar Darren penuh semangat karena penasaran. Dom berjalan mengikuti mereka dari belakang, hingga masuk ke area rumah sakit.

Mereka langsung menuju ke laboratorium untuk melanjutkan penelitian mereka.

"Hai anak anak, kalian sudah datang." Dokter Hana menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramahnya.

"Lucy, reaksi sel kanker menggunakan formulamu kemarin membuahkan hasil. Memang kerjanya lambat, namun efektif."

Puji Dokter Hana sambil menepuk bahu Lucy.

"Namun, saya belum mencoba jika persentasenya dirubah, masih sama, atau akan berbeda."

"Ya, kamu bisa mencobanya."

Lucy mengangguk.

"Kamu keren, dapat pujian dari Dokter Hana." Bisik Dom pada Lucy.

"Aku juga tak menyangka." Sahut Lucy dengan senyum mengembang.

Dom kembali melanjutkan pekerjaannya.

"Hai, kamu di sini? Ada apa? Operasinya berjalan lancar?" Dokter Hana berbicara pada Dokter Henry, suaminya saat masuk dalam lab.

"Ya, lancar. Aku mungkin hanya sedikit lelah saja."

"Istirahatlah di ruanganku. Aku akan buatkan kopi untukmu."

Hana mengusap lembut punggung suaminya, lalu mereka beranjak menuju sebuah ruangan, tempat Dokter Hana beristirahat atau membahas sesuatu dengan asistennya atau dokter lain.

"Aku selalu iri dengan kemesraan mereka. Usia mereka tidak muda lagi, pernikahan juga sudah lama. Namun, Dokter Henry dan Hana masih sangat mesra. Aku yakin, putranya masih harus banyak belajar dari papanya." Gumam Lucy dengan tatapan mengikuti kepergian Hana dan Henry.

"Maksudmu Dom harus belajar apa?"

Dom mengerutkan keningnya lalu bergeser mendekat pada Lucy.

Lucy menaikkan bahunya sambil tersenyum penuh makna pada Dom, lalu melanjutkan kegiatannya.

Dom menatap Lucy dengan kesal, lalu kembali fokus pada kegiatannya kembali.

Dom menatap ruangan mamanya, terlihat mereka mengobrol sambil sesekali tersenyum saat bercengkrama. Dom rindu pada mereka, ingin rasanya ikut masuk dan mengobrol bersama mereka. Beradu argumen dengan mamanya, lalu papanya menengahi.

"Arthur, menurutmu apakah formulanya perlu diperiksa kembali?" Darren menyadarkan Dom dari lamunannya.

"Aku akan cek dulu."

Dom kembali mendekatkan matanya pada mikroskop dan fokus pada penelitiannya.

"Jadi, ini adalah team junior kami, Dokter Henry. Meskipun mereka masih sekolah, namun mereka adalah jenius muda yang dapat terus berkembang. Darren, Arthur, dan Casey meneliti virus flu yang sempat mewabah beberapa tahun silam. Lalu, ini Lucy, menemukan formula baru untuk sel anti kanker. Dia putri Dokter Erick, yang juga berbakat."

"Selamat bergabung dengan team Dokter Hana. Semoga kalian betah, dan dapat terus mengembangkan talenta kalian dimulai dari lab ini." Henry tersenyum sambil menatap Dom dan teman temannya.

"Dokter Henry, terima kasih atas pemberian Anda." Dom memberanikan diri berbicara.

"Pemberian apa?" Hana bergantian menatap suaminya dan Dom.

"Kamu ingat, Lea? Perawat yang dulu bekerja di rumah sakit khusus?"

"Ya. Tentu. Dia mengajukan pensiun dini karena masalah kesehatan."

"Arthur adalah putranya. Dia siswa yang pernah aku ceritakan dulu."

"Astaga! Siswa yang dibully di sekolahnya itu?" Hana menatap Dom prihatin, dan menggelengkan kepala.

"Aku benar benar benci dengan perundungan. Aku mendukung suamiku memberi beasiswa masuk ke SMA Royal, dan ternyata, suamiku tidak salah pilih. Kamu benar benar pintar, dan dapat bergabung di lab ini."

"Bukan itu saja, dia ikut team basket SMA Royal dan akhir pekan kemarin team mereka menang dalam pertandingan perdana. Itulah, aku mengirimkan hadiah sepatu basket padanya." Henry menambahkan.

"Kamu anggota team basket sekolah?" Tanya Hana sambil menatap Dom tak percaya.

"Ya, Dokter. Namun, saya baru musim ini bergabung."

"Dia sangat keren Dokter Hana!" Puji Lucy.

"Ya. Aku juga sangat terkejut, Arthur bisa memiliki kemampuan basket, selain pandai." Darren menimpali. Casey menganggukkan kepala meyakinkan.

Hana mengambil napas dalam.

"Kebetulan sekali, mungkin kamu juga akan mendapat sepatu lagi, atau kamu juga Darren. Karena aku akan merenovasi apartemen almarhum putraku. Saat ini, sedang dibereskan, dan beberapa barang yang masih layak pakai akan aku sumbangkan. Sepatu, jika kalian ada yang muat bisa kalian pakai." Ucapa Hana dengan raut menahan rasa sedih.

Henry meraih tangan istrinya dan menggenggam erat, seolah memberi dukungan.

"Aku akan menjadikan unit putraku sebagai rumah singgah, bagi keluarga pasien yang berasal dari luar kota. Akan sangat mahal, jika mereka harus terbebani dengan sewa motel atau hotel, selain biaya perawatan. Aku telah memikirkan semuanya."

"Lalu benda benda milik Dokter Dom?" Tukas Lucy cepat.

"Jika kalian sempat besok bisa bantu berkemas, seandainya ada yang kalian suka atau butuh, silahkan dipilih."

Hana tersenyum pada mereka.

"Baiklah, kami akan datang." Lucy, Casey, dan Darren kompak menjawab, hanya Dom yang diam dalam keterkejutannya kali ini.

"Semua barang koleksiku? Akan diberikan secara cuma cuma? Tidak! Aku tidak akan membiarkan ini semua terjadi. Aku akan memilih semua yang berguna bagiku. Mengapa mama dengan cepat memutuskan ini? Apa mama sama sekali tidak ingin menyimpan barang barang pribadiku sebagai kenangan akan aku? Mengapa aku jadi sedih seperti ini?" Banyak pertanyaan berputar dalam kepala Dom.

1
MyFamily
mungkinkah Dom anak adopsi
wayang
terimakasih 😊😊😊 telah menghibur 😊😊😊🙏🙏🙏 walaupun diluar ekspektasi endingnya 😂😂😂 🙏🙏🙏 AQ pikir cerita berhubungan dengan doc. dom
wonder mom
tersisa 1 g y? modelan Domi a.k.a Arthur. meski sdh beralih body dan genre pun kesetiaannya tak tergoyahkan. 11 tahun. di dunia nyata, 1 bulan jg udh cari yg baru
wonder mom
jodoh tu g kemana. meski harus pake alur balik bin jungkir dlu. y ttp ketmu
Putri Ayu pertiwi
jurus paling ampuh nyosor bibir ya dom
wonder mom
menarik
Firdaus Tjahyono
lanjut Thor minim 1 hari satu bab /Facepalm/
Firdaus Tjahyono
menarik sekali alur ceritanya
¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman A.♉ ⏤͟͟͞R
jalan cerita yg menarik smoga sampe end ya thor
Ayu Octaviany
next Thor...
ari sachio
tegang bet akuhhhh kek lg nontong film horor 🤭
Nurul Hikmah
ujian
Nurul Hikmah
ngeces lg
Nurul Hikmah
yaa tdk terus terang.. kurang seru
Nurul Hikmah
lanjutkan thor 😂
Nurul Hikmah
bibi datang
Nurul Hikmah
saling berhubungan saudara
Nurul Hikmah
alasan
Nurul Hikmah
keras kepala
Nurul Hikmah
hahaha 🤣... terus terang saja... bahwa pindah raga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!