Ada alasan kenapa banyak orang menyebutnya Perfect Husband.
Leo J memiliki semua yang diimpikan seorang wanita. Ia setia, bertanggung jawab dan mencintai istrinya dengan cara yang membuat siapa pun iri.
Namun, cinta itu tidak pernah sederhana.
Leo J mencintai dengan cara yang berlebihan. Terlalu melindungi, terlalu posesif, terlalu takut kehilangan. Hingga terkadang, cintanya itu terasa menyesakkan.
Di masa lalu, pria yang kini begitu memuja istrinya itu... pernah mencintai wanita lain hingga rela memberikan seluruh dunianya.
Pada suatu hari, mereka dipertemukan dalam satu meja. Keheningan berubah menjadi sesak ketika Leo J menatap wanita yang pernah menjadi alasan hidupnya.
"Sekarang, Leo ada di depanmu, Kiara. Apa yang ingin kau katakan padanya?"
Yuna mengizinkan mereka berbicara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Leo J... Kenapa Kau Harus Dilahirkan
“Aku tidak memukul wanita tapi mungkin aku bisa memukul seorang pria," ucap Dimas dengan amarah. Dan ia segera keluar rumah meninggalkan Nora yang menangis bersimpuh, mencoba mencegahnya.
Dimas membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia seperti kesetanan yang tidak menghiraukan pengendara lain. Lee? Leo J Nugraha. Laki-laki itu …
Dimas memukul stir mobilnya dengan keras. Dia muak.
Lee … Leo J Nugraha. Kenapa laki-laki itu terlahir begitu sempurna. Kenapa laki-laki itu memiliki semuanya. Kenapa Tuhan seolah menempatkan seluruh cahaya padanya.
Dimas muak. Rasa bencinya muncul kembali, mencengkeram kuat hatinya. Rasa yang telah lama ia lupakan.
Kenapa Tuhan mengambil mamanya lalu menggantinya dengan Mama Arin. Kenapa Tuhan tidak membiarkannya hidup bahagia bersama Papa dan Mamanya saja tanpa menghadirkan sosok Mama Arin di kehidupan ini. Kenapa Tuhan seolah hanya memihak pada kehidupan Mama Arin. Memiliki papanya, melahirkan Leo J, memiliki putri cantik dan hidup bahagia. Kenapa Tuhan tidak membiarkan mamanya saja yang menerima anugrah itu.
Bunyi klakson dimana-mana. Nyaring dan memekakkan telinga. Dimas menyetir dengan tidak beraturan, ia beberapa kali terserempet dan hampir menabrak pengendara lain. Pikirannya kacau.
Leo J … kenapa semua mata seolah hanya tertuju padanya. Apa-apa yang ada disekitarnya hanya tertuju padanya dan bahkan istrinya sekalipun.
Dimas menepikan mobilnya di pinggir jalan. Air matanya menetes. Andai mamanya masih ada, apakah ia akan mengalami ini. Tidak. Dia tidak akan mengalami ini semua. Tidak akan ada Leo yang mengambil kasih sayang Papanya dan bahkan perhatian istrinya.
Dimas mengambil nafasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan. Begitu, lagi dan lagi. Mencoba menghilangkan sesak dalam dadanya. Mencoba menghilang amarah dalam dadanya.
Dimas mencoba membalik pikirannya, mencoba memahami semua kehendak pemilik semesta. Jika takdir mamanya memang cukup sampai disitu, lalu bukan Mama Arin yang hadir mengisi kekosongan itu, apakah ia akan mendapatkan kasih sayang seperti ini. Jika bukan Mama Arin yang melengkapi kekosongan itu, apakah ia akan tumbuh dengan penuh cinta seperti saat ini. Mama Arin yang begitu sabar padanya, begitu lembut, begitu baik dan sungguh merawatnya seperti putra kandungnya sendiri. Mama Arin ….
Dimas semakin menangis. Air matanya luruh begitu saja.
Leo J adalah hadiah dari Tuhan untuk Mama Arin. Tidak salah jika laki-laki itu begitu sempurna. Karena ia terahir dari seorang ratu yang bijaksana.
Setelah hati dan fikirannya mulai sedikit tenang. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Bisa kita bertemu sekarang?” ajaknya setelah panggilan terhubung.
“Baik, Kak,” jawab patuh seseorang di seberang sana.
🍃
Dimas lebih dulu sampai di tempat yang ia janjikan.
Restoran ini sudah ia booking. Dimas duduk di salah satu tempat duduk di sebelah kiri. Laki-laki itu diam dengan kemelut yang masih tersimpan di dalam dada, hati dan fikirannya. Aroma khas minuman didepannya tidak bisa mendinginkan pikirannya yang masih kacau.
Beberapa menit kemudian, terlihat seseorang masuk ke restoran ini. Melangkah masuk dan duduk di tempat yang sudah dipesan atas nama kakaknya. Itu adalah tempat duduk yang berbeda dengan tempat duduk yang sekarang Dimas tempati.
Dimas menatapnya dari tempatnya. Hatinya terasa begitu ngilu, perih dan sakit.
'Kenapa kau mengambil semuanya dariku,' batin sebelah hatinya. Rasa benci saat seseorang itu dilahirkan kembali menyapa. Seorang laki-laki yang langsung menempati hati semuanya.
“Aku sempat mencintai Lee.” Ucapan itu seperti nyanyian menakutkan yang terdengar terus menerus dalam gendang telinga Dimas. Diputar berulang kali dan membuatnya semakin muak.
Leo J, adalah alasan semuanya. Lee, Lee, Lee. Gigi Dimas kembali menggeretak menahan amarah. Apakah Leo tahu jika Nora mencintainya. Apakah laki-laki itu tahu jika kakak iparnya menaruh hati padanya. Jika iya, kenapa Leo tidak bilang itu padanya, kenapa dia juga menyimpan rahasia itu. Membohonginya?? Keterlaluan.
🍃🍃
boleh request gk kak... kpan² klo kiara ketemu yuna pas ada leo juga,pasti seru..