NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:532.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teh ijo

follow ig : teh_hijaau

Jangan lupa setelah baca tekan LIkE dan KOMEN

Selamat membaca..

Sebuah pernikahan yang terjadi begitu saja. Bukan atas dasar cinta namun kehendak orang tua.
Terlebih saat ini suamiku memiliki wanita lain dalam status pernikahan kami. Aku akan bertahan jika akulah satu satunya wanita dalam hidupnya namun, aku akan mundur jika suamiku memilih wanita itu ( Bianca )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Oma dan Aryo terkejut saat menoleh kebelakang. Ternyata Anyer.

"Lho, kamu udah pulang? Mana Bia?" Oma celingukan mencari keberadaan Bia. Cucu menantu yang baru saja di pinang Anyer tadi siang.

Anyer hanya menelan kasar saliva. Sebenarnya Anyer sudah mengistirahatkan tubuhnya namun, karena dering ponsel berdering membuat ia bergegas mengangkat.

Beberapa menit yang lalu…

Nathan menemukan ide. Akhirnya ia memilih menelepon Rafa, asisten pribadi Anyer. Hanya itu jalan satu satunya untuk bisa mendapatkan nomer Anyer.

Nathan semakin bingung kenapa tiba tiba Direkturnya meminta nomer Anyer.

Setelah berhasil meminta dari Rafa, Bia segera menghubungi Anyer dan mengatakan bahwa ia tidak tahu alamat rumah Anyer.

🌺    🌺   🌺

"Dia masih di rumah sakit. Ini Anyer mau jemput," dusta Anyer. 

"Oma tahu, pasti itu berat untuk Bia. Ya sudah jemput dia. Hati hati di jalan." 

Anyer pun mengangguk kemudian berlalu. Begitu juga dengan Aryo yang langsung pamit menuju kamarnya.

Oma Risa pun sudah merasa lega. Wanita itu kemudian juga berlalu ke kamarnya.

Anyer menuju ke kediaman Bia setelah Bia men-share lokasinya.

"Dasar!!! Mengganggu saja!!" umpat Anyer kesal. Seharusnya ini adalah waktu istirahatnya. Namun karena kecerobohan perempuan yang baru saja ia nikahi, ia harus keluar di jam tidur malamnya.

Setelah sampai di rumah Bia. Anyer masih terdiam. Lelaki itu memilih menunggu Bia di dalam mobil. Anyer segera mengirim pesan kepada Bia menggunakan nomor yang menelponnya tadi.

Bia segera membaca pesan masuknya. Di dalam rumah, hati Bia bimbang. Jika tadi ia sangat bersemangat untuk pulang ke rumah Anyer namun, entah mengapa sekarang ia malah ragu.

"Duh…. Keluar gimana ini?" panik Bia.

Tak kalah terkejut lagi, ternyata Lisa menepuk pundak Bia membuatnya terlonjak.

"Astaga…. Mbak Lia…" pekik Bia.

Lia hanya nyengir. "Ngapain Nyonya mondar mandir kayak setrikaan? Udah sana keluar!" goda Lia. 

Wajah Bia memanas kembali. "Oh ya, say lupa. Ini semua keperluan Nyonya sudah saya siapkan. Untuk kekurangannya besok saya susun kembali." Lia menyodorkan sebuah koper besar.

Bia terbelalak. "Mbak Lia ngusir aku?" tuduh Bia segera.

Lia membuang nafas kasarnya. "Anda sudah ditunggu Tuan Anyer. Jangan biarkan dia menunggu terlalu lama. Ayo!" Lisa  menggiring Bia keluar. 

Biarlah untuk saat ini jika ia dikatakan asisten tidak tahu malu. Mengusir majikannya sendiri.

"Mbak Lia apa apaan sih?" gerutu Bia.

Setelah sampai luar langka Bia mendadak berat. Ia memilih berjalan di belakang Lia menyembunyikan tubuhnya. 

Setelah melihat kedatangan Bia, Anyer segera turun dari mobilnya.

"Maaf Tuan menunggu lama. Saya titip Nyonya Bia." Lia menyerahkan Bia kepada Anyer.

"Dan satu lagi… Tolong jangan sakiti beliau!" Suara Lia melemah.

Anyer hanya mengangguk. Meski berat, Bia tetap naik kedalam mobil Anyer.

"Tunggu!" 

Tangan Bia mengudara saat hendak membuka pintu mobil.

"Kamu kira saya supir kamu?!"

Dengan segera tangan Bia membuka pintu depan. Lia yang melihat hanya menahan tawanya. Melambaikan tangan mengantar kepercayaan anak majikannya meski sudah larut malam. 

Sepanjang perjalanan tak ada percakapan. Tak ada yang ingin menegur. Dua duanya sama sama membisu hingga tak terasa mobil sudah memasuki rumah mewah milik Anyer.

Bia sama sekali tidak terkejut dengan bangunan megah tersebut sebab, bangunan tersebut tak jauh beda dengan bangunan rumahnya meski, rumah Anyer-lah yang paling besar.

"Kami bisa kan bawa koper sendiri." Setelah berkata, Anyer meninggalkan Bia.

Pernah itu hanya mengangguk lalu menyeret kopernya sendiri mengikuti langkah Anyer meski kesusahan.

Suasana rumah pun juga sudah terasa sepi karena memang penghuni lainnya sudah berada di alam mimpi.

"Kamu sudah membuang waktu saya!" ketus Anyer.

Lelaki itu mengambil satu buah bantal serta sebuah selimut tebal.

"Ini adalah kamar milik saya. Sebenarnya kamu tidak berhak berada di dalam kamar ini. Maka dari itu kamu tidur di sofa!" Anyer melemparkan bantal dan selimut ke sebuah sofa panjang.

Bia masih mematung. Ia memegangi kopernya. Jujur ini menyakitkan untuk Bia diperlakukan seperti ini.

"Satu lagi…" Anyer berjalan menuju sebuah lemari. "Ini lemari milik saya. Tak boleh satu barang pun berada di dalamnya kecuali milik saya sendiri. Untuk tempat baju mu, besok pagi saya belikan," tegas Anyer. 

Lagi lagi Bia menahan sesak di dada namun, ia menahan agar tetap tegar.

"Tidak masalah!" ujar Bia.

1
asya yussi
Luar biasa
guntur 1609
dasar natja omesnya tingkat dewa
guntur 1609
pasti ulah aneyér yg gak sadar diri dan gak tàhu dri
guntur 1609
dasar gak tahu diri. diabyang buat kesalahan. malah nyalahkan org
guntur 1609
lha apa kabar anyer. masa gak ada thor. anyet hilang begitu sj dari cerita
guntur 1609
matilah kau siska. secara gak langsung kau menghancurkan anakmu. bagaimana kalau anyer tahu kalau yg mengjancurkan rumah tangga anaknya amamnya
guntur 1609
aku setujy sama sikap tegasmu bia. jangan dikasih ampun pecundang dan penghianat
guntur 1609
gak usah kasih kesempatan anyer ya bia. dia akan berulah lagi. dia sj sdh jadi barng brkas
guntur 1609
dasar anyer anjing
guntur 1609
anyer emang gak bisa berubah. hati2 kau anyer kau akan menyesal. kau malah memperhatikan jalang mela
guntur 1609
banyak typo thor. seharusnya nathan kok jadi anyer
guntur 1609
hati2 kau anyer. jangan sanapai pacar kau yg namanya lisa yg kau puja2. menghianatimu. sementara istrimu yg setia kai sia2kan. jangan smpai menyesal
guntur 1609
jangan sampaj kau sakiyi hatinya bia ya anyer
Zaidah Abd Hamid
outhor satukan bia dgn Nathan..biar siska happy🤣🤣
Anonim
gak seru ah hubungn yg d gantung, lebih baik jelas ....
Anonim
thor jngn sampai bia sama anyer balik lg,,, pokoknya harus sma nathan udah baik dan tulus ok
Anonim
jijik aku sama anyer udah tau buat kesalahan eh malah keterusan, dlu msih pacaran sm lisa so baik menjaga sekarang dah nikah tambah bejat,,,
Anonim
maaf thorr bukan lisa, tp lia
Restianti Dewi
bianca lbh baik dgn anyer...
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita biar pun singkat , klw bisa cerita nya di tambah lg nya ka
trm ksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!