Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Harus gercep
"Kalau begitu Lavanya akan meminta bantuan Bibi untuk membantu mengemasi barang-barang Lavanya untuk membawa masuk kembali ke dalam kamar Kakak," ucap Lavanya membuat Mike menganggukkan kepala.
"Lavanya permisi dulu!" ucapnya yang berlalu dari hadapan sang suami.
"Kenapa harus sekarang Lavanya kamu punya pikiran untuk memperbaiki semuanya? Aku sudah terlanjur menjalin hubungan dengan Arumi, bagaimana jika kamu mengetahui kamu berselingkuh, sudah pasti ini akan menghancurkan semuanya, Lavanya kenapa semua ini baru muncul sekarang," Mike ternyata semakin frustasi dengan memijat kepalanya.
Mike tidak menyangka jika istrinya punya inisiatif seperti itu, tetapi ini tidak mudah bagi Mike karena dia sendiri sudah mengkhianati pernikahannya.
Lavanya berada di dalam kamar yang sekarang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
"Cara terbaik untuk membuat hubungan mereka berakhiran bukan dengan cara harus marah-marah, tetap acara elegan, yang mengakhiri hubungan mereka bukanlah aku, tetapi justru kak Mike sendiri yang pada akhirnya memutuskan hubungan itu dengan rasa bersalah atas hubungan itu," batin Lavanya.
Lavanya harus berhati-hati jika ingin kembali merebut perhatian suaminya dan tidak boleh gegabah, cara yang dia lakukan adalah cara yang baik, tidak berpihak kepada apapun yang membuatnya harus benar-benar berpikir positif dan melakukan cara elegan untuk kembali bersama dengan suaminya dan suaminya sendiri yang harus mengakhiri hubungan itu dengan Arumi.
******
"Ayo Bi, langsung saja masukkan kedalam kamar tuan Mike!" titah Lavanya memerintahkan dua pelayan yang membawa kedua kopernya.
"Baik Nona," jawab Bibi.
"Ada apa ini?" Maria bersama dengan Brahmana mendengar suara grusuk-grusuk yang membuat mereka berdua keluar dari kamar dan cukup heran ketika kedua asisten rumah tangga tampak repot.
"Mau dibawa ke mana koper kamu Lavanya?" tanya Brahmana.
"Ke, kamar kak Mike," jawabnya dengan santai.
"Mike....." sahut Maria kebingungan.
"Iya. Ma, Lavanya mau pindah ke kamar kak Mike, Lavanya memutuskan untuk kembali tidur satu kamar dengan kak Mike," jawab Lavanya.
Maria dan Brahmana saling melihat, keduanya mungkin sama-sama bingung dengan keinginan Lavanya.
"Baik. Ma, Lavanya mau memasukkan barang-barang dulu dan juga beres-beres!" ucap Lavanya dengan santai yang kemudian berlalu dari hadapan kedua mertuanya.
"Aku tidak salah dengan apa yang dia katakan? Dia ingin tidur kembali satu kamar dengan Mike?" tanya Maria.
"Ya, kamu sudah mendengar barusan dia memang ingin tidur kembali satu kamar dengan Mike, biarlah, mungkin hatinya sudah tergerak untuk lebih dekat dengan suaminya kembali, lagi pula bagaimanapun Lavanya di rumah ini adalah seorang istri," jawab Brahma santai.
Brahmana berlalu dari hadapan sang istri dan sementara Maria masih bingung dengan sikap menantunya semenjak pulang dari Bali ada-ada saja yang terjadi.
******
"Terima kasih bi, sudah membantu saya untuk membereskan koper-koper saya," ucap Lavanya dengan tersenyum.
"Sama-sama Nona, pakaiannya ingin disusun di mana?" tanya Bibi.
"Tidak usah, biar saya saja yang melanjutkannya," jawab Lavanya.
"Ya sudah Nona kalau begitu Bibi pergi dulu!" ucap Bibi membuat Lavanya menganggukkan kepala dan kemudian langsung pergi.
Pintu kamar mandi terbuka membuat perhatian Lavanya tertuju.
"Lavanya kamu jadi pindah ternyata?" tanya Mike yang baru saja selesai mandi dan saat ini masih menggunakan jubah mandi berwarna coklat.
"Benar. Kak, Lavanya pikir tidak ada gunanya mengundur-undur waktu, jadi lebih baik untuk langsung saja memindahkan barang-barang dari kamar Lavanya ke kamar Kakak," jawab Lavanya.
"Begitu," sahut Mike.
"Tidak apa-apa. Kan, kak?" tanya Lavanya.
"Ya, tidak apa-apa," jawab Mike.
Mike menghampiri Lavanya dan terlihat membuka lemari.
"Di sini pakaian kamu bisa kamu isi," ucap Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala.
"Kamu butuh bantuan?" tanya Mike.
"Tidak usah. Kak, biar Lavanya saja yang melakukannya," jawab Lavanya dengan tersenyum.
"Oke, kalau begitu, saya mau kebawah sebentar, kamu pindahkan saja pakaian kamu dan nanti kalau kamu ingin menanyakan sesuatu, kamu bisa panggil saya," ucap Mike.
"Baik. Kak," sahut Lavanya dengan tersenyum.
"Iya. Kak," jawab Lavanya.
Mike tidak mengatakan apapun dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Lavanya keluar dari kamar.
Lavanya mulai membereskan pakaiannya dengan memasukkan ke dalam lemari yang sudah diberikan oleh Mike.
Dratt-dratt-drat.
Di tengah pekerjaannya yang tampak sibuk ponsel Mike yang tertinggal berdering di atas nakas membuat Lavanya merasa terganggu dan menghampiri nakas dan melihat ponsel itu ternyata panggilan Arumi.
Lavanya mengerutkan dahi disaat di kontak suaminya selain nama kontak yang tertulis Arumi juga tampak buka kurung dengan huruf s dan love. Hubungan suaminya mungkin benar-benar jauh dengan Arumi sampai-sampai mereka ada panggilan sayang.
"Hah!" Lavanya mendengus melihat panggilan telepon tersebut yang sampai saat ini tidak berhenti.
Awalnya Lavanya tidak tertarik untuk mengangkat telepon tersebut dan menurutnya itu bukanlah urusannya, tetapi pada akhirnya Lavanya dengan lancang mengangkatnya.
"Sa......"
"Arumi...." belum sempat Arumi melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba saja sudah terdengar suara Lavanya membuat Arumi kaget.
"La_ Lavanya!" terdengar suara Arumi bergetar.
"Arumi, kamu kenapa menelpon?" tanya Lavanya terdengar begitu santai berbicara.
"Oh, itu hanya ingin mempertanyakan pekerjaan pada Mike," jawabnya gugup.
"Tapi, kan ini sudah malam dan bukankah seharusnya masalah pekerjaan bisa dibahas saat bertemu," jawab Lavanya.
"Tadi tidak sempat bertemu dengan Mike, menjadi kesannya terburu-buru dan lebih baik untuk mempertanyakan langsung," jawab Arumi memberi alasan yang sedikit tidak masuk akal.
"Hmmmm, tetapi kenapa kamu yang mengangkat teleponnya Mike?" tanya Arumi.
"Ponselnya berbunyi, tetapi kak Mike tidak ada di kamar, jadi aku yang mengangkatnya," jawab Lavanya.
"Kamu memang saat ini berada di kamar Mike?" tanya Arumi memastikan.
"Bukankah pasangan suami istri harus berada di kamar yang sama," jawab Lavanya.
"Ma, maksud kamu bagaimana?" tanya Arumi seketika menjadi panik.
"Sudah. Ya Arumi, aku tutup teleponnya dulu, untuk masalah bisnis besok saja kamu bicarakan dengan kak Mike. Soalnya kak Mike masih di kamar mandi dan aku juga ingin mandi dulu," ucap Lavanya mematikan telepon tersebut secara sepihak.
Tut-tut-tut-tut-
"Lavanya tunggu!"
"Lavanya!"
"Apa-apaan ini? apa sekarang mereka tinggal satu kamar?"
"Tidak mungkin, Lavanya tidak mungkin tidur satu kamar dengan Mike, tetapi kenapa Lavanya begitu kurang ajar mengangkat panggilan ponsel Mike," Arumi terlihat gelisah, marah dan juga panik.
Sementara Lavanya saat ini berada di dalam kamar masih memegang Mike tampak menghela nafas, berusaha untuk tenang dan bersikap elegan menghadapi Arumi.
Ceklek.
Mike membuka pintu kamar, mata Lavanya melihat ke arah sang suami dengan ponsel yang masih dipegang.
"Maaf kak Mike, ponselnya tadi berbunyi, jadi Lavanya mengangkat panggilan dari Arumi," ucapnya dengan jejer menghampiri Mike dan memberikan ponsel tersebut kepada Mike.
"A_ Arumi yang menelpon?" tanya Mike terbata.
"Ya, katanya ingin membicarakan bisnis," jawab Lavanya kemudian langsung berlalu dari hadapan Mike.
"Tetapi Lavanya sudah mengatakan kepadanya, besok saja dibicarakan karena malam hari tidak sopan jika mengganggu waktu istirahat," lanjut Lavanya sembari menyusun pakaiannya kembali.
"Ya, kamu benar, Arumi memang terkadang tidak tahu waktu kapan harus menghubungi," sahut Mike membuat Lavanya menganggukkan kepala.
"Hmmmm, kenapa di kontak Kakak yang tertulis Arumi, ada buka kurung huruf s dan juga love? Apa itu artinya?" tanya Lavanya berpura-pura polos.
"Hah, itu!" Mike kelimpungan tidak tahu harus menjawab apa.
Bersambung....
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga