WARNING AREA 21+
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!
Jian Gabriella.
Wanita berusia 22 tahun itu bekerja di sebuah perusahaan besar milik Ardy Tamajaya. Akibat kecerobohanya dalam bekerja, ia sampai melakukan sebuah keselahan besarnya yang merugikan perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit.
Saat mengetahui hal itu, Ardy marah marah besar padanya. Pria itu akan membawa Jian ke jalur hukum. Jian sempat memohon agar dirinya tidak sampai di penjara dengan bersimpuh di kaki pria tersebut. Dan ia rela melakukan apa saja agar dirinya tidak di penjara.
Akankah Jian menuruti syarat yang di ajukan oleh Ardy untuk One Night Stand bersamanya?
Follow ig @wind.rahma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Ibu Ardy
Kebahagiaan seorang Author itu simple!
Yaitu jejak yang di tinggalkan seorang pembaca.
Jadi, tinggalkan jejak dengan cara like, komen, vote, ataupun beri hadiah melalui POIN maupun KOIN.
Karena dukungan kalian sangat berarti untuk saya serta memberi semangat lebih dalam menulis. 😊😊😊
🌷🌷🌷 Happy Reading 🌷🌷🌷
Usai menyantap 2 mangkuk bubur sekaligus, pria itu membaringkan tubuhnya di sofa. Ia meminta Jian untuk memijat kakinya yang terasa pegal. Awalnya Jian menolak, tapi setelah wajah sangar itu berubah mengiba, akhirnya Jian tidak tega juga.
Kedua mata Ardy terpejam, menikmati setiap sentuhan pijatan tangan Jian. Namun tak berlangsung lama, wajah itu berubah menjadi raut kesedihan.
"Pijatanmu mengingatkan aku pada seseorang."
Suara Ardy mengalihkn perhatian Jian dari kki yang tidak begitu banyak di tumbuhi bulu.
"Siapa?" tanyanya tanpa menghentikan pijatan di kaki pria tersebut.
"Istri alm. ayahku."
"Ibumu?"
"Sudah ku bilang jangan menyebut kata itu di depanku, aku benci mendengarnya!" cecar Ardy.
"Ya, aku minta maaf!" ucapnya. "Mmm ... Memangnya kau suka di pijat?" tanyanya kemudian.
"Hem. Dulu sewaktu aku kecil, dia selalu memijat kakiku sebelum tidur. Sebab setiap hari aku bermain bola. Dia tidak mau keesokan harinya aku tidak bisa bermain bola lagi jika kakiku sakit. Tapi, aku lupa kapan terakhir kali dia melakukn itu," ceritanya di akhiri dengan senyum getir.
"Meskipun dia pembunuh ayahmu seperti yang kau katakan, dia terap orang yang berperan penting dalam hidupmu. Kau tidak boleh membencinya!" tutur Jian bijak.
Jian terkejut saat Ardy tiba-tiba bangun dan menatapnya dengan sorot mata tajam. Ia langsung menunduk tak berani menatap mata itu.
"Aku ... Aku minta maaf! Aku tidak bermaksud menasihatimu. Tapi, aku hanya ingin mengingatkan kalau kau tidak boleh membencinga sedalam itu. Aku saja yang bukan siapa-siapamu tidak kau benci, bahkan aku bisa kembali kerja setelah menciptakan kerugian besar di perusahaanmu. Apalagi dia ib-, mksudku orang yang sudah menaruhkan nyawanya untuk melahirkanmu ke dunia."Jian meremas kemarinya yang sudah mengeluarkan keringat dingin dan nada bicaranya pun terdengar gemetar.
Hati Ardy sedikit terenyuh oleh kalimat terakhir yang di ucapkan Jian. Sorot mata tajamnya berubah menjadi tatapan sendu. Tapi ia tidak mau dengan mudahnya terpengaruh oleh ucapan wanita itu. Orang itu sudah mengkhianati ayahnya dengan cara keji dan ia tidak akan bisa memaafkannya. Selamanya akan benci.
🌷🌷🌷
Sang surya lagi-lagi teralihkan oleh sang rembulan yang dengan setia menemani gelapnya langit malam. Ardy membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambip menatap langit-langit kosong. Keadaan cukup hening dan hanya suara detik jarum jam yang terdengar.
Ucapan Jian tadi siang terus saja terngiang di telinganya. Seolah tidak mau terlepas dari pikirannya. Berulang kali ia mengubah posisi tidur bahkan sampai menutupi telinganya menggunkan bantal, tapi tetap saja tidak mampu mengusir hal tersebut.
"Aaaarghh.." tetiaknya frustasi, seraya melempar bantal tersebut ke arah pintu.
Ia nengatur napas yang sedikit tersengal, lalu duduk menyandar di kepala ranjang. Perasaannya sudah mulai sedikit tenang, tapi ucapan itu masih saja terngiang.
"Dia memang tidak terlalu buruk, tapi kenapa dia tega membunuh ayah dengan mengkhianatinya. Dia tahu jika ayah memiliki penyakit jantung. Bahkan dia sendiri yang merawat selama ayah sakit."
"Dia pembunuh ayahku! Bahkan saat ayah di nyatakan meninggal pun dia tidak datang. Dia wanita kejam! Aku membencinya." imbuhnya.
Setitik kristal cairan bening keluar dari matanya. Bukan karena dia cengeng, hanya saja dia sedang meluapkan rasa sakit yang menyesakkan dada. Semua pria dewasa di dunia pasti pernah menangis, jika ia sudah tidak tahan menanggung rasa sakitnya yang tidak dapat orang lain ketahui.
"Tapi, tunggu!" Ardy menyeka air mata yang sebentar lagi akan mengalir ke pipinya.
"Dimana dia sekarang? Dan, siapa orang yang mengirim foto itu pada ayah?"
Tiba-tiba Ardy baru saja kepikiran soal itu.
Bersambung...
___
Jangan lupa like, komen, vote, dan beri aku hadiah, yaaaa! Karena dukungan kalian sangat berarti dan menambah semangatku dalam menulis.
Follow juga Instagram @wind.rahma
semoga lebih hot dan menantang
Jian..saranku..krn kau wanita kuat..lebih baik kau pergi dri kehidupan Bosmu..dan Daven..krn klo ini berlnjut kau akan hamil dn hidupmu rumit..klo kau dgn devan kasian sahabatmu ...dan kau kan sdh main jungkat jungkit dgn bosmu sehrsnya Bosmu yg bertanggung jawab bukan Daven...saran sih..tpi ya tetep manut Mak Thor nya alur nya 🤣🤣🤣🤣