NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30: Langkah Sang Ratu

System Glitch

Stella melangkah masuk dengan tangan yang tertaut ringan pada lengan Neo. Perbedaan tinggi badan mereka, Stella dengan 162 cm ditambah hak tinggi dan Neo dengan 184 cm menciptakan kontras yang sangat indah dan dominan.

Stella tidak terlihat seperti putri yang terbuang. Ia melangkah dengan kepala tegak, dagu terangkat, dan tatapan mata yang sangat tajam.

Gaun merah marun gelapnya membedah kerumunan orang-orang yang berbaju pastel, membuatnya terlihat seperti pusat gravitasi di ruangan itu.

Di sampingnya, Neo Hayes Blake berjalan dengan aura yang sangat mengintimidasi, seolah ia sedang mengawal barang berharganya yang paling mahal.

Richard Rosewood nyaris menjatuhkan gelas wiskinya. Matanya membelalak melihat putrinya datang bersama pria yang paling ditakuti dan dihormati di London.

Chloe membeku.

Wajahnya yang tadi tersenyum manis kini memucat pasi. Ia menatap tangan Stella yang menggandeng lengan Neo dengan rasa iri yang membakar jiwanya.

Itu harusnya aku! batin Chloe berteriak.

Stella melihat reaksi keluarganya dan merasa sangat puas. Berkat hadiah dari Vix, ia tidak merasakan ketakutan sedikit pun saat menatap mata ayahnya. Ia justru merasa sangat berkuasa.

"Tersenyumlah, Rosewood," bisik Neo pelan di dekat telinga Stella, membuat para tamu di sekitar mereka berspekulasi tentang kemesraan keduanya.

"Semua mata tertuju padamu. Jangan buat investasiku terlihat gagal."

"Tenang saja, Tuan Blake," balas Stella dengan nada yang sama pelannya. "Aku tidak pernah gagal dalam sebuah pertunjukan."

Mereka berjalan mendekati Richard dan Elena. Setiap langkah Stella terasa seperti dentuman palu yang menghancurkan harapan Chloe.

"Ayah," Stella menyapa dengan suara tenang yang sangat elegan begitu mereka berdiri di hadapan Richard.

Ia tidak membungkuk, ia hanya menatap ayahnya dengan pandangan datar. "Lama tidak berjumpa. Kau terlihat... lebih tua dari terakhir kali aku melihatmu."

Richard menggeram rendah, berusaha menjaga martabatnya di depan Neo. "Stella! Kau benar-benar berani muncul di sini setelah semua kekacauan yang kau buat?!"

Neo melangkah sedikit ke depan, auranya yang dingin langsung menyelimuti area tersebut, membuat Richard refleks mundur setengah langkah.

"Tuan Rosewood," suara Neo terdengar seperti es yang pecah.

"Nona Stella datang kemari sebagai partner bisnis resmi Blake Group. Aku harap kau bisa menjaga ucapanmu di depan rekan kerjaku."

Richard menelan ludah, wajahnya memerah karena malu dan takut. "T-tentu saja, Tuan Blake. Aku hanya... aku hanya terkejut."

Elena mencoba mencairkan suasana dengan senyum palsunya. "Oh, Stella, kau terlihat sangat berbeda. Gaunmu... sangat berani. Chloe, kemarilah, sapa kakakmu."

Chloe maju dengan langkah ragu, wajahnya masih pucat. "Halo, Kak Stella. Halo, Tuan Blake. Aku senang Kakak baik-baik saja."

Stella menatap Chloe dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu tersenyum miring yang sangat tengil.

"Terima kasih, Chloe. Ngomong-ngomong, laptopmu sudah diperbaiki? Aku dengar ada 'bug' aneh yang menyerang sistemmu semalam. Sayang sekali, padahal kau sedang sangat sibuk, kan?"

Wajah Chloe berubah dari pucat menjadi merah padam. Ia tahu Stella sedang mengejeknya tentang kegagalan malware semalam.

"Stella, cukup!" Richard menyela dengan nada otoritas yang dipaksakan.

"Ikut aku ke ruang kerja sebentar. Ada dokumen keluarga yang harus kau tanda tangani sebelum acara inti dimulai."

Stella melirik Neo. Neo hanya memberikan anggukan kecil, tanda bahwa ia akan mengawasi dari luar.

"Baiklah, Ayah," ucap Stella dengan nada santai. "Ayo kita selesaikan ini dengan cepat. Aku punya banyak sampanye yang harus diminum malam ini."

Waktu: 20:30 PM

Ruang Kerja VIP Ballroom

Di dalam ruangan yang tenang dan beraroma kayu tua itu, Richard berdiri di balik meja kerjanya. Elena berdiri di sampingnya, sementara Chloe duduk di kursi sofa dengan wajah yang sekarang sudah kembali angkuh.

Richard melempar sebuah dokumen ke atas meja.

"Tanda tangani ini," perintah Richard.

"Ini adalah surat pernyataan bahwa kau sedang dalam kondisi mental yang tidak stabil akibat ketergantungan alkohol, dan kau secara sukarela menyerahkan seluruh hak suara dan kepemimpinan mu di Rosewood Media kepada Chloe untuk sementara waktu."

Stella menatap dokumen itu, lalu tertawa keras. Tawa yang sangat menghina.

"Kau benar-benar tidak punya kreativitas, Ayah," Stella mengambil dokumen itu dan merobeknya menjadi dua bagian di depan wajah Richard.

"Kau pikir dengan membawa polisi atau menekan mental aku, aku akan menyerah?"

"Stella! Jangan kurang ajar!" teriak Richard.

"Jika kau tidak menandatanganinya, aku akan mengumumkan pada semua orang di luar sana bahwa kau adalah seorang pencuri yang menggelapkan dana pamanmu sendiri! Aku punya bukti palsu yang sudah disiapkan!"

"Bukti palsu?" Stella melangkah mendekati ayahnya, tatapan matanya sangat mematikan.

"Coba saja, Ayah. Tapi sebelum kau membuka mulutmu, sebaiknya kau lihat ini."

Stella mengeluarkan ponsel barunya, memutar sebuah rekaman suara yang ia dapatkan dari peretasan server semalam.

Di dalam rekaman itu, terdengar suara Elena dan Arthur yang sedang merencanakan bagaimana cara menyingkirkan ibu kandung Stella bertahun-tahun yang lalu agar Elena bisa masuk ke keluarga Rosewood.

Wajah Richard membeku.

Wajah Elena berubah menjadi pucat pasi seolah nyawanya baru saja dicabut.

"Jika rekaman ini sampai ke publik," bisik Stella dengan nada yang sangat tenang namun penuh ancaman.

"Bukan hanya nama Rosewood yang hancur, tapi kalian semua akan mendekam di penjara atas kasus konspirasi pembunuhan dan penipuan warisan."

"K-kau... dari mana kau mendapatkan itu?!" Elena menjerit histeris.

"Sistemku bekerja dengan sangat baik, Ibu Tiri," Stella menyeringai.

"Sekarang, dengarkan permintaanku. Ayah, kau akan naik ke panggung nanti dan mengumumkan bahwa aku adalah satu-satunya direktur utama yang sah dan kau memberikan dukungan penuh padaku. Jika tidak, rekaman ini akan menjadi headline nomor satu di London besok pagi."

Richard jatuh terduduk di kursinya, napasnya tersengal. Ia tidak punya pilihan lain. Ia telah kalah telak oleh putri yang selama ini ia anggap sampah.

Stella membalikkan badannya, berjalan keluar dari ruangan itu dengan perasaan puas yang luar biasa.

Begitu ia membuka pintu, ia melihat Neo sedang berdiri bersandar di dinding koridor, tangannya masuk ke saku celana.

"Selesai?" tanya Neo datar.

"Selesai dengan sangat bersih," jawab Stella, matanya berkilat penuh kemenangan.

Neo melangkah mendekat, matanya menatap bibir Stella yang baru saja mengeluarkan kata-kata tajam.

Secara impulsif, Neo mengangkat tangannya, ibu jarinya mengusap sedikit sudut bibir Stella yang terkena noda lipstik yang sedikit berantakan akibat emosi tadi.

"Bagus," bisik Neo, suaranya sangat serak.

"Karena aku tidak suka partnerku kalah dalam pertempuran kecil seperti ini."

Stella terpaku. Sentuhan ibu jari Neo di bibirnya terasa sangat panas dan posesif.

Tiba-tiba, suara Vix kembali menggema.

[ Ding! ]

[ Afeksi Neo Blake meningkat! Status saat ini: 50%. Peringatan: Sang Predator sudah benar-benar terjatuh ke dalam perangkapmu, Host! ]

Stella menelan ludah. 50 persen? Ini baru awal dari malam yang panjang, dan ia sudah merasa dunianya mulai berputar di sekitar pria obsidian ini.

Waktu: 21:00 PM

Panggung Utama Ballroom

Lampu sorot tertuju pada Richard Rosewood yang berdiri di atas panggung dengan tangan gemetar memegang mikrofon.

Di bawah panggung, Stella berdiri di samping Neo, menjadi pusat perhatian seluruh tamu.

"Hadirin sekalian," suara Richard terdengar goyah.

"Malam ini, aku ingin mengumumkan sebuah keputusan besar. Putriku, Stella Odette Rosewood, telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memimpin perusahaan. Aku memberikan dukungan penuh padanya sebagai satu-satunya Direktur Utama Rosewood Media yang sah. Dan... aku meminta maaf atas segala kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya."

Seluruh ruangan pecah dalam tepuk tangan riuh.

Stella tersenyum manis ke arah panggung, sementara Chloe di pojok ruangan menangis tersedu-sedu kali ini benar-benar karena rasa sakit dan kekalahan yang nyata.

"Kau melakukannya, Nona Rosewood," gumam Neo sambil menatap Stella dengan pandangan yang kini dipenuhi oleh obsesi yang tidak lagi disembunyikan.

"Kita melakukannya, Tuan Blake," balas Stella, menatap lurus ke depan, siap menghadapi babak baru dalam hidupnya yang penuh dengan sistem dan pria berbahaya ini.

Tapi jauh di dalam hatinya, Stella tahu bahwa kemenangannya malam ini baru saja membuka pintu menuju konflik yang jauh lebih besar.

Karena Chloe tidak akan diam saja, dan Neo... Neo sepertinya tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.

To be Continued

1
Puch🍒❄
lah loh hah eh kok bukannya dh diambil lg sama stella yak lah kok masih dia sih lah loh heh🤨
aku
ngabrut baca ini astaga 🤣🤣🤣
paijo londo
🤣🤣🤣yg datang ternyata tuan blake y waduh misi suruh kedip tuh awaasss entar tuan blake terpesona looohhh😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!