NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Setelah pesta teh selesai, Arina segera menemui Raja Elarion, Theodric Fomalhaut. Ia sudah mengirimkan surat permintaan resmi pertemuan ke Raja sebelumnya, untuk memberitahu tujuan kedatangannya menemui Raja.

Pelayan istana yang mendampinginya menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kayu ek berukir lambang bintang putih kebiruan berujung delapan.

"Yang Mulia Raja sudah menunggu Lady Wezen," ucap pelayan itu sembari membuka pintu dengan hormat.

Arina melangkah masuk.

Ruangan itu jauh lebih luas daripada yang ia bayangkan. Pilar-pilar marmer putih menjulang tinggi hingga langit-langit yang dihiasi lukisan sejarah berdirinya Kerajaan Elarion. Cahaya matahari sore menembus jendela-jendela tinggi, menerangi lantai marmer yang mengilap.

Di ujung ruangan, di atas singgasana berwarna putih keemasan, duduk seorang pria tua dengan rambut dan janggut yang telah memutih seluruhnya.

Tatapannya tajam.

Sorot mata itu sama sekali tidak menunjukkan kelemahan seorang pria yang telah dimakan usia.

Di sisi kanan dan kirinya berdiri beberapa kesatria kerajaan yang mengenakan zirah putih berhiaskan lambang keluarga Fomalhaut.

Arina berhenti beberapa langkah dari singgasana, kemudian membungkukkan badan dengan anggun.

"Salam hormat untuk Yang Mulia Raja."

Raja Theodric Fomalhaut memperhatikannya dalam diam selama beberapa saat.

Ia pernah mendengar berbagai rumor mengenai wanita di hadapannya. Putri sulung keluarga Volans yang pendiam, dingin, dan hampir tidak pernah terlihat menghadiri perkumpulan bangsawan.

Namun, wanita yang berdiri di hadapannya saat ini sama sekali tidak tampak gugup. Tatapannya tenang, posturnya tegak, dan gerakannya rapi tidak terbaca.

"Bangunlah, Lady Wezen," kata Raja Theodric.

Arina mengangkat kepalanya perlahan.

"Aku mendengar kau baru kembali dari Varendel."

"Benar, Yang Mulia."

"Dan kau datang kemari bukan sekadar menghadiri pesta teh Putri Vega. Dalam surat permintaan pertemuan resmi, kau hanya mengatakan ingin membahas sesuatu yang penting.”

Arina mengangguk pelan.

"Saya menerima laporan darurat dari Wali Kota Asterra mengenai wabah yang sedang menyebar. Karena Jenderal Orion masih berada di perbatasan, saya merasa laporan itu tidak boleh dibiarkan menunggu terlalu lama."

Sudut bibir Raja Theodric terangkat tipis. Ia bangkit dari singgasananya. Meski usianya tidak lagi muda, langkahnya tetap mantap dan penuh wibawa.

"Ikutlah denganku."

Tanpa menunggu jawaban, Raja berjalan menuju sebuah pintu besar di sisi kanan ruangan.

Para kesatria kerajaan segera membuka jalan.

Arina mengikuti di belakangnya dengan jarak yang sopan.

Mereka melewati sebuah lorong panjang yang jauh lebih sepi dibandingkan bagian istana lainnya. Di sepanjang dinding tergantung lukisan para raja terdahulu, sementara obor-obor kristal memancarkan cahaya lembut yang menerangi lorong.

Beberapa saat kemudian, Raja berhenti di depan pintu ganda yang dijaga empat kesatria kerajaan.

Di atas pintu itu terukir lambang Kerajaan Elarion dengan tulisan emas: Ruang Strategi Kerajaan.

Salah seorang kesatria mendorong kedua daun pintu hingga terbuka perlahan.

Arina melangkah masuk mengikuti Raja Theodric.

Ruang Strategi Kerajaan jauh lebih sederhana daripada ruang audiensi. Di tengah ruangan berdiri sebuah meja kayu hitam berukuran besar yang dipenuhi peta Elarion, laporan-laporan, serta miniatur benteng dan kota.

Semua orang yang berada di dalam ruangan segera berdiri memberi hormat saat Raja memasuki ruangan.

Pandangan Arina menyapu mereka satu per satu.

Di sisi kanan meja utama berdiri seorang pria berambut hitam yang mulai dipenuhi uban di pelipisnya. Wajahnya tegas, sorot matanya tenang, dan posturnya masih tegap meski usianya tidak lagi muda.

Cassor Wezen.

Ayah Orion sekaligus Perdana Menteri Elarion. Aura yang dimilikinya hampir sama dengan Orion. Garang dan berwibawa. Bedanya, ketenangan Cassor terasa lebih dalam, seperti lautan yang tak pernah memperlihatkan dasarnya.

Di sebelahnya berdiri seorang wanita paruh baya mengenakan gaun resmi berwarna hijau tua dengan jubah kementerian yang disematkan di bahunya. Rambut hitamnya disanggul rapi tanpa sehelai pun terurai, sementara sepasang mata cokelatnya memancarkan ketelitian.

Lady Mireya Castor, Menteri Dalam Negeri.

Wanita itu membawa beberapa gulungan dokumen di lengannya. Dari cara ia berdiri saja, Arina dapat menebak bahwa setiap keputusan yang diambilnya selalu didasarkan pada data.

Di sisi berlawanan duduk seorang pria renta dengan rambut dan janggut putih yang hampir mencapai dadanya. Punggungnya sedikit membungkuk, tetapi kedua matanya masih sangat jernih.

Di hadapannya terbentang berbagai catatan medis serta beberapa botol kecil berisi ramuan.

Mahaguru Tabib Archibald Arcton.

Usia telah menggerogoti tubuhnya, tetapi belum mampu mengurangi ketajaman pikirannya.

Tak jauh darinya berdiri seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun mengenakan pakaian hitam sederhana tanpa lambang kebesaran apa pun. Jika bukan karena Raja membawanya ke ruangan ini, Arina mungkin akan mengira pria itu hanyalah seorang pegawai biasa.

Caelan Mizar, Kepala Intelijen Kerajaan.

Orang yang pekerjaannya bergantung pada kemampuannya untuk tidak menarik perhatian.

Sementara itu, di dekat pintu berdiri seorang pria bertubuh tinggi dan kekar dengan zirah putih keperakan. Bekas luka panjang membentang dari pelipis hingga rahang kirinya, memberinya kesan garang. Kedua tangannya bertumpu di gagang pedang panjang yang selalu berada di sisinya.

Darius Bellatrix, Panglima Pengawal Kerajaan.

Tatapannya terus mengawasi seluruh ruangan tanpa pernah benar-benar berhenti pada satu orang pun.

Arina menarik napas pelan. Kelima orang ini bukan sekadar pejabat tinggi.

Raja Theodric mengambil tempat di kursi utama.

"Silakan duduk, Lady Wezen."

"Terima kasih, Yang Mulia."

Arina melangkah anggun menuju satu-satunya kursi yang masih kosong. Kebetulan, kursi itu berada di sebelah Lady Mireya.

Raja Theodric menyatukan kedua tangannya di atas meja.

"Kemarin, sebuah surat penting dari Kota Asterra dikirim ke kediaman Jenderal Orion. Karena Jenderal Orion masih berada di perbatasan, Lady Arina Wezen memutuskan mengajukan permohonan audiensi resmi untuk menyampaikan laporan tersebut kepadaku."

Tatapan Raja menyapu seluruh ruangan.

"Saat ini, Lady Wezen hadir sebagai wakil Jenderal Orion. Karena itu, dengarkanlah penjelasannya terlebih dahulu."

"Ada apa dengan Asterra, Yang Mulia?" tanya Lady Mireya. Raut wajahnya berubah serius. Sebagai Menteri Dalam Negeri, ia memahami betapa pentingnya kota itu bagi Elarion. Sebagian besar tanaman obat kerajaan dipasok dari Asterra.

Raja Theodric mengangguk pelan.

"Wabah misterius sedang melanda Asterra. Seluruh kota kini diisolasi karena penyakit itu menyebar dengan sangat cepat. Kita harus segera menentukan langkah yang tepat."

Beliau berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Lady Arina Wezen mengajukan diri untuk berangkat ke Asterra sebagai wakil Jenderal Orion. Namun, sebelum keputusan itu ditetapkan, aku ingin mendengar pendapat kalian."

"Saya rasa itu bukan keputusan yang bijaksana, Yang Mulia," ujar Darius Bellatrix lebih dulu. "Mengirim seseorang yang selama ini nyaris tidak pernah terdengar namanya untuk menangani krisis sebesar ini merupakan risiko yang terlalu besar."

"Saya sependapat dengan Panglima Darius," sambung Lady Mireya tanpa ragu. "Sebelum Lady Arina datang ke Regulus, sebagian besar dari kita bahkan tidak mengetahui bahwa keluarga Volans memiliki putri sulung."

"Namun, Asterra berada di bawah wilayah tanggung jawab Jenderal Orion," sela Caelan Mizar dengan tenang. "Karena Jenderal Orion tidak berada di ibu kota, menurut saya mengirim Lady Wezen sebagai wakilnya adalah pilihan yang masuk akal."

Ruangan hening untuk sesaat.

Hanya dua orang yang belum menyampaikan pendapat, yaitu Perdana Menteri Cassor Wezen dan Mahaguru Tabib Archibald Arcton.

Semua mata beralih kepada keduanya.

Cassor tidak segera berbicara. Ia membuka peta Kota Asterra yang terbentang di atas meja, mengamatinya beberapa saat, lalu mengangkat pandangan ke arah Arina.

"Lady Wezen."

"Ya, Perdana Menteri." Arina membalas tatapannya dengan tenang.

"Mengapa kau mengajukan dirimu sendiri untuk pergi ke Asterra?" tanya Cassor. "Apakah kau yakin memiliki kemampuan untuk menangani persoalan sebesar ini?"

Ia tidak langsung menyatakan setuju ataupun menolak.

Sebagai Perdana Menteri sekaligus ayah Orion, Cassor tidak berniat membiarkan hubungan keluarga memengaruhi penilaiannya. Jika Arina memang tidak memiliki kemampuan yang memadai, ia tidak akan ragu berdiri di pihak Lady Mireya dan Darius. Sebaliknya, jika Arina mampu meyakinkannya, ia juga tidak akan segan memberikan dukungannya.

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!