Tiba-tiba aku terbangun dan masuk ke dalam Novel yang pernah aku baca.
Sungguh mengejutkan !
Karna aku saat itu sedang pergi bekerja tapi tertabrak mobil yang ugal-ugalan.
Bagaimana hidup ku kedepannya?
Aku di sini menjadi pemeran figuran yang akan mati demi pemeran utama wanita.
Demi apa????aku harus nerima kematian demi sahabat yang bakal nusuk aku dari belakang????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
'' Apa kamu sudah makan?'' tanya ku
'' Sudah tadi...'' jawab Felix
'' Sepertinya kamu kurusan....'' kata ku dengan menatap wajah Felix
'' Benarkah? apa aku terlihat jelek?'' kata Felix menggoda ku
Aku pun tersenyum dengan perkataannya....
'' Kamu istirahat dulu...biarkan Reca yang menggantikan pekerjaan mu. Aku tak mau melihat mu sakit...'' kata Felix sambil memegang sebelah pipi ku dengan tangannya
'' Iya...'' jawab ku
'' Anak baik...sekarang minum obat dulu ya...setelah itu ayo kita istirahat,karna ini masih malam'' kata Felix
'' Apa aku sakit parah?'' tanya ku setelah minum obat yang di berikan Felix
'' Tidak...itu hanya vitamin agar kamu tidak kelelahan.'' jawab Felix
Itu terdengar meyakinkan...
'' Baiklah...aku akan menjaga tubuh ku kedepannya....'' kata ku
'' Ya,dan aku akan lebih mengawasi kesehatan mu..'' kata Felix
'' Eiiyyy jangan menganggap ku seperti pasien yang sakit parah...'' gerutu ku
'' Iya iya....sekarang ayo kita tidur lagi...'' kata Felix
Felix baring di sisi ku dan memeluk ku...
Aku merasa nyaman saat berada di dekapannya...
Ini hangat....
CUP.!
'' Selamat malam....'' kata Felix setelah mengecup kening ku
'' Malam sayang....'' kata ku yang langsung mengusel ke dadanya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dua hari berlalu....
Aku telah merasa lebih segar hari ini...
Aku belum di perbolehkan memegang pekerjaan ku..
Karna bosan,aku meminta utusan untuk menjemput Marco dan Lili.
Ya....aku tak membawa Lili sebagai pelayan ku,karna aku ingin dia terus di samping Marco.
Aku tak mempercayakan orang lain untuk menjaga Marco dalam pertumbuhannya.
Dan Lili memahami maksud ku....
Dan disini aku sudah ada Nina yang menggantikan Lili....
Nina adalah pengasuh Felix saat kecil,,,
Walaupun terkesan sedikit bicara,tapi Nina rapi dalam pekerjaannya.
Dia bisa mengkoordinir pelayan lain yang melayani ku.
Padahal aku hanya ingin satu pelayan seperti Lili,tapi sepertinya akan sulit ku dapatkan disini.
Terlalu banyak aturan di istana, yang terkadang membuat ku tercekik.
Mereka terlalu kaku..mungkin karna aku adalah Ratu mereka sehingga mereka terlalu hormat pada ku.
Tapi ya sudahlah....Aku cukup menikmati dengan tenang saja.
TOK TOK TOK
'' Masuk...'' sahut ku dari kamar
'' Yang Mulia...Tuan Marco telah datang...'' kata Reca
'' Salam Yang Mulia Ratu.....'' kata Marco dengan sopan
Aku sebenarnya ingin langsung memeluknya...
Tapi karna banyak pelayan jadi aku tahan...
'' Kamu sudah datang? kemari lah...'' kata ku yang masih berada di sofa
Marco berjalan bersama Lili mendekat ke arah ku....
'' Kalian boleh pergi....'' kata ku pada Reca,Nina dan pelayan lainnya.
'' Baik Yang Mulia....'' jawab mereka
KLEK.!
Pintu tertutup...
'' Sini.....'' kata ku sambil merentangkan kedua tangan ku
Marco langsung menyambut tangan ku dan masuk dalam pelukan ku
'' Kakak kangen......'' kata ku dengan memeluk erat
'' Aku juga...'' kata Marco
'' Hehehhe....adik ku sudah tambah tinggi ya...'' ucap ku sambil menatap wajah Marco
'' Iya...aku setiap hari makan yang banyak,jadinya aku tumbuh tinggi'' kata Marco dengan bangga
'' Anak pintar...'' kata ku sambil mengelus rambutnya
'' Lili...bagaimana kabar mu?'' tanya ku
'' Baik Yang Mulia...Saya dengan Yang Mulia jatuh sakit,apa benar?'' tanya Lili dengan wajah cemas nya
'' Aku hanya kelelahan....sekarang sudah baikan. Bagaimana dengan Ayah?'' tanya ku
'' Tuan meminta saya untuk memberi tahu Yang Mulia untuk makan dengan teratur dan istirahat yang banyak.''tutur Lili
'' Baiklah...bilang pada ayah aku akan melakukannya'' kata ku meyakinkan
'' Apa kakak sakit parah? aku dengar ayah marah-marah kemarin...'' kata Marco
'' Kakak hanya kelelahan sayang....kenapa ayah marah-marah?'' tanya ku penasaran
'' Aku kurang tau...saat aku di ruangan ayah,tiba-tiba Robert memberikan surat dan setelah membacanya ayah langsung marah-marah,tapi aku di suruh keluar jadi aku tak tau alasannya'' jelas Marco
'' Benarkah?'' Kata ku
Marco mengangguk...
'' Apa kamu tau sesuatu Lili?'' tanya ku
'' Ehm....'' Tampak wajah Lili yang ragu untuk bercerita
''Ada apa? bicara pada ku'' kata ku sedikit memaksa
'' Sebenarnya...Tersebar kabar bahwa Yang Mulia Ratu sakit keras. Dan keluar petisi dari para bangsawan agar Raja mengambil selir....'' kata Lili dengan suara rendah
( Astaga.! kenapa gak ada yang bilang pada ku hal ini?)
'' Tolong pura-pura tidak tau hal ini....'' kata Lili yang melihat ku sedang berfikir
Aku tau Lili pasti mencemaskan ku...
'' Makasih Lili karna telah memberi tahu ku...aku baik-baik saja...jangan khawatir...'' kata ku meyakinkannya
'' Apa Raja akan menikah lagi?'' tanya Marco tiba-tiba dengan wajah polosnya
'' Kalau Marco menjadi Raja,apa Marco mau menikah lebih dari satu wanita?'' tanya ku
Marco dengan cepat menggelengkan kepalanya...
'' Aku ingin seperti ayah..kata Ayah harus mencintai satu istri seumur hidup walaupun istri kita telah tiada...jadi kita gak boleh cari istri lagi'' jawab Marco dengan percaya diri
'' Wah.....Anak pinter....ya sudah..jangan di pikirkan lagi..ayo kita makan saja cemilan yang sudah kakak siap kan.'' kata ku
'' Oke'' kata Marco
Aku ingin membuang pemikiran-pemikiran buruk yang muncul di kepala ku dengan bermain bersama Marco.
Tapi saat sore hari Marco pulang ke mansion, pemikiran itu muncul lagi.
Sebelum pergi,Lili telah menyemangati ku.
Dia tampak cemas saat meninggalkan istana.
Tapi aku terus meyakinkan nya bahwa aku akan baik-baik saja.
Ternyata hasilnya N I H I L.....!!!
Aku ingin langsung bertanya pada Felix...
Atau Reca ....?
Tapi bagaimana kalau mereka sengaja tak memberi tahu ku karna takut aku kepikiran dan sakit lagi?
Jadi....apakah aku harus pura-pura tak tahu?
Sepertinya itu langkah terbaik saat ini...
🌺🌺🌺🌺🌺
Seminggu berlalu....
Semua terasa damai....
Aku berniat untuk jalan-jalan sore di taman....
Nina berada di belakang ku dengan beberapa pelayan...
Aku berjalan dengan pelan menuju taman...
Namun aku mendengar bisik-bisik para pelayan yang sedang bekerja sambil bergosip...
Ku hentikan langkah ku saat ku dengar nama Raja di sebut...
'' Kasihan sekali Raja kita...punya Ratu tapi sakit-sakitan.''
'' iya..gimana kalau gak bisa punya anak?''
'' Ck CK CK....dia hanya modal wajah doang...''
'' Iya..lebih baik Kalau dia mengijinkan Raja menikah lagi.''
Itu lah percakapan dua pelayan yang sedang asik bergosip...
Mereka tak tau jika aku berada di dekat mereka saat ini...
Nina yang melihat itu ingin menegur mereka tapi aku menahannya..
Aku pun meneruskan langkah ku menuju taman..
'' Tinggalkan aku sendiri....'' kata ku saat sudah berada di taman
'' Baik Yang mulia....saya akan menunggu di pintu taman...'' kata Nina
Aku tak menjawab dan langsung berjalan sendiri memasuki taman...
Btw, ceritanya kakak menarik banget meskipun aku cuma baca garis besarnya aja, keren kakaaak☺️