Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bola Besi Yang Bercahaya
Kembali ke saat dimana ipul yang sedang tertidur didalam bis yang sedang berjalan, sentak saja ia terbangun dari mimpi yang ia alami dalam tidurnya.
Dia terlihat melamun memikirkan mimpinya itu, dan mencoba mengingat lagi apa yang ia dengar kemarin.
Didalam hatinya, ia berkata suara yang didengarnya kemarin terdengar sama dengan yang di dengarkan nya di dalam mimpi.
Ia terus berpikir keras dan tanpa terasa waktu pun sudah mulai pagi, dan bis yang di tumpanginya itu pun berhenti di suatu tempat makan untuk beristirahat sejenak.
Para penumpang pun turun dengan tertib menuju meja makan yang telah disediakan untuk semua penumpang sarapan. Sembari masih terus berpikir, ipul berjalan masuk besama teman-temannya dan duduk dimeja yang telah disediakan.
Setelah duduk Ipul mulai kembali tersadar dari lamunannya dan kembali bersenda gurau bersama teman-temannya tanpa memikirkan lagi mimpinya tadi.
Waktu istirahat pun selesai dan para penumpang mulai melanjutkan kembali perjalannya dan beberapa kali singgah, untuk makan siang dan malam selama perjalanan mereka.
Sepanjang perjalanan itu ipul pun mulai lupa dengan mimpi yang ia alami kemarin. Dan tak terasa bis pun sampai di terminal terakhir tujuannya.
Setelah memastikan tidak ada lagi barang bawaan mereka yang tertinggal, mereka pun bergerak turun dan berjalan keluar dari terminal.
Lalu mereka pun masuk ke taksi yang telah menunggu untuk mengantarkan mereka ke penginapan yang telah mereka pesan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di penginapan yang sudah mereka pesan dan bergegas masuk ke kamar mereka masing-masing untuk menaruh barang bawaan mereka, kemudian mereka keluar sembari menikmati suasana penginapan yang begitu sejuk dan asri.
Penginapan yang mereka tempati terletak dibawah sebuah bukit yang memiliki hutan lebat yang masih alami dan indah.
Dan didepan penginapan itu terlihat hamparan pasir pantai sangat luas yang dimana para pengunjung sudah terlihat menikmati suasana pantai yang begitu indah.
Melihat pantai yang sudah di penuhi oleh pengunjung, mereka pun tidak sabar lagi untuk mencoba berenang dan bersenang-senang. Lalu mereka semua pun segera menuju pantai dengan penuh semangat.
Sesampainya ditepi pantai mereka lansung melompat kedalam air dan berenang, hanya pak Ucok saja yang terlihat tidak ikut berenang di pantai itu. Ia lebih memilih bersantai di tepian pantai sembari menikmati minuman yang telah mereka pesan sebelumnya.
Setelah lama berenang kesana kemari, Ipul pun mulai merasa lelah dan mulai berjalan menuju tepian pantai untuk duduk bersama pak Ucok yang sedang bersantai sedari tadi.
Sesampainya di tempat bersantai ipul pun bertanya
“kok tidak ikut berenang bos.? Airnya sejuk dan segar bos.” Ujar ipul memberitahu pak Ucok.
Dan pak ucok hanya tersenyum dan menjawab.
“kalian saja yang berenang, saya cukup disini aja melihat kalian benang. Itu pun sudah membuat saya senang kok.” dengan senyum gembira pak Ucok menjawabnya.
Lalu mereka pun berbincang ringan sembari duduk santai menikmati suasana pantai yang nyaman nan indah itu.
Tidak terasa waktu sudah mulai petang dan terlihat matahari mulai terbenam, lalu mereka pun lanjut menikmati indahnya suasana matahari yang terbenam dengan takjub.
Setelah mulai gelap, mereka pun segera beranjak pergi dari tempat itu menuju ke penginapan untuk bersiap kembali melakukan rekreasi malam ditempat tersebut.
Dan setelah berkumpul, mereka pun mulai bergerak berjalan ditengah kerumunan orang-orang yang juga menikmati rekreasi malam ditempat itu.
Sembari melihat kesana kemari mencari tempat makan malam dan tempat untuk bersantai menikmati malam itu.
Dengan mengikuti arahan dari pak Ucok, mereka menuju sebuah cafe untuk makan malam dan bersantai disitu. Sesampainya di cafe tersebut mereka pun disambut oleh empat orang teman pak Ucok yang sudah menunggu mereka sedari tadi.
Mereka pun saling berkenalan dan mulai makan malam bersama serta bersantai menikmati suasana malam yang hangat dikota itu.
Disitu mereka kelihatan sangat akrab seperti sudah lama kenal.
Lalu ke empat orang tadi juga ingin menginap di penginapan yang telah pak Ucok sewa untuk rombongannya. Karna masih banyak kamar yang kosong mereka pun memutuskan untuk menginap di tempat itu Juga.
Tak terasa waktu pun sudah larut malam, mereka pun mulai beranjak dari tempat bersantai mereka tadi menuju ke penginapan mereka untuk beristirahat. Di sepanjang perjalan mereka saling mengobrol satu sama lain dan tanpa terasa mereka pun sampai di penginapannya.
Karna mereka sudah merasa lelah, mereka pun masing-masing masuk ke kamar untuk beristirahat.
Akibat rasa lelah sehabis bersenang-senang tadi, ipul pun mencoba memejamkan kedua matanya untuk mulai tidur.
Tetapi ketika memasuki alam bawah sadarnya, ia mendengar kembali suara misterius yang di dengarnya sewaktu memasuki pintu kapal kemarin.
Suara itu sama persis dengan suara yang di dengarnya saat ini, dan sentak ipul pun tersadar dari lelapnya. Ia terus mencoba memejamkan lagi matanya tanpa memikirkan suara tersebut.
Namun semakin kuat dia berusaha untuk tidur, semakin matanya tidak mau terpejam.
Karna matanya yang tidak mau terpejam, ipul pun segera menyeduh segelas kopi dan duduk bersantai di balkon kamar tersebut seorang diri.
Suasana penginapan saat itu begitu sunyi, yang terdengar di telinganya hanya suara hembusan angin malam dan nyanyian jangkrik yang merdu.
Hingga membuat suasa hati begitu tenang, dan dengan memandangi gemerlap nya lampu kota, ia pun serasa terbawa rasa keindahan di malam itu.
Ditengah nyamannya suasana yang ia rasakan, terdengar jelas suara itu seperti memanggilnya lagi.
Suara yang terdengar jelas di telinganya.
[Siapapun yang mendengar suara ku ini, tolong selamatkan lah anak ku ini.!]
Sentak ipul kebingungan mendengar suara dan kalimat yang sama pada mimpinya serta suara yang sama, ketika dia menaiki kapal.
Suara itu terasa nyata di telinganya, dan kali ini suara itu di dengarnya berulang ulang kali tanpa henti.
Lalu ia mencoba untuk fokus mendengarkan dari mana arah suara itu berasal, ternyata suara itu berasal dari hutan yang tepat berada di belakang penginapannya.
Walaupun ia sudah mengetahui dari mana asal suara itu, namun tidak mungkin untuknya pergi sendirian mendatangi asal suara itu, dan juga tidak mungkin meminta bantuan teman-teman untuk menemaninya kesana.
Dengan perasaan yang takut dia mencoba menatap dari kejauhan tempat sumber suara itu berasal, seketika itu juga tempat itu memancarkan sinar terang yang tak sanggup dilihat oleh mata.
Dan ketika Ipul membuka kedua matanya, seketika itu juga ia sudah tidak lagi berada ditempat ia duduk tadi. Melainkan ia sudah berpindah,
ke tempat asal suara yang ia dengar tadi.
Tempat itu begitu gelap dan sunyi namun yang dia lihat hanya biasan cahaya dan suara itu seolah menuntunnya menuju ke tempat sumber cahaya itu, tanpa sadar ia berjalan menyusuri cahaya itu dan sampailah ketempat suara dan cahaya itu berasal.
Sesampainya ia di tempat itu, alangkah terkejutnya ia melihat sebuah bola besi yang bercahaya di hadapannya. Bola tersebut terlihat melayang dari permukaan tanah tempat ia berpijak.
Dengan rasa takut bercampur rasa panik, ia mencoba untuk lari dari tempat itu. namun seluruh badan nya tidak dapat di gerakan sedikitpun, seolah-olah badannya kaku dan mati rasa saat ia melihat bola baja itu.
Dengan sekuat tenaga ia mencoba mengerahkan tubuhnya untuk lari dari tempat itu, namun tetap saja tidak bisa.
Lalu setelah itu tanpa ia sadari seluruh tubuhnya sudah berada ditempat yang di sekelilingnya terlihat seperti ruangan monitor yang super canggih yang terang benderang, bukan lagi hutan yang sunyi nan gelap.
Walau pun tubuhnya sekarang bisa ia gerakan, namun ia tidak melihat satu pun pintu yang bisa ia gunakan untuk keluar dari tempat itu. Dia mencoba berputar mengelilingi tempat itu untuk mencari pintu agar dia biasa keluar, namun dia tidak juga menemukannya.
Ditengah kepanikannya itu, ia mendengar lagi suara yang selalu ia dengarkan.
[Anakku yang malang ini, tolong jagalah ia dari tangan-tangan mahluk yang serakah itu]
Dilanjutkan lagi dengan kalimat
[Aku mempercayakan penjaga nya kepadamu tuan]
Lalu Suara itu pun tidak terdengar lagi.
Kemudian terlihat sebuah bola transparan mengambang di udara, yang didalamnya terdapat seekor anak kera berbulu putih sedang tertidur.
Setelah Ipul melihat apa isi di dalamnya, bola itu pun memancarkan sinar begitu terang yang membuat ipul tumbang tidak sadarkan diri.