Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Alan sudah berada di kantor, dia segera menyelesaikan pertemuannya pagi ini dengan beberapa rekan bisnisnya. Karena Alan tidak ingin masalah tersebut menghalangi bisnis lainnya.
Ting! Ponsel Alan berdering.
"Aku gak bisa pakai CC dari kamu" - Tevy
Alan menghela nafasnya, entah apa yang dibeli Tevy hingga kartu kreditnya sudah menyentuh limit pembelanjaan.
"Kalau begitu berhenti belanja" - Alan
"Aku perlu CC kamu yg lain" - Tevy
"Stop Tevy. Aku sudah sangat sabar selama ini menghadapi kamu, jangan memancing emosiku" - Alan
"Lalu kamu bekerja untuk siapa kalau bukan untuk aku?" - Tevy
"Semua ada batasnya. Kalau mengikuti hobby belanja kamu mungkin aku sudah menjual perusahaanku" - Alan
"Kalau begitu jual saja, aku ingin belanja sebagai ganti karena kamu gak punya waktu" - Tevy
Alan memijat pelipisnya, kemudian meninggalkan ruang meeting dan meminta sekretarisnya dan asistennya untuk menggantikannya.
Sampai diruangannya Alan meletakkan ponselnya dengan kasar, menarik dasinya yang terasa mencekiknya.
Ponsel Alan berdering, nama Tevy muncul di layar ponselnya. Alih-alih menerima telepon dari istrinya, Alan justru menolak telepon tersebut.
Dan tentu saja hal itu memancing emosi Tevy yang sedang berada di store tas. Mau tidak mau Tevy hanya bisa membeli dua tas karena kartu pemberian Alan tidak bisa digunakan untuk membeli tiga tas.
Tevy meninggalkan store tersebut dan menuju ke parkiran lalu segera pulang kerumahnya. Sampai dirumah Tevy mengamuk dan melempar semua barang-barangnya. Tevy merasa jika Alan benar-benar membatasi apapun.
"Oh jadi karena aku sekarang cacat, gak bisa melakukan tugasku sebagai istri, kamu membatasi semuanya, iya?" - Tevy
"Kamu jahat Alan" - Tevy
"Atau karena ada wanita lain makanya kamu bersikap seperti ini sama aku?" - Tevy
Pesan yang dikirim Tevy secara bertubi-tubi itu membuat kemarahan Alan memuncak.
"CC itu bahkan sudah aku upgrade 3 kali mungkin kamu lupa, dan tentang kondisi kamu aku bahkan gak pernah mengeluh, dan setiap kamu kesal kamu selalu membawa topik itu dalam obrolan kita. Cukup Tevy, aku sudah sangat sabar menghadapi kamu, jangan melewati batas sampai kamu menyesal nantinya" - Alan
Tevy yang membaca pesan Alan seketika tangannya bergetar, Tevy begitu ketakutan karena selama beberapa tahun menikah, baru kali ini Alan mengatakn 'jangan sampai menyesal'.
Tevy mencoba menelfon Alan, namun Alan tidak menjawabnya. Tevy menelfon sekretaris Alan, dan dia mengatakan Alan berada diruangannya.
Tevy semakin dibuat bingung, kemudian ia memanggil Intan untuk membantunya mengantar ke kantor Alan.
Sesuai dengan arahan Tevy, Intan segera memberi tahu sopir untuk menyiapkan mobil dan berangkat ke kantor Alan.
Sementara Alan di kantor sudah menyusun rencana untuk melakukan business trip. semua di lakukan secara mendadak, yang mmebuat skretaris Alan sangat panik.
Sekretaris Alan dan Asistennya sudah mengetahui tentang Bella dan pernikahan yang Alan lakukan tanpa sepengetahuan Tevy. Dan tentu saja mereka berpihak kepada Alan, karena Alan adalah bosnya.
Alan meninggalka kantor, dan menuju rumah Bella. Alan tidak memberi tahu Bella sebelumnya karena semua terjadi tiba-tiba.
Ceklek!
Pintu rumah Bella terbuka, Alan masuk kedalam rumah, kemudian pembantu yang sedang melakukan pekerjaan dirumah Bella menyapa kedatangan Alan.
"Dimana Bella?" tanya Alan
"Ada di belakang Pak"
"Terimakasih"
Setelah Alan meninggalkan para pembantu yang bekerja dirumah Bella, mereka mulai bergosip tentang Alan. Karena Alan jarang terlihat dirumah Bella, dan mereka berpikir jika Bella adalah selingkuhan Alan.
"Sayang" panggil Alan
"Loh, kok kamu gak bilang mau datang. Mereka belum selesai"
"It's okay. Kamu packing ya, kita ke luar negeri dan temani aku melakukan business trip"
"Is everything okay?"
"Actually no, but it's okay"
"Okay baby, I will prepare for that"
Bella meninggalkan beberapa bunga yang masih berantakan di meja, kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju kamar untuk bersiap karena ia harus menemani suaminya.
Di teras belakang rumah, Alan menerima pesan dari sekretarisnya jika Tevy berada di kantor.
Setelah selesai dengan barang-barangnya, Bella meminta pembantunya menurunkan koper kemudian Bella mencari keberadaan Alan, dan Bella melihat Alan sedang menelfon seseorang.
"Untung aku gak panggil dia" batinnya
Sambil menelpon, Alan meraih pinggang Bella, kemudian Bella duduk di pangkuannya. telinga Alan mendengarkan seseorang yang menelponnya, namun matanya menatap kecantikan Bella yang berada di hadapannya.
"Siapa yang telepon?" Tanya Bella
"Helia, sekretarisku. Dia bilang Tevy dikantor"
"Kamu gak ke kantor aja?"
"No, aku capek sayang"
"Mau sesuatu? Buah atau jus?" "Thanks sayang. Tapi gak perlu. Kamu sudah packing?"
"Sudah sayang"
"Kita pergi besok pagi, ambil flight paling pagi. Dan hari ini kita menginap di hotel dekat bandara"
"Okey"
Bella meninggalkan rumahnya, ia menggunakan mobil yang berbeda dengan Alan. Namun mobil keduanya saling beriringan menuju ke hotel di dekat bandara.
"Tuh kan, kalau memang suami istri kenapa harus sendiri-sendiri. Pasti ada yang gak beres disini" ucap Siti
"Iya Da, kasihan ya. Padahal Bu Bella cantik, bisa pasti dapatkan yang lajang. Kenapa harus suami orang"
"Dan lihat Da, mana ada foto pernikahan mereka kalau memang mereka suami istri? Normalnya oran sudah menikah, pasti ada foto pernikahannya"