NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 18

Layla melangkah masuk ke ruang

kerja pribadi Zhao Lee dengan mantap, ia membawa sepucuk surat undangan di kirinya dan kertas hasil pemeriksaan yang sudah kusut di kanannya. Undangan itu ia dapat dari tukang pos yang kebetulan tadi Layla bertemu di gerbang depan.

Sebenarnya ia ingin meminta penjelasan tentang hasil visum itu, namun rasanya percuma karena tidak akan menyelesaikan masalah. Justru malah menambah beban psikis Layla nantinya, ia memilih diam seolah tak mengerti apa-apa.

Dada Layla terasa sesak, karena rencana yang ia susun untuk membalas kejahatan Zhao Lee telah pupus. Semua bukti telah di manipulasi tanpa terkecuali. Layla menghampiri Zhao Lee dan menampar keras pipinya.

"PLAK!!"

Kemudian...

"BRUK!!"

Layla menggebrak meja kuat-kuat memberikan kertas undangan itu ke meja Zhao Lee yang bertuliskan ''Undangann pertunangan Zhao Lee & Sechpia."

Sorot matanya yang tajam menatap erat-erat bajingan itu. Lalu tanpa sepatah kata pun, ia pergi meninggalkan Zhao Lee sendiri menikmati panasnya tamparan yang di berikan. Serangan yang tiba-tiba membuat Zhao Lee sedikit terkejut, ia menduga Layla begitu karena merasa cemburu dengan undangan itu. "Undangan ini..., apa dia marah karena cemburu?" gumam Zhao Lee.

‎"Apa yang dia lakukan ke aku itu jahat!" kata Layla dalam hati sambil melangkah pergi.

‎‎Kemudian dering ponsel Zhao Lee berbunyi, ada panggilan masuk dari Sechpia.

‎"Hallo," jawab Zhao Lee.

‎‎"1 jam lagi aku sampai," kata Sechpia.

‎"Kamu sudah ada di dekat sini," Zhao Lee terkejut.

‎‎"Bukannya kamu sendiri yang bilang kangen dan ingin aku segera datang? Jadi aku putuskan mempercepat semuanya. Toh seminggu lagi kita tunangan," ucap Sechpia.

‎‎"Apa ini kejutan untuk ku?" tanya Zhao Lee.

Se‎‎chpia tertawa kecil lalu mengatakan, "Surprise. Iya Minggu depan. Aku putusin buat percepat pertunangan kita. Oh ya kamu udah terima undangan nya? Cantik kan?," ucap Sechpia.

‎‎"Sayang kau benar-benar pintar dalam urusan seperti ini, aku tak menyesal telah mempercayakannya padamu, tapi apakah ini tidak terlalu cepat sayang," jawab Zhao Lee tersenyum. Sebenarnya ia merasa kesal karena Sechpia memutuskan semaunya sendiri tanpa bertanya pada Zhao Lee terlebih dahulu.

"Kenapa? Apa kamu tidak suka? Atau kamu punya perempuan lain di belakang ku?" pertanyaan bertubi-tubi di lontarkan kepada Zhao Lee.

"Bukan begitu sayang, aku hanya-- ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan dulu," ucap Zhao Lee.

"Apa itu? Apa ini tentang wanita lain?," tanya Sechpia kesal dan curiga.

"No my love, bisnis. All of Bisnis.Trust me" ucap Zhao Lee tegas meyakinkan.

"Ok, I trust you. But, what this," ternyata rasa penasaran Sechpia masih meluap-luap.

''Intinya sesuatu yang penting untuk kita dan masa depan keluarga kita." kata Zhao Lee manis.

Kata-kata Zhao Lee yang manis membuat Sechpia luluh, pipinya merona, hatinya tersentuh, bibir merahnya tersenyum malu-malu. "Ahhh indahnya jatuh cinnta,'' kata Sechpia dalam hati.

‎Satu jam pun berlalu, Sechpia sudah sampai di rumah megah Tuan Zhao Lee. Zhao Lee menyambutnya dengan lembut dan penuh perhatian, matanya tak pernah berpaling melihat Sechpia. Sikap romantis Zhao Lee benar-benar membuat Sechpia jatuh hati mendalam kepada Zhao Lee. Tak terpungkiri karismatik yang terpancar kuat dari Zhao Lee serta kesuksesan yang di raih membuatnya menjadi primadona di kalangan wanita single sosialita kelas atas. Zhao Lee sangat pandai menggunakan topeng. Orang-orang yang tidak tau siapa Zhao Lee sebenernya akan menganggap dia pria yang tampan, mapan, berprestasi, punya high value pokonya semua kesempurnaan melekat ada pada Zhao Lee. Begitu pun dengan Sechpia, mereka adalah pasangan yang serasi. Menurut pendapat orang.

Hanya bersama Layla dan beberapa orang kepercayaan, Zhao Lee benar-benar menjadi dirinya sendiri tanpa menggunakan topeng. Terutama kepada Layla dan paman Chen. Zhao Lee bak serigala berbulu domba di depan Sechpia. Terlalu manis bagi Layla, sampai membuatnya mual.

Zhao Lee menggoda Sechpia sambil mencium tangan Sechpia lembut. Sechpia membalasnya dengan senyum anggun. Ia tampak sedikit salah tingkah di buatnya.

‎‎"Selamat datang, Sechpia. Perjalananmu pasti melelahkan. Mari aku antar ke kamar mu. Aku minta maaf, sungguh minta maaf kedatangan mu sangat amat mendadak jadi aku tidak sempat mempersiapkan semuanya dengan matang. Kumohon jangan marah sayang jangan tinggalkan aku, ok," Zhao Lee berpura-pura khawatir.

‎‎"Ohh tentu tidak, sayang. Ini adalah kejutan, wajar bila kamu tidak siap. Hmhmhm,'' Sechpia tertawa anggun.

"Aktingya sangat bagus dan natural, dia pantas mendapatkan piala Oscar jika profesinya sebagai aktor," gumam Layla dengan sindiran sarkastik. ‎‎

Tanpa di sadari mereka, Layla mendengar semua percakapanya yang terkesan geli, rasanya ia ingin muntah mendengar rayuan Zhao Lee kepada Sechpia. Bukan karena merasa cemburu tapi karena merasa absurd. Apalagi dengan tingkah Zhao Lee yang membuat Layla begidik tidak tahan dengan rayuan Zhao Lee yang aneh. Layla benar-benar ingin muntah mendengar nya.

Layla berpikir apa bagusnya Zhao Lee. Sechpia adalah wanita bodoh yang hanya percaya pada kata-kata pembohong seperti itu. Sechpia di butakan oleh cinta, sehingga ia tak bisa membedakan mana yang tulus mana yang modus.

Saat Zhao Lee dan Sechpia sudah selesai tour rumah. Layla muncul dengan dua koper besar di tangannya. Zhao Lee terkejut dengan apa yang ada di depannya. Raut wajah Zhao Lee berubah tegang, ia merasa sangat takut bahwa Layla tidak akan pernah kembali ke pelukannya. Namun ia masih berakting bahwa Layla bukan siapa-siapa bagi Zhao Lee. Layla hanya wanita jelata yang tak sengaja ia temukan dalam kondisi prihatin saat merantau kesini, lalu Zhao Lee memberi bantuan sementara, Layla di pekerjakan sebagai ART biasa di sana. Begitulah cerita Zhao Lee kepada Sechpia.

Dengan sopan dan senyum ramah Layla memperkenalkan diri kepada calon Nyonya keluarga Zhao yang baru. "Selamat siang Nyonya, perkenalkan nama saya Layla Nurmala. Hari ini saya terakhir bekerja di sini, karena kontrak kerja saya telah usai, jadi saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Saya minta maaf tidak bisa menyambut Nyonya dengan baik. Tapi saya tadi sudah sempat masak hidangan atas perintah Tuan, semoga anda menikmatinya," kata Layla menundukkan kepala.

‎‎"Angkat kepala mu," perintah Sechpia. Kemudian Layla mengangkat kepalanya.

‎‎"Ohh sayang,, aku butuh pelayan. Mau kah kau memperpanjang kontrak kerja pelayan buruk rupa dan lusuh ini?" pinta Sechpia manja pada Zhao Lee.

‎‎"Maaf, Nyonya. Saya tidak bisa memperpanjang kontrak kerja saya. Karena saya ingin merawat orang tua saya yang sakit, tabungan saya juga sudah cukup untuk membuka toko sederhana di sana. Ini semua berkat kebaikan dari Tuan Zhao Lee. Terimakasih, Tuan. Semoga Tuhan membalas kebaikan Tuan dengan kebahagiaan yang melimpah," ucap Layla dengan sedikit drama. Ia seolah-olah menyindir Zhao Lee karena akting payah.

‎‎"Ya sudah lah pergi sana. Kalau kamu di sini lama-lama Rungan ini jadi bau," ucap Sechpia dengan angkuhnya.

‎‎Mendengar Layla di hina, darah Zhao Lee mendidih dengan cepat. Namun ia masih bertahan karena suatu alasan penting.

‎‎"Kalau begitu, saya permisi Tuan, Nyonya. Semoga anda semua selalu sehat dan bahagia," ucap Layla menambahkan bumbu-bumbu drama, lalu Layla pergi dari sana.

Sechpia mencibir Layla di belakang dan di saksikan oleh Zhao Lee, ‎‎"Ya ampun kata-katanya manis seperti permen tapi dia mengatakannya dengan mulut yang bau. Huuhh menjijikan," kata Sechpia dengan angkuhnya.

Setelah Layla ‎‎meninggalkan rumah itu, Zhao Lee dan Sechpia mulai bermesraan di sofa ruang tengah.

‎‎"Sayang, apa semua produk fashion wanita itu kamu siapkan untukku?" Sechpia ingin memastikan dengan sikap manja.

Sechpia duduk dipangkuan Zhao Lee sambil merangkul mesra. Ia sengaja memakai gaun yang cantik agar kekasihnya terpana. Zhao Lee memeluk lembut pinggang kecil Sechpia agar tidak jatuh. Tatapan mata keduanya terlihat intens.

Lima menit kemudian Layla ternyata kembali ke rumah besar Zhao Lee, ponselnya tertinggal di kamar. Ia menyadari saat hendak mengabari Riri dan keluarga di kampung. Layla datang dengan nafas yang terengah-engah karena habis berlari sambil menyeret dua koper besar. Layla terkejut karena mendapati mereka berdua sedang bermesraan di sofa ruang tengah.

Zhao Lee yang menyadari keberadaan Layla, menatap Layla sambil tersenyum licik. Seolah mengatakan, " Lihatlah aku, Layla. Bukankah kau cemburu melihatku bersama wanita lain?''. Zhao Lee malah semakin menjadi-jadi, ia ingin membuktikan sesuatu tapi entah apa itu. Layla tak mengerti.

''Sebaiknya aku tidak menggangu mereka lalu diam-diam mengambil ponselku," pikir Layla. Layla pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara sekecil apapun, ia sangat berhati-hati. Tapi Zhao Lee pura-pura tidak sengaja menangkap basah Layla yang sedang mengintip orang yang sedang berpacaran di ruangan itu.

''Oh Layla, apa ada yang tertinggal?'' Zhao Lee memanggil nama Layla agak lantang.

Layla yang terkejut namanya di sebut jadi merasa canggung sekaligus kesal. "Dasar Zhao Lee sialan,'' Layla mengumpat dalam hati.

Sechpia juga ikut terkejut dan langsung menuduh Layla melanggar privasi orang lain. Cepat-cepat Layla membuat alasan agar tak kena amukan Sechpia.

‎‎"Maaf, ponsel saya ketinggalan. Saya permisi, saya ambil dulu ponsel saya,'' kata Layla canggung. Layla sedikit berlari agar secepatnya ia selesai dari urusan. Sechpia masih membiarkan itu dengan raut wajah masam.

"Saya sudah ambil ponselnya. Terimakasih atas kesempatan yang di berikan dan saya minta maaf, karena telah merusak suasana. Saya pamit undur diri," ucap Layla canggung.

‎Namun Sechpia mencegah Layla pergi dari sana. Ia ingin melampiaskan kekesalan kepada Layla. Sechpia menghampiri Layla dengan langkah yang mantap lalu

menampar pipi Layla, hingga terlihat merah dan bengkak.

Zhao Lee tak heran dengan tingkah Sechpia. Malah bisa di katakan dia menikmati drama yang sedang terjadi sambil tersenyum jahat. Seperti ingin menyampaikan pesan bahwa, ''Lihat Layla, jika aku tak di pihakmu, kau tidak akan pernah baik-baik saja.''

Layla menerima tamparan dan makian tanpa berkomentar, ia hanya menunduk sembari minta maaf. Kemudian Layla cepat-cepat pergi dari sana sebelum suasana makin keruh.

----------------

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!