Patah hati karena kekasihnya menikah dengan pria lain, membuat Sadam si anak broken home, menjadi sangat terpuruk. Luka itu akhirnya membuat Sadam kembali menjadi ketua geng motor berandalan dan selalu membuat onar sampai terlibat kriminal. Hidup Sadam semakin berantakan!
Hingga suatu hari Sadam di keroyok beberapa orang dari geng motor. Sadam terluka parah lalu dibuang ke sungai. Namun, siapa sangka luka parah dan hanyut ke sungai malah membawanya pada kisah yang baru.
Marwah Aisha, wanita yang menyelamatkannya dari sungai. Gadis baik yang memberikannya warna baru dalam hidup Sadam. Disaat cinta mulai hadir diantara keduanya, Evita datang kembali dan mengatakan ingin bersama dengan Sadam.
Siapakah yang akan dipilih Sadam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Aisha dibawa ke rumah sakit
Aisha yang jatuh pingsan secara tiba-tiba, membuat pak Asep mengurungkan niatnya kembali ke desa bersama kedua anaknya. Dan Aisha dibawa kembali ke dalam rumah keluarga Sadam.
Di sana Aisha dibaringkan di atas ranjang kamar tamu yang semalam ditempatinya. Semua orang di sana melihat Aisha dengan cemas, wajah gadis itu pucat, terlihat jelas di bibirnya yang berwarna putih. Sadam sendiri, menatap Aisha dengan penuh rasa bersalah dan mata yang sendu.
'Sadam sangat mencemaskan Aisha, apa dia menyukai Aisha?' tanya Arina dalam hatinya.
Terlihat seorang dokter keluarga Moreno baru saja datang dan ia langkah memeriksa kondisi Aisha. Dia datang setelah Bu Rianti menelponnya.
Setelah selesai memeriksa kondisi Aisha dengan stetoskop dan mengecek denyut nadinya dokter terlihat cemas dan keningnya berkerut.
"Dokter, bagaimana keadaan anak saya?" tanya Pak Asep cemas, begitu pula dengan Riki yang berdiri disamping bapaknya.
"Saya sarankan agar anak bapak melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit. Saya rasa ada luka dalam yang membuat anak bapak tidak sadarkan diri dan demam tinggi seperti ini. Mungkinkah dia pernah terbentur atau jatuh, barangkali?" tanya dokter itu kepada pak Asep.
"Teteh saya dipukul pake besi sama orang jahat kemarin, dok." Sahut Riki menjawab.
Sadam, ibu, ayah tiri dan neneknya tercengang mendengar jawaban dari Riki. Rasa bersalah semakin membuat Sadam sedih. Jadi Tristan memukulnya? Sadam mendengus kesal. Dia jadi kesal lagi pada Tristan.
"Astagfirullahaladzim," pak Asep mengelus dadanya cemas.
"Ya udah, kita bawa Aisha ke rumah sakit sekarang!" saran Bu Rianti yang mendapatkan jawaban anggukan kepala dari Pak Asep.
Padahal tadi pak Asep selalu menolak pertolongan dari Bu Rianti, tapi untuk kali ini demi Aisha. Pak Asep setuju untuk membawa Aisha ke rumah sakit demi pemeriksaan lebih lanjut, ia takut putri kesayangannya kenapa-napa. Sadam tadinya ingin ikut ke rumah sakit, dilarang oleh ibu dan Omanya, Sadam juga harus banyak beristirahat untuk memulihkan kondisinya.
Sampai di rumah sakit, Aisha yang masih belum sadarkan diri. Berada di ruangan dengan fasilitas VVIP dan Arina yang membiayai semuanya. Meski pak Asep sudah menolak mentah-mentah, namun Arina tetap bersikeras membayarnya. Dan mau tak mau, pak Asep menerima kebaikan Arina.
"Terimakasih atas pertolongan ibu kepada putri saya," ucap pak Asep.
"Tolong jangan berterimakasih kepada saya pak. Ini semua terjadi karena anak saya, anak bapak jadi celaka! Justru saya yang mohon maaf dengan sangat," Arina meminta maaf pada pak Asep dengan sangat. Karena semua yang menimpa Aisha berkaitan dengan putranya.
Pak Asep juga tidak dapat bicara apa-apa, memang benar ini kesalahan Sadam. Andai saja Sadam tidak dekat dengan Aisha, orang-orang itu tidak akan menculik dan mencelakainya.
"Ki, bapak mau pulang dulu ke rumah ambil baju-baju teteh kamu. Kayaknya teteh kamu bakal lama disini. Kamu jagain teteh kamu disini ya? Jangan kemana-mana!" peringat pak Asep kepada putranya. Lantaran dia harus pulang dulu ke kampung untuk mengepak baju Aisha, sekalian mengecek keadaan rumah yang ditinggalkan masih salam keadaan rusak. Dengan jendela yang pecah dan beberapa perabotan yang belum di bereskan.
"Iya pak, bapak hati-hati di jalan ya!"
Lepas mengucapkan salam, Pak Asep pergi meninggalkan rumah sakit dengan bermaksud pergi ke kampung untuk mengambil barang-barang Aisha. Jarak dari kota ke kampung adalah 1 jam.
Saat menjaga Aisha, tiba-tiba saja Riki sakit perut. Ia pun meninggalkan Aisha pergi ke kamar mandi terlebih dahulu. Tanpa Riki ketahui, seorang pria masuk ke dalam ruangan Aisha. Pria itu memaki baju pasien.
"Maafin gue, ini semua gara-gara gue." Pria itu menatap Aisha dengan penuh rasa bersalah dan sesal dihatinya. Sesal, kenapa si harus melibatkan Aisha dengan perseteruannya dan Sadam.
...****...
KYKNYA DEVAN GK TAU NI KLO EVI MNTAN NYA SADAM
LO SAMA SAJA DGN EVITA YG HIANATI SADAM.. LO HNY MNGTINGKN KBAHAGIAAN SENDIRI DRIPADA KBAHAGIAAN ANAK..