NovelToon NovelToon
Labuhan Cinta

Labuhan Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:83.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenita wati

Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca

Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?

Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.

Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dihujat

"Dean, bukankah ini akun istrimu?" tanya Satria sambil memperlihatkan postingan story milik Resya.

Dean yang melihat foto rumah sakit pun tertegun. Dia pun segera mengecek ponselnya dan terkejut karena banyak sekali panggilan dan pesan dari Resya. Sialnya, ponselnya dalam keadaan silent dan tidak bergetar sehingga dia tidak tahu jika sejak tadi ponselnya terus berbunyi.

Dia membuka pesan Resya dan ada beberapa pesan yang masuk dengan berbagai kalimat berbeda.

[Dean, kau pulang jam berapa? Mike demam.]

[Angkat teleponku sebentar.]

[Antar kami ke rumah sakit.]

[Dean, aku dan Mike sudah di rumah sakit.]

[Kau dimana?]

[Apa susahnya melihat ponselmu sebentar?]

[Sudahlah, lupakan saja. Bersenang-senanglah di luar.]

"Aku sama sekali tidak tahu jika istriku menelepon sejak tadi."

"Apa kau tidak memberitahunya jika kita akan mengadakan meeting dan makan malam?"

"Aku hanya memberitahunya bahwa aku akan pulang malam."

"Astaga, Dean, kasihan sekali dia harus membawa anak kalian sendiri ke rumah sakit," imbuh temannya yang lain.

"Kau jangan tidak peduli seperti itu pada istrimu. Kau kan bisa membatalkan meeting ini. Kami tidak keberatan jika kau lebih memihak keluargamu."

"Dean, jangan jadikan pekerjaan sebagai penghalang kedekatanmu dengan keluarga."

"Pasti saat ini istrimu sangat khawatir. Bagaimana kau bisa membiarkannya ke rumah sakit sendirian?"

"Ya ampun, Dean, kalau aku jadi kau, pasti aku akan malu jika istriku memposting hal ini. Astaga, kau kenapa jadi begini, Dean?"

"Jangan pernah mengabaikan istri demi pekerjaan, Dean. Jangan jadi laki-laki payah."

"Jadilah ayah dan suami yang baik, jangan mengabaikan keluarga seperti ini."

"Sudahlah, kalian jangan banyak bicara. Sekarang sebaiknya kau pergi saja ke rumah sakit." Satria menepuk punggung Dean.

"Maaf, aku harus pergi." Dean pun langsung bergegas untuk pergi ke rumah sakit. Beberapa kali dia menelepon Resya, namun panggilannya tak juga diangkat. Membuatnya semakin gusar keadaan anak satu-satunya mereka.

Sedangkan Resya yang sedang menunggu di sofa ruangan Mike memilih untuk mengabaikan ponselnya dan melihat buku-buku kesehatan yang ada di atas meja. Sesekali dia memperhatikan Mike jika sewaktu-waktu anak itu bergerak karena tidurnya yang kurang nyaman.

Hingga lima belas menit kemudian, Dean pun sudah sampai di rumah sakit itu. Dia segera pergi ke ruangan yang sudah diberitahu oleh resepsionis sebelumnya. Postingan Resya membuatnya mengetahui di mana rumah sakit itu berada. Jadi, meski Resya tidak mengangkat teleponnya, dia tetap bisa melacak keberadaan rumah sakit itu.

"Mike! Mike!" Dean yang baru saja masuk ke ruangan itu pun langsung menghampiri ranjang pasien dan melihat keadaan Mike. Dia menyentuh kening dan dada Mike. Sudah tidak panas, bahkan sudah keluar keringat dan tidur nyenyak disertai dengkuran halus.

Dean pun bisa menghembuskan nafas lega karena anaknya baik-baik saja.

"Jangan khawatir, Mike dijaga oleh ibu yang peduli padanya," ucap Resya tanpa menoleh. Tangannya masih membolak-balik buku kesehatan itu seakan merasa sibuk dengan kegiatan itu.

Dean pun segera menghampiri Resya dan duduk di sebelahnya. Dia melihat ponsel yang tergeletak di atas meja. Jelas sekali Resya tahu saat tadi dia menelpon berulang kali.

"Apa kau sengaja tidak mengangkat teleponku?" tanya Dean dengan tatapan serius.

"Aku tidak melihat ponselku berkedip, maaf."

Dean menghembuskan nafas panjangnya. "Tadi ponselku tersilent. Entahlah, biasanya aku mengaktifkan mode getar. Tapi, ternyata mode getar itu tidak aktif sehingga aku tidak tahu jika kau menelponku berulang kali."

"Hmmm, aku tahu. Kau sibuk, aku bisa mengerti itu. Makan malam bersama rekan bisnis adalah hal yang sangat penting, bukan?" Masih tidak menoleh ke arah Dean.

"Lihat aku ketika bicara, Resya."

"Pembicaraan itu didengar, bukan dilihat."

"Kau marah padaku?"

"Tidak, aku tidak marah padamu. Kau kan sedang bekerja keras untukku dan Mike."

"Kenapa kau memposting keadaan Mike di media sosial? Rekan bisnisku berpikir bahwa aku tidak peduli pada keluargaku sendiri. Padahal, aku sama sekali tidak tahu jika Mike sakit," ucap Dean sambil mengusap dahinya.

"Jadi, itu yang membuatmu langsung kesini? Pemikiran mereka dan rasa takutmu dengan tanggapan mereka yang menarik langkahmu kemari?" Resya menyunggingkan senyumannya. Terlihat bahwa dia tertawa dengan pemikiran Dean yang sangat menjengkelkan itu.

"Tidak, tentu saja aku ke sini karena aku khawatir padanya. Aku hanya bertanya kebiasaan yang tidak pernah kau lakukan. Kau sengaja karena ingin membuat aku malu, ya?"

Tap! Resya menutup buku di tangannya dengan keras sambil menatap lurus ke depan. Beberapa detik kemudian, dia pun melirik ke arah Dean. Menatapnya dengan sinis dan penuh emosi.

"Jadi, kau berpikir bahwa aku berusaha mempermalukan mu? Begitu?" ucap Resya sambil tertawa geli. Namun tak ada tatapan senang. Yang ada hanyalah tatapan penuh kekesalan.

"Kalau bukan karena itu lalu karena apa lagi? Semua rekan bisnisku menganggap aku suami dan ayah yang payah karena tidak peduli pada kalian. Padahal kan aku sama sekali tidak tahu. Ponselku notifikasinya mati."

"Ya sudah, katakan saja pada mereka, mengapa padaku? Memangnya pemikiranku penting? Yang penting itu kan pemikiran dan pendapat orang-orang. Sering-seringlah mendengar komentar orang dan kau akan hidup di bawah aturan orang lain."

"Mengapa kau bisa seperti ini? Kau berusaha melawanku, ya? Benar, kan? Kau sengaja melakukan ini."

Resya menatap hampir tak percaya sambil menggelengkan kepalanya.

"Dean, jujurlah, kau menikahi ku bukan karena cinta, kan?"

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini contoh sdm rendah, orang ga beliin dia barang di katain sombong, bocah gemblung emang, kalo emang mau ya minta aja sm orang tua masing2, kenapa jd minta ke orang lain 👊😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
untung mereka seserver kalo beda kayak gua bakalan bingung habis isya tu jam brp 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hahaha selamat di nikmati ya mokondo nya mbak maudy, cantik2 kok obral sama mokondo lagi bujan rugi lagi tp sial 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua kalo jd almida udah rekam adegan mantap2 nya trus sebarin di sekolah biar malu wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
idih mulut ibuk2 yg habis makan seblak level 100, pedes amat omongannya 🌶️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Olivia ni kayak perempuan korban KDRT dah
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ish si tolol 😌😤😮‍💨
Dessy Widya Dellyar
mampir
Yuli maelany
makasih kak d kisah ini banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil,dan emang setiap karya mu selalu menyelipkan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari yang nyata....


dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
Yuli maelany
andai para perempuan lemah itu sempat d bantu dan d sadarkan kalo bunuh diri bukan akhir dari penderitaan nya,sangat sedih juga miris sekarang ini banyak sekali perempuan lemah d sana yang memilih bunuh diri sebagai penyelesaian masalahnya 🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Yuli maelany
yaa paling entar Roy kena penyakit , biarin ajalah hasil dari pekerjaan yang hanya membutuhkan kesenangan dunia demi uang dan harta dunia.....
Yuli maelany
itulah manusia serakah tapi malas taunya menipu dengan bermodalkan mulut manis yang mengandung racun...


sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
Yuli maelany
nah kan,baru sadar sekarang kalo yang kamu ambil bahkan rebut itu seongok benalu parasit yang tak berguna dan malah membuat penyakit.....
Yuli maelany
hah syukurlah....😔andai d kehidupan nyata pun semudah ini untuk mengungkap kasus dan membebaskan orang yang benar benar tak bersalah...
Yuli maelany
ternyata Syam sangat sibuk dan banting tulang karena untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup istri juga anaknya,dan lyra juga foya foya hanya untuk menuruti perintah kakaknya......
Yuli maelany
aku jadi ingin tau kenapa tuh Tante bisa jadi janda,dan sejak kapan....
Yuli maelany
aku juga sependapat sama kamu Al,gak ada angin gak ada hujan Tante mu seolah orang yang patah hati dan cinta diam diam yang tak terbalaskan....


orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
Yuli maelany
iyalah Maudy hanya akan memberikan ide dan nasehat yang akan selalu menguntungkan dirinya....
Yuli maelany
bener Roy sangat .... sangat....sangat.... SETIA ( Setiap Ingin Ada) 🙄dan bodoh nya Maudy percaya ucapan manis racunnya si Roy itu ...
Putry Arnindya
Alhamdulillah tamat kak.
tolong shiren dilanjutkan lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!