Aera, gadis 20 tahun yang memiliki hobi belanja, jalan-jalan dan menghabiskan uang orangtuanya. Memiliki cita-cita menjadi istri orang kaya!
Karena suatu alasan orangtua Aera meminta Aera untuk menikah dengan Mike, seorang pengusaha kaya raya bergelimang harta!
Demi mewujudkan cita-citanya sebagai istri orang kaya, Aera pun menyetujui permintaan orangtuanya! Tanpa pernah Aera ketahui bahwa Mike sangat tidak menyukai kehadirannya sebagai serangga kecil pengganggu yang akan menyusahkan hidup Mike saja!
Akankah Aera menyesal setelah mengetahui sifat asli Mike?
Atau malah bertahan demi mewujudkan cita-citanya sebagai istri orang kaya?!
Atau akankah Mike merubah pandangannya terhadap Aera dan mau menerima kehadiran Aera dalam hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Villa
...Pulau L...
Seorang sopir yang ditugaskan untuk menjemput Aera dan Mike di bandara sudah menunggu sejak tadi, Mike berjalan mendekati mobil hitam yang terparkir tak jauh dari tempat mereka, sementara Aera berjalan di belakangnya, gadis itu masih tampak semangat meski sudah menempuh perjalanan yang cukup membosankan bagi Mike.
"Mau makan siang di Villa atau di luar?" tanya Mike pada Aera yang sibuk mengabadikan momen liburannya.
"Emm, di Villa aja!"
Sesuai permintaan, mobil pun langsung melaju menuju Villa, butuh waktu sekitar satu jam setengah dari bandara. Bisa lebih cepat jika jalanan tidak ramai.
"Daddy?"
"Hmm."
"Boleh pinjem tangannya?"
"Untuk?"
"Sini, pinjem sebentar!"
Aera meraih tangan Mike, meminta pria itu untuk membuka tangannya lebar-lebar, lalu jemari Aera masuk ke dalam setiap celah jemari Mike, gadis itu menggenggam tangan kekar Mike, terasa begitu hangat. Mike ikut merapatkan jemari saat handphone Aera terarah kepada tautan tangan mereka.
Setelah mengambil beberapa foto dan mendapatkan foto yang sesuai dengan keinginannya, Aera pun mulai melepaskan genggamannya pada tangan Mike. Pria itu tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, tatapannya fokus pada handphone di tangan kanannya.
Aera tak terlalu mengambil pusing akan hal itu, ia sudah mulai terbiasa dengan sikap cuek Mike. Terserah dia mau bersikap seperti apa, Aera ngikut aja. Mau cuek, silahkan, mau ngajak perang juga ayok.
"Vacation with My Husband." Tulis Aera pada story Instagram-nya, Aera mengunggah foto tangan mereka yang saling menggenggam layaknya pasangan suami-istri pada umumnya, pada foto selanjutnya Aera juga mengunggah foto yang ia ambil saat di bandara, terpampang jelas nama bandara di sana.
"Lumayan buat bahan panas-panasin orang!" Aera cekikikan sendiri, pasti sekarang akun Instagram-nya sedang dipantau banyak orang, terutama orang-orang yang kurang kerjaan, yang rela menghabiskan waktunya untuk mengurus kehidupan orang lain, daripada mulai memperbaiki kehidupannya sendiri!
Karena perjalanan yang cukup panjang dan sedikit menguras tenaga, Aera yang tadinya semangat pun mulai kelelahan, alhasil ia ketiduran dengan kepala bersandar pada jendela mobil.
Mike melirik sekilas, lalu bergeser mendekati Aera, tangan kanannya masih memegang handphone, ada beberapa hal yang harus ia kerjakan dan tangan kirinya mulai menyentuh pelan kepala Aera, hingga kepala gadis itu jatuh di bahunya.
"Pak, pelan-pelan saja!"
"Baik, Tuan."
**********
Setelah melewati beberapa kawasan pantai dan dataran tinggi yang memanjakan mata, mobil mereka pun mulai memasuki sebuah Villa yang terletak di dataran tinggi. Dari Villa Mike bisa melihat dengan jelas hamparan laut yang luas di bawah sana.
"Koala? Bangun!"
Mike menggerakkan bahunya cukup keras, bertujuan membangunkan Aera yang masih tidur dengan pulas.
"Dia tidur atau simulasi meninggal?" Mike mengcopy ucapan Aera. Ya, saat di hotel Mike sebenernya sudah bangun, tapi masih malas untuk membuka mata. Jadi dia bisa mendengar jelas setiap ocehan Aera.
"Koala!"
"Bangun!"
"Hei!"
"Bangun!"
"Eem," Aera merenggangkan tubuhnya, perlahan gadis itu mulai membuka mata. Silau, Aera pun menutupi matanya menggunakan tangan kanan. "Kita di mana?"
"Udah sampai surga!"
"Hah?" Aera menoleh ke kanan dan kiri, dari balik jendela mobil Aera bisa melihat bangun Villa yang berdiri kokoh, buru-buru gadis itu merapikan rambutnya, membuka pintu mobil dan tidak sabar ingin cepat-cepat memasuki area Villa.
"Benar-benar, Penyu!" gumam Mike, pria itu mengambil tas dan handphone Aera yang ketinggalan di dalam mobil, sementara sopir tadi membantu membawakan koper mereka.
Sedangkan gadis yang diberikan julukan Penyu itu sudah berlarian ke sana kemari, sibuk mengambil foto sana-sini.
"Selamat menikmati bulan madu Anda, Tuan. Kalau begitu saya undur diri, kalau ada apa-apa, Anda bisa menghubungi saya."
"Baik, terimakasih atas kerjasamanya."
Sopir tadi menyerahkan kunci mobil pada Mike, dia adalah orang yang ditugaskan oleh Papa Arga untuk merawat dan menjaga Villa, bahkan dia jugalah yang akan mempersiapkan segala kebutuhan Mike dan Aera selama mereka berada di sana.
"Hei, sampai kapan kamu di sana!" teriak Mike pada Aera yang masih asyik berdiri di tengah teriknya matahari.
"Sebentar!"
Aera mengarahkan kameranya sekali lagi pada hamparan laut yang terlihat begitu damai, dengan ombak kecilnya yang terlihat tenang.
"Tunggu!"
Gadis itu berlari mendekati Villa, saat hendak masuk, Mike ternyata sudah mengunci pintu Villa dari dalam.
"Bukaaaa! Daddy! Bukain, woiii!!!"
Aera menggedor pintu cukup keras membuat Mike sampai harus menutup telinga. Alhasil Mike lah yang kalah karena tidak kuat mendengar suara teriakan dan gedoran pintu Aera.
"Awas ya, Aera bales nanti!" kesal Aera setelah Mike membuka pintu untuknya. Gadis itu melangkah masuk, melewati tubuh Mike dengan sedikit memberikan senggolan pada bahunya.
"Dasar bocah stress!"
"Daddy yang stress!" teriak Aera yang masih bisa mendengar ucapan Mike.
Ting.
Satu notifikasi masuk di handphone Aera yang masih berada di tangan Mike, membuat Mike reflek melihatnya.
@baraalvr11 membalas cerita Anda : Wah, wah, ada yang lagi liburan nih, have fun ya.
"Cih, pria ini lagi!" gumam Mike sambil mematikan layar handphone Aera. Pria itu melangkah menuju kamar sambil menyeret koper mereka, "Benar-benar nyusahin ya, bocah itu!"
berhamburan istilah benda2 yg jatuh berserakan