NovelToon NovelToon
Pernikahan Membawa Luka

Pernikahan Membawa Luka

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:319.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprida Wati Tarigan

Pernikahan yang dikira membawa kebahagiaan, ternyata membawa luka yang teramat dalam pada kehidupannya.

Aisyah, adalah gadis berhijab yang memiliki paras cantik. Bukan hanya cantik, tetapi dia juga memiliki hati yang sangat lembut. Namun, sangat di sayangkan, di suatu malam dia harus mengalami kejadian yang begitu tragis. Sehingga mengakibatkan dia harus kehilangan mahkota yang dia jaga selama ini.

Di malam pertamanya, dia malah mendapatkan caci maki dan hinaan dari sang suami setelah mengetahui hal itu. Bahkan suaminya beesumpah akan membuat hidupnya menderita, karena menganggap Aisyah telah membohonginya.

Akankah Aisyah dapat bertahan dengan pernikahan yang membawa luka dalam kehidupannya? atau dia memilih untuk menyerah, dan menerima sosok Askara Arvinando? pria yang menjajikan kebahagiaan dan juga mengobati luka yang di alaminya.

Yuk ikuti terus kisah mereka.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprida Wati Tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Fitri terus mengengam tangan sahabatnya itu dengan begitu erat. Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya. Dia tidak menyangka jika nasib rumah tangga Aisyah akan strategis itu. Padahal dulu Andre selalu memanjakan sahabatnya itu, bahkan dulu dia sempat iri akan keromantisan mereka. Namun, semua sikap lembut dan juga perhatian Andre langsung hilang di telan bumi setelah mengetahui jika wanita yang selama ini dia jaga telah tidak suci lagi.

Sebagai seorang sahabat, Fitri juga merasakan sakit yang dirasakan sahabatnya itu. Melihat luka memar di wajah wanita itu yang mulai memudar, dia bisa langsung bisa merasakan bagaimana sakit yang sahabatnya itu pendam selama ini. Tidak henti-hentinya dia mengutuk dirinya, karena dia tidak bisa menyadari perubahan sikap sahabatnya setelah menikah dengan Andre.

Hingga akhirnya Fitri tertidur sambil mengenggam tangan sahabatnya itu, dengan posisi menenggelamkan wajahnya di samping tubuh Aisyah. Askara yang melihat itu, hanya bisa terdiam sambil menatap kedua sahabat itu dari dinding kaca. Dia terus berdoa agar Aisyah bisa secepatnya sadar dan mengambil keputusan yang tepat atas apa yang telah terjadi kepalanya.

"Kak! setelah ini apa yang akan kakak lakukan?" tanya Axelle menatap kakaknya itu.

"Kakak akan membantunya. Tapi kakak akan menyembunyikan terlebih dulu. Kakak yakin, pria itu pasti akan mencari keberadaannya," ucap Askara dengan penuh keyakinan.

"Apakah ini tidak terlalu berlebihan, Kak? tidak sepantasnya kakak terlalu ikut campur dengan rumah tangga mereka."

"Bukankah sebagai manusia kita harus saling menolong?" tanya Askara menatap adiknya itu.

"Ia, Kak! Tapi ini."

"Kamu tenanglah! Kakak pasti bisa melewati semuanya. Kakak tidak perduli dengan omongan orang, karena kakak berada di posisi yang benar. Jika dia memperlakukan istrinya dengan baik, kakak tidak mungkin melakukan ini," ucap Askara tersenyum.

"Bryan pasti sudah lelah. Lebih baik kalian pulang saja," ucap Askara melihat keponakannya yang duduk di sampingnya.

"Tidak, Dad! Bryan mau menemani daddy di sini." tolak Bryan dengan tegas.

"Tapi, Sayang!"

"Tidak, Dad! Kalau papa dan mama mau pulang biarkan mereka pulang. Bryan mau disini bersama daddy," ucap Bryan dengan tegas.

"Dia memang putramu," ucap Askara melihat sikap keras kepala adiknya meluncur dengan mulus kepada keponakannya itu.

"Baiklah! Kamu boleh disini. Tapi kamu harus ganti pakaianmu terlebih dahulu. Nanti Om Fahri akan menjemputmu," ucap Askara mengalah. Dia tau bagaimanapun caranya mrmbujuk bocah itu akan sia-sia, karena bocah itu memiliki prinsip yang sangat kuat. Sama seperti Axelle papanya.

"Kalau begitu kami pulang dulu ya, Kak. Nanti aku akan kirimkan pakaian ganti untuk kakak," ucap Alissa berpamitan.

Askara hanya tersenyum, sambil mengacak-acak rambut keponakannya itu. Melihat persetujuan dari sang kakak, Axelle langsung membawa anak dan istrinya untuk keluar dari rumah sakit. Askara hanya terdiam sambil menatap kepergian sang adik, tentu saja dia ikut bahagia melihat kebahagiaan adiknya saat ini. Walaupun dulu mereka memiliki orang tua yang selalu bertengkar, tetapi Axelle berhasil mengubah segalanya. Pernikahannya dengan Alissa memamg membawa begitu banyak perubahan dalam keluarga mereka.

"Maaf, Tuan!" ucap psikolog yang menangani Aisyah tempo lalu.

"Ada apa, Dok?" tanya Askara menatap binggung kehadiran psikolog itu.

"Bisa ikut saya sebentar?"

"Bisa, Dok!" ucap Askara bangkit dari duduknya.

Tidak lupa dia menatap kearah Aisyah terlebih dahulu, setelah itu baru dia melangkahkan kakinya mengikuti dokter itu. Di sepanjang jalan perasaan Askara begitu tidak enak. Dia takut jika terjadi sesuatu yang buruk atas hasil pemeriksaan keadaan Aisyah. Apalagi saat ini Aisyah masih mengalami trauma atas semua kejadian yang dia alami.

"Ya Allah! hanya engkaulah yang maha tau atas semua yang terjadi kepada kami hamba-Mu. Aku yakin semua yang terjadi kepada kami bukan tanpa sebab, pasti ada suatu rencana yang telah engkau siapkan untuk kami. Jika memang ini semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk Aisyah, maka berikanlah kekuatan untuk wanita itu. Karena aku tau! apa yang telah terjadi kepadanya bukanlah sesuatu yang mudah untuk dia lewati. Aku yakin engkau sedang mengujinya untuk mengangkat darjatnya," batin Askara mengingat semua penderitaan Aisyah selama ini.

Sesampainya di dalam ruangannya, Psikolog itu langsung duduk di kursinya lalu mengambil sebuah map yang telah dia siapkan.

"Silahkan duduk, Tuan!" ucap Psikolog itu mempersilahkan.

"Baik, Dok!" ucap Askara tersenyum kecil sambil menatap map yang ada di tangan psikolog itu.

"Coba anda lihat ini. Ini adalah gelombang otak Nyonya Aisyah."

Tanpa banyak berpikir Askara langsung mengambil map itu lalu memeriksanya dengan teliti. Dia melihat isi map itu dengan begitu intens, tetapi urusan membaca gambaran gelombang itu bukanlah keahliannya. Sehingga dia hanya bisa menatap binggung psikolog itu untuk meminta kejelasan.

"Anda lihat gelombang ini! gelombang ini lebih tinggi dari gelombang yang sebelumnya. Ini tandanya jika trauma nyonya semakin parah, Tuan. Saya juga melihat jika nyonya juga sering meneteskan air matanya, padahal dia belum sadarkan diri," jelas psikolog itu.

"Apa dia bisa sembuh, Dok?" hanya itu kata-kata yang ada di pikiran Askara saat ini.

"Mungkin sulit! tapi saya akan memberikan penanganan yang terbaik untuknya."

Deg....

"Mungkin sulit." Kata-kata itu berdengung degang keras di telinga Askara. Sehingga membuat pria itu membuanh napasnya kasar, sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Aku memang bodoh! tidak seharusnya aku mengizinkannya kembali kerumah itu," gumam Askara mencaci kebohongannya sendiri.

"Saya rasa lebih baik kita sembunyikan nyonya dari keramaian terlebih dulu. Agar kita bisa mengontrol kondisinya dengan baik," ucap Psikolog itu.

"Baik, Dok! lakukan yang terbaik untuknya. Aku mohon sembuhkan dia," ucap Askara penuh permohonan.

"Saya akan melakukan yang terbaik, Tuan. Tapi ingat kita hanyalah manusia biasa. Teruslah berdoa untuk kesembuhan nyonya, karena hanya dialah obat penyembuh yang sebenarnya."

"Baik, Dok! Terima kasih," ucap Askara menunduk.

"Tuan jangan menyerah seperti itu. Aku percaya, selain anugrah dari Allah, cinta tuan juga bisa menyembunyikan nyonya," ucap Psikolog itu tersenyum.

"Cinta ini juga anugrah dari Allah, Dok. Karena cintaku kepadanya tulus," ucap Askara tersenyum.

"Nyonya sangat beruntung karena bisa dicintai begitu tulus oleh tuan. Aku yakin, cinta kalian pasti bisa bersatu. Percayalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Walaupun nyonya sekarang telah menjadi istri orang lain, saya yakin Allah telah memiliki rencana lain. Tidak mungkin dia mengirimkan cinta di hati tuan jika tidak ada alasannya," ucap psikolog itu tersenyum.

"Aamiin! semoga Allah memberikan yang terbaik untuk cinta ini," ucap Askara tersenyum lalu bangkit dari duduknya.

Setelah selesai berbicara dengan psikolog itu, Askara kembali ke ruangan Aisyah. Dia menatap wanita itu masih terbaring tidak berdaya di atas bangsalnya. Namun, tiba-tiba dia terkejut ketika melihat Fitri terlihat begitu panik dan memangil dokter.

"Aisyah!"

Bersambung......

1
Citra Aprilona
bikin sakit hati si andre pengin lgsg d bunuh aja...he..he
Nurlaila Hasan
suka cerita ga bnyak drama
Siti Nurbaidah
mantap n bagus cerita ny👍👍💕💖
Zizie Malek
Ronal??????????????????? /Whimper/
Debbie Teguh
duuh sedih amat, kalo gak gara2 aska sm bryan gak tega bacanya huhuhu/Sob/
Debbie Teguh
tdnya gak mau baca ini, judulnya ud sedih bgt, tp pengen tau jodohnya askara, lgpl aisyah ud pacaran brp lama, mau nikah baru ngomong, ya mana sempat, itu namanya menutupi
Femmy Femmy
otak babi😡
Femmy Femmy
biadab seorang suami berprilaku seperti itu😡
Femmy Femmy
astagfirullah Al-adziim 🤦
Femmy Femmy
benih ya Askara
Femmy Femmy
kalau kondisi seperti itu lebih baik pisah saja karena tidak ada kedamaian didalam rumah...karena sang suami tidak mau mendengar penjelasan dari istrinya ...sebenarnya istrimu tidak bersalah hanya korban pemerkosaan dan sampai saat ini istrimu masih trauma dan kamu tidak pernah memahaminya
Uba Muhammad Al-varo
sungguh kejam kau Andre sehingga membuat Aisyah menderita lahir dan batin
Uba Muhammad Al-varo
Luar biasa
Titin Atik
otw adiknya askara🥰
Evy
kembar dong...
Evy
Ternyata Hamil....
Evy
Bisa panjang ini urusan dengan suami nya... tidak hamil saja sudah disiksa apalagi sampai hamil...
Evy
Kalo sampai Aisyah hamil...wah...bisa runyam tuh...
Evy
Cinta satu malam Aisyah mungkin dengan Pamannya Bryan...
Majotiku
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!