NovelToon NovelToon
Teror Mahar Mewah

Teror Mahar Mewah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Perjodohan / Balas Dendam / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Penuh dengan Misteri. 👺👺

Vivana Gadis desa berusia 21 tahun di paksa menikah dengan seorang pria kota yang baru saja bertemu dengan Ayahnya.

Hanya karena pria tersebut memberikan sebuah perkebunan yang cukup luas, Ayahnya rela menjadikan Vivana syarat pembayaran buat menikah.

Bukannya kebahagiaan di dapatkan Vivana setelah menikah. Pria yang menikahi Vivana adalah seorang Psikopat dan MAHAR MEWAH bernilai fantastis pemberian pria tersebut malah menjadi TEROR yang merenggut beberapa orang tercinta dan terdekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Jasad pak tua.

"Iya, ada apa Fan?” Tanyaku menatap wajah Fanny yang terlihat lelah, dan Baskara.

Baskara dan Fanny berdiri di hadapanku, terengah-engah, kedua tangan di letakkan di depan kedua lutut, tubuh sama-sama membungkuk.

Tangan kanan Fanny memegang bahu Baskara. “Tolong jelaskan kepada Vivana, Bas.”

“Mayat! Mayat. Di sana mayat.” Ucap Baskara terlihat bingung, jari telunjuk tangan kanan mengarah lurus ke depan, ke gerombolan warga.

“Iya, aku tahu di sana ada mayat. Tapi kenapa dengan mayat itu, dan sudah di lapor kepada pihak yang berwajib kan?” Tanya ku tenang kepada Baskara yang masih terlihat panik.

Tangan kanan Fanny melayang tepat di puncak kepala.

Plak!

“Mayat! Mayat. Bilang kalau mayat yang di depan sana adalah mayat Pak tua penjaga kebun milik Vivana. Gitu saja pun gak bisa kamu.” Tandas Fanny terdengar emosi.

“Ha! Mayat itu adalah Pak tua.” Aku segera berbalik badan, kedua kaki berlari menembus gerombolan warga, aku tak memperdulikan keluhan para warga saat aku terus menerobos masuk untuk melihat jelas mayat Pak tua.

Kedua kaki terhenti di pinggiran ladang jagung, kedua bola mata membulatkan sempurna menatap Pak tua yang sudah tidak bernafas lagi tergeletak begitu mengenaskan di ladang jagung, aku menggeleng. “Tidak mungkin.” Tangan kanan menutup bibir.

Mendengar ucapanku, salah satu pihak berwajib yang berdiri di pinggiran ladang segera mendekati aku.

“Permisi. Apakah Anda mengenal jasad pria paruh baya ini?” Tanya salah satu pihak berwajib kepadaku.

Aku mengangguk. “Ba- bapak ini adalah penjaga kebun di rumahku.” Sahutku kaku. Kedua mata kembali menatap mayat Pak tua yang sudah di bungkus plastik jasad berwarna kuning, dan perlahan di bawa ke mobil ambulan. Jari telunjuk tangan kanan mengarah ke mobil ambulan. “A-apa Pak tua beneran sudah tiada?” Tanyaku bingung. Aku masih merasa bingung kenapa begitu cepatnya Pak tua meninggalkan dunia ini padahal baru 2 hari aku meninggalkan dirinya di rumah sendiri.

Tangan kananku di pegang erat oleh salah satu pihak yang berwajib, tangan kanan pihak berwajib mengarah ke mobil polisi yang terparkir di depan sana. “Mari ikut saya agar kami bisa memintai keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini.”

“Ta-tapi aku tidak tahu apa-apa Pak.” Sahutku bingung, aku merasa bingung kenapa aku harus di bawa dan di mintai keterangan padahal aku tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Pak. Wanita itu adalah teman saya.” Sambung Fanny muncul dari balik ramainya warga.

“Kalau begitu, Anda juga bisa ikut bersama kami. Jangan takut karena kami tidak mungkin menyalahkan orang lain jika tidak terbukti bersalah.” Ucap pihak berwajib tenang, tangan kiri mengulur ke arah Fanny. “Mari ikut sebentar bersama kami.”

“Baik.” Sahut aku dan Fanny lesu.

Semua warga menatap kepergian aku dan Fanny di bawa oleh pihak berwajib menuju mobil.

Banyak mata memandang kami rendah, bibir terus mengumpat tanpa suara. Fanny menjulurkan lidahnya ke semua warga desa yang terus memandang rendah dan sinis.

“Apa! Awas kalian jika menebar gosip dan fitnah. Kami tidak bersalah.” Bentak Fanny, jari telunjuk tangan kanan mengarah satu-persatu ke warga desa. “Awas kalian.” Ucap Fanny mengancam, jari telunjuk melintang ke jenjang leher, memberi kode seperti hendak menghabisi seseorang.

Aku dan Fanny sudah duduk di kursi penumpang bagian belakang, kami berdua di apit pihak berwajib berwajah tampan.

“Fanny, sayang.” Teriak Baskara menggedor kaca jendela.

Pihak berwajib menurunkan perlahan kaca jendela. Tatapan tajam menatap Baskara. “Mau ikut juga?” Tanya pihak berwajib.

Baskara menggeleng, bibir tersenyum kaku menatap wajah pihak berwajib. “Tidak Pak. Saya hanya ingin mengambil kunci mobil milik pacar saya dan milik teman saya.”

“Sayang! Jangan lupa menyusul, dan tolong sampaikan kepada Papa dan Mama kalau aku sedang bermain ke kantor pihak yang berwajib.” Ucap Fanny manis, kedua mata berbinar seperti bertabur bintang.

Aku dan Fanny memberikan kunci mobil kepad Baskara. Baskara mengeluarkan jempol tangan kanannya. “Sip!”

.

.

🍃1 jam kemudian.🍃

“Vivana. Vivana.”

Aku mendengar suara Ayah berteriak di depan ruangan. Aku, Fanny dan pihak yang berwajib menoleh ke pintu ruangan. Dimana Ayah dan Baskara sedang berdiri. Ayah berjalan cepat menuju meja dimana aku dan Fanny sedang duduk.

“Ada apa ini Pak?” Tanya Ayah berdiri di sisi kananku, tatapan sadis menatap pihak berwajib.

“Saya hanya melakukan pemeriksaan, mengecek di mana wanita ini tinggal dan ada hubungan apa wanita ini dengan jasad pria paruh baya yang di temukan di ladang jagung desa Bunga.” Sahut pihak berwajib tenang.

Ayah memegang kedua bahuku, membawa aku berdiri di sisinya. “Anak saya tidak pernah melakukan tindak kejahatan seperti itu. Jika Anda tidak percaya silahkan geledah rumahnya yang ada di desa Anggrek.”

“Sudah. Kami sudah mengecek kediaman putri Anda, tapi kami tidak menemukan apa pun. Dari hasil interogasi kami dan hasil beberapa luka yang di dapat di jasad tubuh pria paruh baya ternyata berbeda. Kemungkinan ini adalah kasus pembunuhan berencana.” Pihak berwajib berdiri, menundukkan sedikit kepalanya. “Maaf sudah mengganggu ketenangan Anda.” Tangan kanan mengulur ke arah pintu. “Bapak dan Ibu sudah bisa pulang. Terimakasih.”

Ayah segera menarik tangan kananku, membawa aku cepat keluar dari kantor pihak berwajib. Fanny dan Baskara menatap kepergianku, tangan mereka saling menyikut satu sama lain.

“Habislah.” Ucap Fanny pelan.

“Sekejam apa pun orang tua, mereka tidak mungkin menyakiti anaknya.” Baskara menarik tangan kanan Fanny. “Mari kita pulang. Tadi Papa dan Mama kamu menitip diri kamu kepadaku.”

“Selalu.” Keluh Fanny.

Fanny dan Baskara pun menyusul kami pergi keluar dari kantor pihak yang berwajib.

.

.

.

🍃🍃Di kediaman rumah Ayah🍃🍃

Ayah mencampakkan diriku di sofa ruang tamu, membuat aku terduduk di atas lantai, wajah menempel di sofa. Ayah berkacak pinggang.

“Dasar anak tidak tahu diri. Bisa-bisanya kamu tidak menolak ajakan pihak yang berwajib untuk membawa kamu di depan semua warga desa. Hanya tahu membuat malu saja.” Bentak Ayah.

“Tapi aku tidak terbukti bersalah Ayah, dan aku memang tidak mengetahui apa pun tentang kejadian itu. Aku juga tidak tahu kenapa mayat Pak tua bisa sampai di sini, dan siapa pelakunya aku juga tidak tahu.” Sahutku membantah tuduhan Ayah, selalu berkata jika aku anak tidak berguna.

“Mana aku tahu. Aku harus segera mengurus kasus ini.” Ayah mengarahkan jari telunjuk tangan kanannya ke lantai 2. “Cepat naik. Jangan turun sebelum makan malam.”

Aku segera berdiri. “Baik Ayah.” Kedua kaki melangkah menuju lantai 2, aku berjalan, kepala tertunduk sedih. “Kenapa Pak tua meninggal seperti itu. Sangat menyedihkan.” Gerutuku pelan.

Kedua kaki terus melangkah perlahan menaiki anak tangga, sesampainya di atas, aku menghentikan kedua kakiku di tengah koridor menuju kamar ku, kedua tangan mengucek kelopak mataku. “Tidak mungkin.” Ucapku memperjelas pandangan, melihat Pak tua berdiri di depan pintu kamar dengan wajah pucat dan sekitar kepala di penuhi darah.

...Bersambung.......

1
Nengnong Ipin
horor bgt si thor
Nengnong Ipin
spertinya bara dan Santo pelakunya...sadis bgt mereka
Nengnong Ipin
sepertinya emang bara yg merampas harta janda kaya raya itu...
makanya datang terus meneror
Nengnong Ipin
kyanya hntu itu yg menyerupai s bibi
sereeeemmm
Nengnong Ipin
ayah yg dbutakan harta
Nengnong Ipin
semua masih misterius....
Nengnong Ipin
itulah akibatnya klo mnyombongkn diri
Nengnong Ipin
seneng deh SMA Fanny...
Nengnong Ipin
orang misterius LG🤔
Nengnong Ipin
kasihan vivana...jdi dia yg terus d teror
Nengnong Ipin
Fanny yg sewot...🤣
Nengnong Ipin
ayah tirikah...🤔
Nengnong Ipin
makin seru...
Nengnong Ipin
kasian vivana jdi korban
Nengnong Ipin
lanjut Thor...
Nengnong Ipin
kyanya itu kalung punya janda kembang yg meninggal
Nengnong Ipin
gregetan SM fanny
sari. trg: terimakasih sudah mampir kak, ☺️😊
total 1 replies
Nengnong Ipin
kasian vivana n Valdi cintanya terhalang mahar😞
Nengnong Ipin
lanjut kak
Rini Antika
Aku rasanya ingin pingsan dengar emas 10 kg..😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!