NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Aula utama kediaman Kincaid diselimuti oleh dekorasi hitam dan putih. Ratusan karangan bunga duka cita berjejer dari gerbang luar hingga ke lobi utama.

Hari itu mereka mengadakan upacara kematian Flossie, sebuah pemakaman megah tanpa jasad yang dihadiri oleh jajaran direksi, kolega bisnis, dan awak media.

​Alfie Kincaid yang mengenakan jas hitam legam berdiri kaku di depan sebuah altar kecil. Di tengah altar ada sebuah bingkai foto berukuran besar yang menampilkan wajah Flossie yang sedang tersenyum lembut.

​"Alfie, minumlah sedikit air."

Troy mendekat dengan langkah pelan sembari menyodorkan segelas air.

"Anda belum menelan apa pun sejak kemarin pagi. Upacara pelepasan akan segera dimulai."

​Alfie tidak bergeming. Ia bahkan tidak berkedip dan matanya terus terpaku pada senyuman Flossie di dalam bingkai.

"Di mana Ibuku, Troy?"

​Troy menundukkan kepalanya dan tampak ragu sebelum menjawab.

"Madam Willa mengatakan kesehatannya mendadak memburuk akibat syok. Beliau memilih tetap berada di kamarnya dan menolak untuk turun ke aula."

​"Syok?"

Alfie terkekeh sinis.

"Dia syok karena menantunya mati atau karena takut namanya tercoreng jika media terus mengorek insiden malam itu?"

​"Pak Alfie, tolong kecilkan suara Anda," bisik Troy panik sambil melirik beberapa wartawan yang mulai mengarahkan lensa kamera ke arah mereka.

"Madam Willa bersikeras sejak awal bahwa upacara ini tidak perlu diadakan karena jasad Nyonya Flossie belum ditemukan. Beliau menganggap ini hanya akan memicu rumor buruk bagi saham perusahaan."

​"Persetan dengan saham perusahaan!" ujar Alfie.

Rahangnya mengatup rapat menahan gejolak emosi yang membakar dadanya.

"Aku yang memaksanya mengadakan ini. Aku tidak akan membiarkan Flossie pergi dari dunia ini seolah dia adalah hantu yang tidak pernah ada dalam hidupku!"

​Troy terdiam dan tidak berani menyahut lagi melihat kilat frustrasi dan kegilaan yang mulai mendominasi mata tuannya.

​Alfie kembali membalikkan tubuhnya menghadap foto Flossie. Di dalam keheningan batinnya, dinding keyakinan yang selama ini dia bangun mulai runtuh satu per satu. Logika dan akal sehatnya yang sempat buta oleh amarah di malam badai itu sekarang mulai menuntut jawaban atas kejanggalan-kejanggalan yang tak masuk akal.

​Ia menatap cincin pernikahan mereka yang ia kalungkan di lehernya.

"Mengapa seorang wanita yang dituduh berselingkuh dan berniat membunuh demi menguasai harta warisan Kincaid, justru memilih mengakhiri hidupnya di sungai yang deras tanpa membawa sepeser pun uang?" batinnya.

​Jika Flossie memang serakah dan manipulatif, dia pasti akan menggunakan foto-foto itu untuk memerasnya atau setidaknya membawa kabur perhiasan dan uang simpanannya sebelum kabur. Namun, Flossie pergi tidak membawa apa-apa.

​"Aku begitu buta," bisik Alfie lirih. "Flossie, apa yang sebenarnya terjadi malam itu? Mengapa kamu tidak memaki atau mengutukku saat aku melempar dokumen itu?"

​Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di otaknya bagaikan lingkaran setan dan menggerogoti setiap jengkal kewarasannya. Rasa bersalah yang teramat besar menghunjam ulu hatinya dan membuatnya merasa menjadi monster paling kejam di atas muka bumi ini.

​Tepat saat Alfie sedang tenggelam dalam pusaran penyesalan terdalamnya, sebuah aroma parfum mawar yang menyengat tiba-tiba menyeruak di dekatnya.

Sebuah tangan dengan kuku yang dicat merah menyala perlahan merayap naik dan melingkar manja di lengan jas hitam Alfie.

​Alfie tersentak dan menoleh dengan sorot mata yang seketika berubah menjadi sedingin es.

​Nadia berdiri di sampingnya. Wanita itu mengenakan gaun hitam ketat dengan potongan dada rendah yang sangat tidak pantas untuk sebuah upacara kematian.

Wajahnya dipoles riasan tebal dan matanya sama sekali tidak memancarkan rasa duka.

​"Alfie, Sayang," bisik Nadia dengan suara yang dibuat selembut mungkin dan sengaja merapatkan tubuhnya ke dada Alfie di hadapan para tamu yang mulai berbisik-bisik.

"Jangan terus-menerus menyiksa dirimu seperti ini. Lihatlah, matamu sampai memerah."

​Alfie menatap tangan Nadia di lengannya dengan pandangan muak.

"Lepaskan tanganmu, Nadia! Ini bukan tempat untuk bersikap lancang."

​Nadia tidak melepaskannya justru mempererat cengkeramannya seolah ingin menunjukkan kepemilikannya secara mutlak kepada semua orang yang hadir. Ia mendongak dan menatap Alfie dengan senyuman tipis yang sangat menjengkelkan.

​"Kenapa kamu harus sekaku ini? Aku hanya mencemaskan kesehatanmu," ujar Nadia, lalu melirik sekilas ke arah foto Flossie di atas altar dengan tatapan meremehkan sebelum kembali menatap Alfie.

"Lagipula, untuk apa kamu menangisi wanita yang sudah mengkhianatimu dan mencoba membunuh ibumu?"

​"Nadia, jaga bicaramu!" bentak Alfie, menahan amarah yang siap meledak.

​Nadia terkekeh pelan dan mengabaikan peringatan itu. Dia memajukan wajahnya dan berbisik tepat di samping telinga Alfie dengan nada yang teramat manja dan penuh kemenangan.

"Alfie, wanita miskin itu sudah tiada. Dia sudah membusuk di dasar sungai. Sekarang tidak ada lagi yang menghalangi pernikahan kita dan rencana Madam Willa untuk menyatukan keluarga kita."

​Kalimat yang keluar dari bibir merah Nadia seolah menjadi pemantik bom waktu di dalam dada Alfie.

Kata-kata yang diucapkan Nadia terdengar begitu menjijikkan di telinganya. Rasa muak menyelimuti seluruh kesadaran Alfie.

​Dengan gerakan kasar dan penuh emosi, Alfie menyentak lengannya dan melepaskan cengkeraman tangan Nadia hingga wanita itu terhuyung mundur beberapa langkah di depan altar.

Beberapa pasang mata tamu undangan dan kilatan kamera wartawan langsung mengarah tajam ke arah mereka.

​"Alfie! Kamu ...."

Nadia memegangi pergelangan tangannya yang memerah dan wajahnya berubah merah, karena malu dan terkejut atas reaksi kasar Alfie di depan publik.

​"Angkat kakimu dari upacara pemakaman istriku sekarang juga, Nadia," ujar Alfie

Sorot mata Alfie memancarkan kilat kebencian yang membuat Nadia seketika membeku di tempat.

"Sebelum aku sendiri yang menyeretmu keluar dari rumah ini!"

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!