"Siapa wanita yang rela Suaminya Menikah lagi..??"
Sama halnya dengan wanita bernama
Afifah Hilya Nafisah (21), wanita berdarah Sunda dan Jerman tersebut, entah mengapa kontra sekali dengan kata POLIGAMI.
Kalo di tanya mengapa dia begitu benci poligami bahkan dia sendiri belum menikah? alasannya karena kebanyakan sekarang orang berpoligami karena kepuasan batin semata ,(nafsu). bukan seperti Nabi. yang memang niat untuk membantu para janda.
Lantas bagaimana ??
Ketika takdir justru membawa dia kedalam kehidupan POLIGAMI, bukan menjadi wanita yang yang justru terusik akan adanya madu, Namun justru dirinyalah yang menjadi madu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siap
"Sayang "Azam berbisik ditelinga Afifah..
Afifah, membuka matanya melihat wajah sang suami yang terlihat berbeda, Afifah melihat binar mata Azam yang menatapnya sayu, nafas Azam berhembus tidak beraturan.
Kenapa nafas mas Azam sama seperti kemarin, saat aku membawa kepalanya untuk bersandar di dadaku.
Kali ini Afifah tidak mau mengulang kembali kesalahan nya, Afifah tidak akan bertanya kenapa sang suami seperti sesak nafas, Afifah takut Azam akan pergi meninggalkan nya seperti tadi malam.
Afifah mengulurkan tanganya menyentuh dada suaminya, mengelus ngelus dada sang suami berharap dengan perlakuannya nafas suaminya kembali normal.
Azam memejamkan matanya, merasakan gelenyer aneh dalam dirinya, elusan lembut tangan sang istri membuat jiwanya bergelora, membangkitkan sesuatu yang telah lama tertidur.
"Dek' IFA jangan begini mas tidak sanggup, mas tidak mau menyakiti IFA" ucap Azam dengan masih memejamkan matanya.
Afifah mendongak, melihat sang suami yang memejamkan matanya, Alifah memberanikan diri bertanya kepada Azam
"Adakah yang bisa Fifah bantu untuk mas ..??"
"Adakah yang mas inginkan..??"
Azam membuka matanya, menarik tangan sang istri dan menempel kan ke dada sebelah kirinya.
Azam: Di sini, sangat sakit' Afifah.
Afifah merasakan degup jantung Azam yang berdebar kencang, Afifah pun sebenarnya merasakan hal yang sama, namun Afifah berfikir mungkin ia hanya gerogi, karena berdekatan dengan Azam.
"Apa yang bisa Fifah bantu mas..??"
Azam: Mas tidak akan memaksamu dek'..mas akan setia menunggu IFA sampai IFA siap.
Afifah melihat wajah Azam yang kesekian kalinya, Afifah melihat binar mata Azam yang seolah memuja, apakah suaminya menginginkan sesuatu yang memang seharusnya Azam dapatkan..??
Afifah sendiri bingung mau bicara apa...??kenapa kalo Azam mau tidak mengatakannya langsung padanya..??
apakah deru nafas Azam itu karena menahan hasratnya..??
Afifah memejamkan matanya, ya Allah betapa bodoh nya ia tidak mengetahui keinginan suaminya.
Azam mengelus pipi Afifah, melihat Afifah memejamkan matanya Azam tersenyum kecut , Azam berfikir mungkin Afifah merasa ini terlalu cepat, pelan pelan Azam menurunkan Afifah dari pangkuannya.
Azam: Kita bisa kembali istirahat, tidak usah pergi kedapur, ada pelayan maid yang mengurus semuanya, kita masih dalam suasana berduka dek.
Azam hendak berdiri, namun Afifah mengengam tangan Azam , Azam menoleh melihat ke arah istri nya yang tertunduk, pelan pelan Azam mengangkat dagu istrinya.
Azam: Ada ap....
Cup
Cup
Afifah mengecup dua kali bibir seksi Azam.
Azam yang mendapatkan serangan tiba tiba jantung nya bergemuruh lagi, Azam merengkuh sang istri kedalam dekapannya.
Azam: Jangan membuatku berharap lebih dek!!" mas tidak akan sanggup terus menahannya. ucap Azam di telinga Afifah.
Afifah: Kalo begitu jangan mas tahan, lepaskanlah..!!
Azam: Mas akan menunggu IFA siap.
Afifah:"Fifah siap"
Azam: Jangan main-main dek' mas tida..
Cup
Cup
Afifah kembali mengecup bibir Azam.
Afifah: Lakukanlah..!! apapun yang mas Azam ingin lakukan , Fifah siap..!!
Azam: Be benarkah..??apa adek tidak sedang bercanda, apa adek, "Cup"belum selesai Azam berbicara Afifah telah memberikan kecupan kecil di atas bibir suaminya bahkan Afifah mengigit kecil bibir bawah Azam.
Afifah: Lakukanlah mas Afifah siap.
Azam tersenyum lebar , binar matanya sangat jelas menunjukkan rasa bahagia.
Afifah:Kita sholat dua rakaat dulu ya mas.
.
.
Seusai sholat
Azam berdoa
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِيْ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ
Allahumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allahummazuqnii minhum warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khairin, wa farriq baynanaa idza farraqta ilaa khairin.
Artinya : “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan kepada istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah kami (berdua) dalam kebaikan.”
Sebelum berhubungan intim, suami istri dianjurkan membaca doa untuk memohon perlindungan Allah SWT. Doa ini akan memberikan keberkahan, kebaikan pada keturunan yang dihasilkan, serta menambah kemesraan.
بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا.
Bismillah, allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.
lagi seru2 nya ada gangguan.