NovelToon NovelToon
GUNA-GUNA *Based On True Story*

GUNA-GUNA *Based On True Story*

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: MasYB

Amira hanyalah perempuan biasa dari kampung kecil.

Istri sederhana. Ibu dari dua anak. Hidup menumpang di rumah orang tua, bertahan bersama suami yang bekerja serabutan, sambil diam-diam memendam satu mimpi kecil:

punya rumah sendiri.

Namun kemiskinan perlahan mengikis segalanya.

Harga diri. Ketenangan. Bahkan kebahagiaan rumah tangga.

Sampai akhirnya sebuah tawaran dari Jakarta datang.

Pekerjaan ringan. Gaji besar. Dan harapan baru bagi keluarganya.

Amira pun merantau ke sebuah ruko tua di ujung gang sempit Jakarta, tempat para perempuan malam tinggal dan bekerja.

Awalnya semua biasa saja, amira dengan rutinitas minyapu, mengepel dan pekerjaan domestik lainnya. sampai suatu ketika, amira menjadi saksi kunci dari sebuah tragedi pembunuhan di ruko lantai 3. dan sejak saat itulah semuanya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MasYB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Hitam di Pohon Mangga

Orang-orang sering mengira kematian datang dalam satu malam. Padahal tidak selalu demikian. Ada kematian yang berjalan perlahan, duduk diam di sudut rumah, lalu menggerogoti harapan sedikit demi sedikit sampai yang tersisa hanyalah doa dan air mata...😔

-----

Memasuki bulan kesebelas kepulanganku dari Jakarta, rumah kecil milik orang tuaku tak lagi terdengar seperti rumah yang penuh kehidupan.

Tak ada lagi suara tawaku.

Tak ada lagi celotehku saat membantu Ibu memasak di dapur.

Tak ada lagi langkah kakiku yang sibuk mondar-mandir mengurus anak-anak.

Yang tersisa hanyalah suara batuk sesekali, bunyi kipas angin tua yang berdecit pelan, dan aroma obat-obatan yang kini menjadi bau paling akrab di kamarku.

Aku semakin kurus.

Bukan kurus biasa.

Tubuhku seperti kehilangan daging sedikit demi sedikit setiap harinya. Tulang pipiku menonjol tajam. Mataku cekung ke dalam. Bahkan cincin pernikahan yang dulu pas di jari manisku kini longgar dan nyaris terlepas.

Yang paling menyakitkan bukan rasa sakit di tubuh.

Melainkan tatapan orang-orang yang kucintai.

Tatapan iba.

Tatapan takut.

Tatapan seseorang yang sedang menyaksikan orang yang mereka sayangi perlahan menghilang.

Malam itu aku duduk di beranda rumah sambil memandangi halaman yang diterangi cahaya bulan.

Dari dalam rumah terdengar suara kedua anakku sedang bercanda.

Aku tersenyum kecil.

Namun senyum itu segera memudar saat tanpa sengaja mendengar percakapan dari dapur.

"Ayah... uang kita tinggal berapa?"

Suara Ibu terdengar lirih.

Lalu hening cukup lama.

Sampai akhirnya terdengar jawaban Bapak.

"Kalau untuk bulan depan masih cukup..."

Nada suaranya berusaha terdengar tenang.

"...tapi setelah itu, entahlah."

Dadaku terasa sesak.

Aku tahu mereka sedang membicarakan biaya pengobatanku.

Selama ini aku selalu berpikir Mas Anto hanya terlalu berlebihan menjagaku.

Tapi malam itu aku mulai sadar.

Mungkin kondisiku jauh lebih buruk daripada yang mereka katakan.

Air mataku menetes perlahan.

Aku menundukkan kepala.

Untuk pertama kalinya sejak pulang dari Jakarta, aku merasa menjadi beban bagi keluargaku sendiri.

Di luar sana, warga dusun masih sibuk membicarakan penampakan makhluk hitam yang sering terlihat berkeliaran pada malam hari.

Ada yang bilang itu pesugihan.

Ada yang bilang itu penjaga harta karun.

Ada pula yang bersumpah melihat sosok raksasa bermata merah berdiri di atas pohon beringin dekat pertigaan jalan.

Namun tak seorang pun menghubungkan semua kejadian itu denganku.

Tak seorang pun menyadari bahwa sumber petaka sebenarnya berada tepat di dalam rumah sederhana ini.

Bersamaku.

Malam itu hujan turun rintik-rintik.

Udara terasa jauh lebih dingin dibanding biasanya.

Aku terbangun sekitar pukul dua belas malam karena rasa haus yang luar biasa.

Dengan tubuh gemetar aku mencoba duduk di atas ranjang.

Saat itulah aku merasakan sesuatu.

Sesuatu yang aneh.

Sesuatu yang membuat seluruh bulu kudukku berdiri.

Aku merasa...

tidak sendirian.

Perlahan aku mengangkat kepala.

Mataku menatap ke arah jendela kamar yang sedikit terbuka.

Gelap.

Kosong.

Tak ada apa-apa.

Namun entah kenapa jantungku berdebar semakin keras.

DEG...

DEG...

DEG...

Lalu terdengar suara.

Tok...

Tok...

Tok...

Seperti ada seseorang mengetuk bingkai jendela dari luar.

Padahal kamarku berada di lantai dua rumah.

Tak mungkin ada orang berdiri di sana.

Aku menelan ludah.

Tubuhku mulai dingin.

Suara itu terdengar lagi.

Tok...

Tok...

Tok...

Kali ini lebih pelan.

Lebih dekat.

Dan tepat ketika aku memberanikan diri menoleh ke arah jendela...

sepasang mata merah menyala muncul dari balik kegelapan.

Aku menjerit sekuat tenaga.

"MAS ANTOOOOOOO!!!"

BRAAAKKK!!

Pintu kamar terbuka.

Mas Anto berlari masuk.

Disusul Bapak dan Ibu yang panik.

"Ada apa?!"

Aku menunjuk ke arah jendela dengan tangan gemetar.

"Itu... itu tadi ada mata merah di sana!"

Ketiganya langsung menoleh.

Namun jendela itu kosong.

Tak ada siapa-siapa.

Tak ada apa pun.

Hanya suara hujan yang masih turun perlahan di luar rumah.

Mas Anto memeluk tubuhku yang menggigil hebat.

"Sudah... sudah, Dik. Mungkin cuma mimpi."

Aku mengangguk pelan.

Tapi jauh di dalam hati...

aku tahu aku tidak sedang bermimpi.

Karena tepat sebelum menghilang, aku sempat melihat sesuatu yang lain.

Bukan hanya mata merah itu.

Melainkan sepotong senyum lebar penuh taring yang muncul dari kegelapan.

Senyum yang seolah berkata bahwa penderitaanku...

belum ada apa-apanya dibandingkan apa yang akan datang berikutnya.

(Bersambung)

1
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
Ynti Kusmayanti
bikin penasaran cerita nya..
MasYB: nantikan update terbarunya ya kak..🙏😊
total 1 replies
puspusmeowliet
keren banget 👍
MasYB: terimakasih supportnya kaka🙏
total 1 replies
SiOmpong
Marni.... biasanya yg namanya Marni...
MasYB: biasanya kenapa Marni kakak..? 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!