Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjalan lancar
Setelah berhasil mengusir pria yang sangat dibenci, Floe kembali ke dalam rumah dan tentu saja ia mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya yang masih menunggu di ruang tamu.
Namun, ia tidak ingin memperdulikan pertanyaan saat sang ibu menginterupsinya agar menjelaskan tentang Erland. "Dia adalah pacar teman Floe, Ma. Dia selalu minta tolong padaku dulu saat masih pedekate. Jadi, menganggapku sebagai adik perempuan."
"Aku tidak ingin ada kesalahpahaman saat ia datang ke sini untuk mengucapkan selamat atas pernikahan. Padahal sudah kubilang jangan datang karena ini hanya bersifat private, tapi malah tetap nongol. Tapi sekarang dia sudah kuusir dan tidak membuka rahasia pernikahanku." Kemudian ia langsung menaiki anak tangga tanpa menunggu tanggapan dari orang tuanya.
Dengan alasan akan terlambat siap jika tidak melanjutkan riasan, sehingga bisa menghindari pertanyaan orang tuanya. Begitu tiba di kamar, ia langsung menyuruh dua wanita yang meriasnya itu menyelesaikan tugas.
"Baik, Nona," ucap seorang wanita yang saat ini bergerak untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sementara wanita satu lagi menyiapkan apa saja yang dibutuhkan. Hingga ia pun mengingat sesuatu ketika wanita itu tadi keluar. "Nona, tadi ada yang menelpon, tapi saya tidak berani mengangkat."
Floe yang saat ini sama sekali tidak berniat untuk mengecek siapakah yang menghubungi karena menurutnya, pernikahan jauh lebih penting untuk menutupi kehamilannya yang menimbulkan aib bagi keluarga besarnya.
"Nanti saja aku cek. Lanjutkan saja karena sebentar lagi acara akan dimulai." Floe tidak ingin terlihat pucat dan jelek di hari pernikahannya karena itu hanya akan membuatnya makin malu di depan beberapa keluarga dekat.
Jadi, ingin tampil cantik dan tidak diejek oleh pihak keluarga dekat. Hingga ia pun kini melihat jam dinding dan acara dijadwalkan satu jam lagi.
Setengah jam telah berlalu dan kini Floe sudah terlihat cantik dibalut oleh kebaya modern berwarna putih. Dulu ia sudah melakukan fitting gaun pengantin, tapi rusak gara-gara ia ditarik oleh Erland untuk ikut ke dalam mobil dan juga kehujanan saat putus asa.
Sebenarnya bisa diperbaiki, tapi ia memilih untuk membuangnya karena merasa jijik. Gaun itu mengingatkannya pada Erland dan membuatnya memilih untuk membuangnya setelah membayar.
Kini, ia menatap penampilannya di depan cermin dan membuatnya merasa sangat cantik setelah dirias. Meskipun sebenarnya tidak suka dengan riasan tebal, tapi hari ini wajahnya terlihat cantik dan tidak pucat.
"Terima kasih karena telah merubahku menjadi mempelai wanita yang sangat cantik." Floe tersenyum pada dua wanita yang terlihat berkemas itu.
Ia pun mengambil dompet dan memberikan uang sebagai bonus darinya langsung. Sementara yang membiayai semuanya adalah sang ibu.
"Terima kasih, Nona Floe. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah dan bahagia hingga kakek nenek," ucap dua wanita itu secara bersamaan.
"Kami undur diri dulu, Nona. Semoga lancar acaranya." Membungkuk hormat sebelum berlalu pergi.
"Terima kasih," sahut Floe yang melambaikan tangan dan melihat dua wanita itu keluar dari ruangan kamarnya. Saat ia hendak memeriksa ponselnya, mendengar suara sang ibu yang baru saja masuk.
"Sayang, kamu cantik sekali. Oh ya, Bagas sudah datang. Penghulu juga sudah berangkat dan mungkin sebentar lagi tiba. Ayo, kita ke bawah sekarang karena acara sebentar lagi dimulai," ujar sang ibu yang kini tersenyum bahagia melihat putrinya sangat cantik mengenakan kebaya.
"Iya, Mom. Kita turun sekarang." Floe kini berjalan menuju ke arah pintu keluar bersama sang ibu dan berharap acara hari ini berjalan lancar.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗