Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 22
Aditya pagi pagi sekali berangkat dengan memakai mobil nya di antar oleh Sopir nya menuju kerumah Yoga, karena Yoga sudah menunggu Aditya untuk menemui pemilik rumah tersebut yang sudah di sepakati Yoga dan teman nya tersebut di kontrak selama satu bulan kedepan untuk di jadikan sebagai tempat tinggal sementara Aditya yang melakukan penyamarannya tersebut.
Sesampainya di rumah Yoga, Aditya langsung menyuruh sopirnya pulang kerumah, sopirnya kemudian melajukan mobil nya menuju kearah rumah dengan membawa pesan dari tuan mudanya, agar tidak mengatakan pada siapapun kemana terakhir kali dirinya mengantarkan tuan mudanya tersebut.
Kemudian Aditya di sambut oleh sang sahabat, dan mereka memasuki kamar Yoga untuk berganti pakaian sesuai dengan idenya yoga.
" Apa nih yang harus aku gunakan?" Tanya Aditya pada yoga.
" Tenang broo, sudah aku persiapkan semua kebutuhan kamu selama penyamaran." Ucap Yoga pada sang sahabat.
" Nih, pakai pakaian ini, biar terlihat jelek banget kamunya" lanjutnya lagi sambil tertawa.
" Aku akan mendandani kamu sangat kucel, tapi kamu jangan protes ya, karena ini juga ada campur tangan kekasihku" kekehnya.
Aditya mengikuti apa yang di perintahkan sahabatnya tersebut, termasuk memakai pakaian yang sudah di persiapkan oleh Yoga.
" Assalamualaikum.." ujar Rara.
" Waalaikumsalam.." jawab keduanya keluar kamar Yoga.
" Sayang...udah bawa pesanan ku?" Ucapnya pada sang kekasih.
" Udah sayang, beres.." ucap Rara mendekati mereka berdua, sambil memberikan tas Ransel hitam yang di pegangnya pada Yoga,
" Widihhh..udah sayang sayangan nih..." Ucap Aditya sambil tersenyum.
" Itulah Bosku namanya cinta, selalu seru di mana aja" ucapnya lagi.
" Ya udah apa nih yang aku gunakan setelah memakai pakaian ini?"
" Pakai itu aja dan bawa tas Ransel ini.di dalam tas ini terdapat pakaian kamu yang sudah aku persiapkan sesuai dengan jam dan hari nya" ucap Yoga menyerahkan tas kepada Aditya.
" Ya udah kalau gitu ayo kita berangkat kerumah baru ku." Ucapnya.
Kemudian ketiga sahabat tersebut langsung masuk mobil dan menuju ketempat yang di tuju.
Dirumah pak ustad Somad.
" Mbak Suci, hari ini kayanya Wati nggak bisa masuk, karena sedikit kurang enak badan" ucap wati pada Suci.
" Iya dek, nanti mbak akan ijin kan kamu pada pak Topan ya" ucapnya lagi.
" Iya mbak" ujarnya.
Setelah berpamitan pada Umi dan Abi angkatnya Suci menaiki Motor Wati menuju tempat kerjanya.
Dengan melalui jalan Biasa yang sering mereka lalui akhirnya Suci sampai di tempat kerja nya dan dia memarkirkan motornya di tempat parkir khusus karyawan restauran tersebut.
Dia kemudian langsung mengabsenkan dirinya terlebih dahulu dan setelah absen kehadiran dia langsung menuju ruangan Bos mereka, untuk meminta ijin buat Wati yang sedang tidak enak badan.
Terlihat beberapa pasang mata memperhatikan dirinya yang sedang memasuki ruangan Pak Topan setelah mengetuknya dan di persilahkan masuk kedalam.
" Tuh, lihat kelakuan si Suci, setor diri dulu sebelum bekerja" ucap salah satu karyawan yang bernama sarah.
" Namanya aja Suci tapi pekerjaan nya nggak Suci" kata teman akrabnya sarah yang bernama indah.
" Udah pagi pagi tidak boleh curiga terus ah.." kata salah satu karyawan yang lain yang bernama Irma.
" Emang benar kan, coba liat apa yang dia lakukan di dalam, lama banget kan" lanjut Sarah.
" Baru juga masuk, siapa tahu ada yang di omongi dengan Bos, jangan curigaan mulu napa ah" ucap Irma.
Diruangan Topan...
" Selamat pagi pak," sapa suci.
" Pagi,....Suci? Ada apa,? silahkan duduk" ujarnya mempersilahkan Suci Duduk.
" Begini pak, saya cuma mau bilang ke bapak mau minta ijin kalau Wati tidak bisa masuk kerja hari ini karena kurang enak badan" ucapnya lagi.
" Oh....iya, tidak apa apa, bilang ke Wati istirahat aja dulu sampai sembuh" ucapnya lagi sambil tersenyum.
" Terimakasih banyak ya pak, saya permisi dulu" ucapnya mau beranjak dari ruangan pak Topan.
" Eh....suci tunggu dulu, bisakah kamu menolong saya?" Tanya pak Topan lagi.
" Iya pak, tolong apa ya?" Tanya suci.
" Ini, ruangan saya kan sudah terlihat kotor dan banyak debunya, bisakah kamu bersihin sebentar?" Ujarnya meminta pada Suci.
" Kotor? Bukan kah sudah di bersihkan oleh Cs nya, di mana kotornya?" Batin Suci sambil melemparkan pandangan nya ke seluruh ruangan pak Topan tersebut.
" Gimana Suci, kamu mau kan nolongi saya?" Tanya pak Topan membuyarkan pandangan Suci pada ruangan Bos nya tersebut.
"Oh....iya pak , akan saya laksanaka.." ucapnya lagi sambil bergerak mengambil sapu di dekat kamar kecil yang ada di ruangan tersebut.
Topan menatap suci tanpa berkedip dan dia tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menahan suci di ruangan nya walaupun melalui cara seperti ini menyuruh suci membersihkan ruangannya, padahal ruangan tersebut sudah di bersihkan oleh karyawan khusus bersih bersih.
" Coba kalian lihat sudah berapa menit Suci berada di dalam ruangan pak Topan, Pakai akal aja coba kalian pikir apa Coba yang mereka lakukan di dalam kalau bukan ada sesuatunya" ucap Sarah.
" Iya juga ya" sambung Indah.
" Sudah lah! Ngerumpi mulu sih, ayo kerja kerja, lagi pula Sarah, hati hati dengan omongan mu bisa bisa karena omongam mu sendiri bisa membuat kamu kehilangan pekerjaan kamu, kan kamu tahu cari kerjaan di kota nih gampang gampang susah." Ucap Irma lagi sambil berlalu dari hadapan kedua orang yang suka bergosip ria tersebut.
Indah dan Sarah mencibirkan mulutnya pada Irma, mereka berdua memang tidak terlalu suka dengan Sosok Suci, karena bagi mereka berdua suci adalah orang yang telah mengalahkan kecantikan mereka berdua, terutama Sarah yang selalu bergaya dan sok imut di depan Bos mereka Pak Topan.