NovelToon NovelToon
PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:296k
Nilai: 5
Nama Author: ovhiie

" Gadis kecil sebaiknya kamu tanda tangani saja surat itu "

Begitulah ucapan dari Hendra saputra pemilik perusahaan Jewelery yang terkenal di kota ini kepada seorang gadis bernama Yesa. Dia mengancam dengan sorot matanya. Dan akhirnya kerena tidak memiliki kekuasaan. Yesa menanda tangani surat itu.
Sesaat senyum puas penuh kemenangan muncul di bibir Hendra Saputra.

Cerita novel ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan

Nulis nya cuma iseng
Update na semau gue 😋

selamat membaca ^^,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ovhiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARYA KESAL

Malam hari di California saat waktu makan malam tiba.

"Ini makanlah" Yesa meletakan sajian makan malam di depan Arya.

"Ini terlihat sangat baik." Ujar Arya setelah menatap kagum pada makanan di piringnya.

"Sungguh!"

Arya mengangguk

"Aku rasa ini adalah hasil jeri payah mu yang terbaik dan berhasil mendekati selera ku " Arya meraih sendoknya lalu menyantap makan malamnya

Yesa tersenyum

"Begitu ya. Kau tahu? Ini adalah kabar yang menggembirakan bagiku. Terimakasih." Kata Yesa sambil nyengir."Arya tidak sengaja aku melihat banyak minuman (wine) di ruangan tv tadi." Ia bicara lagi.

"Apa kau mau minum?"

"Tidak, pernahkah kamu melihat tanganku bergetar seperti saat ini." Kata Yesa sambil mengepal kedua tangannya yang sudah gemetar. Ia memang aneh begitu jika melihat sesuatu yang sangat mengejutkan baginya.

Bibir Arya berkedut."Ciih. Kamu sangat aneh."

"Aku tahu." Sahut Yesa singkat.

Suasana hening kembali. Entah kenapa Yesa tidak henti-hentinya menatap wajah Arya

Apa dia sudah merasa baik-baik saja

"Berhenti menatap ku" Setelah sadar di perhatikan Arya bicara.

Huh! Bagiamana dia bisa tahu aku sedang menatapnya

"Arya, bolehkah aku menanyakan sebuah

pertanyaan yang canggung pada mu?" Yesa bertanya. Laki-laki itu terlihat menghentikan suapan makannya. Meletakan sendoknya.

"Pertanyaan apa itu? Apa pertanyaan yang seperti ini. Kenapa sikap ku berlebihan pada ibu ku waktu di harmoni tadi?"

Yesa mengangguk saja

Ya Tuhan! Apakah dia bisa membaca pikiran ku

"Aku melakukannya demi melindungi Ibu ku." Arya bicara dengan nada lemah." Ada lagi?"

"Apakah kamu... " Yesa terlihat ragu mengatakannya. Apakah kamu merindukan ibu mu. Entah kenapa pertanyaan ini begitu sulit ia lontarkan. Membuat laki-laki itu menunggu sambil menatap Yesa penuh makna. "Sudahlah lupakan saja." Ia tidak melanjutkan kalimat yang sesungguhnya.

"Kau boleh menghinaku, tapi kau tidak boleh menghina ibuku." Sahut Arya dingin, setelahnya ia meraih sendoknya, melanjutkan makannya.

Yesa menggeleng dengan cepat.

"Tidak! Bagaimana mungkin aku melakukan itu pada ibu mu."

"Di waktu mendatang kau tidak boleh mengungkit lagi tentang ibu ku"

Kesedihan Arya terpancar dari sinar matanya saat menatap nanar pada sebuah foto yang terpajang rapih di depan dinding berwarna putih itu.

Tatapan itu lagi. Apakah dia...

Yesa ikut menoleh melihat fotonya

"Jadi kau merindukan ibu mu ya." Yesa menebak asal. Entah kenapa laki-laki itu langsung meletakkan sendoknya di atas piring. Terkejut

"Kau!" Arya menyentak

Brukk

"Aaah! Sakit sekali." Yesa tersentak tubuhnya terpelanting dari kursinya. Dengan cepat Arya bangkit dari duduk lalu berjalan mendekat, tangannya terulur meraih tubuh Yesa agar duduk dari posisinya tanpa sadar.

"Kamu tidak apa-apa?" Arya bertanya

Yesa menggeleng "Aku tidak apa-apa" Arya hanya diam sambil menatapnya dengan tajam

Apa-apaan ini aku tidak terbiasa dengan

tatapan lembutnya itu

Kalimat Yesa dalam hati dan nyaris menutup wajah dengan kedua telapak tangannya karena merasa malu

"Su_sungguh aku tidak apa-apa." Yesa bicara lagi dengan salah tingkah

"Bodoh! Kamu bisa saja terluka." Arya bicara sambil membantu Yesa agar berdiri dari duduk

"Itu salah mu. Kenapa kau berteriak padaku tadi? padahal aku hanya bercanda." Ujar Yesa datar wajahnya semakin merona

"Kenapa wajahmu memerah? Kamu pasti punya pemikiran yang kotor." Arya bertanya sambil memperlihatkan senyum menggodanya.

"Wajahku tidak memerah." Yesa menjawab

cepat." Mungkin saja ini karena aku tidak pernah melihat tatapan indah mu padaku."

"Tatapan indah?" Arya mengerutkan kening sambil menarik kursi lalu duduk berdampingan dengan Yesa

"Benar, selama ini kamu selalu menatap ku dengan tatapan dingin. Tapi setidaknya ini peristiwa baik bagiku."

"Peristiwa baik apa?"

"Bukan apa-apa, setidaknya kita ada kemajuan"

"Kemajuan. Benarkah" Arya sedikit terkejut

"Benar! Apa kamu tidak tahu? Dulu kamu selalu bicara dengan wajah masam dan menatap ku dingin, seolah ingin membunuh ku. Tapi sekarang kamu bisa bicara dengan begitu banyak pada ku. Kau tahu? aku gembira sekali." Setelah bicara Yesa menampakkan senyum indahnya.

"Bodoh!" Arya tersenyum. Ini adalah kali pertamanya dia menampakan senyum indahnya pada seorang wanita. Tidak heran jika Yesa tertegun saat menatapnya.

Indah sekali. Ya Tuhan kenapa jantung ku berdegup sangat kencang

"Kamu beristirahatlah lebih awal." Arya meraih sendoknya." Besok pagi kita sudah harus berangkat dengan penerbangan pertama."

"Baiklah." Yesa bicara dengan nada lemah

Setelah bicara mereka melanjutkan makan malamnya.

****

Pemandangan ombak malam hari di pantai california yang mampu membuat siapa saja pasti akan terpesona saat melihatnya. Tiupan angin menerpa dua wajah manusia yang sedang duduk bersantai di catug header tepat di pinggir kolam renang. Sekilas Arya menampakan senyum indahnya lagi setelah menghirup udara malam di sana.

Alangkah baiknya jika dia selalu tersenyum

"Kenapa kamu menatapku lagi?" Arya bicara

"Tidak, hanya saja suasananya begitu tenang, Arya bagaimana menurutmu jika kita membicarakan tentang apa yang kamu lakukan ketika liburan sekolah menengah mu dulu."

"Liburan sekolah?"

"Benar, aku masih ingat waktu itu Aku pergi berlibur ke dunia fantasi dengan sahabat ku. Bagaimana denganmu?"

"Aku ke Eropa" Sahut Arya singkat

"Eropa!" Yesa tercengang."Dasar orang kaya."

"Huhh" Arya mendengus

"Kenapa kau mendengus?"

"Dasar norak!"

"Apa kata mu?" Yesa mengerutkan kening

"Bodoh." Arya menjawab cepat, entah kenapa tiba-tiba ia menatap keseluruhan wajah Yesa dengan tajam. "Yesa bila di lihat dengan seksama, wajah mu tidak begitu buruk, kamu juga bukan orang yang selalu menarik perhatian."

"Kau mau bertengkar denganku? Wajah ku buruk atau tidak itu bukan urusan mu.'' Ujar Yesa kesal

"Tapi saat aku melihat kerja kerasmu, kamu begitu hebat dan gigih menarik sekali. Semula aku tidak tahu kenapa ayah ku membanggakan mu dan kenapa adik ku begitu sangat memuji mu. Terlebih lagi.. Aku juga tidak tahu bagaimana perasaan ku padamu. Tapi sekarang aku mengerti."

"Mengerti apa?"' Tanya Yesa sambil nyengir

Sial! Sebenarnya apa yang baru saja aku katakan

Arya membuang muka sekaligus kembali pada akal sehatnya.

"Lupakan saja apa yang ku katakan tadi."

"Kenapa? Padahal aku sangat ingin tahu jawaban mu."

Arya diam tidak menjawab dan wajahnya terlihat sedang kesal sekali

"Mau kemana?" Yesa bicara saat melihat Arya bangun dari duduk

"Ini sudah larut aku mau tidur." Sahut Arya dingin

"Hei tunggu beritahu aku dulu jawaban mu."

"Tidak akan!" Hardik Arya sambil berjalan

Aneh kenapa dia marah

Sambil menatap punggung Arya pertanyaan itu melintas di kepala Yesa. Setelahnya ia menarik nafas panjang lalu merentangkan kedua tangan di udara sambil menatap langit yang di penuhi dengan bintang di malam hari

"Indahnya! ayah, ibu aku merindukanmu, semoga kalian bahagia di atas sana"

1
J S N Lasara
cari yg lah deri
J S N Lasara
sayang tetus
J S N Lasara
saling cinta
J S N Lasara
nikH
J S N Lasara
baru sadar
J S N Lasara
aduh sdh ad
J S N Lasara
PLN tpi psti
J S N Lasara
ad perasaan
J S N Lasara
jgn km hrs tmni arya
J S N Lasara
sabar km psti bisa
J S N Lasara
salah paham
J S N Lasara
lulus ujian itu i
J S N Lasara
wah km dpt
J S N Lasara
ktmu orang bedar
Widuri
aish si ethor emang bikin senewen pas bacanya, untung q rada pinter, ya kadang juga begok pas dompetku kosong
Nora Ish
enggak kok thor. tetep semangat. pemilihan kata² mu sehingga jd kalimat memang ditujukan untuk mereka yg ingin membaca dengan santai dan hati². aku menikmati setiap kalimat mu thor. krn aku membaca dengan pelang dan merasakan setiap kalimatnya. semangattt 🌻🌻🌷🌷
Onna Lake
Kok gak diupdate lgi thor?
Onna Lake
Terimakasih thor sudah diupdate lagi. Klo bisa, ritme updatenya jangan kelamaan thor 😊😄
Betty Richard
lanjut
Onna Lake
Update lagi dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!