NovelToon NovelToon
Perjalanan Ke-Abadian.

Perjalanan Ke-Abadian.

Status: tamat
Genre:Action / TimeTravel / Reinkarnasi / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suja Andy

Novel ini adalah bentuk revisi dari novel awal yang berjudul My Journeu too Immortality yang terpaksa harus direvisi.



Kultivasi adalah jalanku

Meraih Kekuatan Keinginanku

Menembus Surga Impianku

Dengan Pedang di Tangan

Dengan Kekuatan milikku

Akan kugapai Surga

Kan Kuukir Legenda


Xi Suja, tuan muda kelima klan Xi yang terus saja sial. jalan keabadian yang dia tempuh sangat curam dan terjal, masalah datang terus-menerus bahkan sejak dia melewati kota pertama dalam pengembaraannya.

dengan bantuan para hewan kontraknya, dan keluarga serta teman-teman yang dia temui dalam perjalanan, dia mendaki gunung terjal demi meraih kekuatan.

.
.
.

jangan lupa berikan vote, komentar, like, share, dan ikuti perjalanannya yaa..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suja Andy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - End of Arc 1 - (Prolog yang tidak jelas )

.

DUUUUUUAAAAAAAARRRRRRRR………….!!!!!!!!!!!!

“Lemah! Serang lebih kuat! Keluarkan semua kekuatanmu!”

Seorang pemuda tampan namun masih berusia sebelas tahun tengah berusaha menyerang seorang pemuda 30-an di depannya, meskipun begitu dia masih tidak bisa memberikan satupun luka di tubuh pemuda di depannya.

“Tebasan Pedang Api!”

Sebuah pedang terbentuk dari Qi miliknya dengan api yang membakar pedang itu, melihat pedang berkobar yang tengah melesat mengincarnya membuat pemuda itu tersenyum meremehkan.

DUUUAAARRRR…………..!!!!!!!!!!

Tinggal satu inci saja pedang itu akan mengenai target namun langsung meledak, dengan mudahnya si pemuda itu menghancurkan serangan lawannya dengan sebuah pedang kayu biasa.

“Cukup bagus, tapi masih lemah! Apa hanya segitu saja kemampuan!?”

Mendengar dirinya diremehkan membuat pemuda belia itu mendecih kesal, pedang melengkung yang dia pegang bersinar karena dialiri Qi.

Dengan kuda-kuda rendah dan tubuh dicondongkan dia memegang pedangnya seolah pedang itu masih berada di dalam sarung, Qi yang dia alirkan ke pedangnya semakin banyak membuat pedang itu bersinar semakin terang.

“Apa yang akan dia lakukan?” Gumam pemuda yang menjadi lawannya.

Sedangkan si pemuda belia semakin memperbanyak Qi yang dialirkan ke pedangnya, pikirannya semakin tenang dengan aliran nafas yang tenang dan teratur. Saat pikirannya menjadi jernih, dia membayangkan sebuah serangan pedang dari api yang sangat panas dan kemudian mengeluarkannya.

“Teknik Pedang Dewa Matahari : Api Membakar Samudra…!!!!”

SWOOOOSSSSHHHHH………!!!!!

“””””……..!!!!!!!!!!!!!”””””

Sebuah pedang yang terbentuk dari api kuning yang sangat panas melesat mengincar targetnya, sementara sang target telah mengambil posisi bertahan dan mengalirkan Qi ke pedang kayu di tangannya sebelum menebas ke depan.

DUUUUUUUUAAAAAAAAAARRRRRRRRRR………………….!!!!!!!!!!!!!!!

Ledakan yang besar dan kuat terdengar begitu keras, asap tebal membumbung ke langit akibat ledakan yang terjadi saat bertemunya dua jurus hebat.

“Uhuk uhuk uhuk…….!!!!!!!!”

Pemuda yang lebih tua itu terlempar beberapa langkah meskipun tidak sampai jatuh, terlihat darah yang cukup banyak dia muntahkan karena pertemuan dua kekuatan tadi.

“Kakak, sekarang aku akan menggunakan tangan kosong. Bersiaplah!”

Pemuda yang lebih kecil mengambil kuda-kuda yang cukup rendah, saking rendahnya lutut kirinya sampai bersentuhan dengan tanah.

Merasa siap dia melesat mendekati lawannya dan menyerang menggunakan pukulan, namun karena lawannya jauh lebih kuat darinya tentu saja pukulan itu bisa ditepis.

BUK BUK BUK……!!!!!!!!!

Keduanya berbagi serangan dengan cukup sengit, beberapa kali pukulan ataupun tendangan dari si pemuda belia itu mampu menyentuh pemuda yang lebih tua darinya.

“Beladiri tangan kosong milikmu sangat kuat adikku, apakah itu ilmu tingkat tinggi?”

Si pemuda belia tidak membalas pertanyaan pemuda yang ternyata adalah kakaknya itu, dia menyerang dengan cukup kuat sebelum mundur dengan cepat.

“Maaf kakak, aku tidak bisa memberitahumu.”

Keduanya kembali berbenturan saat si adik mendekati kakaknya, benturan pukulan, tendangan, maupun sapuan kaki yang dilancarkan si adik beberapa kali hampir menjatuhkan kakaknya.

Sementara itu setiap pukulan maupun tendangan yang dilancarkan oleh sang kakak selalu saja masuk dan mengenai adiknya, meskipun dalam pertarungan tangan kosong itu mereka tidak menggunakan Qi, tapi karena kekuatan fisik murni mereka sangat kuat membuat setiap serangan mereka begitu menyakitkan.

Pemuda yang lebih muda mengambil ancang-ancang kembali membuat kakaknya mau tak mau memilih bertahan, si pemuda meloncat tinggi lalu menyerang dari atas.

BUK……!!!!

Saat serangannya berhasil ditepis dia meloncat kembali dan memukul ke dada sang kakak yang berada di depannya, pertarungan keduanya kembali berlanjut dengan cukup sengit meskipun dari awal sudah terlihat kalau si adik akan kalah.

“Adik, sudah keberapa kali kita melakukan ini? Kakak sudah lelah, bisakah kita menghentikan semuanya?”

Adiknya merengut kesal sebelum mengambil kembali pedangnya yang tertancap di sebuah pohon, “Baiklah kak. Kita akan mengakhiri semua ini, aku juga sudah bosan kalah terus darimu!”

“Teknik Pedang Asal Tebas : Pedang Pembunuh Iblis!”

Dia menarik pedangnya dengan pelan dan terlihat seolah sengaja dikeluarkan dengan pelan, namun saat pedang itu telah keluar sempurna dia melakukan tebasan tak beraturan dengan tempo yang sangat singkat dan cepat.

Dari tebasannya itu tercipta empat buah pedang energi yang menyerang vertical, horizontal, ada yang menebas dari kanan atas ke kiri bawah, dan dari sebaliknya, setiap pedang energy itu melesat cepat menuju targetnya.

Kakaknya menggunakan Qi miliknya untuk membuat sebuah pelindung dan juga pedang kayunya yang dia aliri Qi untuk menghancurkan serangan adiknya, saat empat serangan itu hampir mencapai tempatnya dia menebas keempatnya namun satu berhasil lolos dan meledak saat mengenai pelindung energinya.

DUUUUUUUAAAAAARRRRR………….!!!!!!!!!!!!

Pria yang tadi menjadi target serangan kini tengah bertumpu dengan menggunakan pedang kayu di tangannya, terlihat bekas terbakar di pakaiannya dan juga darah yang cukup banyak.

“Xi’er, apakah kamu ingin membunuh kakakmu ini sayang?”

Kedua pemuda itu adalah tuan muda pertama klan Xi yang bernama Xi Ming, dan yang satunya tentunya MC kita Xi Suja.

Keduanya berada di dalam cincin ruang dimensi atas perintah ayah mereka untuk melatih Suja, sudah beberapa minggu ini mereka berada di dimensi pribadi milik Suja bersama dengan ibu, keempat kakak, dan adiknya si putri manja kesayangan klan mereka.

Pertarungan mereka hari ini adalah pertarungan yang ke-seratus sekian namun merupakan kemenangan pertama yang diraih Suja, memang mustahil baginya yang hanya mengandalkan seni tangan kosong untuk mengalahkan kakaknya yang ahli pedang dan tombak terlebih kakak pertamanya hanya tinggal beberapa waktu lagi akan mencapai Alam Inti tingkat 4.

“Iiiiiuuuuuuuhhhhhhh……..!!!!! Bisakah kakak Ming tidak memanggilku sayang!? Jijik sekali aku mendengarnya!”

Xi Ming tersenyum simpul mendengar itu, mereka merasa lucu karena Suja menolak keras dipanggil begitu tapi ekspresinya malah malu-malu seperti seorang gadis yang tengah jatuh cinta. Dan itu hanya dia tunjukkan di depan ibu, kakak pertama, dan adiknya saja.

“Sayangku, melihat ekspresimu itu membuatku semakin menyayangimu. Ayolah jangan malu-malu!”

Suja memerah karena malu, tanpa memperdulikan yang lain lagi dia mendekati ibu dan kakaknya yang lain yang tengah menonton pertarungan mereka, dia memeluk ibu dan adiknya dengan manja membuat adik kecilnya meronta mencoba melepaskan pelukannya.

Satu tahun sudah mereka berada di dalam cincin ruang dimensi, dan selama itu pula Suja selalu berlatih tanding dengan kakak-kakaknya dan sesekali dengan ayahnya.

Jika kalian penasaran ke mana para binatang iblis dan binatang roh yang sebelumnya meminta Suja mengikat kontrak dengan mereka, jawabannya adalah karena mereka semua sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, yah meskipun ada beberapa binatang iblis dan binatang roh yang ternyata cocok dengan orang tua dan keempat kakak Suja membuat mereka beralih dan menjadi binatang kontrak mereka.

“Xi’er, sudah satu tahun kita di sini. Perkembanganmu juga sudah cukup lumayan. Sudah saatnya kamu berkelana demi menambah pengalamanmu, kakak yakin tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkanmu selama mereka bukan jagoan Alam Jiwa

Ming Mei mengangguk membenarkan, pada akhirnya mereka keluar dari sana.

.

.

.

1
Mata rantai Kebencian
mengadopsi teknik budidaya immortal kelas primer yang dilemahkan banyak tingkat.

1.pemurnian qi
2.pembentukan tubuh
3.inti emas
4.jiwa baru lahir.
5.formasi jiwa
......

2 tingkat pertama tentang traformasi tubuh, sedangkan 3 tingkat terakhir tentang Trang jiwa,dalam teknik budidaya immortal kelas primer traformasi jiwa disebut sebagai traformasi essence soul atau esensi jiwa.

aku suka deskripsi kultivasi nya, gabungan antara budidaya immortal (jiwa) dan martial(gerbang).

baru kali ketemu novel sperti ini.apakah novel author berhubungan dengan novel legenda pendekar naga?heavensal,dari dunia Xiao Chen sama dengan heavensal dinovel ini?
Abi
Biasa
Abi
Buruk
Jago Ternak
lanjut thorr
Jago Ternak
lanjut pantang kendor
Jago Ternak
kalau bagianntulang ini cpatbsayanpaham soalnya udah baca 3 kalai legenda pendekar naga xio chen lnjut
sehzade_nur
ga jelas
Tobing AR
mtap
Hero Rohayadi
aneh gk da yg baca apa
Hero Rohayadi
pada kemana komen nya
Hero Rohayadi
yoss
Hero Rohayadi
ciyus
DEWA SEMESTA
up
Supi Handoko
kebanyakan narasi boss...anda tuh author, bukan narator...!!?😜🤪😝
Supi Handoko
ini seh bukan refisi thor, tp cerita baru...krn tokoh mopun alur cerita benar² b'beda dg cerita sebelum'a...dah dua kali alur ceritamu mentah ditengah jalan...gw bener² kecewa thor...!!?😪🥵🥺😡🤬
April Nando
bro novel pertama ceritanya di tengah hutan ehh balik ke lahiran kan ga nyambung banget tuh
煙草×Sebatss🚬
Lanjuttt
Nulamal
semangat thor, lanjutkan.

owh ya aku juga buat novel, kembalinya sang legenda, dibaca ya🙏
Ahmad Solikin
Thor kebanyakan minum Pill tidur .. ga update .. payah
Mungka
hadirrr!! semangat terus berkaryaa

salam dari Kasturia : Kisah Abyad Dari Anhala.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!