NovelToon NovelToon
R: GODS DESTINY

R: GODS DESTINY

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:178.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Levifq

Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.

"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 22 Ilusi atau Nyata

"aku akan membawa Chu Mi bersamaku. Jadi kalian bisa pergi" ucap Li Hui kepada pemimpin Bong. Gadis kecil yang kini berdiri disampingnya itu ternyata bernama Chu Mi, dia ditangkap Putri Lian karena tidak sengaja melempar batu kearah kereta kudanya.

Meskipun Li Hui sebenarnya geram dan marah karena terdapat banyak luka bekas cambukan di tubuh Chi Mi, dia tidak menuntut lebih kepada rombongan putri Lian, karena luka itu sudah sembuh sepenuhnya setelah dia memberikan satu buah pil penyembuh.

"beraninya kau......!"

"tuan putri"

Putri Lian berteriak tidak terima, tetapi kata-katanya langsung dipotong oleh pemimpin Bong.

"dan untuk kalian,,,tetap disini" ucap Li Hui sambil menunjuk para bandit.

Pemimpin Bong berterimakasih kepada Li Hui sebentar sebelum meminta izin undur diri. Sedangkan putri Lian masih terlihat tidak terima dengan keadaan ini, tetapi dia terpaksa harus menelannya habis-habis.

Suara derakan kereta kuda secara perlahan terdengar semakin menjauh ketika Li Hui beserta Chu Mi yang berdiri dibelakangnya berjalan kearah bos bandit.

"kalian juga bisa pergi sekarang" ucap Li Hui yang membuat bos bandit itu terkejut.

"tapi ingat, disaat kita bertemu lagi suatu hari nanti dan kalian masih berbuat bejat seperti ini, aku tidak akan segan membunuh kalian semua." ucap Li Hui lagi.

"t-terima kasih tuan" ucap bos bandit sambil bersujud dihadapan Li Hui. Meskipun banyak anak buahnya yang terluka, tapi setidaknya tidak ada yang membahayakan nyawa, Selain anak buahnya yang sebelumnya dibunuh oleh Li Hui.

Bos bandit itu lalu memerintahkan anak buahnya yang masih bisa berjalan untuk membantu rekannya yang belum bisa berjalan atau sedang pingsan. Dan hanya dalam beberapa menit, semua bandit itu sudah menghilang diantara pohon-pohon hutan.

"ayo kita pergi Mi'er." ucap Li Hui sembari menggenggam pergelangan tangan Chu Mi. Dia bermaksud untuk mengantar Gadis kecil itu kembali ke desanya, yang menurut perkataan gadis itu tidak terlalu jauh dari sini.

Dan setelah 1 jam mereka menelusuri jalan besar itu, Li Hui dan Chu Mi akhirnya tiba disebuah desa yang tidak terlalu besar, kurang lebih ukurannya hampir sama dengan desa daun. Digerbang desa, terlihat banyak warga yang mengkerumuni sepasang pria dan wanita paruh baya yang sedang menangis.

"ayah ibu!" teriak Chu Mi saat melihat pria dan wanita paruh baya itu yang ternyata adalah orang tuanya. Gadis kecil itu langsung berlari kencang dari samping Li Hui kearah gerbang desa yang terlihat sudah heboh saat melihat Chu Mi.

"Mi'er!....Terimakasih ya dewa...Mi'er" wanita paruh baya yang merupakan Ibu dari Chu Mi itu tidak bisa menahan tangis bahagianya saat melihat anak satu-satunya itu ternyata masih selamat.

Mereka bertiga berpelukan selama beberapa saat sebelum mereka menyadari keberadaan Li Hui

"siapa dia Mi'er?"

"dia adalah Hui-gege, dia yang telah menyelamatkannku bu" balas Chu Mi dengan Riang.

Lantas kedua orang tua Chu Mi beserta Chu Mi sendiri berjalan kearah Li Hui untuk berterima kasih. Tidak hanya mereka, bahkan hampir seluruh desa ikut berterima kasih kepada Li Hui.

"itu bukan apa-apa paman-bibi. Bukankah sudah sewajarnya kita saling menolong" ucap Li Hui sembari mengarut belakang kepalanya.

Warga desa sepakat untuk mengadakan perayaan kepada Li Hui sebagai ucapan terimakasih, tetapi Li Hui menolaknya, dengan alasan ada urusan lain yang mendesak. Oleh karena itu, warga desa beserta keluarga Chu Mi memutuskan untuk memberikan Li Hui hadiah sebagai gantinya.

Li Hui menerima hadiah tersebut, yang terbungkus rapi dililit disebuah kain lebar. Benda itu berbentuk pipih lebar dan melonjong disetiap ujungnya. Merasa penasaran, Li Hui langsung membukanya ditempat dan mendapati sebuah topeng berwarna putih polos yang hanya terdapat dua lubang untuk kedua matanya.

Li Hui menarik alisnya dan kembali menatap warga desa itu. "kau akan membutuhkannya suatu hari nanti anak muda" ucap salah satu warga yang terlihat sudah sangat tua. Lalu Li Hui kembali menatap topeng itu dan membalik-balikkannya.

Dan disaat dia mengangkat kepalanya lagi, semua warga desa yang sebelumnya berdiri dihadapannya telah menghilang secara tiba-tiba.

Li Hui memutar tubuhnya untuk melihat sekitarnya, tetapi tetap tidak melihat siapapun. Dan beberapa saat kemudian, langit yang tadinya masih cerah tiba-tiba berubah menjadi kemerah-merahan dan suasana hutan yang tadinya tempatnya berdiri berganti menjadi sebuah gundukan yang didepannya terdapat aliran sungai, dan sungai itu terlihat......sedikit familiar.

Diluar portal.

Zhao Feng sudah keluar dari portal beberapa menit yang lalu, hal itu disebabkan dirinya yang tidak bisa menahan amarah saat 20 orang warga suatu desa mengejeknya dan bertingkah seolah mereka adalah orang terhebat didunia. Lantas dia membantai mereka semua dan ketika akan duduk untuk beristirahat, secara tiba-tiba dia sudah berada diluar portal.

Demikian juga dengan Xiao Yun, dia keluar dari portal pada saat berada dicobaan yang keempat. Penyebabnya juga hampir sama dengan Zhao Feng yang tidak bisa menahan amarah dan membantai sekitar 15 orang prajurit suatu kerajaan.

"bajingan, beraninya mereka mengatakan aku mirip kuda nil." gumam Xiao Yun sambil mengepalkan tangannya.

Dilain tempat, Zhao Feng berjalan kearah Zhu Fian " apa saudara Hui belum keluar?"

"ah saudara Feng... Benar dia belum keluar" balas Zhu Fian sambil berdiri.

"hmmm..dia seharusnya bertahan lebih lama. " gumam Zhao Feng.

Sekarang peserta yang masih bertahan didalam portal hanya tinggal dua orang saja, yaitu Li Hui dan Xiao Que.

Didalam portal.

Li Hui memperhatikan daerah sekitarnya dan semakin meyakinkan perasaannya bahwa sungai ini adalah sungai ular yang berada di sebelah barat desa daun. Lantas dia melangkahkan kakinya untuk berlari kearah timur, tepat dimana posisi desanya berada.

Setelah berlari selama 10 menit akhirnya dia sampai didepan gerbang desa daun. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat kondisi desanya yang masih sama seperti dulu. Banyak warga yang berlalu lalang disekitar desa dan banyak juga anak-anak yang bermain-main dihalaman.

Tak lama setelah dia sampai disana, terasa seseorang menepuk bahunya, lantas dia membalikkan tubuhnya dan mendapati Shi Hao berdiri dibelakangnya.

"dari mana saja kau?...aku mencarimu dari pagi sampai siang tau" ucap Shi Hao.

"kau masih hidup?" tanya Li Hui tidak sadar.

"pertanyaan bodoh macam apa itu? Kau ingin aku mati?"balas Shi Hao dengan marah.

"t-tapi bukankah desa kita sudah diserang?"

"hah! Siapa yang berani menyerang desaku?" tanya Shi Hao dengan nada sombong.

Li Hui tidak bertanya lagi, hanya kembali memperhatikan desa. Dan tiba-tiba matanya terbelalak, 'jika memang desa tidak apa-apa lalu ayah dan ibuku.......'

Li Hui langsung berlari dengan cepat kearah rumahnya, meninggalkan Shi Hao yang terlihat kebingungan."ada apa dengannya?..." gumam Shi Hao.

Sementara itu Li Hui terus berlari melewati kerumunan warga yang sesekali menyapanya, dan hanya dalam waktu 5 menit, dia sudah berada didepan rumahnya yang tidak berubah sama sekali.

"ayah ibu!......" Li Hui berteriak sembari berlari menerobos pintu rumah. Dia tidak menemukan siapapun disana, lalu dia bergegas kekamar orangtua nya dan tetap tidak menemukan siapa-siapa.

Li Hui terduduk dilantai, dan setetes air bening keluar dari sudut matanya. Sudah beberapa hari dia berusaha untuk tidak menangis saat mengingat kedua orang tuanya, tapi cobaan yang aneh ini berhasil menghancurkan semuanya.

Tetapi beberapa saat kemudian, Li Hui mendengar sayup-sayup percakapan dari jauh dan secara perlahan terasa semakin dekat. Suara percakapan itu juga terdengar sedikit familiar ditelinga Li Hui, sehingga dia langsung bangkit dan berjalan menuju pintu.

Dan ketika dia sudah melewati pintu dan menuju luar rumah, kedua pupil emasnya langsung melebar karena melihat sepasang pria dan wanita yang terlihat berumur sekitar 20 sampai 30 tahunan.

Kedua wajah yang sangat dia rindukan, dan yang selalu dia mimpikan setiap malam, kini terpampang jelas dimatanya. Dia tidak menunggu lama lagi dan langsung berlari sekuat tenaga kearah sepasang pria dan wanita yang tidak lain adalah Li Fan dan Yang Yu.

"Hui'er?.... Dari mana saja....." Belum juga Selesai mengucapkan perkataannya, Li Hui sudah menerjang tubuh Yang Yu dan memeluknya sangat erat.

"hei-hei ada apa ini, tak biasanya kau memeluk ibumu seperti itu?" ucap Li Fan sembari mengusap rambut putih anaknya itu.

Li Hui melonggarkan kedua tangannya setelah beberapa saat, dan langsung beralih memeluk Li Fan dengan sama eratnya ketika dia memeluk Yang Yu.

Dan setelah beberapa menit berlalu, Li Hui melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya itu dengan tatapan sendu. Ketika dia memeluk mereka tadi, Li Hui kembali bertanya dikepalanya ' apakah ini nyata atau hanya sebuah ilusi? ' karena perasaan saat dia memeluk kedua orang tuanya dulu dan sekarang terasa sangat berbeda, seolah mereka adalah dua orang yang berbeda.

"kamu kenapa Hui'er?.... " tanya Yang Yu.

"aku tidak apa-apa bu......hanya saja aku sangat merindukan kalian." balas Li Hui.

"hmph, kamu tidak usah sok-sok rindu seperti itu, kamu pikir aku tidak akan menghukummu setelah beberapa hari menghilang?" ucap Li Fan sembari mengarahkan tangannya untuk menarik telinga Li Hui.

"aduh aduh, sakit ayah!..."

"jangan menarik telinga Hui'er seperti itu!" bentak Yang Yu.

Li Hui mengusap-usap daun telinga sebelah kanannya setelah dilepaskan oleh Li Fan, dan setelah mendapat beberapa omelan, mereka pun berjalan kedalam rumah.

Waktu Makan Malam. Li Fan, Yang Yu, dan Li Hui sedang duduk dimeja makan yang berada didekat dapur. Suasana hening dan hikmat meliputi ruangan itu saat ketiganya sibuk mengunyah makanan masing-masing.

"ini seperti masakan ibu....." gumam Li Hui, meskipun pelan tapi masih bisa samar-samar didengar yang lain.

"apa kau bilang Hui'er?" tanya Yang Yu.

"ah tidak ada bu... hanya, makanan ibu tetap enak seperti biasanya..." balas Li Hui sambil tersenyum.

Setelah selesai makan, Li Hui masih tetap berada ditempat duduknya, demikian juga dengan Li Fan dan Yang Yu.

Li Hui tidak bisa menyembunyikan senyumannya dari tadi, karena merasa suasana keluarganya bisa kembali dia lihat.

Akan tetapi, saat dia memperhatikan Li Fan yang sedang diomeli oleh ibunya, secara tidak sengaja sudut mata Li Hui melihat sebuah cincin yang berada di salah satu jari Yang Yu.

Sebuah cincin yang juga tersemat disalah satu jarinya itu, membuat Li Hui kembali tersadar akan situasi yang ada dihadapannya ini.

Dan setelah Yang Yu berhenti mengomeli Li Fan, Li Hui meminta waktu mereka sebentar karena ada yang ingin dia sampaikan.

"apa yang ingin kamu katakan Hui'er?" tanya Yang Yu.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Ana Suryana
Biasa
Repianik
sayangnya tingkatan cultivasi nya pakai bahasa inggris
Doel
Ayo up lagi...Lama bgt...
Nani Nuwa
dah lama nggak Update
Nani Nuwa
ditunggu kelanjutannya
Oo Oo
bagus novelnya thor..tetap semangat menulis dan rajin2lah promosi di novel yg populer.. jgn lupa rutin update.
Iwan Setiawan Aja
lawas banar hanyar cungul....
Kokoro No Tomo
lama jg baru update thor
Kokoro No Tomo
kenapa nih ? koq macet..!?!
Kokoro No Tomo
lama gak nongol thor
Taurus Wew
nah ini yg pinter, jg sdr sj gk bs mlh mau bawa wuming 🤣🤣🤣🤣
Kokoro No Tomo
terima kasih dan tetap menjadi orang baik.
Oo Oo
ceritanya bagus..tp krn up nya lama,byk udah lupa alur dan cerita sebelum.
ayo author semangat.
Kokoro No Tomo
mantap
Kokoro No Tomo
cerdas
Oo Oo
mantap
Gian Dido
Aiiiiis... Kentaaaaaaaaaaaaang thoooooooor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
Gian Dido
Giliran.. Kepala desa.. Semangaaaaaaaat thoooooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!