Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. UP ( Uji Pengetahuan )
Desi saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi Uji Pengetahuan atau disingkat UP. Tahap terakhir dari proses PPG. Tahapan ini adalah tahapan yang paling ditakuti oleh semua peserta PPG. Karena tahapan ini adalah tahapan yang paling menentukan lulus atau tidaknya kita mengikuti PPG. Kegiatan PPG selama kurang lebih 6 bulan ditentukan oleh UP yang pelaksanaannya hanya 3 jam. Dalam 3 jam, kita harus dapat menjawab sekitar 300 soal.
Tiga hari lagi Desi akan melaksanakan tes UP. Desi merasa deg-deg an. UP dilaksanakan secara daring juga. Hanya saja, jaringan harus bagus dan juga sama seperti ukin kemarin, saat pelaksanaan UP diawasi oleh dosen atau tim penilai dari universitas tersebut.
Akhirnya, hari yang ditakuti pun tiba. Pelaksanaan UP. Namun, Desi berusaha bersikap biasa saja. Dia tidak mau terlalu terbawa pikiran yang akhirnya bisa merusak semuanya.
Hari kemarin, Desi sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari laptop sudah ditata sedemikian rupa juga tongsis untuk menaruh hp, semua sudah disiapkan. UJIan UP dimulai pukul 09.00 wib-12.00 wib. Tadi pagi Desi sudah mengantar Aqilla ke rumah mbok Muna. Juga Bagas dan Rafi sidah diantar ke sekolah. Nanti selesai ujian baru Desi menjemput anak-anaknya. Desi juga sudah bilang pada Bagas dan Rafi agar menunggu di sekolah sampai Desi datang.
Mulai pukul 08.00 wib, Desi sudah stand by di tempat yang akan dia akan pakai untuk ujian. Dia juga sudah membeli kuota yang cukup banyak agar sinyalnya bagus.
Pengawas ujian sudah mengaktifkan zoom untuk mengawasi para peserta ujian. Mereka tetap dipantau walaupun dari jarak jauh. Mulai dari pukul 08.00 wib, peserta ujian UP harus sudah berada di tempat masing-masing. Mereka ujian secara daring. Mereka diberi pengarahan sebelum mengikuti ujian. Dan tidak boleh meninggalkan tempat sampai ujian selesai. Semua peserta harus mematuhi tata tertib ujian. Jika melanggar, maka akan mendapat hukuman dan dinyatakan tidak lulus Ujian UP.
Detik demi detik terasa begitu lambat. Desi dan peserta yang lainnya menunggu dengan sabar. Selesai pengarahan dari tim penilai dan dosen, semua peserta ujian mulai menunggu waktu pukul 09.00 wib.
Dan tibalah waktu yang telah ditentukan yaitu pukul 09.00 wib. Semua peserta ujian UP mulai fokus mengerjakan soal-soal ujian. Mereka mengerjakan ujian selama 3 jam. Waktu terus berjalan. Detik demi detik berjalan berganti menit kemudian menit berganti jam. Sudah 1 jam ujian berlangsung. Mereka begitu serius mengetjakan soal-soal ujian.
Akhirnya, ujian pun selesai. Para peserta harus sudah mengirimkan hasil pekerjaan mereka selama 3 jam yang lalu. Harus sudah dikirim atau disubmit. Jika belum, maka hasil ujian nya tidak akan terbaca oleh system.
Alhamdulillah, Desi merasa lega setelah selesai mengikuti ujian UP. Hanya saja, dia masih deg-deg an menunggu hasilnya. Semua dia pasrahkan pada Allah. Dia hanya bisa menunggu sampai nanti pengumuman kelulusan. Semoga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Aamiin...
Kemudian, Desi segera menjemput anak-anak nya di sekolah dan di rumah mbok Muna. Sehabis itu, dia solat dan berganti pakaian kemudian makan bersama anak-anaknya.
"Mama, tadi bisa nggak jawab soal pas ujian?" , tanya Rafi.
"Insyaallah sayang. Do'ain mama ya supaya nilainya bagus dan bisa lulus." , jawab Desi.
"Iya ma,pasti aku do'ain." , jawab Rafi lagi.
"Aku juga do'ain mama." , jawab Aqilla.
"Iya sayang. Makasih ya udah do'ain mama. " , jawab Desi.
"Iya mama. " , jawab Aqilla lagi.
"Setelah makan, kalian semua harus bobo ya." ,ucap Desi.
"Iya mama." , jawab ketiganya.
Kemudian, selesai makan Bagas, Rafi dan Aqilla segera tidur. Mereka adalah anak-anak yang penurut dan tidak pernah membantah perintah orang tua. Desi bahagia dengan ketiga anaknya. Desi pun ikut tidur disamping Aqilla.
Sore hari, mereka semua bangun. Kemudian, mandi bergantian. Desi memandikan Aqilla, sedangkan Bagas dan Rafi mandi sendiri. Setelah itu, mereka duduk-duduk di teras rumah mereka.
"Mama, ayah kok nggak pulang-pulang sih? Aku kan kangen sama ayah." , tanya Aqilla.
"Iya sayang. Ayah kerja cari uang buat kalian. Kalian yang sabar ya, nanti ayah juga pulang kalau boleh ijin." , jawab Desi.
"Iya ma." , jawab ketiganya.
Saat lagi asyik-asyik nya ngobrol, tiba-tiba lewat abang bakso langganan Rafi.
"Mama, aku mau beli bakso." , pinta Rafi.
"Tapi buat makan sekalian ya sayang pake nasi ya makannya." , jawab Desi.
"Iya ma." , jawab Rafi sambil memanggil abang bakso langganannya.
Kemudian, mereka makan bakso sekalian pakai nasi supaya tidak cari lauk lagi untuk makan malam. Desi merasa bahagia, setidaknya dia masih bisa mencukupi kebutuhan anak-anaknya walaupun suaminya jarang mengirimi dia uang. Setidaknya, mereka masih bisa makan. Kalau ingat semua itu, pasti air mata akan jatuh dengan sendirinya, namun Desi segera menghapusnya. Dia tidak mau nangis didepan anak-anaknya.
Selesai makan bakso, tidak lama terdengar azan maghrib berkumandang. Lalu, mereka segera solat maghrib lalu belajar bersama. Desi dengan telaten mengajari anak-anaknya. Alhamdulillah, anak-anak Desi tergolong anak-anak yang pintar, walaupun bukan peringkat pertama, setidaknya mereka masuk dalam peringkat 10 besar. Desi sudah cukup bahagia melihatnya.
Selesai belajar, mereka semua beristirahat, tidur malam. Bagas tidur bersama Rafi di kamar sebelah, sedangkan Aqilla tidur bersama Desi di kamar satunya lagi. Anak-anak sudah tidur semua. Namun, Desi belum bisa tidur. Desi masih melamun memikirkan semua yang terjadi dalam rumah tangganya. Kadang Desi berpikir, tega sekali suaminya menikah lagi, masih mending kalau nikahnya dengan yang lebih muda darinya. Tapi ini, suaminya menikah lagi dengan mantan pacar nya dulu sewaktu SMA yang saat itu sudah janda hidup. Ya, Desi tau semuanya. Dia sudah tau kalau mantan pacar suaminya waktu SMA itu sudah janda. Mereka bercerai hidup bahkan anak-anaknya dirawat oleh mantan suaminya dan dengar-dengar, bahkan dia tidak diperbolehkan bertemu dengan anak-anaknya sendiri. Berarti kan ada apa-apanya diantara mereka, sampai bercerai dan bahkan hak asuh anak jatuh ke ayahnya. Kalau Desi jadi dia, dia pasti sedih sekali. Prinsip Desi, biarlah dia berpisah dengan suaminya....namun, dia tetap bisa bersama anak-anaknya. Dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa anak-anaknya. Yang Desi sayangkan, berarti cinta diantara mereka masih ada, suaminya masih mencintai mantannya. Tapi kenapa, Ridwan suaminya tidak langsung menikah saja dengan pacarnya itu, mengapa Ridwan malah menikah dengan nya. Kadang Desi berpikir, apakah suaminya pernah benar-benar mencintainya atau tidak. Dia pernah bertanya pada suaminya, namun jawabannya adalah jodoh. Semua sudah jodoh. Terus, apakah sekarang suaminya menikah lagi dengan mantannya adalah jodoh juga?????
Entahlah....takdir...kita tidak ada yang tau...
Jodoh, umur kita tidak tau.... Jika suaminya pun berjodoh dengan perempuan itu, bagaimana dengan dirinya saat ini? Dia merasa pernikahannya tergantung. Punya suami sah secara hukum namun tidak ada di sisinya. Sedangkan suaminya hanya menikah siri dengan mantannya, namun justru mereka hidup bersama, menua bersama. Itu yang dia pernah lihat di fb suaminya. Suaminya mengupload foto kebersamaan mereka, kemesraan mereka, dan menuliskan caption di bawahnya 'Menua bersama'.
Masa bodoh dengan semua itu, silahkan mereka menua bersama. Yang penting, saat ini dia bisa selalu bersama dengan anak-anaknya. Namun, Desi tidak bisa membendung air matanya. Dia menangis juga jika mengingat semua itu.
"Tega kamu mas, kenapa tidak kamu ceraikan saja aku. Kenapa???? Semua begitu indah awalnya, tapi mengapa harus berakhir seperti ini. Seperti kembang api, indah sangat indah namun hanya sesaat.' , gumam Desi lirih...dia takut Aqilla terbangun. Ya, jika malam seperti ini, Desi sering menangis. Entahlah, kadang dia merasa dirinya begitu bodoh. Untuk apa dia bertahan dengan semua ini. Ingin rasanya dia meminta cerai, namun dia takut anak-anak nya semua akan dibawa oleh suaminya. Dia takut berpisah dengan anak-anak nya. Entahlah, bagaimana ke depannya nanti.
Akhirnya, Desi tertidur juga setelah capek menangis. Mungkin matanya akan terlihat bengkak besok. Desi tidak mau ambil pusing lagi, biarlah.....
wanita bucin laki pulang cm nyelup gk ngasih uang masih di terima ya mungkin terong nya mantab mkne desi masih mau laki bekasan gundik. 🤣🤣🤣
kl istri ke 2 rizwan pasti lbih cetar, Dan Pinter. gk mau cari duit hidup bagai princes uang Dr rizwan. 🤣. sdng desi wanita bodoh gk di kasih duit saja diam 🤣.
laki nikah lagi gk nuntut cerai alasan laki marah. mbelgedes gk percaya. yg Ada desi bucin ma rizwan. jd walau burung rizwan dah di bagi ma gundik masih mau dia. 😄🤣
cm alasan takut ma suami walau gk di nafkahi. yg aslinya Desi bucin ma rizwan. walau gk di kasih duit Dan hrs Banting tulang masih Cinta asal rizwan pulang Dan kelon ma dia 🤣.
jd biar saja smpe tua Banting tulang sendiri.
kl wanita berkelas mah ogah mnding janda toh sama sama nyari duit sendiri urus anak sendiri.
tp kl wanita kampung gk berkelas ya kayak desi jd babu, keset, ngurus anak masih nyari duit pun mau 🤣🔥 mang gk berharga juga.
kl wanita cerdas berkelas pasti dah cerai tu sm laki model bgitu.
tp desi kn wanita kampung, bucin ma ridwan. mau ridwan gk ngasih duit pun masih mau 😄.