NovelToon NovelToon
Istri SAH Yang Disia-siakan

Istri SAH Yang Disia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irmayani Mursid

Aku bertahan di rumah ini karena aku mencintaimu, Ardi. Tapi mulai malam ini, demi harga diriku, jangan harap aku akan diam saja saat keluargamu menginjak-injakku lagi."

​Selama lima tahun, Sarah adalah menantu yang tak dianggap. Dia penurut, pendiam, dan selalu mengalah. Namun, ketika cinta dibalas dengan pengkhianatan ego, Sarah memutuskan untuk melawan. Ini bukan cerita tentang istri lemah yang menangis meratapi nasib, melainkan kisah Sarah yang mulai menuntut balik harga dirinya di dalam rumah tangga yang penuh tekanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmayani Mursid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Jejak yang hilang

Langkah kaki Ardi terseret lemah keluar dari lobi gedung PT Reksa Tama yang kini bukan lagi miliknya. Lembaran surat gugatan cerai dan kartu nama Rendra teremas hancur dalam genggamannya yang gemetar. Kepalanya berdenyut pening, dihantam badai kenyataan yang menolak diterima oleh logikanya.

Sarah meminta cerai? Sarah menghancurkannya?

"Tidak mungkin... ini pasti salah. Ini tidak masuk akal!" bisik Ardi pada diri sendiri, mengabaikan tatapan iba sekaligus sinis dari mantan karyawannya yang lalu lalang membawa kardus barang.

Di dalam benak Ardi, Sarah adalah wanita penurut yang dunianya hanya berputar di sekeliling rumah dan dirinya. Saat pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun lalu, Sarah hanyalah gadis yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa—tidak ada harta, tidak ada koneksi, dan tidak ada sandaran hidup setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ardi merasa dirinyalah sang penyelamat yang mengangkat derajat Sarah dari kemiskinan. Bagaimana mungkin wanita yang begitu memuja dan mencintainya hingga rela memakai daster usang di rumah, kini berubah menjadi otak di balik perusahaan konsorsium raksasa yang menyita seluruh hidupnya?

Rasa penolakan itu membakar sisa-sisa energi Ardi. Dia harus menemukan Sarah. Dia harus menuntut penjelasan langsung dari istrinya. Ardi yakin, jika dia bisa menatap mata Sarah dan merayunya seperti biasa, hati wanita itu pasti akan melunak.

Namun, saat Ardi merogoh saku dan menatap layar ponselnya, sebuah tembok besar langsung menghadangnya. Nomor Sarah sudah tidak aktif. Akun media sosialnya hilang bak ditelan bumi.

Ardi mendadak linglung di tepi jalan raya yang bising. Dia tersadar akan satu kenyataan yang mengerikan: selama bertahun-tahun menikah, dia tidak pernah benar-benar tahu siapa Sarah di luar rumah mereka. Dia tidak tahu siapa teman-teman dekat Sarah. Dia tidak tahu ke mana biasanya Sarah pergi jika sedang sedih. Selama ini, Ardi terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, bisnisnya, dan petualangan cintanya dengan Tyas, hingga dia menganggap Sarah hanyalah hiasan rumah yang akan selalu ada di sana saat dia pulang.

"Rumah... ya, rumah lama!" gumam Ardi panik.

Harapan terakhirnya adalah rumah dinas atau rumah lama peninggalan orang tua Sarah yang dulu sempat diceritakan sekilas sebelum mereka menikah. Sebuah rumah kecil di pinggiran kota yang sudah lama tidak mereka kunjungi. Dengan sisa uang tunai di dompetnya—karena semua rekening bank dan kartu kreditnya sudah diblokir oleh pihak kurator sita—Ardi menghentikan taksi konvensional dengan tergesa-gesa.

Sepanjang perjalanan, jantung Ardi berdegub kencang. Setiap detik terasa bagai siksaan. Dia terus meyakinkan dirinya sendiri bahwa Rendra hanyalah pengacara oportunis yang menghasut istrinya, dan PT Cahaya Abadi Investama pasti hanya memanfaatkan nama Sarah.

Namun, begitu taksi berhenti di depan alamat yang dituju, harapan Ardi runtuh seketika. Rumah masa kecil Sarah itu tampak sepi, pagar besinya berkarat dan digembok rapat dari luar. Daun-daun kering berserakan di halaman, menandakan tempat itu sudah berbulan-bulan tidak tersentuh kehidupan.

Ardi keluar dari taksi dengan tubuh lemas. Dia mencengkeram terali besi pagar rumah itu, berteriak frustrasi ke arah rumah yang kosong.

"Sarah! Keluar, Sarah! Aku tahu kamu di dalam!" teriak Ardi, suaranya serak menembus keheningan lingkungan sekitar. "Kenapa kamu lakukan ini sama aku?! Aku suamimu, Sarah! Kamu mencintaiku, kan?!"

Tidak ada jawaban. Hanya embusan angin siang yang menerbangkan debu-debu jalanan. Di titik itu, di depan rumah tua yang sepi, Ardi mulai merasakan sekelilingnya menggelap. Surga palsu yang dia banggakan telah musnah, dan wanita yang dia remehkan kini mengendalikan seluruh takdir hidupnya dari kegelapan yang tak terjangkau.

Ardi luruh ke tanah yang berdebu, bersandar pada pagar besi yang dingin. Napasnya memburu, sementara harga dirinya yang setinggi langit kini hancur lebur di atas trotoar jalanan. Di tengah keputusasaan yang mencekik, ponsel di saku celananya tiba-tiba bergetar hebat.Berharap itu adalah telepon dari Sarah, Ardi buru-buru merogoh sakunya dengan tangan gemetar tanpa melihat nama si penelepon.

"Sarah! Sarah, ini aku—"

"Ardi! Tolong, Ardi! Kamu di mana?!"Bukan suara lembut Sarah yang terdengar, melainkan jeritan histeris Mama Widya yang melengking panik di seberang telepon. Di latar belakang, terdengar suara Rika yang sedang menangis keras dan suara gaduh beberapa pria asing yang sedang membentak.

"Ma? Ada apa, Ma?!" Jantung Ardi kembali mencelos.

"Rumah kita, Ardi! Ada banyak orang berbadan besar datang membawa surat polisi! Mereka menyegel pagar dan memaksa kami keluar sekarang juga! Mereka bilang rumah ini sudah disita karena utang kamu!" Suara Mama Widya bergetar hebat, terengah-engah menahan tangis.

"Semua perhiasan Mama dan baju-baju Rika dilarang dibawa! Ardi, tolong Ma... kami mau diusir ke mana?!"Klik.

Telepon diputus sepihak dari sana.Ardi membeku, ponselnya perlahan turun dari telinga. Belum sempat dia mencerna kepanikan ibunya, sebuah pesan teks masuk dari Tyas. Ardi membuka pesan itu dengan sisa-sisa kesadarannya yang kian menipis.

“Mas, maaf. Manajemen penthouse baru saja datang membawa surat sita dari pengadilan atas nama PT Cahaya Abadi. Mereka mengunci unit ini. Aku tidak bisa hidup melarat, apalagi sekarang aku sedang hamil. Jangan cari aku lagi, aku pulang ke rumah orang tuaku. Urus saja masalah utangmu.”Pandangan Ardi seketika berputar hebat.

Dalam hitungan jam, dia tidak hanya kehilangan perusahaan dan istrinya, tetapi juga rumah nya, tempat tinggal selingkuhannya, tyas dan anak yang baru saja dikabarkan hadir dalam hidupnya. Di bawah terik matahari siang yang membakar, Ardi mendongak ke langit, lalu berteriak histeris sebelum akhirnya kesadarannya tumbang sepenuhnya ke atas aspal jalanan.

.

.

.

.

.

.Ditinggal selingkuhan saat jatuh miskin, rasain tuh Ardi! 😏 Bikin author makin semangat lanjutin kejatuhan si pengusaha hebat ini dengan cara LIKE, koment dan masukkan cerita ini ke rak buku kalian, ya!

1
stela aza
lanjut thor lagi nanggung tau bacanya 🤭
aku
lah dalaaaaahhh semaput dia 😂😂
Alodiee: Kebayang gak kalau kamu yang di posisi dia? Pasti ikut semaput juga kan? 😂
total 1 replies
stela aza
mantap kali kau dapat kejutan bertubi-tubi,,, untung g jantungan trs kena stroke 🤭
Alodiee: Wkwkwk bener banget! Makasih ya udah setia ngikutin petualangan mereka sampai bab ini. ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor dikit bgt up-nya
Alodiee
wkwkwk sabar yahh Kak..Komentar kakak bener-bener bikin aku makin semangat buat lanjut nulis bab berikutnya. Ditunggu kelanjutannya ya!" 🥰
stela aza
lanjut thor up-nya double y
stela aza
aduh Thor ceritamu bikin gregetan udh g sabar pingin liat s kutukupret Ardi jantungngan 🤭🙏
Alodiee: Sama dong! Rahasia plot ke depan bakal bikin si kutukupret makin pusing. Stay tuned ya! ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor
stela aza
keren bgt istrinya ❤️❤️❤️
Alodiee
Kalau suka dengan ketegasan istri sah kita, jangan lupa klik bintangnya ya! Sampai jumpa di bab besok!"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!