NovelToon NovelToon
Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Percintaan Konglomerat / Dark Romance / Mantan / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Di bawah nama besar Marga Vareksa—keluarga yang dikenal memiliki kekuasaan tak terbatas, koneksi ke segala penjuru, dan hati yang sekeras batu—Areksa Vareksa kini berdiri di puncak kekuasaan sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan. Dingin, tajam, tak segan menyingkirkan siapa saja yang berani mengganggu jalannya. Bagi dunia luar, ia adalah sosok yang menakutkan; kejamnya mewarisi setiap tetes darah keluarganya, tak ada ruang untuk belas kasih—apalagi cinta.

Namun takdir punya cara paling kejam untuk membalas masa lalu.

Ia dijodohkan dengan putri dari keluarga konglomerat sekelas Vareksa. Dan saat wajah gadis itu terlihat jelas, dunia Areksa seakan berhenti berputar: Zevanna. Mantan kekasihnya—yang pernah ia sakiti, yang pernah ia tinggalkan tanpa kata, yang masih menyimpan luka mendalam akibat sifatnya yang liar dan tak terkendali.

Zevanna juga sama terkejutnya atas perjodohan itu dengan Areksa, si mantan mesum. Salah satu yang Zevanna benci. Akankah mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Ciuman kasar

Kini, Areksa dan Zevanna sudah berada di dalam kamar mereka. Zevanna langsung mundur selangkah begitu Areksa berjalan mendekat. Tapi sial, punggungnya malah membentur meja rias di belakangnya.

Areksa mencengkeram erat kedua sisi meja, mengurung Zevanna di dalam ruang sempit di antara tubuhnya yang tegap. Napas pria itu memburu, aroma tembakau bercampur rintik hujan berbaur jadi satu—menciptakan wewangian yang memabukkan sekaligus bikin merinding.

"Jadi... ini alasan kamu nekat melanggar perintahku di hari pertama kita nikah, hm?" bisik Areksa. Suaranya agak bergetar, menahan amarah yang meledak-ledak. "Cuma demi menemui mantanmu itu? Buat ngerencanakan kabur ke Singapura?"

"Aku sama sekali nggak ngerencanakan kabur, Areksa! Dengarkan dulu penjelasanku..."

"Diam!" Areksa memotong cepat dengan bentakan rendah yang sukses bikin Zevanna tersentak.

Ibu jari Areksa naik, mencengkeram dagu Zevanna lumayan kasar. Pria itu memaksa Zevanna menatap langsung ke dalam manik matanya yang dipenuhi kobaran api cemburu—membakar habis topeng esnya.

"Aku sudah bilang, Zevanna. Kamu itu milikku. Dokumen, hukum, dan altar kemarin sudah mengikatmu penuh sama aku. Kamu pikir aku bakal membiarkanmu pergi gitu aja sama cowok yang sama?"

Air mata Zevanna akhirnya luruh juga. Bukan karena takut, tapi lebih ke rasa frustrasi atas kesalahpahaman yang terus berulang tanpa akhir.

"Aku tuh datang ke sana cuma buat menyuruh dia pergi dari Jakarta, Areksa!"

Areksa sempat tertegun melihat air mata Zevanna yang membasahi ibu jarinya. Cengkeramannya di dagu Zevanna perlahan mengendur, berubah jadi usapan lembut yang menuntut, namun menyisakan keputusasaan tersembunyi. Areksa menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zevanna sambil menghirup aroma tubuh istrinya dalam-dalam.

"Masalahnya aku nggak bisa berpikir jernih tiap kali urusannya berhubungan sama kamu, Nana," bisik Areksa. Suaranya mendadak terdengar rapuh dan serak. "Lihat kamu sama dia... bikin aku rasanya ingin menghancurkan dunia. Aku nggak bakal pernah melepaskanmu. Nggak akan pernah."

Sebelum Zevanna sempat mencerna ucapan itu, Areksa kembali mendongak. Ia mengunci tatapan mereka selama satu detik, lalu menunduk dan menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang kasar, panas, dan penuh luapan emosi yang tertahan selama delapan tahun.

Ciuman itu rasanya kayak badai yang meluluhlantakkan seluruh pertahanan yang sudah dibangun Zevanna. Kasar dan menuntut, tapi di balik setiap penekanan bibir Areksa, ada getaran rasa takut kehilangan yang sangat dalam.

Zevanna mencoba mendorong dada bidang Areksa, tapi jemari kokoh pria itu malah menyusup ke tengkuknya, memperdalam pagutan dan mengunci pergerakannya sampai napas Zevanna habis. Pas Areksa akhirnya menarik diri, napas keduanya sama-sama memburu di bawah temaram lampu kamar.

Areksa menatap bibir Zevanna yang kini sedikit membengkak dan memerah, lalu beralih ke mata indah istrinya yang masih berkaca-kaca. Kilat liar di mata Areksa perlahan meredup, digantikan tatapan kelam penuh kepemilikan.

Zevanna membuang muka ke arah jendela, menatap rintik hujan yang bergulir di kaca. "Kamu menyadap ponselku, kan?" ucap Zevanna memecah kesunyian. Suaranya terdengar lelah.

Areksa tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari wajah Zevanna. "Setiap sudut di rumah ini ada di bawah kendaliku, Nana. Termasuk jalur komunikasi masuk dan keluar. Aku nggak mau mengambil risiko pas ada musuh yang lagi mengintai di luar."

"Kamu melakukan itu murni gara-gara bisnismu, atau kamu memang nggak pernah percaya sama aku?" Zevanna menoleh, menatap profil samping wajah Areksa yang tegas di bawah pendar lampu. "Delapan tahun lalu di Bandung, kamu lebih milih percaya sama drama murahan itu dibanding aku. Dan kamu tahu sendiri gimana akhirnya? Kamu bahkan nggak pernah tanya ke aku itu beneran atau nggak!"

"Aku cuma percaya sama apa yang kulihat sendiri saat itu, Zevanna," jawab Areksa. Suaranya sedatar es, tapi ada luka tersembunyi yang tersirat. "Kamu ada di dalam kamar itu bareng Davin. Pas hari kelulusan kita."

"Dan kamu langsung menghakimiku gitu aja tanpa mau dengar penjelasan sedikit pun!" Zevanna memutar tubuhnya, menatap Areksa dengan kilatan amarah yang selama ini terpendam. Air matanya yang sempat kering kini menggenang lagi. "Kamu lupa siapa yang lebih dulu mengkhianati hubungan kita, Areksa? Kamu! Kamu yang lebih dulu milih sama Valerie dibanding aku! Kamu selalu ngebela Valerie di depan semua orang, membiarkan aku dituduh macam-macam sama anak-anak sekolah, dan kamu lebih percaya omongan manis sepupuku itu ketimbang pacarmu sendiri!"

Areksa makin mengetatkan cengkeramannya di tepi meja sampai urat-urat tangannya menonjol. Tapi Zevanna belum selesai meluapkan semuanya.

"Aku menemui Davin malam itu karena aku hancur, Areksa! Aku ingin kamu merasakan sakit yang sama kayak yang kurasakan pas kamu mengabaikanku demi Valerie! Tapi semuanya malah di luar kendaliku!" Zevanna terengah-engah, dadanya naik turun akibat emosi yang meluap-luap. "Waktu itu aku benci banget sama kamu. Kamu memutuskan hubungan kita gitu aja pakai alasan yang sampai sekarang nggak pernah aku tahu, mencampakkanku seolah aku nggak pernah ada artinya buat kamu."

Zevanna menarik napas dalam, mencoba meredam getaran suaranya. Ia menatap Areksa dengan pandangan menuntut—meminta jawaban atas teka-teki yang mengganggu pikirannya sejak mereka bertemu lagi.

"Sekarang yang bikin aku bingung... kalau dulu kamu begitu memuja Valerie dan membela dia mati-matian, kenapa sekarang kamu kelihatan benci banget sama dia? Harusnya kamu tolak pernikahan kontrak gila ini sama Kakek! Harusnya kamu nikahi Valerie, cewek yang selalu kamu percaya itu, bukannya malah menjadikan aku tahanan di rumahmu begini!"

Lagi-lagi Areksa cuma terdiam. Pertanyaan itu kelihatan susah banget buat dia jawab. Alih-alih menjawab, dia malah menyambar dan memangut kembali bibir seksi di depannya dengan jauh lebih intens.

Cup!

Cup!

Kedua tangan Areksa langsung mengangkat tubuh Zevanna dan mendudukkannya di atas meja rias, sampai beberapa botol perawatan di atas meja berjatuhan dan menimbulkan bunyi nyaring di dalam kamar. Areksa nggak berhenti di situ. Ia meraup kembali bibir istrinya yang selalu bikin dia hilang fokus. Ia menggigit pelan bibir bawah Zevanna lalu menelesakkan lidahnya ke dalam, memilinnya tanpa aturan.

Ciuman itu terasa kasar tapi serentak sangat menggairahkan. Terbukti beberapa desahan pelan lolos begitu saja dari mulut Zevanna.

"Kamu cuma milikku, Nana. Cuma milikku seorang. Sampai kapan pun kamu cuma milikku," bisik Areksa tepat di depan wajah Zevanna dengan napas memburu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!