“Aku tempat kamu pulang.”
Rianti yuliani
cinta pada suami yg tidak mencintainya,hingga akhirnya dia lelah dan memilih pergi.. Dan disaat itu suaminya aditya erlangga kusuma sadar bahwa dia kehilangan istrinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
Aditya mendekati Rianti yang terpojok di ujung ranjang.
"Berapa usia kandungan mu sekarang?" tanya Aditya sambil menarik Rianti agar mendekat padanya.
"Aku tidak tau, terakhir saat Dokter memberitahu aku hamil baru berusia 3 minggu mungkin sekarang sekitar 5 minggu."
Aditya yang mulai menunjukkan sikap baiknya membuat Rianti aneh.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Aditya begitu melihat Rianti yang tak berhenti menatapnya.
"A aku takut." Rianti menjawab gugup.
"Aku tidak pernah memakan orang." Aditya seraya tersenyum.
"Setelah usianya 12 minggu kita akan tes DNA."
lanjut Aditya.
Bola mata Rianti berputar sebal.
"Kamu benar-benar tidakk percaya padaku?!"
"Aku tidak bisa begitu saja percaya pada orang lain." ucap Aditya.
"Apa dia sudah cukup kuat di dalam sana?" tanya Aditya sambil memegang perut Rianti.
"Kenapa?" tanya Rianti curiga.
"Kan tadi sudah aku katakan, aku ingin menambah anak di dalam perutmu." Dan dengan cepat Aditya memeluk Rianti.
Aditya meluapkan seluruh hasratnya. menyalurkan semua nafsu yg terpendam selama Rianti meninggalkannya.
Padahal Melly selalu datang menggodanya, saat di rumah maupun di kantor, namun untunglah Aditya bukan laki-laki yang bisa dengan mudah meniduri wanita manapun.
Dia berpikir lebih baik mendatangi Rianti yang memang jelas istrinya, dari pada harus tidur dengan wanita yang haram baginya.
"Kamu ikut denganku ya besok." Aditya mulai melancarkan bujukannya pada Rianti setelah melepaskan benih-benih nya di dalam sana.
"Kemana?"
"Pulang ke rumah kita."
"Tidak."
"Kenapa?" tanya Aditya bingung padahal dia sudah merasa berbicara dengan cukup baik pada Rianti.
"Aku masih belum percaya kamu berubah baik padaku." jawab Rianti terus terang.
Dia memang curiga pada Aditya apalagi melihat senyumannya yang terlihat sangat aneh bagi Rianti.
Aditya memalingkan wajahnya.
"Baiklah kalau kamu memang tak percaya padaku."
Aditya memejamkan matanya.
Terserah kamu percaya atau tidak padaku, aku tidak perduli, aku ingin kamu pulang hanya untuk tubuhmu, aku tidak mungkin berhubungan dengan wanita tidak jelas. batin Aditya.
Aditya menunjukkan senyuman yang menakutkan begitu Rianti tertidur.
"Aku memang tidak mencintaimu, aku juga tidak akan kembali pada wanita pengkhianat itu. seribu kali pun aku lebih baik hidup dengan mu daripada harus kembali padanya."
Aditya benar-benar enggan menyebut nama Melly.
Rianti terbangun saat mendengar adzan subuh.
dengan segera dia bangun dan bersuci, lalu segera melaksanakan shalat.
Selesai shalat di lihatnya Aditya yang masih tertidur.
"Semoga kamu benar-benar berubah dan mau menerima anakmu." Rianti berbisik sambil mengusap rambut Aditya."
Secara tiba-tiba Aditya bergerak dan menarik Rianti ke dalam pelukannya yang membuat Rianti ter lonjak kaget.
"Kamu sudah bangun?" tanyanya pada Aditya yang masih memeluknya.
"Sudah." Aditya mencium kening Rianti.
"Ya sudah sana mandi." ujar Rianti sambil berusaha melepaskan pelukan sang suami.
Aditya menggeleng.
"Nanti kesiangan, kamu harus ke kantor kan?"
"Kamj ikut ke Jakarta ya pulang ke rumah." Aditya masih berusaha membujuk Rianti agar mau ikut bersamanya.
"Dit aku sudah bilang, aku tidak ingin kembali, aku masih belum percaya padamu."
"Baiklah." kata Aditya akhirnya sambil melepaskan pelukannya pada Rianti.
"Aku masih harus bersabar rupanya, aku harus berakting lebih baik lagi." Aditya membatin seraya berjalan ke kamar mandi.
Di dapur Rianti menyiapkan sarapan untuk Aditya, hanya nasi goreng juga telur ceplok dan segelas Teh hangat.
"Kamu buat apa?" tanya Aditya mengagetkan Rianti,
tangannya memeluk pinggang Rianti dengan dagunya yang menyandar di bahu sang istri.
"Nasi goreng, kamu suka kan?" tanya Rianti pada Aditya.
"Iya apapun yang kamu masak aku akan makan."
ujar Aditya sambil menampakkan senyum yang di paksakan.
"Tunggu di meja, aku akan siapkan untukmu."
suruh Rianti pada Aditya.
Aditya berjalan ke meja makan sambil menarik nafas. "ingin rasanya aku berteriak." gumam Aditya.
Rianti menghidangkan sepiring nasi goreng
ke hadapan Aditya.
"Aarapan mu mana?" tanya Aditya begitu melihat Rianti hanya membawa sepiring nasi goreng.
"Aku tidak bisa makan pagi semejak hamil, aku selalu mual." adu Rianti.
Wajah Aditya berubah iba.
"Biarkan saja dia apa pedulimu."
batinnya berbicara lagi meyakinkannya agar dia tidak usah perduli pada Rianti.
Toh wajar jika dia mengalaminya, dia kan wanita, semua wanita pasti merasakannya saat hamil.
"Kamu sudah selesai." tanya Rianti ketika melihat Aditya yang melamun.
"Ehm iya." jawab Aditya.
"Aku harus berangkat sekarang sepertinya, apa kamu benar-benar tidak mau pulang denganku?"
Aditya masih berusaha mengajak Rianti pulang.
Rianti dengan cepat menggeleng.
"Kalau kamu berubah pikiran hubungi aku." kata Aditya sambil mencium kening Rianti dan berjalan keluar di ikuti istrinya.
"Aku berangkat, hati-hati di sini."
Aditya masuk ke mobilnya dan menjalankannya.
Rianti tidakk bisa percaya begitu saja dengan Aditya.
Setelah mobil Aditya menghilang dia kembali masuk membereskan piring bekas Aditya.
****