Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Naufal dan ketiga teman Dirga pergi kesebuah tempat makan..
Mereka sengaja membiarkan Asha dan Dirga berduaan disana
" Lo sama Asha murni cuma sahabat? Nggak ada yang lain ? " tanya Reza dan Naufal tersenyum
" Murni sahabat " jawab Naufal
" Tapi aneh masa lo ga naksir sama Asha sih ? Gue aja nih cowok normal kalau ga inget sama Dirga udah deketin Asha " jawab Reza kembali dan Bayu mengangguk
" Sama gue juga " timpal Bayu
Naufal tersenyum sebelum menjawab
" Karena gue tau, isi hati Dirga itu cuma Asha "
Bayu dan Reza mengangguk
" Lo pasti tau kan kemana Asha pergi selama tujuh tahun ini ? Pasti Asha udah cerita semuanya kan ? " tanya Reza
" Coba dong kasih tau kita, kita janji nggak akan kasih tau Dirga "
Naufal melirik ke arah Kevin yang sejak tadi hanya diam
" Kenapa kalian nggak nanya ke Dokter Kevin ? " ucap Naufal
Bayu dan Reza menoleh bersamaan ke arah Kevin
" Kevin? " panggil Reza
Kevin menghela nafasnya kasar
" Hmm gue tau semuanya " ucap Kevin
...
Dirga mendekatkan dirinya lebih dekat dengan Asha..
Sedangkan perempuan itu masih menundukkan kepalanya, enggan menatap Dirga
" Asha Prameswari, jawab aku Sha "
Asha tau persis nada suara itu..
" Nggak ada yang harus aku jelasin Dir, sorry Pak Dirga "
Dirga tersenyum pahit
" Kamu masih cinta sama aku, Asha ? "
Deg..!!
Pertanyaan itu membuat dada Asha terasa sesak
" Jawab Sha, jangan diam "
Masih dengan kepala yang menunduk, Asha menggeleng pelan
" Nggak "
" Aku udah nggak ada rasa apapun sama kamu "
" Yakin ? "
" Yakin "
Dirga menghela nafasnya Panjang
" Angkat kepala kamu, tatap mata aku "
" Bilang kalau kamu udah nggak ada rasa sama aku "
Asha masih diam..
" Kenapa ? Nggak berani ? "
Dengan ragu Asha mengangkat wajahnya dan menatap Dirga
" Aku.. Aku udah nggak ada rasa sama kamu "
Dirga tersenyum pahit
Ia memperhatikan Asha yang meremas ujung bajunya
Dirga masih hafal kebiasaan itu, kebiasaan saat Asha berbohong
" Lain kali kalau mau bohong yang pinter " ucap Dirga yang kemudian berjalan meninggalkan Asha
Asha langsung mengejar langkah Dirga
" Bohong apa ? "
" Nggak "
" Dirga .. Eh Pak Dirga "
Dirga tersenyum saat Asha yang mengejar langkahnya
...
Kevin menghela nafasnya panjang..
Reza dan Bayu saling menatap tak percaya..
" Kalau lo tau, kenapa lo nggak pernah cerita ke kita ataupun Dirga Vin ? "
Ucap Reza
" Karena gue nggak punya hak buat jelasin ini, sama seperti Naufal"
Bayu menatap Naufal
" Dirga itu bertahun-tahun marah dan benci sama Asha, Fal "
Naufal mengangguk kecil
" Gue tau, tapi menghargai keputusan Asha "
" Gue juga nggak nyangka kalau mereka akan kembali bertemu lagi "
Kevin ikut menambahkan
" Kalau Dirga denger dari mulut gue ataupun Naufal, itu bikin Asha semakin buruk "
" Biar Asha yang jelasin semuanya ke Dirga "
" Yang penting kalian udah tau ceritanya "
Bayu menyandarkan punggungnya ke kursi
" Berarti mereka sama sama hancur selama ini "
" Bukan cuma Dirga, tapi justru Asha yang lebih hancur "
Ucap Bayu dan Naufal mengangguk sambil tersenyum
Ditengah ketegangan keempat orang itu..
Dirga dan Asha berhasil menemukan mereka ..
Langsung saja Dirga dan Asha menghampiri mereka
" Bagus ya lo semua, sahabat macam apa kayak gini " ucap Dirga
Ketiga temannya pun langsung bangun dari kursinya
" Ide Bayu "
" Ide Reza "
Ucap keduanya saling menunjuk
" Fal, ayo " ucap Asha mengajak Naufal pergi
" Loh kalian mau kemana ? " tanya Kevin saat Naufal bangun dari kursinya
" Mau ke Mall, gue ada manggung disana " jelas Naufal
" Lo anak band ? " tanya Bayu
" Band kecil belum terkenal, cuma karena weekend biasanya emang suka main aja. "
" Kita ikut aja, gimana Dir ? " ucap Reza
" Ngapain? Kayak ga ada kerjaan aja " jawab Dirga
" Ya kita sih emang nggak ada kerjaan, tapi kalau lo nggak mau ikut yaudah " jawab Reza
" Yaudah gue ikut, mau pulang naik apa gue " jawab Dirga
" Yaudah gue sama Asha jalan duluan ya "
" Tunggu " ucap Dirga dengan cepat
" Kenapa Pak Dirga ? "
" Biar Bayu aja yang sama Naufal, kamu ikut mobil buat petunjuk jalan " jelas Dirga
Asha dan Naufal saling berpandangan
" Yaudah Sha, nggak apa apa "
" Biar lo bareng sama mereka, gue sama Pak Bayu aja "
" Bayu enggak usah Pak " ucap Bayu
" Iyah gue sama Bayu aja "
" Yaudah, lo hati-hati ya Fal "
Ucap Asha sambil mengusap lengan Naufal
" Iyah aman, Sha "
" Gue berangkat ya " ucap Naufal dengan mengusap kepala Asha
Ketiga teman Dirga itu memperhatikan raut wajah Dirga yang berbeda
" Ayo Bay " kata Naufal mengajak
Reza dan Kevi saling berbisik mengenai Dirga
" Ada yang cemburu kayaknya "
" Iyah, cemburu besar "
Ucap Reza dan Kevin
" Gue denger ya " kata Dirga dengan wajah datar
Segera Asha pun pergi bersama dengan Dirga dan dua sahabatnya
Dirga dan Asha duduk di kursi penumpang, Reza mengemudikan mobil dan kevin duduk disampingnya
Untuk memecah keheningan, Reza memutar lagu di radio mobil
Asha menatap luar, ia memperhatikan jalanan ibu kota yang di penuhi dengan kendaraan.
Sedangkan Dirga, ia sesekali melirik Asha ..
Kevin dan Reza mereka memperhatikan keduanya dari spion mobil..
...
Sekitar empat puluh lima menit..
Asha dan yang lain pun sampai, disana sudah ada Bayu yang sudah duduk manis menunggu mereka.
" Pak Dirga, saya ke toilet dulu ya "
" Biar sama saya"
" Hah ?"
" Maksud saya, saya juga mau ke toilet jadi bareng "
" Oh baik "
Asha dan Dirga pergi berdua mencari toilet..
Kondisi mall saat itu cukup ramai pengunjung
Tiba-tiba Asha merasakan seseorang menggenggam tangannya
" Dirga.. "
" Maksud saya, Pak Dirga .. "
" Bapak ngapain pegang tangan saya ?"
" Takut terpisah, nanti saya nyasar sendirian "
" Ohh "
Namun saat ini Asha benar benar merasa jantungnya berpacu lebih cepat karena Dirga
Kenangan lama itu kembali muncul
Dimana Dirga yang selalu menggenggam tangan Asha dengan erat, begitu juga dengan Asha
Begitu mereka menemukan toilet, Dirga langsung melepaskan genggaman tangan Asha
" Nanti tunggu saya "ucap Dirga dan Asha menganguk
Mereka pun berpisah dan masuk ke dalam toilet masing masing
Di lain tempat, Reza, Bayu dan Kevin duduk manis menunggu Asha dan Dirga
" Menurut kalian, ada nggak cara biar mereka balikan ?" tanya Reza
"Ada " jawab Kevin singkat
" Gimana caranya ?" tanya Bayu
" Asha harus jujur dulu, lagian selama ini Dirga juga masih cinta sama Asha. Dia cuma nuntut kejelasan soal tujuh tahun yang lalu " jelas Kevin
" Berarti kita harus bikin Asha jujur ? " lanjut Reza dan Kevin menganguk
" Gimana ya caranya, masalahnya dua duanya ini gengsian dan juga keras kepala ga sih " ucap Reza sambil berpikir
" Nah itu, apa kita kawinin aja ya " jawab Bayu
Kevin memberi kode karena Dirga sudah kembali dengan Asha
Keduanya pun ikut bergabung bersama...
......
Malam hari pukul delapan malam, Asha dan Dirga sampai dirumah Dirga
" Asha tunggu " ucap Dirga sebelum Asha masuk kedalam kamar
" Ya kenapa Pak ? "
" Kalau ada yang mau kamu jelasin nanti, saya akan dengarkan "
" Maaf Pak, nggak ada yang harus saya jelasin ke Pak Dirga. "
" Malam Pak "
Asha masuk kedalam kamar dan menutup pintu dengan rapat
Dirga masih berdiri mematung menatap kamar Asha yang sudah tertutup rapat
Asha menatap foto dirinya bersama Dirga dulu
Air matanya kembali menetes mengusap lembaran foto yang mulai usang
" Maafin aku Dirga, maaf "
" Maf aku belum cukup berani buat jujur sama kamu "
Asha memeluk erat foto itu..
Dirga bersandar di balik pintu kamar Asha..
Malam itu dua orang yang masih sama sama saling mencintai itu tak pernah tau, bahwa mereka sama sama memiliki perasaan yang sama