NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Ruang keluarga utama di mansion megah keluarga Widmer terasa bagaikan sebuah ruang sidang yang dipenuhi hawa kematian.

Pendar lampu kristal yang hangat tidak sanggup mengikis atmosfer membeku yang menyelimuti seluruh ruangan.

Pintu kayu ganda yang tebal terdorong kasar. Cathez melangkah masuk dengan napas memburu, gaun mewahnya sedikit kusut dan wajah cantiknya tampak pucat pasi diliputi peluh dingin.

Demi mencapai tempat ini dalam waktu dua jam dari San Francisco, ia telah menyewa helikopter pribadi dengan harga fantastis dan mengendarai mobilnya bak kesetanan membelah lalu lintas Los Angeles.

Namun, baru saja Cathez melangkah dua tindak melewati ambang pintu dan berniat membungkuk...

PLAK!

Suara hantaman telapak tangan yang begitu keras menggema memantul di dinding-dinding marmer tinggi ruangan tersebut.

Daya dorong dari tamparan itu begitu kuat hingga tubuh Cathez terlempar ke samping, jatuh tersungkur di atas karpet tebal. Pipinya yang mulus seketika melepuh merah, rasa panas dan denyut nyeri yang hebat membakar kulit wajahnya. Sudut bibirnya pecah, meneteskan setitik darah segar yang jatuh menodai karpet.

Di hadapannya, Abner Widmer berdiri bagaikan iblis yang keluar dari neraka. Dadanya naik-turun menahan murka yang teramat sangat, matanya menyalang merah menatap wanita yang tersungkur di bawah kakinya.

"Perempuan tidak tahu diri!" geram Abner, suaranya bagaikan gemuruh petir yang menggetarkan kaca-kaca jendela mansion. "Aku membesarkanmu seperti darah dagingku sendiri! Dan kau... kau malah berniat mencelakai putri kandungku?! Menjijikkan!"

DUARRRR!

Kalimat itu menghantam kesadaran Cathez bagaikan ledakan bom yang meremukkan seluruh pertahanannya. Tubuh wanita berusia 28 tahun itu gemetar hebat di lantai.

Rahasia tergelap keluarga Widmer yang selama bertahun-tahun tersimpan rapat di balik dinding-dinding kemewahan kini akhirnya terlempar keluar tanpa belas kasihan.

Cathez tahu betul siapa dirinya. Ia ingat betul setiap detail kenangan kelam masa kecilnya yang berusaha ia kubur dalam-dalam.

Dua puluh tahun lalu, Cathez hanyalah seorang bocah perempuan berusia delapan tahun—putri dari seorang pelayan setia yang telah mengabdi selama puluhan tahun di keluarga Widmer. Ketika ibunya meninggal karena sakit keras, ibu kandung Rossi—istri pertama Abner yang sangat berhati lembut dan dermawan—merasa iba pada nasib bocah sebatang kara tersebut.

Ibu Rossi yang saat itu sedang mengasuh putri kandungnya yang baru berusia empat tahun, memutuskan untuk mengadopsi Cathez secara resmi.

Pada usia sembilan tahun, Cathez diangkat menjadi putri angkat keluarga Widmer, dilimpahi kemewahan, pendidikan terbaik, serta status sosial yang terpandang.

Namun, masa-masa indah itu tidak bertahan lama. Sebuah tragedi berdarah menimpa keluarga tersebut tak lama setelah pengangkatan Cathez.

Musuh-musuh bisnis Abner yang kejam melancarkan teror mematikan. Dalam sebuah insiden yang mengerikan, mobil yang dikendarai ibu Rossi ditabrak secara sengaja oleh sebuah truk besar di persimpangan jalan.

Nyawa wanita berhati malaikat itu melayang seketika di tempat kejadian, meninggalkan Abner dalam duka yang teramat dalam dan kepungan teror ancaman pembunuhan terhadap putri kandungnya.

Demi melindungi Rossi—putri tunggal darah dagingnya yang masih sangat kecil dan memiliki fisik yang rapuh—Abner mengambil keputusan gila namun krusial. Ia memalsukan kematian Rossi di mata publik dan mengasingkan putri kandungnya itu ke sebuah vila terpencil di kawasan pedesaan Central Valley.

Selama belasan tahun, Abner bertindak seolah-olah ia adalah ayah yang kejam. Ia sengaja tidak pernah menemui Rossi secara langsung, menahan rasa rindu yang membakar dada, dan hanya berkomunikasi melalui surat-surat rahasia serta mengirimkan dana tanpa batas melalui orang kepercayaan.

Semua itu dilakukan Abner dengan satu tujuan mutlak: agar musuh-musuh lamanya tidak pernah mengendus keberadaan sang putri kandung.

Sementara itu, Abner sengaja membiarkan Cathez tetap berada di sisinya sebagai ikon publik keluarga Widmer. Karena Cathez adalah anak angkat dan bukan darah dagingnya, para musuh bisnis yang mencari kelemahan Abner tidak akan pernah mendapatkan keuntungan apa pun jika menjadikan Cathez sebagai sandera. Cathez dijadikan perisai hidup tanpa wanita itu sadari sepenuhnya.

Namun, rencana perlindungan yang disusun sempurna selama puluhan tahun itu mendadak berantakan.

Pengawal pribadi Abner melaporkan nasib tragis Rossi yang kabur dari vila Central Valley karena tidak tahan terisolasi, hingga akhirnya ditangkap dan dijual oleh Mariella—ibu tiri licik yang dinikahi Abner demi formalitas sosial.

Dan yang paling menyakitkan bagi Abner, putri angkat yang dibesarkannya dengan penuh kelimpahan... justru ikut memuluskan jalan Mariella untuk membuang Rossi ke klab malam.

Tiba-tiba, langkah kaki seorang pengawal pribadi melangkah masuk dari arah lorong Sayap Barat. Pengawal itu membungkuk dalam di hadapan Abner, lalu menyampaikan laporan dengan suara tanpa emosi.

"Tuan Abner... bangkai Mariella telah berhasil diproses dan dijual ke pasar gelap."

Deg.

Cathez yang masih tersungkur di lantai mendadak membeku. Muka cantiknya yang tadi memerah akibat tamparan kini berubah pucat pasi bagaikan mayat. Matanya membelalak kaget menatap pengawal tersebut, lalu beralih menatap Abner dengan ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Mariella... wanita yang kemarin masih tertawa bersamanya dan merayakan Keberhasilan dari menjual Rossi... kini telah tewas dan organ-organnya dilelang di pasar gelap oleh pria di hadapannya ini.

Selama bertahun-tahun hidup di bawah naungan Abner Widmer, Cathez hanya mengenal pria itu sebagai seorang pengusaha tegas, dingin, dan berwibawa. Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa di balik sosok ayah angkatnya itu, tersimpan kekejaman luar biasa yang tak segan-segan menghabisi nyawa manusia tanpa meninggalkan jejak.

'Lalu... bagaimana dengan nasibku?' jerit batin Cathez, napasnya makin memburu dan tubuhnya gemetar hebat.

Abner perlahan melangkah mendekati Cathez. Sepatu kulit mahalnya berhenti tepat beberapa sentimeter dari wajah Cathez yang ketakutan. Pria paruh baya itu menunduk, menatap wanita yang pernah dipanggilnya "putri" dengan pandangan jijik yang mendalam.

"Kalau saja aku tidak menghormati statusmu saat ini sebagai menantu dari keluarga Vale-Knight..." ucap Abner, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan ancaman kematian yang nyata, "...kau sudah menyusul Mariella ke pasar gelap malam ini juga."

Cathez meneguk ludahnya yang terasa pahit dan kering, air mata ketakutan merembes keluar membasahi pipinya yang lebam.

"Namun..." lanjut Abner sambil menegakkan kembali tubuhnya, "...aku tidak akan menjamin masa depanmu lagi. Terutama masalah perselingkuhan murahanmu di San Francisco yang baru saja kudengar."

Abner berbalik membelakangi Cathez, melayangkan keputusan mutlak yang meremukkan seluruh masa depan wanita itu.

"Mulai detik ini, kau bukan lagi putriku," tegas Abner dengan nada dingin tanpa ampun. "Aku mengampuni nyawamu malam ini murni demi menghormati mendiang istriku yang telah mengasuhmu dengan penuh kasih sayang. Tapi ingat baik-baik, Cathez... setelah ini, segala skandal, penderitaan, dan akibat dari perselingkuhanmu... bukan lagi tanggung jawabku atau keluarga Widmer!"

Abner melambaikan tangannya pendek pada para pengawal.

"Keluar dari rumahku!"

Keputusan itu bagaikan vonis mati bagi Cathez. Tanpa perlindungan dari nama besar keluarga Widmer, dan dengan ancaman skandal perselingkuhannya terbongkar ke keluarga Vale-Knight, hidupnya sebagai Nyonya Besar akan hancur berkeping-keping.

"Ayah! Tidak! Tolong, Ayah!" jerit Cathez histeris, merangkak maju dan mencoba menggapai ujung celana Abner. "Maafkan aku! Aku bersumpah... Mariella yang mempengaruhi pikiranku! Aku khilaf, Ayah! Tolong maafkan aku! Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi!"

Tangisan dan rintihan Cathez yang memilukan tidak sedikit pun meluluhkan hati Abner yang telah membeku oleh amarah atas keselamatan putri kandungnya. Abner bahkan tidak sudi menoleh sekilas pun.

Dua orang pengawal berbadan besar melangkah maju secara sigap. Mereka mencekeram kedua lengan Cathez dengan kasar, merenggut wanita itu berdiri dari lantai, lalu menyeretnya paksa menuju pintu keluar mansion utama.

"Lepaskan aku! Ayah! Tolong aku, Ayah!" jerit Cathez berapi-api, kakinya menendang-nendang udara saat tubuhnya mulai diseret melintasi koridor.

Pria paruh baya itu memejamkan matanya rapat-rapat, menghela napas panjang yang terasa teramat berat. Namun nada suaranya kali ini membawa kehancuran mutlak bagi wanita yang berada di ambang pintu tersebut.

"Satu hal lagi, Cathez..." ucap Abner dingin, setiap patah katanya ditata dengan presisi yang mematikan. "Aku tidak akan lagi membantumu menutup-nutupi soal kematian Reagen... pria malang yang kau bunuh empat tahun lalu itu."

Abner kembali menatap wajah Cathez yang kaku. "Aku tidak bisa lagi—dan tidak sudi—menyembunyikan kejahatan sebesar itu dari tim penyelidik keluarga Vale-Knight. Selama empat tahun ini, Kaelor tidak pernah benar-benar menutup kasus kematian sahabat anaknya. Penyelidikan mereka masih terus berjalan secara rahasia, dan hari ini, aku menarik seluruh perlindunganku darimu."

Deg.

Dunia di sekitar Cathez seolah runtuh seketika. Seluruh sendi di tubuhnya meluruh, memutus setiap daya yang ia miliki hingga para pengawal harus menahan tubuhnya agar tidak ambruk ke lantai.

Reagen... pria malang yang empat tahun lalu ditemukan tewas mengenaskan di lantai dasar gedung katedral... bukanlah korban bunuh diri.

Cathez-lah yang mendorong pria itu dari ketinggian.

°°°°

Malam sebelum pernikahan mewah itu digelar, Reagen menemukan kenyataan pahit yang meremukkan hatinya.

Pria itu menyadari sebuah kebenaran kelam bahwa dirinya sama sekali tidak pernah dicintai oleh Cathez. Bagi Cathez, Reagen hanyalah sebuah batu loncatan—sebuah alat yang dimanfaatkannya secara licik agar bisa selalu berada di dalam radar dan jangkauan Rowan Vale-Knight.

Semenjak berhasil berpacaran dengan Reagen, Cathez memiliki akses tanpa batas untuk selalu berada di sekitar Rowan. Rowan—pria yang terkenal sangat dingin, eksklusif, dan tidak pernah berpacaran dengan wanita mana pun—adalah target utamanya.

Ketampanan Rowan yang sempurna, dipadu dengan kekuasaan, wibawa, serta sifat eksklusif yang tak tersentuh oleh wanita mana pun, telah membuat Cathez gelap mata.

Demi bisa menyentuh dan memiliki Rowan, Cathez bersedia pura-pura mencintai Reagen selama bertahun-tahun.

Dan ketika Reagen akhirnya mengetahui niat busuk itu di hari pernikahan mereka serta mengancam akan membongkar semuanya kepada Rowan, kemarahan dan kepanikan membuat Cathez berbuat nekat. Ia mendorong Reagen dari balkon gedung, menghentikan napas pria itu selamanya.

Tak berhenti di situ, dengan memanfaatkan duka dan kepanikan luar biasa di lokasi kejadian, Cathez dengan licik memalsukan surat wasiat Reagen. Ia menuliskan sebuah pesan palsu atas nama Reagan, memohon agar Rowan menggantikan posisinya dan menikahi Cathez sebagai bentuk tanggung jawab terakhir.

Dan Rowan... pria sejati yang dipenuhi rasa bersalah serta penghormatan pada sahabatnya... menelan mentah-mentah kebohongan tersebut. Rowan percaya begitu saja tanpa sedikit pun menaruh curiga.

Namun, kenyataan setelah pernikahan tidak semanis obsesi gila Cathez.

Setelah berhasil mengikat Rowan di altar dan membawanya ke Sayap Barat, Cathez justru menemukan kekecewaan besar. Di mata Cathez saat itu, tidak ada yang spesial dari Rowan selain ketampanannya yang luar biasa. Pria itu teramat kaku, dingin, dan bersikap sangat formal.

Bahkan selama dua tahun pertama pernikahan mereka, Rowan sama sekali tidak pernah menyentuh tubuh Cathez.

Tidak ada hubungan suami istri, tidak ada kehangatan di atas ranjang. Kenapa? Karena di dalam pikiran Rowan, Cathez hanyalah pesan terakhir sang sahabat yang harus dijaga kehormatannya, bukan wanita yang ia harapkan untuk digauli dengan gairah. Rowan memperlakukannya bak barang pecah belah yang asing.

Sikap dingin dan penolakan terselubung itu membuat ego Cathez terbakar. Merasa muak dan penasaran, Cathez menggunakan segala cara untuk melumpuhkan benteng pertahanan suaminya. Ia menggodanya, memancing gairah pria itu, hingga akhirnya benteng keteguhan Rowan hancur juga.

Di tahun ketiga, Cathez berhasil mengendalikan Rowan dengan cukup baik. Namun, hubungan biologis mereka pun terasa seperti ironi yang menyiksa.

Rowan memang menyentuhnya di atas ranjang, tetapi setiap kali usai melakukan hubungan itu, bukannya bisikan mesra atau mendesah puas yang keluar dari mulut Rowan, melainkan bisikan permintaan maaf. Rowan selalu meminta maaf karena merasa telah mengkhianati Mendiang Reagen setiap kali ia menyentuh wanita milik sahabatnya.

Meski demikian, selama satu tahun terakhir itu, Cathez telah berkomitmen pada dirinya sendiri bahwa ia ingin pernikahan ini bertahan selamanya.

Bukan lagi karena Reagen atau rasa bersalah, melainkan karena status, kemewahan, dan rasa kepemilikan atas sosok Rowan Vale-Knight yang sempurna. Dan Rowan menaruh komitmen yang sama untuk mempertahankan pernikahan hukum mereka.

Hingga akhirnya, Tahun Ke Empat, benteng itu kembali retak. Masalah anak dan keturunan menjadi bahan perdebatan sengit yang tak pernah usai di antara mereka—sebuah tuntutan yang menghancurkan ilusi kontrol Cathez dan mendorong Rowan ke titik jenuh terutamanya.

Dan kini... seluruh bangunan kebohongan yang ia susun rapi selama empat tahun di atas darah Reagen mendadak runtuh tanpa sisa.

"Tidak... Ayah, jangan lakukan ini padaku..." bisik Cathez dengan suara nyaris habis, matanya membelalak menatap Abner yang berbalik membelakanginya. "Jika keluarga Knight tahu... aku akan dihukum mati..."

"Kau memang pantas mendapatkannya, Cathez," sahut Abner tanpa belas kasihan.

Abner memberi isyarat tangan terakhir. Tanpa menunggu jeritan histeris Cathez selanjutnya, kedua pengawal berbadan besar itu merenggut tubuh Cathez yang terkulai lemas, menyeretnya keluar melewati pintu utama mansion, dan melempar wanita yang kini telah kehilangan segalanya itu ke atas dinginnya aspal malam Los Angeles.

1
Nurul
kalau bisa, kehamilan jangan ditunda-tunda
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!