NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berperang

Udara mencekam memenuhi ruangan. Terasa mencekik, berat dan sesak, seakan menekan dadanya berat. Langkah Vivian mundur teratur. Tanpa tau, ada sosok pria tinggi besar dibalik punggungnya.

Ia tersentak kaget, saat tak sengaja membentur dada bidang seseorang. Wajahnya berpaling cepat, dan mendapati sosok pria asing berperawakan tinggi besar menjulang di hadapannya. Pria itu tersenyum mengerikan, menampilkan deretan gigi yang kekuningan.

"Ka-kalian... siapa?" suaranya bergetar, panik merambat cepat ke setiap urat.

Ia mencoba mundur lagi, namun sial, punggungnya kembali terbentur tubuh pria lainnya. Matanya melirik ke kiri dan ke kanan, mencari celah untuk lari, mencari jalan keluar, tapi tak ditemukan.

Dinding halus dan pintu yang terkunci rapat mengurungnya sepenuhnya.

"Kalian mau apa?" tanyanya kembali, lebih keras namun tetap bergetar.

Mereka semakin mendekat, dengan seringaian yang masih melekat. Tanpa suara, hanya gerakan tangan yang saling memberi aba-aba, isyarat yang hanya bisa dipahami satu sama lain.

Tanpa peringatan, salah satu dari mereka maju cepat, membekap mulut dan hidung Vivian dengan kuat, mengunci pergerakan hingga tak mampu meronta leluasa. Yang lain mendekat, rahangnya diremas kasar, memaksanya membuka mulut, lalu menuangkan cairan dari botol kecil ke dalam kerongkongannya.

Tubuhnya meronta hebat, terus memohon dengan tatapan memelas. Tanpa suara, hanya menampilkan ekspresi wajah mengiba, tapi percuma...

Cairan kekuningan mengalir paksa masuk ke mulutnya, sebagian tumpah membasahi kerah dan dadanya. Sensasi terbakar perlahan menjalar dari kerongkongan turun ke perut, panas dan menyiksa. Jerit hatinya bergema sunyi, tak bersuara. Kekuatannya luruh pelan, anggota tubuh terasa berat dan lemas tak tertahankan.

Di tengah kabut yang mulai menyelimuti pandangannya, ia melihat sesosok wanita mendekat. Dengan sisa tenaga, tangan Vivian terulur lemah ke arahnya.

"Bila... to-long..." suaranya nyaris tak terdengar, terbata-bata di sela napas yang tersengal.

Namun sosok yang dipanggil itu justru maju lebih dekat, ikut menekan botol agar cairan itu habis masuk tak tersisa. Di samping Bila berdiri Renika, mendekat. Keduanya tersenyum puas, egonya terpenuhi. Penderitaan Vivian adalah kemenangan baginya.

Air mata meluncur deras di pipi Vivian. Kini ia paham sepenuhnya, ia tidak hanya tersesat, tapi terjebak. Pada perangkap neraka yang sengaja disiapkan untuknya.

Kelopak matanya terasa berat, hingga tiba-tiba terdengar bentakan keras yang membelah keheningan.

"Brengsek...!"

Seorang pria bertubuh tinggi besar menerobos masuk, wajahnya memerah diliputi amarah, urat-urat di leher dan pelipisnya menonjol menahan kemurkaan.

Perkelahian pun pecah, suara benturan dan hantaman terdengar memekakkan telinga. Vivian terhuyung jatuh ke lantai, samar-samar menyaksikan Bila dan Renika bergegas melarikan diri ke sisi lain ruangan, menghilang di balik pintu belakang.

Dunianya perlahan menggelap, namun sebelum kesadaran benar-benar lepas, ia merasakan tubuhnya terangkat , terasa melayang di udara.

Sayup-sayup, matanya yang masih terbuka sedikit memandang wajah yang kini berada dekat di hadapannya. Sosok pria tampan itu berjalan tergesa, tubuhnya di dekap erat dalam gendongan kokohnya. Tangan Vivian bergerak lemah, menyentuh perlahan garis rahang yang tegas itu.

"Kamu siapa...? tampan sekali..." gumamnya pelan, tatapannya kabur namun tak lepas dari wajah pria itu.

Langkah Raynor nyaris berubah menjadi lari, bergegas menuju villa. Sepanjang jalan, jemari Vivian tak pernah lepas dari wajahnya, menelusuri garis-garisnya dengan rasa ingin tahu yang samar.

"Hei... kamu siapa? Kenapa tampan sekali? Kamu mau jadi pacarku?" ucapnya lagi, semakin tak menentu.

Raynor paham zat yang diminumnya membuatnya mabuk dan kehilangan kesadaran yang jernih, namun setiap kata yang meluncur dari bibir gadis itu membuat jantungnya berpacu jauh lebih kencang dari biasanya.

Sesampainya di depan pintu kamar, ia menendang paksa pintu dengan kakinya, melangkah masuk tanpa menyalakan lampu.

Cahaya rembulan yang masuk dari jendela cukup menerangi ruangan. Dengan lembut ia membaringkan tubuh Vivian di atas pembaringan.

Di bawah sorotan sinar bulan, wajah Vivian tampak begitu polos. Bibirnya merah merona, sedikit terbuka, bernapas pelan dan tidak beraturan.

Raynor berdiri menatapnya, lalu perlahan berlutut di tepi tempat tidur. Jari telunjuknya bergerak pelan, mengusap lembut pipinya, menelusuri garis rahang, mencubit gemas ujung hidungnya yang mungil, hingga akhirnya berhenti di bibir yang lembut, sedikit basah dan hangat.

Matanya terpejam sejenak, jemarinya masih menempel di sana. Tubuhnya perlahan condong ke depan, memangkas jarak, masih dengan mata terpejam.

Napas mereka nyaris menyatu. Namun di detik terakhir, kesadarannya kembali mengambil alih. Ia menggeleng pelan, menelan ludah dengan susah payah, menarik diri sedikit, lalu akhirnya berbaring di sampingnya, memeluk erat tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.

Matanya terpejam, wajahnya mendongak ke atas. Aroma wangi rambutnya menembus hidungnya, mengetuk hingga ke dada. Tapi ia berusaha menenangkan segala gejolak yang berperang di dadanya, menahan diri hanya dengan memeluknya erat tanpa berbuat lebih.

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!