Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26 kegagalan pengiriman
Senja di rumah besar keluarga Lee,
Rumah besar itu terasa sepi dan sunyi, tak ada gelak tawa anak kecil atau pun riuh canda penghuninya.
Hanya terlihat hilir mudik orang orang yang bekerja di rumah itu.
Mereka nampak sibuk dengan kesibukan mereka sendiri sendiri.
Di dalam kamarnya,
Shahnaz duduk dengan raut wajah tegang menatap layar televisi di hadapannya.
Berita tentang berhasil di gagalkannya pengiriman barang barang terlarang yang nyatanya adalah miliknya di beberapa tempat sedang beredar ramai di televisi.
Kepala polisi muda yang tentu sangat ia kenal adalah otak di balik gagalnya semua pengiriman barang barang itu.
" Erick...." desis Shahnaz pelan nyaris tak terdengar.
Apa yang ia khawatirkan akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.
Anaknya sendiri menjadi penghalang terbesar bisnisnya.
Tok tok tok....
" nyonya....ini saya,
Erea...." terdengar pintu di ketuk dari luar dan kemudian terdengar suara Erea.
" masuk Erea...." jawab Shahnaz dari dalam kamar.
Cklek
Pintu kamar Shahnaz terbuka dan segera menampilkan sosok Erea.
Wanita muda kepercayaan Shahnaz.
Wajah Erea nampak sedikit mendung, dengan langkah sedikit berat ia mendekat kepada sang majikan.
" nyonya...." ucapnya pelan dengan kepala menunduk, Di hadapannya Shahnaz hanya diam tak bersuara.
Ia seolah sudah paham dengan apa yang akan di sampaikan orang kepercayaannya itu. Tapi ia tetap memilih menunggu Erea menyampaikannya.
" pengiriman kita di gagalkan lagi nyonya,
kali ini kita benar benar rugi banyak nyonya... Tak ada yang bisa kita lakukan untuk bisa mengeluarkan kembali barang kita dari dalam kantor polisi.
Mereka tidak ada yang mau mengambil resiko berurusan dengan kepala polisi mereka yang baru,
setelah penggerebekan yang mereka lakukan berkali kali gagal di operasi mereka sebelumnya,
kini kepala polisi mereka tak banyak melakukan diskusi lebih dulu dengan semua anggotanya " Erea menjelaskan.
" tuan muda.....Erick....sepertinya menyadari adanya orang orangnya yang bekerja untuk kita nyonya.....
Itu sebabnya, pengambilan keputusan tak lagi melibatkan banyak orang anggotanya selain orang orang kepercayaannya " ucap Erea lagi dengan nada berat.
Shahnaz masih terdiam,
Pikirannya melayang kepada sosok putra pertamanya itu.
Erick Harvard Wiratmaja,
Sungguh darah yang mengalir di tubuh sang putra itu memang darah mendiang sang suami.
Jujur, pekerja keras dan sulit untuk di ajak kompromi.
" nyonya...."
" hemmm....."
" sepertinya,
anda juga harus memikirkan....tuan Erick...." sungguh saat menyebut nama Erick, Erea sangat berhari hati sekali.
Ia tahu persisi siapa kepala polisi yang baru itu dan bagaimana kedudukan Erick di hati majikannya itu.
Di bandingkan dengan Steve,
Erick jauh lebih berarti di hati Shahnaz, dan Erea tahu itu.
Mendengar ucapan Erea, Shahnaz masih diam.
" selain nona kecil Gabriel, nyatanya tuan Erick juga menjadi ancaman terbesar untuk nyonya...
tolong jangan salah paham kepadaku nyonya.....
Pikirkanlah itu,
Nona kecil akan menjadi ancaman hanya jika ia tahu ialah pewaris yayasan Lee,
sementara istana bisnis anda di sana....
Jika dia tidak tahu,
Maka kerajaan bisnis nyonya aman.
Sedangkan tuan muda Erick... dia benar benar akan bisa menghancurkan istana nyonya hingga luluh lantak tak bersisa jika nyonya tak cepat cepat menggenggamnya dalam genggaman nyonya.
Menurutku.....
Nyonya harus segera menggenggam mereka berdua dalam genggaman nyonya " ucap Erea lagi.
" membuat mereka berada dalam pengawasan nyonya seutuhnya...." lanjut Erea lagi.
Dan lagi lagi Shahnaz masih terdiam,
Ia tentu juga sudah memikirkan hal itu, tapi bagaimana caranya.
Ia sadar,
Untuk Biel....
rasanya tak mungkin lagi ia menyusun rencana untuk berusaha melakukan pembunuhan kepada anak haram suaminya itu.
Anak itu sudah dewasa, ia bisa lihat jika Biel tak lagi menjadi wanita biasa.
Sangat jelas terlihat jika gadis itu telah turut membekali dirinya dengan kemampuan bela diri.
Sementara Erick....
anak itu apalagi,
Sejak kecil, ia seakan sudah kehilangan kendali atas putranya itu.
Apalagi setelah ia menikah dan tinggal di dalam lingkungan keluarga Lee.
Ia benar benar tak mampu lagi menjangkau sang putra.
" bagaimana dengan anak baru itu ?! Aku dengar dia tak pernah gagal mengirim barang kita " ucapnya kemudian kala ia teringat dengan orang sewaan barunya.
" benar nyonya,
terakhir dia berhasil mengirim barang seberat 15 kg ke dalam kapal di dermaga " jawab Erea.
" kalau begitu kenapa kita tidak pakai saja dia untuk pengiriman kita yang lebih besar lagi "
" dia tidak mau melakukan pengiriman lebih dari 15 kg nyonya "
" katakan padanya kita akan membayarnya sepuluh kali lipat "
" sudah nyonya,
kita sudah melakukan penawaran itu, tapi dia tetap menolaknya "
Jawaban Erea sukses membuat Shahnaz menoleh menatapnya.
" sombong sekali dia....
memangnya siapa dia sehingga dia bisa sesombong itu " sindir Shahnaz dengan raut wajah yang sudah berubah pias.
" maaf nyonya,
kita juga belum bisa mengetahui siapa sebenarnya dia.
Kita sudah berusaha menyelidikinya melalui rekeningnya,
Tapi nyatanya dia sudah lebih dulu memindahkan rekeningnya ke rekening bank lainnya dengan nama yang sulit kita lacak.
Tapi jika nyonya mau, kita bisa menyewa seseorang untuk mendapatkan informasi tentangnya " jawab Erea
" cihh....
tidak perlu,
dia tidak sepenting itu hingga aku harus menyewa orang hanya untuk mengetahui siapa sebenarnya dia.
Aku yakin dia hanya anak jalanan miskin dan kotor juga terlantar....
menjijikkan..... " jawab Shahnaz dengan angkuhnya.
Di tempatnya,
Erea menatap tak berkedip sosok majikannya itu dengan tatapan yang entah dan tanpa suara.
Di matanya....
sejak dulu,
Sejak ia bertemu dan akhirnya bekerja dengan Shahnaz sepuluh tahun yang lalu, ia tak pernah melihat kelembutan sedikitpun dari wanita itu.
Hanya ada ambisi dan ambisi, sosok wanita tegas yang keras kepala dan tak mau mengalah kepada siapapun meski itu kepada putranya sendiri.
Yakni Steve.....
seolah hatinya pernah terluka begitu dalam karena sebuah penghinaan.
Dan saat ini,
Ia seakan ingin menunjukkan jika dirinya baik baik saja dan tak membutuhkan siapapun.