"ISTIKHARAH pada hakikatnya bukan untuk memilih diantara dua pilihan, tapi untuk menetapkan hati disatu pilihan." Anisa Rahman.
"CINTA adalah ruang dan waktu yang diukur oleh hati, dan terdiri dari satu jiwa yang menghuni dua tubuh." Rahmat Hidayatullah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MELIHAT JODOH DIDALAM MIMPI
"Gak nyangka banget ya, ternyata Kak Anisa itu calon istrinya Ustadz Rahmat." ujar Naina.
"Iya, Kak Anisa beruntung banget bisa dapat calon seperti Ustadz Rahmat. Udah ganteng, pintar, lulusan Kairo lagi." sahut Nur.
"Eh salah, justru Ustadz Rahmat yang beruntung bisa dapat calon istri seperti Kak Anisa. Udah cantik, baik, dan itu loh sosok keibuan banget. Lihat aja saat membimbing kita, penuh kasih banget, kayak seorang ibu yang sedang mengajari anaknya. Padahal ya Kak Anisa itu masih muda loh." timpal Aini.
"Iya bener tuh, gak kayak Ustazah Nia yang bisanya cuma nyuruh-nyuruh. Kasihan banget dia, dia yang naksir sama Ustadz Rahmat tapi Kak Anisa yang dapat." celetuk Naina.
"Kata orang ya, kalo punya tahi lalat yang terletak pada tangan kanan, mempunyai makna bahwa orang yang memilikinya akan mengalami kehidupan asmara yang panjang, sebelum dia menemukan cinta sejatinya. Nah sama tuh kayak Ustazah Nia, dia punya tahi lalat ditangan kanannya. Lihat aja, suka sama Ustadz Rahmat tapi gak kesampean." sambung Naina.
Dan ternyata diluar kelas Ustazah Nia mendengar semua percakapan ketiga santrinya itu.
Semangatnya yang berkobar untuk mengajar, kini tiba-tiba padam begitu saja saat mendengarkan percakapan ketiga santri putri itu.
Santrinya itu tak hanya memuji-muji Anisa, tapi juga membandingkan gadis itu dengan dirinya. Bahkan juga mengolok kasih nya yang tak sampai. Sungguh membuatnya benar-benar sesak. Namun, ia tak ingin memperlihatkan kelemahan nya saat ini.
...______________________...
Di rumah Anisa, suasana begitu haru setelah kedatangan seseorang yang sudah hampir lima tahun tidak bertemu. Andrian, laki-laki tampan yang bertubuh tinggi semampai langsung terbang ke Palembang saat mendengar rencana pernikahan adik sepupunya.
Namun, bukan hanya kabar pernikahan Anisa yang menggerakkan hatinya datang ke kota itu, tapi juga karena mimpinya tentang seorang wanita yang selalu hadir didalam mimpinya yang berasal dari kota itu.
Usai melaksanakan shalat Isya, Andrian mengajak Anisa untuk mengobrol di teras rumah.
"Nis, ada yang ingin Kakak omongin, tapi kamu jangan ketawa ya." ucap Andrian sambil menyipitkan sebelah matanya menatap adik sepupunya.
Anisa terkekeh, setelah lima tahun tingkah kakaknya sepupunya itu sama sekali tak berubah. "Hem, mau ngomong apa emangnya?" tanya Anisa.
"Sebenarnya Kakak datang ke kota ini karena sedang mencari seseorang." jawab Andrian.
"Cari seseorang, siapa?" tanya Anisa lagi.
"Yah sebenarnya sih Kakak juga belum tau pasti siapa orangnya." jawab Andrian dengan nada yang terdengar lesu.
"Lah, kalo gak tau orangnya, ya gimana bisa dicari." ucap Anisa sambil menggelengkan kepalanya.
"Gini Nis, tapi terserah ya mau percaya atau enggak, tapi begitulah kenyataannya." wajah jail Andrian kini terlihat serius. "Hampir setiap malam Kakak memimpikan seorang wanita yang berdiri diatas jembatan Ampera, tapi kakak gak begitu jelas melihat wajahnya. Yang jelas kakak lihat dia mengulurkan tangannya, dan ditangannya itu ada tahi lalatnya. Em, kalo gak salah disebelah tangan kanannya." ujar Andrian sambil menatap gemerlapnya langit malam yang penuh bintang.
"Oh, jadi ceritanya Kak Andri melihat jodoh didalam mimpi, begitu?"
"Hah, apa, jodoh?" Andrian seolah terkejut mendengar nya, karena sejujurnya ia tak tahu pasti perihal mimpinya itu.
"Iya, jodoh. Mungkin wanita yang selalu hadir didalam mimpi Kakak itu adalah jodoh Kak Andri." ujar Anisa.
"Entahlah Nis, tapi dimana kakak harus mencarinya, jika yang kamu bilang itu benar." ucap Andrian.
"Yah seperti yang Kak Andri bilang tadi, dia punya tahi lalat ditangan kanannya."
Andrian memanggut-manggutkan kepalanya.
Sejenak kedua nya hening menatap langit malam yang penuh bintang. Dan beberapa saat kemudian Anisa berdiri saat melihat cahaya yang perlahan turun ke bumi.
"Kak, itu lihat ada bintang jatuh." ucap Anisa sambil menunjuk ke arah langit.
"Kak, kata orang kalo ada bintang jatuh terus kita meminta satu permohonan akan terkabulkan." ujar Anisa.
"Apa sih Nis, kalau mau memohon itu ya sama Allah bukan sama bintang." ucap Andrian acuh. "Masa meminta permohonan sama bintang jatuh, ada-ada aja." tukasnya.
"Yah kata orang sih Kak." ucap Anisa sambil terkekeh. Anisa pun kembali duduk ditempat nya semula.
"Oh ya Nis, alamat pesantren calon suami kamu dimana? Besok Kakak mau kesana."
"Mau ngapain?" tanya Anisa.
"Ya mau ketemu sama calon adik iparku lah, mau memastikan jika dia laki-laki yang tepat untuk kamu." jawab Andrian.
"Dia itu seorang Uztadr, Kak. Lulusan Kairo pula." ucap Anisa dengan bangga nya.
"Ustadz juga manusia, Nis. punya rasa punya hati. Siapa yang bisa menjamin seorang Ustadz." ucap Andrian sambil menatap Anisa dengan senyum jailnya.
seandainya dia crt ke rahmat atau abi ridwan soal mimpinya
jazakillah khairan thor, sukses selalu dlm karya2 nya
🥰🥰🥰🥰
thot terima kasih, jazakillah khairon 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
.
bukan rambut kepala di sambung dgn rambut saja.
.
beda daerah beda panggil an kali yahh..