NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Pengolahan Pil Pertama dan Target Nasional

​Arus air bawah tanah di saluran pembuangan kolonial Kota Tua bergolak pelan sebelum sesosok bayangan hitam menyembul ke permukaan. Arkana Wijaya melangkah naik ke tepian lantai batu dengan tubuh yang anehnya tetap kering sempurna; pelindung Qi Primordial ranah Spirit Gathering Tingkat Tiga militer miliknya telah menguapkan setiap tetes air sebelum sempat membasahi pakaian.

​Dengan gerakan sehalus hantu, ia membuka pintu besi kuno aula bawah tanah. Di dalam markas rahasia tersebut, Dani langsung melompat dari kursi cyber-rig miliknya dengan wajah pucat yang seketika berubah menjadi lega.

​"Arka! Demi Tuhan, lo balik juga!" seru Dani, suaranya bergema di langit-langit aula kuno. "Gua lihat dari satelit siber kalau seluruh bukit Sentul mendadak kolaps dan tertutup longsoran batu giok raksasa. Gua kira lo ikut tertimbun di dalam sana!"

​Lisa ikut bangkit dari meditasinya, menyambut Arkana dengan binar mata penuh rasa syukur. Aroma wangi yang samar namun sangat pekat mendadak memenuhi ruangan begitu Arkana merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan tiga butir Buah Jantung Api Spiritual beserta gulungan Catatan Alkimia Purba.

​"Gua gak cuma balik dengan selamat, Dan. Gua membawa fondasi awal untuk mempercepat kultivasi kita," ucap Arkana tenang, meletakkan buah berwarna merah menyala yang berdenyut seperti hati manusia itu di atas altar batu oktagon.

​Sesuai dengan garis besar perkembangan dunia baru yang tercatat dalam dokumen panduan takdir Rencana_Novel_Kebangkitan_Kaisar_Abadi.docx, perjalanan Arkana saat ini masih berada di fase krusial Arc 1 (Bab 1–30), yang didedikasikan sepenuhnya untuk awal kebangkitan kultivasi dan pengumpulan sumber daya paling dasar sebelum faksi-faksi dunia luar bergerak semakin agresif.

​Alkimia Api Primordial

​Arkana tidak membuang waktu. Mengandalkan instruksi makro dari Catatan Alkimia Purba yang baru ia dapatkan, ia bersiap untuk mengolah buah spiritual tersebut menjadi pil sejati. Jika buah itu dikonsumsi secara langsung dalam bentuk mentah, energi elemen api yang liar berisiko merusak dinding meridian Dani dan Lisa yang masih berada di ranah Body Tempering dasar.

​"Dani, Lisa, mundur tiga langkah dan jaga fokus kalian," perintah Arkana.

​Arkana duduk bersila di depan altar. Ia memejamkan sepasang mata peraknya, memfokuskan tiga tetes cairan Qi Primordial yang berputar di dalam Dantian-nya. Kedua telapak tangannya terangkat, mengarah lurus ke tiga butir Buah Jantung Api yang melayang di udara.

​WUUUUSSS!

​Kobaran api spiritual berwarna perak keemasan—bukan api fisik fana, melainkan manifestasi murni dari energi Kaisar Abadi—menyembur keluar dari telapak tangan Arkana, membungkus ketiga buah tersebut dalam pusaran panas tak kasat mata. Di bawah kendali batinnya yang luar biasa presisi, impuritas dan serat kayu kasar dari buah mulai terbakar habis, menyisakan esensi cairan merah murni yang mengental dengan cepat.

​Proses pemurnian ini memakan waktu hampir dua jam. Keringat tipis membasahi pelipis Arkana, namun fokusnya tidak goyah sedikit pun. Dengan satu hentakan batin yang kuat, ia memaksa cairan esensi tersebut memadat.

​Ting! Ting! Ting!

​Tiga butir pil bulat berwarna merah mengkilap dengan guratan urat perak jatuh dengan manis ke atas altar batu. Pil Jantung Api Murni berhasil diracik seutuhnya.

​"Dani, ambil satu pil ini. Konsumsi sekarang untuk menempa struktur luar otot Body Tempering Tingkat Satu lo agar fondasinya sekeras tembaga purba. Lisa, pil kedua ini buat lo; energi apinya akan memurnikan benih elemen kayu di dada lo melalui proses siklus elemen yang saling mendukung," ucap Arkana, membagikan hasil alkimia pertamanya. "Pil ketiga bakal gua simpan untuk cadangan darurat."

​Dani dan Lisa menerima pil tersebut dengan rasa takjub yang mendalam, langsung mengambil posisi meditasi di sudut aula untuk menyerap khasiat obat spiritual legendaris tersebut.

​Perburuan Skala Nasional

​Sementara ketenangan menyelimuti markas bawah tanah Kota Tua, badai yang sesungguhnya sedang mengamuk hebat di permukaan kota Jakarta.

​Di dalam ruang perawatan intensif super-steril milik Markas Besar Pusat Biro Keamanan Khusus, puluhan monitor holografik berkedip merah dengan ritme yang menegangkan. Di atas ranjang medis bertenaga kuantum, Mayor Jenderal Aditia Pramono terbaring koma dengan sekujur tubuh dibungkus oleh perban bio-regenerasi. Setengah dari wajah sibernya hancur, dan reaktor inti di dadanya telah diangkat sepenuhnya akibat kerusakan permanen.

​Di balik kaca pembatas ruang perawatan, seorang pria tua mengenakan seragam militer tertinggi berpangkat Jenderal Besar menatap kondisi Aditia dengan wajah sekeras batu karang. Di sampingnya, berdiri tiga orang tetua berpakaian zirah modern bersulam lambang faksi-faksi elit bentukan pemerintah.

​"Bagaimana laporan dari tim investigasi di Sentul?" tanya sang Jenderal Besar, suaranya dingin menembus tulang.

​"Melapor, Jenderal Besar! Dua batalyon kita hancur total akibat amukan formasi tumbuhan kuno di dalam makam," jawab seorang perwira intelijen dengan tubuh gemetar tegang. "Namun, luka-luka pada tubuh Mayor Jenderal Aditia bukan disebabkan oleh makhluk purba. Analisis sisa energi siber di dadanya menunjukkan bahwa ia dihantam oleh serangan fisik linear yang membawa partikel energi murni berfrekuensi sangat tinggi. Kami mengidentifikasi pelakunya sebagai target yang sama dengan insiden Puri Indah."

​Perwira itu menekan tombol pada perangkat taktisnya, memproyeksikan gambar buram seorang pemuda bertudung hitam di udara—sosok yang mereka sebut sebagai Silver Flash.

​"Biro Keamanan Khusus, Kementerian Pertahanan, dan Faksi Militer Pusat secara resmi menaikkan status target ini," ucap sang Jenderal Besar, matanya memancarkan hawa membunuh yang masif. "Ubah tingkat ancaman Silver Flash menjadi ANCOMAN KEAMANAN NASIONAL KELAS SSS. Kerahkan seluruh satelit pemindai aura, pasang pos pemeriksaan darurat militer di setiap jengkal kota, dan umumkan sayembara terbuka bagi klan kuno manapun: siapapun yang bisa membawa kepala tikus ini hidup atau mati, negara akan memberikan akses mutlak ke tiga Simpul Spiritual terbesar di pulau Jawa!"

​Malam itu, perintah eksekusi tertinggi disebarkan ke seluruh penjuru negeri. Tanpa disadari oleh publik yang masih panik oleh fenomena kebangkitan energi, seluruh mesin perang modern dan jaringan mata-mata klan kuno di Indonesia kini telah mengunci satu nama sebagai buruan utama mereka di bawah bayang-bayang badai yang kian membesar.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!